Apa Itu Microlearning? Pengertian, Manfaat, dan Contohnya untuk Training Karyawan

MicroLearning

Data dari survei berskala global menunjukkan bahwa lebih dari 74% perusahaan telah mengadopsi microlearning sebagai bagian dari strategi pelatihan mereka. Apa yang dimaksud dengan microlearning?

Pelatihan karyawan merupakan kegiatan yang perlu dilakukan untuk memperbarui dan mengembangkan keterampilan serta kompetensi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Dilansir dari World Economic Forum (WEF), sebanyak 50% karyawan perlu mendapat pelatihan keterampilan baru pada tahun 2025 yang disebabkan oleh perkembangan teknologi yang sangat cepat. Perusahaan perlu memberikan pelatihan keterampilan untuk karyawan agar dapat mendukung pergerakan perusahaan.

Pelatihan karyawan tersebut biasanya dilakukan secara konvensional atau tatap muka. Seiring dengan perkembangan teknologi digital dan meluasnya jaringan internet, kini beberapa aktivitas konvensional mulai beralih ke sistem digital yang lebih efisien dan cepat.

Mengacu pada hal tersebut, cara belajar juga berkembang dari konvensional menjadi online yang biasa disebut dengan e-learning. Untuk mengoptimalkan penggunaan e-learning sebagai metode pelatihan, tercipta sebuah inovasi yaitu microlearning.

Dalam hal ini microlearning menjadi salah satu metode yang dapat dilakukan agar karyawan mendapatkan pelatihan secara efektif dan dengan hasil yang lebih baik dari metode-metode yang pernah dilakukan sebelumnya. Lalu, apa yang dimaksud dengan microlearning?

 

Pengertian Microlearning

Microlearning adalah sebuah strategi untuk menyusun konten menjadi segmen-segmen kecil dan fokus. Konten dapat berupa video, infografis atau artikel dengan durasi singkat sekitar 5 menit.

Membagi konten menjadi segmen-segmen kecil dan fokus dapat membantu peserta pelatihan untuk lebih mudah menerima serta memahami informasi yang diberikan. Tak hanya itu, belajar dengan konten yang ringkas dan singkat juga memudahkan peserta untuk mengingat materi dan mengimplementasikannya.

Metode microlearning juga sangat aplikatif untuk diterapkan dalam pembelajaran menggunakan ponsel karena fleksibel untuk diakses kapan saja dan tidak mengganggu produktivitas peserta pelatihan.

Baca Juga: Apa itu LMS dan Manfaatnya Bagi Peningkatan Produktivitas Karyawan

pexels-vlada-karpovich-4050323

Microlearning bersifat fleksibel untuk dapat diakses melalui perangkat apa saja dan kapan saja (Sumber: pexels.com)

 

Mengapa Microlearning Semakin Populer di 2026?

Dalam beberapa tahun terakhir, metode microlearning semakin banyak digunakan oleh perusahaan karena dinilai lebih efektif dibandingkan pelatihan konvensional yang panjang dan kaku. Di era kerja digital seperti sekarang, karyawan dituntut untuk terus belajar tanpa mengganggu produktivitas harian. Karena itulah, materi pembelajaran singkat yang dapat diakses kapan saja menjadi solusi yang semakin diminati.

Selain itu, perubahan karakteristik tenaga kerja juga ikut mendorong popularitas microlearning. Generasi muda seperti Gen Z dan milenial cenderung lebih nyaman mengonsumsi konten singkat, interaktif, dan mobile-friendly. Pola belajar seperti video pendek, kuis singkat, atau modul 5–10 menit dianggap lebih mudah dipahami dan tidak membosankan dibandingkan sesi training berdurasi panjang.

Tren kerja hybrid dan remote working juga membuat perusahaan perlu menghadirkan sistem pembelajaran yang fleksibel. Dengan microlearning, karyawan dapat belajar langsung melalui smartphone atau laptop tanpa harus mengikuti pelatihan tatap muka dalam waktu lama. Hal ini membuat proses upskilling dan reskilling menjadi lebih praktis serta efisien.

Di sisi lain, perkembangan teknologi AI dan Learning Management System (LMS) modern turut mempercepat adopsi microlearning di berbagai industri. Kini perusahaan dapat menyusun materi pembelajaran yang lebih personal, memantau progres belajar karyawan secara real-time, hingga memberikan rekomendasi materi otomatis sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Karena lebih fleksibel, mudah diakses, dan terbukti membantu meningkatkan retensi pembelajaran, microlearning diprediksi akan terus menjadi salah satu strategi training karyawan yang paling efektif di masa depan.

