Memahami Konsep Blended Learning dan Manfaatnya

Vindiasari Yunizha Okt 10, 2021 • 6 min read


RK_-_Blended_Learning-01

Dunia pendidikan mengalami perubahan drastis dalam beberapa tahun terakhir, baik karena pandemi atau juga karena perkembangan teknologi. Salah satu metode yang berkembang adalah blended learning. Apakah blended learning itu dan apa saja manfaatnya?

---

Belajar sekarang nggak cuma duduk di dalam kelas, lho. Dunia pendidikan dunia mengalami perubahan yang cukup signifikan beberapa tahun ke belakang. Bukan sekadar perkembangan teknologi informasi, adanya pandemi Covid 19 turut memberikan perubahan dalam metode belajar dan mengajar. Salah satu metode belajar yang dikembangkan selama beberapa tahun ke belakang adalah blended learning. 

Pengertian Blended Learning 

Konsep blended learning merupakan cara pembelajaran baru di mana menggabungkan strategi tatap muka di ruang kelas dan pembelajaran jarak jauh atau daring (online). Penerapan pembelajaran campuran merupakan cara inovatif untuk meningkatkan keberhasilan peserta didik dalam pelatihan.

Sementara menurut Association for Talent Development, blended learning atau pembelajaran campuran merupakan praktik menggunakan beberapa media dalam satu kurikulum dan menggabungkan pembelajaran formal dan informal, seperti kegiatan belajar di kelas, online, dan pembelajaran langsung di lapangan, serta pembinaan pekerjaan.

Konsep Blended Learning

Konsep blended learning bisa diterapkan pula di perusahaan, yakni melalui pelatihan atau pengembangan kapasitas sumberdaya manusia. Perusahaan atau organisasi yang memiliki pendekatan untuk blended learning sama halnya mengidentifikasi proses mewujudkan tujuan dan sasaran perusahaan. Strategi ini harus melangkah lebih dalam dalam belajar dengan penyesuaian untuk meningkatkan kinerja tim tertentu, seperti layanan pelanggan. 

blended-learning

Sumber: foto: https://tft.unctad.org/about/strategy/blended-learning/

Konsep blended learning dalam program pelatihan menerapkan learning management system (LMS). Blended learning tersebut memadukan model pengajaran secara tatap muka dengan pelatih (Synchronous) dan pembelajaran mandiri (Asynchronous). Pelaksanaan synchoronous pun bisa dilakukan melalui webinar atau video konferensi. 

Sistem manajemen pembelajaran (LMS) yang baik akan membantu dua model pembelajaran menjadi pelatihan yang komplet. Ruangkerja menawarkan beragam fitur pelatihan untuk karyawan dalam proses yang terintegrasi dalam sistem manajemen pembelajaran. 

Ada beragam blended learning yang bisa diterapkan dalam pembelajaran ataupun pelatihan

01. The Flipped Classroom Model

The Flipped Classroom merupakan model pembelajaran di mana pelatih memberikan pengajaran secara virtual maupun tatap muka dalam waktu bersamaan. Di samping itu, pelatih juga memberikan waktu untuk belajar mandiri bagi peserta. Pembelajaran mandiri bisa dilakukan dengan beragam metode antara lain diskusi kelas maupun tugas kelompok.

02. The Enriched Virtual Model

The Enriched Virtual Model ini menerapkan pengajaran secara online. Pengajaran model ini memiliki perbedaan dengan Flipped Classroom dalam waktu pengajaran tatap muka online. Dalam model pembelajaran Enriched Blended Learning, peserta tidak akan belajar secara tatap muka dengan guru setiap hari, tetapi dalam jadwal model flipped classroom, peserta menyelesaikan tugas secara mandiri atau kelompok.

03. The Individual Rotation Model

Pembelajaran model The Individual Rotation ini mengedepankan pada pendidikan yang berbeda dari umumnya. Materi yang disampaikan menyesuaikan dengan algoritma peserta. Peserta bisa memiliki jadwal khusus yang disesuaikan dengan pemograman.  

04. The Flex Model

Merujuk pada buku Learning in the Digital Age, The Flex Model merupakan walnya dirancang untuk membantu siswa yang kembali yang belum menyelesaikan pendidikan sekolah menengah. 

