Mengenal Bisnis Model Canvas dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Penting bagi pengusaha untuk mengetahui 9 elemen dalam bisnis model canvas untuk membantu pemilik bisnis membangun strategi yang tepat dan lebih fokus dalam mengelola serta menjalankan bisnis.
—
Bagi pemilik bisnis atau orang yang sedang merintis sebuah bisnis, tentu saja tak asing lagi dengan bisnis model canvas (business model canvas). Model bisnis merupakan metode untuk menjelaskan bagaimana ide bisnis dan konsep bisnis dapat memberikan manfaat atau dibutuhkan bagi para konsumennya.
Dalam hal ini, bisnis model canvas kerap dijadikan sebagai alat untuk mengidentifikasi model bisnis dengan memvisualisasikannya ke beberapa bagian penting. Mari kenali lebih jauh mengenai bisnis kanvas dan cara membuatnya bersama ruangkerja!
Apa yang Dimaksud Bisnis Model Canvas?
Bisnis model canvas sebuah pendekatan manajemen bisnis yang dituangkan dalam sebuah visualisasi gambar atau chart yang terdiri atas sembilan (9) elemen. Konsep bisnis ini pertama kali dipopulerkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya ‘Business Model Generation’.
Menilik bisnis model canvas sama halnya dengan mengisi strategi atau komponen penting dalam model bisnis yang akan dijalankan.
Dengan menggunakan dan mengetahui contoh bisnis model canvas, pemimpin atau pemilik bisnis dapat memperoleh kerangka berpikir dan menyatukan pemahaman bisnis.
Tujuan Bisnis Model Canvas
Tujuan business model canvas adalah membantu para pemilik bisnis atau entrepreneur untuk memetakan dan mengkomunikasikan aspek-aspek kunci dari model bisnis mereka dengan cara yang mudah dipahami oleh orang lain.
Melalui bisnis model canvas, para pemilik bisnis bisa membangun, menguji, dan mengelola model bisnis yang berpotensi untuk sukses. Lebih lanjut lagi, BMC dapat meningkatkan fokus dan kejelasan tentang apa yang ingin dicapai oleh bisnis seorang pengusaha.
Selain itu, BMC bisa jadi salah satu media untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari model bisnis, mencari ide-ide baru, serta mengembangkan bisnis untuk jangka waktu yang panjang.
Agar bisa berjalan dengan efektif dan efisien, bisnis model kanvas harus dijalankan oleh orang-orang yang kompeten. Pelajari cara para expert untuk menjalankan bisnis model kanvas melalui pelatihan ruangkerja. Konsultasikan bisnis Anda bersama tim ruangkerja secara gratis, sekarang!
Kelebihan Menggunakan Bisnis Model Canvas
Business model canvas merupakan salah satu model perencanaan bisnis yang beginner friendly. Berikut ini beberapa poin plus yang bisa jadi pertimbangan Anda untuk membuat bisnis model canvas, yaitu:
1. Mudah digunakan
Business Model Canvas merupakan alat yang sederhana dan mudah dipahami oleh mereka yang belum pernah terjun ke dunia bisnis. Sederhananya, sang owner dapat membuat perencanaan bisnis melalui 9 blok komponen yang ada.
2. Memiliki visual yang simple dan menarik
Apakah Anda merupakan pemilik usaha yang visual oriented? Jika iya, tentunya bisnis model canvas akan sangat membantu.
Pasalnya, model bisnis yang satu ini mempresentasikan strategi secara visual sehingga memudahkan pihak-pihak terkait untuk memahami dan mengevaluasi perencanaan bisnis secara keseluruhan.
3. Flexible
Sebuah bisnis yang baru dirintis umumnya masih bersifat labil, dalam artian akan ada komponen atau perencanaan tertentu yang mungkin harus berubah untuk menyesuaikan kondisi bisnis.
Maka dari itu, business model canvas menjadi pilihan yang cocok untuk para pemula, karena Anda dapat mengubah isi dari setiap komponen untuk mengikuti kebutuhan bisnis yang berubah.
4. Collaborative
Bagi Anda yang ingin membangun bisnis bersama tim, maka tak perlu khawatir. Business model canvas sangat possible digunakan oleh tim yang berbeda untuk menghasilkan proses kerja sama dalam merancang perencanaan bisnis yang efektif.
