Mengenal Contoh Bisnis Model Canvas dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Vindiasari Yunizha Okt 25, 2021 • 8 min read


RK_-_Cara_Mengatasi_Bias_di_Tempat_Kerja_sebagai_Pemimpin-01

Mengetahui 9 elemen dalam bisnis model canvas bisa membantu pemilik bisnis membangun strategi yang tepat dan lebih fokus dalam menjalankan bisnisnya.

---

Bagi pemilik bisnis atau orang yang sedang merintis bisnis, pasti tak asing lagi dengan bisnis model canvas. Bisnis model merupakan metode untuk menjelaskan bagaimana ide bisnis dapat memberikan manfaat atau dibutuhkan bagi para konsumennya. Dan bisnis model canvas kerap dijadikan sebagai alat untuk mengidentifikasi bisnis dengan memvisualisasikannya ke beberapa bagian penting. 

Apa itu business model canvas? Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh Alexander Oster dalam bukunya 'Business Model Generation'. Oster menjelaskan pemaparan terkait pendekatan sederhana dalam manajemen bisnis. Pendekatan tersebut dituangkan dalam sebuah visualisasi gambar atau chart yang terdiri atas sembilan (9) elemen. 

Menilik bisnis model canvas sama halnya dengan mengisi strategi atau komponen penting dalam bisnis yang akan dijalankan. Dengan menggunakan bisnis model canvas, pemimpin atau pemilik bisnis dapat memperoleh kerangka berpikir, menyatukan pemahaman bisnis, memperoleh bahasa yang sama, dan dengan begitu akan membantu tim untuk lebih fokus dalam menjalankan bisnis. 

Merujuk pada bisnis model canvas terdapat 9 elemen yang dituangkan dalam sebuah layout. Setiap komponen memiliki kolom atau kotak yang nantinya diisi menyesuaikan dengan bidang bisnis yang dijalankan. 

RK_-_Mengenal_Contoh_Bisnis_Model_Canvas_dan_Manfaatnya_bagi_Perusahaan-03Sembilan Komponen dalam Bisnis Model Canvas

Berikut adalah Sembilan (9) komponen dalam bisnis model canvas yang menjadi bagian dari strategi dan manajemen bisnis sebuah perusahaan:

01. Target pasar (Customer segment)

Customer segment menekankan pada pelanggan atau siapa yang akan menjadi target pasar dari bisnis yang dijalankan. Segmentasi pelanggan merupakan komponen pertama yang digunakan dalam menentukan strategi bisnis anda. Misalnya sebuah perusahaan memiliki produk dengan target pasar yang berbeda, ada produk yang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas, adapula produk dengan sasaran paket ekonomis. 

Produk yang ditawarkan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, namun dengan segmentasi konsumen yang berbeda. Dalam kolom customer segment ini setidaknya Anda harus mampu memenuhi tiga pertanyaan pokok, yakni customer jobs, customer gain, dan customer pain.

02. Proposisi nilai konsumen (Value propositions)

Setelah mengetahui target konsumen dalam bisnis, Anda bisa mulai membuat rencana produk yang memiliki proposisi nilai konsumen. Nilai proposisi konsumen ini bisa menjadikan sebuah bisnis sebagai solusi dan produk atau jasa yang anda tawarkan mampu membantu konsumen. 

Proposisi nilai konsumen ini mengedepankan pada keunggulan produk atau jasa yang Anda jual. Bukan cuma itu, proposisi nilai yang telah dibuat ini juga menekankan pada apa yang membedakan bisnis kita dengan lainnya. Apakah desainnya bagus? Apakah harga yang dipasarkan terjangkau? Apakah produk mudah didapatkan? Apakah jasa Anda memberika nilai yang tepat untuk pelanggan?

03. Saluran (Channel)

Dalam menyebarkan proposisi nilai konsumen, pemilik bisnis perusahaan tak lupa memerhatikan channel atau media yang paling cocok digunakan. Channel ini menjadi sarana untuk memperkenalkan produk dengan target sasaran yang tepat. Misalnya strategi pemasaran apa yang akan digunakan untuk menggaet konsumen. 

Era digital seperti sekarang, ada banyak media yang bisa digunakan mulai dari toko online, mengiklan di media sosial, membuat website, hingga membangun toko offline, atau ikut pameran produk. Hadir di dunia maya adalah strategi yang bisa digunakan untuk memasarkan produk Anda

04. Hubungan konsumen (Customer relationships)

Kolom selanjutnya yang harus diperhatikan adalah hubungan atau interaksi dengan konsumen. Setelah menentukan saluran atau media apa yang tepat untuk menggaet konsumen, kunci keberhasilan bisnis yang berikutnya adalah dengan menjaga komunikasi yang baik dengan konsumen Anda sehingga pelanggan tidak mudah berpaling ke lain hati.

Pemilik bisnis pastinya memiliki strategi untuk mempertahankan konsumennya atau menambah jumlah konsumen. Hal tersebut dilakukan dalam mengisi kolom hubungan konsumen, pemilik bisnis menentukan hubungan dengan konsumen secara langsung melalui customer service, live chat, atau pendekatan media sosial.

05. Sumber pendapatan (Revenue streams)

Elemen kelima ini sangat erat kaitannya dengan tujuan berbisnis. Mengembangkan bisnis tentunya sama hal dengan berusaha memperoleh keuntungan atau pendapatan bisnis. 