Baca Juga: Memahami Konsep Blended Learning dan Manfaatnya

 

Perbedaan Microlearning dan Macrolearning

Hal ini tentu berbeda jika dibandingkan dengan sistem belajar macrolearning. Dalam pelatihan menggunakan metode macrolearning, materi mengenai subjek tertentu disampaikan dalam konten yang panjang.

Biasanya macrolearning memakan waktu beberapa jam hingga hari dalam bentuk kursus, kelas, Massive Open Online Courses (MOOC), dan program lainnya.

Karena berbentuk kelas atau kursus, peserta hanya dapat mengikuti pelatihan sesuai jadwal yang telah diatur. Hal ini kurang sesuai untuk peserta pelatihan yang sibuk dan terikat jam kerja. Penyampaian materi tanpa pencacahan membuat peserta sulit memahami dan mengingat materi yang diterima.

Dilansir dari elearningindustry.com, pelatihan macrolearning tidak lagi relevan dan efisien karena karyawan tidak mau menghadiri sesi pelatihan dengan durasi yang lama dan membaca materi yang panjang.

Karyawan dengan usia 35-44 dan 45-54 merasa bahwa microlearning lebih efektif membantu peran pekerjaan mereka dan lebih mudah untuk diimplementasikan. Tak hanya itu, microlearning dinilai lebih efektif karena menghemat waktu dan biaya.

Sementara, sebanyak 70% perusahaan telah berinvestasi untuk online learning. Karyawan juga lebih menyukai belajar dalam waktu singkat.

Baca Juga: Pelatihan Online Synchronous & Asynchronous Learning

 

Ciri Utama Microlearning

  • Konten Pendek

Materi pelatihan disajikan dalam unit-unit yang singkat dan terfokus, seringkali dalam bentuk video singkat, artikel, infografik, atau kuis pendek. 

  • Aksesibilitas

Materi microlearning biasanya mudah diakses  melalui perangkat digital seperti ponsel, tablet, atau komputer. Hal ini memungkinkan pembelajar untuk belajar kapan saja dan di mana saja. 

  • Penting dan Relevan

Konten yang disampaikan harus sangat relevan dengan tujuan pembelajaran dan perlu dipahami dalam waktu singkat. 

  • Interaktif

Beberapa pendekatan microlearning mencakup elemen interaktif, seperti kuis atau latihan singkat, untuk menguji pemahaman dan keterampilan. 

  • Pengulangan Materi

Microlearning seringkali melibatkan pengulangan materi untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan tetap ‘segar’ dalam ingatan para peserta pelatihan dan berkelanjutan.

 

Manfaat Microlearning

  • Efisiensi

Pembelajaran dilaksanakan lebih cepat dan efisien karena materi disampaikan dalam unit-unit kecil yang mudah dicerna. 

  • Peningkatan Retensi

Pembelajar cenderung lebih mudah mengingat informasi yang disajikan dalam format microlearning karena materi dapat diulang dan relevan dengan  yang dibutuhkan. 

  • Fleksibilitas

Pembelajar dapat mengakses materi kapan saja, sehingga dapat disesuaikan dengan jadwal mereka. 

  • Motivasi

Format yang singkat dan terfokus dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta. 

Baca Juga: Mengenal ADDIE Model untuk Training Karyawan Lebih Efektif

Microlearning bukan lagi sekadar tren dalam dunia pelatihan karyawan, melainkan telah menjadi strategi pembelajaran modern yang membantu perusahaan meningkatkan efektivitas training secara lebih fleksibel dan efisien. Dengan materi yang singkat, mudah dipahami, dan dapat diakses kapan saja, metode ini mampu membantu karyawan belajar tanpa mengganggu produktivitas kerja sehari-hari.

Agar implementasi microlearning berjalan lebih optimal, perusahaan juga membutuhkan platform pembelajaran yang mendukung akses materi secara praktis, terstruktur, dan mudah dipantau. Melalui Ruangkerja LMS, perusahaan dapat mengelola pelatihan karyawan secara digital, mulai dari distribusi materi microlearning, monitoring progres belajar, hingga evaluasi training dalam satu platform terintegrasi.

Dengan dukungan LMS yang tepat, proses upskilling dan pengembangan kompetensi karyawan dapat berjalan lebih efektif, modern, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Tunggu apalagi? Mari bergabung di ruangkerja, dengan klik banner ini untuk konsultasi dengan advisor kami!

[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB

Devi Lianovanda