5. Lebih terfokus
Terdiri dari 9 blok atau komponen utama, business model canvas dapat membantu menyederhanakan proses perencanaan bisnis dengan lebih fokus, jelas, dan terarah dengan baik.
Baca Juga: Kembangkan Strategi Bisnis Digital dengan SOSTAC Plan
Kekurangan Bisnis Model Canvas
Ada beberapa kekurangan yang dimiliki bisnis kanvas, antara lain:
1. Terbatas
Karena hanya mencakup 9 blok yang mewakili komponen utama, bisnis kanvas mungkin tidak memiliki beberapa aspek pendukung yang justru bisa jadi pelengkap agar bisnis bisa berjalan dengan lebih efisien.
2. Belum tentu cocok untuk semua jenis bisnis
Business model canvas mungkin tidak sesuai untuk semua jenis bisnis, terutama untuk bisnis yang lebih kompleks, lebih unik, dan juga inovatif.
3. Memerlukan effort untuk pembuatannya
meskipun sederhana, Anda perlu meluangkan waktu untuk berpikir dan mengisi semua blok dalam business model canvas. Hal ini mungkin kurang cocok untuk bisnis yang terburu-buru atau memiliki anggaran yang terbatas.
9 Elemen dalam Bisnis Model Canvas
Merujuk pada contoh bisnis model canvas terdiri dari 9 elemen yang dituangkan dalam sebuah layout (visual chart). Setiap elemen memiliki kolom atau kotak yang nantinya diisi menyesuaikan dengan bidang bisnis yang dijalankan.
Berikut adalah sembilan elemen dalam bisnis model canvas, yaitu:

01. Target pasar (Customer segment)
Elemen pertama dari bisnis model canvas ini menekankan kepada pelanggan atau siapa yang akan menjadi target pasar dari bisnis yang dijalankan. Segmentasi pelanggan merupakan komponen pertama yang digunakan dalam menentukan strategi bisnis anda.
Perusahaan-perusahaan memiliki produk dengan target pasar atau pelanggan yang berbeda, ada produk yang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas, adapula produk dengan sasaran paket ekonomis.
Produk yang ditawarkan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, namun dengan segmentasi konsumen yang berbeda. Dalam kolom customer segment bisnis model canvas ini setidaknya Anda perlu mampu memenuhi tiga pertanyaan pokok, yakni customer jobs, customer gain, dan customer pain.
02. Proposisi nilai konsumen (Value propositions)
Setelah mengetahui target konsumen dalam bisnis, Anda bisa mulai membuat rencana menyampaikan produk yang memiliki value proposition (proposisi nilai) konsumen.
Value proposition konsumen ini bisa menjadi jalan terbaik untuk sebuah bisnis menemukan solusi dan produk atau jasa yang anda tawarkan bisa menyampaikan value untuk membantu konsumen.
Apa tujuan value proposition canvas? Sesuai namanya, value proposition konsumen dalam bisnis model canvas ini mengedepankan pada keunggulan produk atau jasa yang Anda jual. Bukan cuma itu, value proposition yang telah dibuat untuk perusahaan Anda juga menekankan pada apa yang membedakan bisnis kita dengan lainnya.
Seperti menjawab pertanyaan berikut: Apakah desainnya bagus? Apakah harga yang dipasarkan terjangkau? Apakah produk mudah didapatkan? Apakah jasa Anda memberika nilai yang tepat untuk pelanggan? Dengan begitu, Anda akan lebih paham konsumen apa yang menjadi target, serta lebih memahami Anda dalam melihat kualitas produk Anda agar konsumen puas, serta konsumen Anda jadi tahu, produk apa yang dibutuhkan untuk memenuhi keinginan mereka.
03. Saluran (Channel)
Dalam menyebarkan proposisi nilai konsumen, pemilik bisnis perusahaan tak boleh lupa dalam menyusun strategi dengan baik harus memperhatikan channel atau media paling cocok. Dalam bisnis model canvas, channel ini menjadi sarana untuk memperkenalkan produk dengan target sasaran yang tepat. Misalnya strategi pemasaran apa yang akan digunakan untuk menggaet konsumen Anda.
