Cara Membangun Self-management Skill untuk Mengembangkan Karakter

Vindiasari Yunizha Jun 20, 2022 • 8 min read


self management

Mengatur diri sendiri jadi skill fundamental yang membuat siapapun menjadi lebih produktif.

--

Pada saat Anda bekerja, tak jarang Anda mulai menyusun dan mengatur daftar aktivitas yang harus dilakukan dalam satu hari. Menulis to-do-list bagi sebagian orang dianggap sebagai kegiatan kurang penting, padahal tidak sedikit yang membuktikan bahwa aktivitas mengorganisasi keseharian ini mampu membuat hidup Anda lebih efektif dan efisien dalam berpikir maupun bertindak. 

Merencanakan kegiatan dan menulisnya dalam sebuah catatan merupakan salah satu bagian dari management skill. Keahlian tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan kebiasaan yang bertujuan untuk  meningkatkan produktivitas seorang karyawan maupun pemimpin. 

Mengenal Self-Management Skill

Mengorganisasikan kegiatan diri sendiri sering dikenal dengan self-management skill. Secara garis besar,  pengertian self-management skill adalah kemampuan untuk memprioritaskan tujuan, memutuskan tindakan yang harus dilakukan, serta memiliki rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan beragam aktivitas yang diprioritaskan. Dilansir dari BetterUp, self-management skill yang kuat mampu mempengaruhi seseorang untuk mengendalikan emosi di saat genting, mengelola distraksi saat bekerja, dan tetap memiliki prioritas pada aktivitas yang membuat tubuh tetap bugar seperti berolahraga misalnya.

Self-management skill dalam bekerja menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa Anda adalah karyawan yang dapat diandalkan, dapat bertindak sesuai etika dan tak akan pernah membuat malu. Seorang yang memiliki self management skill akan cermat dan teliti dalam melakukan pekerjaan karena dirinya akan mampu menunjukkan integritas, dirinya akan mudah menerima masukan dan kritik karena memiliki kemampyan evaluasi diri yang baik, dirinya cenderung mampu dalam menyesuaikan diri, dirinya dapat mengontrol emosi, dirinya dapat diandalkan dan bertanggung jawab dan memenuhi hak serta kewajiban. dapat dikatakan bahwa seorang individu yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi dengan baik untuk perusahaan dan dapat mencapai tujuan perusahaan dengan efektif serta maksimal. Dengan begitu, memiliki kemampuan manajemen diri atau self-management skill adalah kebutuhan yang penting.

Bukanlah hal yang mudah ketika berusaha membangun kemampuan manajemen diri. Namun, jika Anda belum terbiasa dengan keterampilan ini mungkin agak sulit untuk mengendalikan diri saat muncul stress dalam bekerja, yang dapat membuat atasan Anda mempertanyakan kredibilitas stafnya. Misalnya, ketika seseorang kesulitan mengendalikan emosinya, mereka bisa tidak ramah kepada pelanggan/klien atau mengatakan sesuatu yang menyakitkan kepada karyawan lain. Dengan self-management yang baik, Anda dapat menenangkan emosi dan pikiran yang intens, yang dapat mengarah pada tindakan yang lebih cerdas. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan manajemen diri adalah kemampuan yang harus Anda miliki jika ingin menjadi karyawan yang baik.

Contoh Management Skill di Tempat Kerja

Glassdor mengatakan bahwa terdapat 6 poin penting ketika mengimplementasikan self-management skill di tempat kerja. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Keandalan: Hal pertama yang perlu Anda miliki dalam keterampilan self management adalah dapat diandalkan. Atasan dan kolega Anda selalu dapat mengandalkan Anda. Ketika Anda membuat janji, Anda menepatinya. Ketika Anda berjanji untuk menuntaskan sebuah tugas, pekerjaan tersebut dapat terlaksana dengan baik. 
     
  2. Manajemen stres: Salah satu hal yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja adalah kemampuan mengendalikan emosi. Dalam situasi tekanan yang tinggi, Anda dapat merasakan gejolak emosi. Baik itu rasa marah, stres, khawatir dan lain-lain. Dengan memiliki atau dengan kemampuan manajemen stres, Anda lebih mudah untuk tenang. Alih-alih kehilangan fokus, Anda menemukan cara atau strategi dalam memecahkan masalah yang membuat stress tersebut.
     
