Apa itu LMS dan Manfaatnya Bagi Peningkatan Produktivitas Karyawan

Vindiasari Yunizha Nov 17, 2021 • 7 min read


RK - Apa itu LMS dan Manfaatnya Bagi Peningkatan Produktivitas Karyawan-01

Learning Management System adalah sistem manajemen pembelajaran yang melibatkan perangkat lunak atau biasa dikenal dengan e-Learning.

Learning Management System (LMS) menjadi topik hangat selama pandemi Covid 19. LMS adalah salah satu metode pembelajaran yang populer karena perubahan adaptasi dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Sebenarnya LMS bukanlah hal baru, melainkan telah ada sejak 1924. 

Pada mulanya, LMS adalah sistem manajemen pembelajaran yang melibatkan perangkat lunak. LMS biasa dikenal dengan e-learning karena sistem pembelajaran ini dikhususkan untuk diakses di mana saja dan kapan saja. Selain itu, LMS awalnya menjadi solusi perangkat lunak holistik untuk perencanaan, pelaksanaan, dokumentasi, pelacakan, dan pelaporan kursus dan program pelatihan berbasis pengetahuan atau keterampilan.

Ide LMS muncul sebagai sekuel eLearning. Sementara eLearning dimulai terutama di sektor pendidikan, dunia korporat dengan cepat mengikuti tren dan LMS kini telah berkembang jauh. Tahun 1990, LMS muncul melalui perangkat lunak SoftArc pertama kalinya.

 

Beberapa fitur utama Learning Management System

RK - Apa itu LMS dan Manfaatnya Bagi Peningkatan Produktivitas Karyawan-02

Penerapan LMS bisa diaplikasikan pula pada pengembangan kapasitas karyawan dalam sebuah organisasi atau perusahaan. LMS adalah cara tepat dapat membantu memotivasi karyawan, meningkatkan proses, dan meningkatkan produktivitas. Saat organisasi meningkatkan keterampilan yang lebih baru, modul pembelajaran yang ditingkatkan, dan proses pembelajaran yang ditingkatkan. LMS memiliki beberapa fitur utama antara lain: 

1. Learner Experience Quotient

LMS adalah sistem pembelajaran yang menekankan pada pengalaman peserta pelatihan. Pelatihan berfokus pada peserta, jika dalam lingkup pelatihan karyawan adalah untuk meningkatkan kapasitasnya serta berkolaborasi dengan teknologi dan informasi. 

2. Intelligent Integration

LMS memiliki fitur intelligent integration atau mengolaborasikan beberapa aspek seperti manajemen bakat, manajemen tenaga kerja, sistem informasi sumber daya manusia atau Human Resource Information System (HRIS), manajemen sumber daya manusia atau Human Capital Management (HCM), perencanaan sumber daya perusahaan atau Enterprise Resource Planning (ERP), dan manajemen hubungan pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM).

3. Content Customization

LMS adalah sistem pembelajaran yang bisa dipilih sesuai keinginan peserta pelatihan. Dalam hal ini konten atau materi pembelajaran bisa di-custom. LMS menyediakan kursus pembelajaran yang dapat diakses karyawan sesuai permintaan. 

Sejumlah penyedia LMS saat ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan dan menggabungkan sistem dengan pembelajaran lebih relevan bagi karyawan mereka sesuai jalur karier

4. Blended Learning 

LMS menggunakan pendekatan blended learning atau pembelajaran yang menyatukan pelatihan tatap muka di ruang kelas dan pembelajaran jarak jauh atau daring (online). Modul pembelajaran bisa diakses secara daring dan tentunya memudahkan peserta didik untuk mendapatkan ilmu baru dengan metode yang lebih adaptif. 

5. Going Mobile

Perkembangan teknologi turut mengubah kebiasaan seseorang dalam mengakses informasi. Sama halnya dengan mengakses pelatihan, kini LMS bisa digunakan melalui aplikasi dengan smartphone. Lewat genggaman smartphone, materi bisa diakses dengan mudah. Tak perlu lagi menenteng laptop atau menyiapkan gawai yang lengkap. Cukup dengan handphone, peserta bisa mengikuti pelatihan.

6. Security First

Data adalah salah satu sumber daya paling berharga di perusahaan mana pun. Sistem dan proses LMS mengarah pada pengumpulan dan akumulasi sebagian besar data. Meskipun hal ini dapat menghasilkan banyak info, yang perlu Anda periksa adalah tingkat perlindungan yang ditawarkan LMS untuk data sensitif. Apakah keamanan data dalam sistem LMS telah terjaga? Bagaimana otorisasi ditangani, dan seberapa memadai integritas data tetap terjaga? Keamanan data menjadi hal utama dalam sistem LMS. 

Kunci pelatihan berbasis learning management system

2

foto:  Artem Podrez from Pexels

Dalam menentukan LMS mana yang tepat bagi peningkatan produktivitas karyawan dalam perusahaan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi tentukan target atau sasaran dari peserta pelatihan, tujuan mengikuti LMS dalam pelatihan, dan tentunya pastikan strategi atau rencana jangka panjang. Apakah mengikutsertakan karyawan dalam pelatihan berbasis LMS adalah strategi tepat bagi perusahaan?