Era digital seperti sekarang, ada banyak media yang bisa digunakan mulai dari toko online, mengiklan di media sosial, membuat website, hingga membangun toko offline, atau ikut pameran produk. Dengan demikian, hadir di dunia maya adalah strategi bisnis Anda yang bisa digunakan untuk memasarkan produk Anda menurut elemen ketiga bisnis model canvas ini.
04. Hubungan konsumen (Customer relationship)
Kolom selanjutnya dalam tabel bisnis model canvas yang harus diperhatikan adalah hubungan atau interaksi dengan konsumen (customer relationship). Setelah menentukan saluran atau media apa yang tepat untuk menggaet konsumen, kunci keberhasilan bisnis yang berikutnya adalah dengan menjaga komunikasi yang baik dengan konsumen Anda sehingga pelanggan tidak mudah berpaling ke lain hati.
Pemilik bisnis seperti Anda harus memiliki strategi untuk mempertahankan konsumennya atau menambah jumlah konsumen. Pada elemen ini, hal tersebut dilakukan dalam mengisi kolom customer relationship, pemilik bisnis menentukan bagaimana mereka menjalin hubungan dengan konsumen secara langsung melalui customer service, live chat, atau pendekatan media sosial satu sama lain.
05. Sumber pendapatan (Revenue streams)
Elemen kelima dalam bisnis model canvas ini sangat erat kaitannya dengan tujuan berbisnis. Mengembangkan bisnis tentunya sama hal dengan berusaha memperoleh keuntungan atau pendapatan bisnis.
Pendapatan dalam sebuah bisnis biasanya berasal dari harga jual dikurangi pengeluaran yang dibutuhkan seperti harga produksi dan lain-lain. Pendapatan diperoleh dari keuntungan penjualan tiap produk. Untuk memaksimal pendapatan, pemilik bisnis biasanya memanfaatkan pemilihan bahan baku, proses produksi yang efisien dan efektif, hingga sumber daya manusia. Yang perlu diperhatikan juga adalah penataan keuangan yang tepat dan terencana.
06. Kegiatan utama (Key activities)
Keberhasilan sebuah bisnis juga ditentukan oleh key activities-nya. Kegiatan utama dalam bisnis ini berkaitan dengan tindaklanjut dari langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mendapatkan sumber pendapatan. Adapun kegiatan utama dalam perencanaan bisnis mulai dari mendesain produk dengan baik, pemasaran yang sesuai dengan pelanggan, pemeliharaan produk, dan pemanfaatan atau pemeliharaan aset yang dimiliki.
07. Sumber daya manusia atau mitra kerja (Key resources)
Elemen key resources dalam business model canvas merupakan sumber daya manusia atau pegawai atau mitra kerja yang berhubungan dalam keseharian. Pemilihan sumber daya manusia ini disesuaikan dengan kesamaan visi dan misi perusahaan atau.
Sebenarnya bukan hanya sumber daya manusia, key resources dalam bisnis bisa dibagi menjadi beberapa kategori di antaranya fisik (alat produksi, gedung kantor, pabrik, dan lain-lain); dan intelektual (merek, hak paten, hak cipta, dan lain-lain). Penting sekali sebuah bisnis bisa melakukan pengelolaan bahan dan penataan sumber-sumber ini secara maksimal.
08. Kerjasama (Key partnerships)
Elemen kerjasama dalam business model canvas ini meliputi siapa supplier/pemasok dan partner yang cocok untuk bisnis. Menentukan vendor untuk produksi barang, menentukan brand ambassador atau key opinion leader (KOL) untuk promosi, dan kurir untuk distribusi.
09. Struktur biaya (Cost structure)
Salah satu hal yang harus Anda buat adalah merinci biaya dan dana apa saja yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis. Cost structure ini mencakup biaya produksi, gaji pegawai, biaya vendor, bahan baku, biaya perawatan mesin, biaya pemeliharaan, dan lain-lain.