  3. Manajemen waktu: Adapun time management berupa Anda yang memprioritaskan tugas dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai deadline yang ditentukan. Jika Anda memiliki kemampuan dalam mengatur waktu yang baik, Anda akan memiliki cara untuk tetap termotivasi dan menghindari menunda pekerjaan yang akan merugikan Anda ataupun perusahaan. Anda dapat memiliki kemampuan dalam mengelola waktu meskipun memiliki banyak tugas dan ada dalam tekanan tinggi.
     
  4. Dapat dipercaya: Anda memiliki kode etik yang kuat dan memiliki integritas. Atasan dan rekan kerja Anda dapat mempercayai apa yang Anda katakan dan lakukan, dan Anda dipercaya untuk bertindak demi kepentingan terbaik semua orang. Apabila hal-hal itu dapat diatur, tidak hanya perusahaan akan percaya bahwa Anda memiliki kredibilitas, Anda juga memiliki sifat kepemimpinan yang baik pula. 
      
  5. Kemampuan beradaptasi: Tidak dapat dihindari bahwa perubahan yang cepat dan tiba-tiba sering terjadi dalam dunia kerja. Ketika segala sesuatunya tiba-tiba berubah, Anda dapat mengontrol ketidaknyamanan dalam diri Anda dan mengikutinya. Mencari tahu cara untuk merangkul situasi baru datang dengan mudah bagi Anda. Kemampuan yang dimaksud seperti, dapat beradaptasi dengan perubahan skill yang dibutuhkan dari tahun ke tahun. Atau misalnya perusahaan Anda mengalami suatu kendala, dan Anda tetap tenang untuk memikirkan solusi dari masalah yang ada, dan tetap berusaha untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan oleh perusahaan.
     
  6. Kesadaran: Anda selalu memperhatikan apa yang Anda katakan dan cara Anda memperlakukan orang lain. Orang lain akan menggambarkan Anda sebagai orang yang baik dan bijaksana.

Selain dengan membangun self management skill untuk merevolusi kualitas karyawan di perusahaan Anda adalah dengan melakukan pelatihan berbasis LMS ruangkerja. Daftar sekarang juga dengan mengklik gambar di bawah ini!

Pelatihan berbasis LMS Ruangkerja

Tips Memulai Self Management Skill 

Harvard Business Review memberikan beberapa saran bagi Anda untuk belajar memulai dan menerapkan keterampilan yang fundamental untuk diri sendiri dan lingkungan bekerja sebagai berikut:

self management

  1. Putuskan di mana Anda ingin menerapkan self-management skill terlebih dahulu. Evaluasi hal-hal yang menurut Anda kurang baik dimiliki atau lakukan pemantauan diri. Misalnya Anda memiliki kebiasaan yang kurang baik dalam berbicara. Anda dapat memulainya dengan memperhatikan bagaimana Anda mempraktikkan kebiasaan — apa yang Anda katakan dan lakukan dan apa yang tidak Anda katakan dan tidak lakukan. Identifikasi contoh di mana Anda saat ini tidak bekerja sebaik yang ekspektasi Anda. Misalnya, mungkin Anda terlalu banyak bicara pada saat rapat.
     
  2. Perhatikan dan renungkan apa yang mendorong kurangnya manajemen diri (self-management). Pada saat-saat di mana Anda tidak mengatur diri sendiri tetapi ada kecenderungan tersebut, perhatikan bagaimana perasaan Anda, apa yang Anda inginkan, dan bagaimana Anda menafsirkan apa yang terjadi di sekitar Anda, baik itu lingkupan pekerjaan, berbagai pekerjaan atau aktivitasnya, atau lingkupan profesional lainnya. Apa yang mendorong tindakan Anda? Apakah kurangnya kesadaran pada saat itu, ingin terlihat baik, kurangnya keterampilan, rasa tidak aman, atau sesuatu yang lain? Jika Anda berbicara terlalu banyak dalam rapat, misalnya, pertimbangkan mengapa Anda melakukan itu. Mungkin Anda lebih menyukai ide Anda sendiri daripada yang lain, atau tidak pernah terpikir oleh Anda untuk berbicara lebih sedikit. Memahami mengapa Anda membuat pilihan yang Anda buat sangat penting untuk memahami poin nomor dua ini.
      