Dalam pelatihan, penerapan The Flex Model ini mengedepankan belajar mandiri dengan modul-modul yang telah disediakan. Komponen lainnya bisa dilakukan secara langsung dengan praktik kerja kelompok, latihan, dan kolaborasi.

05. The A La Carte Model

Model pembelajaran A La Carte ini mementingkan pemilihan materi dari peserta. Mereka bebas memilih materi di luar materi pelatihan. Selain itu, kemandirian belajar juga begitu menonjol pada model pembelajaran tersebut. 

Penelitian dari Philadelphia Education Research Consortium menyebut model A La Carte ini dapat memperluas pendiidkan di luar akademis. 

avel-chuklanov-DUmFLtMeAbQ-unsplash

Sumber: Avel Chuklanov / Unsplash

Manfaat blended learning

Learning blended adalah solusi untuk melatih karyawan karena metode ini memudahkan karyawan dalam mengembangkan kapasitasnya. Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan penerapkan pembelajaran blended learning, yaitu:

01. Efisien secara biaya dan waktu

Sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya pelatihan konvensional secara tatap muka membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi biaya akomodasi, biaya makan, dan lain-lain di luar pelatihan itu sendiri. 

Jika menerapkan blended learning, tentunya pembelajaran menjadi lebih efisien dari segi biaya dan waktu. Instruktur tidak akan mengeluarkan biaya sewa tempat pelatihan karena bisa dilakukan di mana saja, termasuk di kamar atau rumah. 

02. Pembelajaran yang lebih fleksibel

Pembelajaran yang fleksibel dengan blended learning cukup membantu para karyawan. Pasalnya dalam setiap pembelajaran, mereka bisa mengakses kapan saja dan di mana saja. Waktu belajar bisa disesuaikan dengan aktivitas harian para karyawan.

03. Meningkatkan partisipasi peserta pelatihan

Beragam media pembelajaran yang digunakan sama halnya mampu meningkatkan partisipasi atau keterlibatan peserta dalam pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan cukup variatif, mulai dari teks, video, dan grafik. Hal tersebut membuat peserta tidak merasa bosan.

04. Memberikan pembelajaran yang menyesuaikan ritme peserta

Peserta pelatihan dengan blended learning akan merasa lebih nyaman. Pasalnya, blended learning ini tidak menekankan pada cepat atau tidaknya menyelesaikan tugas. Setiap peserta mampu menyesuaikan keinginan dalam ritme belajarnya.

05. Memudahkan untuk mengukur efektivitas pelatihan 

LMS yang diterapkan mampu mengukur efektivitas pelatihan. Hal tersebut terlihat dari adanya daftar kehadiran, laporan kinerja karyawan, siapa yang terlibat aktif dalam pelatihan, bagaimana hasil tes mereka, dan lain-lain. Informasi ini akan membantu Anda menyesuaikan strategi Anda jika tidak cukup tepat sasaran. 

---

Ruangkerja menyediakan fitur-fitur yang dapat mendukung suksesnya pengembangan blended learning untuk pelatihan di perusahaan Anda. Karena ruangkerja dilengkapi dengan fitur-fitur sebagai berikut:

  1. Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan. 
  2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.
  3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.

Berbagai perusahaan telah bergabung dengan ruangkerja, kini giliran Anda! 

Pelatihan Karyawan ruangkerja

Sumber: 

Papaioannou, Eleni Zoe. 2021. 6 Blended Learning Activities For Employee Training [online]. Link:

https://elearningindustry.com/blended-learning-activities-for-employee-training (Accessed: 2 September 2021).

CPTM, Carrie Berg. 2021. Using Blended Learning to Improve the Training Experience [online]. Link: https://trainingindustry.com/articles/content-development/using-blended-learning-to-improve-the-training-experience-cptm/ (Accessed: 2 September 2021).

Miscellaneous. 2021. Types of Blended Learning Models [online]. Link:https://www.teachtci.com/blog/types-of-blended-learning-models/ (Accessed: 2 September 2021).

Weitzel, Alex. 2021. 7 Advantages Of Blended Learning Programs [online]. Link:

https://coursekey.com/7-advantages-of-blended-learning-programs/ (Accessed: 2 September 2021)

Profile

Vindiasari Yunizha

Beri Komentar