Sumber: Anthony Shkraba / Pexels
Untuk memudahkan Anda, Anda bisa melihat tabel ini untuk perbedaan singkat dari setiap elemen business model canvas.
| Elemen Business Model Canvas | Pertanyaan Kunci | Contoh Isi |
|---|---|---|
| Customer Segments | Siapa target pelanggan utama bisnis? | Karyawan, HR, manajer, UMKM, perusahaan enterprise, pengguna aplikasi |
| Value Propositions | Nilai atau solusi apa yang ditawarkan kepada pelanggan? | Produk lebih praktis, layanan lebih cepat, harga lebih terjangkau, solusi pelatihan online |
| Channels | Melalui kanal apa bisnis menjangkau pelanggan? | Website, media sosial, marketplace, sales team, email marketing, aplikasi mobile |
| Customer Relationships | Bagaimana bisnis membangun hubungan dengan pelanggan? | Customer support, loyalty program, komunitas, account manager, self-service |
| Revenue Streams | Dari mana bisnis memperoleh pendapatan? | Penjualan produk, biaya langganan, komisi, lisensi, paket layanan, iklan |
| Key Resources | Aset utama apa yang dibutuhkan bisnis? | Tim, teknologi, brand, data pelanggan, platform digital, modal |
| Key Activities | Aktivitas utama apa yang harus dilakukan bisnis? | Produksi, pemasaran, distribusi, pengembangan produk, customer service, training |
| Key Partnerships | Siapa mitra penting yang membantu bisnis berjalan? | Vendor, distributor, payment gateway, mitra logistik, konsultan, penyedia teknologi |
| Cost Structure | Biaya utama apa yang perlu dikeluarkan bisnis? | Biaya produksi, gaji karyawan, marketing, operasional, teknologi, sewa, distribusi |
Baca Juga: Analisis SWOT Perusahaan: Mencari Potensi & Keunggulan Bisnis
Apa Manfaat Bisnis Model Canvas?
Setelah Anda pastikan semua elemen business model canvas terisi dalam selembar kertas, langkah selanjutnya menyusun financial forecast atau prakiraan keuangan. Financial forecast ini sama halnya dengan membuat prakiraan atau rencana keuangan meliputi gambaran pengeluaran dan pendapatan.
Setelah memperkirakan biaya yang digunakan dalam bisnis, maka pemilik bisnis akan dengan mudah mengetahui berapa besar cost atau biaya yang dikeluarkan dalam berbisnis. Cost terdiri atas dua hal, yakni fix cost dan variable cost.
Fix cost adalah biaya tetap yang dikeluarkan tidak bergantung dengan biaya produksi. Contohnya biaya sewa gedung kantor atau gaji karyawan. Sementara variable cost berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan terkait produksi misalnya, ketersediaan dan (resource) harga bahan baku, biaya promosi, biaya distribusi, dan lain-lain.
Setelah menghitung cost, tentu yang diharapkan adalah mendapatkan keuntungan atau revenue. Keuntungan diperoleh dari jika revenue lebih besar dari cost yang dikeluarkan. Jika kondisi tersebut terjadi, maka disebut break even point atau biasa dikenal balik modal.
Dengan memiliki rencana bisnis dengan contoh bisnis model canvas, manfaat atau keunggulan yang didapat adalah pebisnis bisa memetakan hal-hal yang kiranya bisa mengembangkan bisnisnya. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan Anda dapat memahami dan memiliki bisnis model canvas.
Rekomendasi Tools Business Model Canvas
1. Creately
Creately merupakan salah satu tools digital yang dirancang untuk membantu penyusunan Business Model Canvas secara visual dan terstruktur. Platform ini menyediakan template BMC interaktif yang dapat digunakan langsung oleh individu maupun tim. Dengan antarmuka yang intuitif, pengguna dapat mengisi setiap elemen BMC secara sistematis tanpa memerlukan kemampuan desain khusus.
Keunggulan utama Creately terletak pada fitur kolaborasi real-time dan dukungan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Fitur tersebut memungkinkan beberapa pengguna untuk bekerja secara bersamaan serta membantu menghasilkan ide atau pengembangan elemen BMC berdasarkan deskripsi bisnis yang dimasukkan. Oleh karena itu, Creately sangat sesuai digunakan oleh startup atau tim bisnis yang membutuhkan proses perancangan model bisnis yang cepat dan kolaboratif.