Pendapatan dalam bisnis biasanya berasal dari harga jual dikurangi pengeluaran yang dibutuhkan seperti harga produksi dan lain-lain. Pendapatan diperoleh dari keuntungan penjualan tiap produk. Untuk memaksimal pendapatan, pemilik bisnis biasanya memanfaatkan pemilihan bahan baku, proses produksi yang efisien dan efektif, hingga sumberdaya manusia.

06. Kegiatan utama (Key activities)

Kegiatan utama dalam bisnis ini berkaitan dengan tindaklanjut dari langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mendapatkan sumber pendapatan. Adapun kegiatan utama dalam perencanaan bisnis mulai dari mendesain produk dengan baik, pemasaran yang sesuai dengan pelanggan, pemeliharaan produk, dan pemanfaatan atau pemeliharaan aset yang dimiliki. 

07. Sumberdaya manusia atau mitra kerja (Key resources)

Elemen key resources dalam model bisnis canvas merupakan sumberdaya manusia atau pegawai atau mitra kerja yang berhubungan dalam keseharian. Pemilihan sumberdaya manusia ini disesuaikan dengan kesamaan visi dan misi perusahaan atau. 

Sebenarnya bukan hanya sumberdaya manusia, key resources dalam bisnis bisa dibagi menjadi beberapa kategori di antaranya fisik (alat produksi, gedung kantor, pabrik, dan lain-lain); dan intelektual (merek, hak paten, hak cipta, dan lain-lain).

08. Kerjasama (Key partnerships)

Elemen kerjasama dalam model bisnis kanvas ini meliputi siapa supplier/pemasok dan partner yang cocok untuk bisnis. Menentukan vendor untuk produksi barang, menentukan brand ambassador atau key opinion leader (KOL) untuk promosi, dan kurir untuk distribusi. 

09. Struktur biaya (Cost structure)

Merinci biaya dan dana apa saja yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis. Cost structure ini mencakup biaya produksi, gaji pegawai, biaya vendor, bahan baku, biaya perawatan mesin, biaya pemeliharaan, dan lain-lain. 

RK pexels-anthony-shkraba-5466236Sumber: Anthony Shkraba / Pexels

Manfaat yang didapatkan oleh perusahaan

Setelah mengisi sembilan elemen model bisnis canvas dalam selembar kertas, langkah selanjutnya menyusun financial forecast atau prakiraan keuangan. Financial forecast ini sama halnya membuat prakiraan atau rencana keuangan meliputi gambaran pengeluaran dan pendapatan.

Setelah memperkirakan biaya yang digunakan dalam bisnis, maka pemilik bisnis akan dengan mudah mengetahui berapa besar cost atau biaya yang dikeluarkan dalam berbisnis. Cost terdiri atas dua hal, yakni fix cost dan variable cost.

Fix cost adalah biaya tetap yang dikeluarkan tidak bergantung dengan biaya produksi. Contohnya biaya sewa gedung kantor atau gaji karyawan.  Sementara variable cost berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan terkait produksi misalnya, ketersediaan bahan baku, harga bahan baku, biaya promosi, biaya distribusi, dan lain-lain. 

Setelah menghitung cost, tentu yang diharapkan adalah mendapatkan keuntungan atau revenue. Keuntungan diperoleh dari jika revenue lebih besar dari cost yang dikeluarkan. Jika kondisi tersebut terjadi, maka disebut break even point atau biasa dikenal balik modal. 

Dengan memiliki perencanaan bisnis dengan model bisnis canvas, tentu pebisnis bisa memetakan hal-hal yang kiranya bisa mengembangkan bisnisnya.

---

Jika ingin merencanakan bisnis dengan mumpuni, tak perlu khawatir. Kini RuangKerja telah memiliki pelatihan fitur-fitur yang dapat mendukung suksesnya pengembangan model bisnis canvas di perusahaan Anda. Karena ruangkerja dilengkapi dengan fitur-fitur sebagai berikut:

  1. Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan. 
  2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.
  3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.

Berbagai perusahaan telah bergabung dengan ruangkerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?

Pelatihan Karyawan ruangkerja

Sumber: 

Riani, Abdo. 2021.  Which Business Model to Choose for Your Startup [online]. Link: 

https://www.forbes.com/sites/abdoriani/2021/04/13/which-business-model-to-choose-for-your-startup/?sh=52967ff03060 (Accessed: 16 September 2021)

Osterwalder, Alexander. 2013. A Better Way to Think About Your Business Model [online]. Link: https://hbr.org/2013/05/a-better-way-to-think-about-yo (Accessed: 16 September 2021).

Alton, Larry. 2015. The 7 Elements of A Strong Business Model [online]. Link: https://www.entrepreneur.com/article/243753 (Accessed: 16 September 2021). 

Zwilling, Martin. 2015. 7 Steps for Establishing The Right Business Model [online]. Link: https://www.entrepreneur.com/article/242308 (Accessed: 16 September 2021). 

University of Oxford. Business Model Canvas [online]. Link: https://eship.ox.ac.uk/business-model-canvas-explained/ (Accessed: 16 September 2021). 

Jeffries, Isaac. 2018. How To Fill In A Business Model Canvas [online]. Link: https://isaacjeffries.com/blog/2018/9/8/how-to-fill-in-a-business-model-canvas (Accessed: 16 September 2021). 

 

Profile

Vindiasari Yunizha

Beri Komentar