Berikut lima kunci utama LMS bisa menjadi sistem pembelajaran profesional yang cocok untuk dikembangkan di perusahaan atau organisasi hingga masa mendatang:

1. Sistem pembelajaran dengan LMS menjadi lebih efektif.  

Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat berpengaruh pula pada efektivitas pengembangan karier dalam sebuah perusahaan. Inovasi-inovasi terus bermunculan membuat materi pembelajaran hingga sistem pembelajaran kini bisa menjadi pembelajaran digital. Metode yang digunakan dengan LMS ini bisa dilakukan lebih menarik dengan animasi dan lain-lain.

2. Memadukan pembelajaran blended learning yang jadi pendekatan terbaik. 

LMS adalah sistem pembelajaran yang menggabungkan metode pembelajaran formal dan informal. Mengambil pendekatan desain holistik yang memberikan pengalaman belajar yang kolaboratif dan tepat waktu sehingga mampu meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Metode pembelajaran ini menggunakan pendekatan teknologi yakni dengan bisa diakses dengan komputer/laptop, hingga smartphone

Learning Management System (LMS) ini pembelajaran berbasis video dan alat alur kerja semuanya merupakan perkembangan yang bermanfaat. Anda bisa mengembangkan evaluasi pembelajaran dengan platform pembelajaran. LMS mampu menyediakan metode pencatatan dan pelaporan yang koheren. LMS yang fleksibel dan memberikan dampak bagi organisasi atau perusahaan untuk menginformasikan keputusan sumber daya, pengembangan, dan rekrutmennya.

3. Pembelajaran efektif yang bisa disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan.

Praktik desain pembelajaran LMS adalah bagian dari sistem pembelajaran adaptif yang memperhitungkan pengetahuan awal dan konteks setiap peserta pelatihan. Jika biasanya, tenggat waktu dalam penerapan pembelajaran yang cepat dan kurangnya tenaga ahli menjadi penghalang untuk menciptakan pembelajaran yang tepat. Namun demikian, LMS hadir untuk mendukung desain, penyampaian, dan pelaporan pengalaman belajar yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan Anda. LMS akan membantu menghasilkan momentum positif untuk mengatasi rintangan tersebut.

4. Teknologi mempermudah proses peningkatan kapasitas karyawan. 

Manfaat dari teknologi mampu mempermudah segala aspek, termasuk dalam model pembelajaran LMS. Teknologi menawarkan banyak manfaat potensial, baik dari inovasi desain pembelajaran, gagasan pemecahan isu dari implementasi yang tidak dikelola dengan baik, dan keterlibatan pengguna yang kurang baik. 

Tanpa pemahaman dan keterampilan tentang cara membangun dan menerapkan pengalaman belajar efektif yang melibatkan peserta, tentu LMS akan menjadi kurang maksimal dan tidak ada keberlanjutan. Perlu ada “peningkatan level” yang universal dari para profesional L&D, memberi mereka keterampilan dan pengetahuan untuk memanfaatkan teknologi pembelajaran yang tersedia dengan sebaik-baiknya, termasuk memanfaatkan beberapa fungsi canggih yang dapat tersembunyi dalam sistem manajemen pembelajaran yang ada.

5. Kematangan konsep LMS lebih utama dibandingkan kecepatan akses. 

Banyak organisasi berjuang untuk mendapatkan nilai nyata dari platform LMS. Platform pembelajaran yang lebih luas dan lebih fungsional masih merupakan bagian penting dari ekosistem pengembangan pelatihan. Perpaduan sistem yang terintegrasi memungkinkan akan lebih umum di masa depan, daripada pendekatan metode baru yang terus bermunculan tanpa ada keberlanjutan dan strategi jangka panjang. 

Perlu menjadi fokus bagi perusahaan atau organisasi bahwa LMS adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sambil diarahkan pada keunggulan dan peningkatan bisnis. Hal yang menarik untuk diingat bahwa belajar adalah cara perubahan perilaku yang relatif permanen untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Oleh karena itu, LMS yang efektif adalah yang memastikan pengalaman terbaik dan peluang praktik untuk memungkinkan perubahan perilaku yang bertahan lama dan keterampilan yang praktis.

Ruangkerja memiliki fitur-fitur yang dapat mendukung peningkatan produktivitas karyawan dengan pelatihan berbasis Learning Management System (LMS) untuk perusahaan Anda. Karena ruangkerja dilengkapi dengan fitur-fitur sebagai berikut:

  1. Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan. 
  2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.
  3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.

Berbagai perusahaan telah bergabung dengan ruangkerja, kini giliran Anda! 

Pelatihan Karyawan ruangkerja

Referensi: 

Oesch, Taryn. 2017. User Experience and the LMS: Ensuring Learning Technologies Are Engaging and Effective [online]. Link: https://trainingindustry.com/articles/learning-technologies/user-experience-and-the-lms-ensuring-learning-technologies-are-engaging-and-effective/ (Accessed: 19 Oktober 2021). 

Ghosh, Prathana. 2019. What is a Learning Management System (LMS) [online]. Link: https://www.hrtechnologist.com/articles/learning-development/what-is-a-learning-management-system-lms/ (Accessed: 19 Oktober 2021). 

Hyland, Lars. 2017. 5 Ways The LMS Is More Relevant Than Ever [online]. Link: https://trainingindustry.com/articles/learning-technologies/5-ways-the-lms-is-more-relevant-than-ever/ (Accessed: 19 Oktober 2021).

 

Profile

Vindiasari Yunizha

Beri Komentar