2. Canva
Canva adalah platform desain grafis yang juga menyediakan berbagai template Business Model Canvas dengan tampilan visual yang menarik dan profesional. Tool ini memudahkan pengguna dalam menyusun BMC dengan tata letak yang rapi, penggunaan warna yang konsisten, serta elemen visual yang mendukung kejelasan informasi. Proses pengeditannya pun relatif sederhana dan dapat dilakukan secara daring.
Selain kemudahan desain, Canva sangat bermanfaat untuk keperluan presentasi dan komunikasi bisnis. Hasil Business Model Canvas dapat langsung dibagikan, diunduh, atau dicetak dalam berbagai format. Dengan demikian, Canva menjadi pilihan yang tepat bagi pelaku bisnis yang ingin menyajikan BMC secara informatif sekaligus estetis kepada investor, mitra, maupun tim internal.
3. bmcanvas.app (Strategizer)
bmcanvas.app (Strategizer) merupakan tools khusus yang berfokus pada penyusunan Business Model Canvas sesuai kerangka standar yang dikembangkan oleh Osterwalder. Platform ini menawarkan pendekatan yang sederhana dan langsung, sehingga pengguna dapat lebih fokus pada substansi strategi bisnis dibandingkan aspek visual atau desain.
Setiap elemen dalam bmcanvas.app dilengkapi dengan panduan pengisian yang membantu pengguna memahami fungsi dan tujuan dari masing-masing blok BMC. Selain itu, hasil canvas dapat diekspor dalam format PDF sehingga mudah didokumentasikan atau dibagikan. Tool ini sangat cocok bagi pemula maupun praktisi bisnis yang menginginkan penyusunan Business Model Canvas yang praktis, terarah, dan efisien.
Baca Juga: Rekomendasi Project Management Tools Sesuai Kebutuhan
Cara Membuat Business Model Canvas
Membuat Business Model Canvas dapat dilakukan secara bertahap dengan mengisi setiap elemen berdasarkan kondisi bisnis dan kebutuhan pelanggan. Berikut langkah-langkahnya:
1. Tentukan customer segments
Mulailah dengan menentukan siapa target pelanggan utama bisnis. Semakin spesifik segmen pelanggan yang dipilih, semakin mudah perusahaan menyusun penawaran, strategi pemasaran, dan model pendapatan yang tepat.
2. Susun value propositions
Setelah mengetahui target pelanggan, tentukan nilai utama yang ingin ditawarkan. Value proposition harus menjawab masalah pelanggan dan menjelaskan alasan mengapa mereka perlu memilih produk atau layanan tersebut.
3. Pilih channels yang tepat
Tentukan kanal yang akan digunakan untuk menjangkau pelanggan, mulai dari website, media sosial, marketplace, aplikasi, email, event, hingga sales team. Pilih channel yang sesuai dengan perilaku target pelanggan.
4. Rancang customer relationships
Tentukan bagaimana bisnis akan membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan. Misalnya melalui customer service, account manager, komunitas, loyalty program, layanan self-service, atau edukasi berkelanjutan.
5. Tentukan revenue streams
Identifikasi dari mana bisnis akan menghasilkan pendapatan. Revenue stream bisa berasal dari penjualan langsung, subscription, lisensi, komisi, iklan, biaya layanan, atau paket premium.
6. Petakan key resources
Tentukan aset penting yang dibutuhkan agar bisnis dapat berjalan. Aset ini bisa berupa tim, teknologi, modal, brand, data, fasilitas produksi, jaringan distribusi, atau intellectual property.
7. Tentukan key activities
Tuliskan aktivitas utama yang harus dilakukan untuk menghasilkan value proposition. Contohnya produksi, pemasaran, distribusi, pengembangan produk, customer support, riset pasar, atau pengelolaan platform.
8. Identifikasi key partnerships
Tentukan pihak eksternal yang dapat membantu bisnis berjalan lebih efektif. Mitra bisa berupa supplier, distributor, vendor teknologi, payment gateway, partner logistik, konsultan, atau komunitas industri.
9. Hitung cost structure
Terakhir, identifikasi biaya utama yang perlu dikeluarkan bisnis. Dengan memahami struktur biaya, perusahaan dapat menilai apakah model bisnis yang dibuat sudah realistis dan berkelanjutan.