  3. Pertimbangkan pilihan Anda dan reaksi Anda terhadap pilihan tersebut. Alih-alih menjaga kebiasaan Anda, saat Anda mengatur diri sendiri, apa lagi yang bisa Anda lakukan? Apa reaksi Anda terhadap pilihan tersebut? Perhatikan bagaimana preferensi dan kebiasaan Anda muncul di sini, dan tanyakan pada diri Anda apa yang coba Anda hindari saat melakukan kebiasaan. Misalnya pada contoh berbicara terlalu banyak dalam rapat, satu opsi yang mungkin Anda pertimbangkan adalah menunggu orang lain berbicara sebelum menawarkan ide Anda. Sekarang, pertimbangkan reaksi Anda terhadap opsi itu. Apakah Anda takut orang lain akan menyampaikan ide yang sama dengan Anda, dan Anda khawatir tidak mendapat pujian, atau bahwa orang lain tidak akan memiliki ide brilian seperti Anda dan khawatir akan menciptakan keputusan buruk dalam rapat.
     
  4. Membuat rencana. Sekarang setelah Anda mengetahui apa yang ingin diubah, lebih memahami apa yang mendorong Anda, dan telah mengidentifikasi beberapa opsi, pikirkan langkah nyata yang dapat Anda ambil. Jika Anda berbicara terlalu banyak, rencana Anda mungkin termasuk memutuskan berapa kali Anda akan berbicara dalam rapat dan untuk berapa lama, atau di rapat mana Anda hanya akan mendengarkan dan tidak berbicara.
     
  5. Praktik. Kebiasaan lama pasti sulit Anda ubah, namun bukan mustahil. Untuk mengubahnya, Anda perlu membuat latihan. Jika Anda tetap menggunakan contoh berbicara terlalu banyak dalam rapat, latihan mungkin terlihat seperti menghitung jumlah kata yang telah disampaikan dan berhenti ketika telah mencapai batas — bahkan jika Anda hanya memiliki satu hal lagi yang sangat penting untuk dikatakan. Lakukan ini berulang kali sampai Anda secara konsisten mampu mengelola perilaku itu sendiri. Pada saat yang sama, jelajahi reaksi Anda terhadap latihan Anda. Apa yang dapat Anda pelajari dari apa yang Anda lakukan, agar Anda bisa bersikap luwes.
     
  6. Ulangi prosesnya. Kembali ke langkah kelima dan amati upaya Anda, renungkan pilihan Anda, revisi rencana, dan praktikkan lagi. Dalam setiap urutan, Anda akan belajar lebih banyak tentang cara Anda beraktivitas, apa yang mendorong perilaku Anda, dan bagaimana Anda dapat meningkatkannya. Hal ini diperlukan selama mencapai tujuan yang Anda tetapkan. Dengan demikian rencana Anda dapat berjalan dengan tertata.

Jika ingin merencanakan bisnis dengan mumpuni, tak perlu khawatir. Kini RuangKerja telah memiliki pelatihan yang mendukung suksesnya pengembangan self-management skill di perusahaan Anda. Karena RuangKerja dilengkapi dengan fitur-fitur berikut:

  1. Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.
  2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi. 
  3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.

Pelatihan Karyawan ruangkerja

Referensi:

Munro, Ian. 2021. Why self-management is key to success and how to improve yours. Better Up. Diakses dari https://www.betterup.com/blog/what-is-self-management-and-how-can-you-improve-it 

Glassdoor Team. 2021. The Importance of Self-Management Skills. Glassdoor. Diakses dari https://www.glassdoor.com/blog/guide/self-management/ 

Porter, Jennifer. 2019. How to Move from Self-Awareness to Self-Improvement. Harvard Business Review. Diakses dari https://hbr.org/2019/06/how-to-move-from-self-awareness-to-self-improvement 

Profile

Vindiasari Yunizha

A content writer who loves to learn new things.

Beri Komentar