10. Validasi dan perbarui secara berkala
Business Model Canvas sebaiknya tidak berhenti sebagai dokumen sekali pakai. Uji asumsi bisnis melalui riset pasar, feedback pelanggan, data penjualan, atau eksperimen kecil. Jika ada perubahan kebutuhan pelanggan, teknologi, kompetitor, atau strategi perusahaan, BMC perlu diperbarui.
Baca Juga: Market Research: Pengertian, Tujuan, dan Cara Melakukannya
Contoh Business Model Canvas
Contoh Business Model Canvas Bisnis Kuliner
| Elemen | Contoh |
|---|---|
| Customer Segments | Pekerja kantoran, mahasiswa, keluarga, pelanggan layanan pesan antar |
| Value Propositions | Makanan praktis, rasa konsisten, harga terjangkau, menu sehat, proses pemesanan mudah |
| Channels | Restoran fisik, aplikasi pesan antar, media sosial, website, WhatsApp |
| Customer Relationships | Promo pelanggan baru, loyalty card, respons cepat di chat, review pelanggan |
| Revenue Streams | Penjualan makanan dan minuman, paket katering, bundling menu, layanan delivery |
| Key Resources | Dapur, bahan baku, chef, brand, resep, sistem kasir |
| Key Activities | Memasak, menjaga kualitas rasa, melayani pelanggan, promosi, mengelola stok |
| Key Partnerships | Supplier bahan baku, aplikasi delivery, vendor packaging, influencer lokal |
| Cost Structure | Bahan baku, gaji karyawan, sewa tempat, listrik, packaging, promosi |
Contoh Business Model Canvas Startup SaaS
| Elemen | Contoh |
|---|---|
| Customer Segments | Perusahaan, HR, tim sales, tim operasional, UMKM digital |
| Value Propositions | Software berbasis cloud yang membantu pekerjaan lebih efisien, data tersentralisasi, mudah digunakan |
| Channels | Website, demo produk, outbound sales, webinar, paid ads, email marketing |
| Customer Relationships | Onboarding, customer success, live chat, help center, account manager |
| Revenue Streams | Biaya langganan bulanan atau tahunan, paket enterprise, add-on fitur, biaya implementasi |
| Key Resources | Tim product, developer, cloud infrastructure, database, brand, tim sales |
| Key Activities | Pengembangan produk, maintenance sistem, customer support, pemasaran, demo produk |
| Key Partnerships | Cloud provider, payment gateway, konsultan implementasi, partner teknologi |
| Cost Structure | Gaji tim, server, tools software, marketing, customer support, keamanan data |
Contoh Business Model Canvas Bisnis E-commerce
| Elemen | Contoh |
|---|---|
| Customer Segments | Pembeli online, seller, brand, pengguna mobile app |
| Value Propositions | Pilihan produk lengkap, transaksi mudah, promo menarik, pengiriman cepat, pembayaran aman |
| Channels | Website, aplikasi mobile, media sosial, search engine, affiliate marketing |
| Customer Relationships | Voucher, loyalty program, notifikasi personal, customer service, rekomendasi produk |
| Revenue Streams | Komisi transaksi, biaya layanan, iklan seller, membership, biaya logistik |
| Key Resources | Platform e-commerce, data pengguna, seller network, sistem pembayaran, brand |
| Key Activities | Mengelola platform, memproses transaksi, akuisisi seller, marketing, customer support |
| Key Partnerships | Seller, brand principal, payment gateway, logistik, affiliate partner |
| Cost Structure | Teknologi, server, marketing, subsidi promo, customer service, operasional logistik |
FAQ Business Model Canvas
1. Apa itu Business Model Canvas?
Business Model Canvas adalah kerangka visual yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana sebuah bisnis menciptakan, menyampaikan, dan memperoleh nilai melalui 9 elemen utama.
2. Apa saja 9 elemen Business Model Canvas?
Sembilan elemen Business Model Canvas adalah Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnerships, dan Cost Structure.
3. Apa manfaat Business Model Canvas bagi perusahaan?
Business Model Canvas membantu perusahaan memahami model bisnis secara lebih sederhana, menyusun strategi, melihat peluang, mengidentifikasi risiko, dan menyelaraskan tim terhadap arah bisnis yang sama.
4. Apa perbedaan Business Model Canvas dan business plan?
Business Model Canvas adalah ringkasan visual model bisnis dalam satu halaman, sedangkan business plan biasanya lebih detail dan mencakup analisis pasar, strategi operasional, proyeksi keuangan, serta rencana eksekusi.
5. Siapa yang perlu menggunakan Business Model Canvas?
Business Model Canvas dapat digunakan oleh founder, pemilik bisnis, manajemen, tim product, marketing, sales, HR, konsultan, hingga perusahaan yang ingin mengevaluasi atau mengembangkan strategi bisnis.
6. Kapan Business Model Canvas perlu diperbarui?
Business Model Canvas perlu diperbarui ketika ada perubahan target pelanggan, produk, channel penjualan, strategi harga, kompetitor, teknologi, biaya operasional, atau arah bisnis perusahaan.
7. Apakah Business Model Canvas cocok untuk bisnis yang sudah berjalan?
Ya. Business Model Canvas tidak hanya cocok untuk bisnis baru, tetapi juga berguna bagi bisnis yang sudah berjalan untuk mengevaluasi model bisnis, menemukan peluang baru, dan memperbaiki strategi yang kurang efektif.
Baca Juga: Ingin Scale Up Bisnis? Cobalah Pertimbangkan Hal Ini!
—
Business Model Canvas membantu perusahaan melihat model bisnis secara lebih jelas, ringkas, dan terstruktur. Melalui 9 elemen utama, perusahaan dapat memahami siapa pelanggan yang dituju, nilai apa yang ditawarkan, bagaimana produk atau layanan disampaikan, hingga bagaimana bisnis menghasilkan pendapatan dan mengelola biaya.
Agar Business Model Canvas tidak hanya menjadi dokumen strategi, perusahaan perlu memastikan setiap tim memahami cara membaca, menyusun, dan mengevaluasinya. Pemahaman ini penting agar strategi bisnis dapat diterjemahkan ke dalam keputusan kerja yang lebih tepat, mulai dari product development, marketing, sales, operasional, hingga pengembangan SDM.
Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan dapat menggunakan LMS Ruangkerja sebagai platform pelatihan internal. Melalui Ruangkerja, perusahaan bisa menyediakan materi pembelajaran terkait business planning, strategic thinking, problem solving, dan pengembangan kompetensi karyawan secara terstruktur. Dengan begitu, tim tidak hanya memahami konsep Business Model Canvas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses kerja dan pengambilan keputusan bisnis.
Berbagai perusahaan telah bergabung dengan ruangkerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?
Referensi:
Riani, Abdo. 2021. Which Business Model to Choose for Your Startup [online]. Link:
https://www.forbes.com/sites/abdoriani/2021/04/13/which-business-model-to-choose-for-your-startup/?sh=52967ff03060 (Accessed: 16 September 2021)
Osterwalder, Alexander. 2013. A Better Way to Think About Your Business Model [online]. Link: https://hbr.org/2013/05/a-better-way-to-think-about-yo (Accessed: 16 September 2021).
Alton, Larry. 2015. The 7 Elements of A Strong Business Model [online]. Link: https://www.entrepreneur.com/article/243753 (Accessed: 16 September 2021).
Zwilling, Martin. 2015. 7 Steps for Establishing The Right Business Model [online]. Link: https://www.entrepreneur.com/article/242308 (Accessed: 16 September 2021).
University of Oxford. Business Model Canvas [online]. Link: https://eship.ox.ac.uk/business-model-canvas-explained/ (Accessed: 16 September 2021).
Jeffries, Isaac. 2018. How To Fill In A Business Model Canvas [online]. Link: https://isaacjeffries.com/blog/2018/9/8/how-to-fill-in-a-business-model-canvas (Accessed: 16 September 2021).
Artikel ini telah diperbarui oleh Intan Aulia Husnunnisa pada tanggal 05 Januari 2023.
![[IDN] CTA Tengah 1 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB](https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/cta/42133210-c3d9-45b8-b7c6-2fe7faaf7756.jpeg)

