Strategi Upskilling & Reskilling SDM Untuk Memajukan Perusahaan

Muhammad Azka Rais Sep 22, 2022 • 11 min read


upskilling dan reskilling

Kemajuan teknologi dan informasi turut berdampak pada dunia bisnis. Seperti perusahaan membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan yang lebih luas dan lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu penting untuk melakukan reskilling dan upskilling. Simak penjelasannya!

- -

Berkembangnya teknologi dan informasi membuat perubahan dan tantangan yang lebih berat di dunia bisnis. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 memaksa para pekerja untuk memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menggunakan teknologi yang lebih maju. Yang menjadi kekhawatiran dari para pemimpin perusahaan adalah perubahaan ini sifatnya berjangka panjang dan dapat memberi risiko kepada karyawannya.

Menanggapi hal tersebut, pada haru Rabu 29 Juni 2022, ruangkerja mengadakan webinar dengan tema, “Reskilling & Upskilling Yourself” bersama pemateri Yosanova Savitry (Deputy CEO - PT Markplus Indonesia).

Sebelumnya, mungkin Anda sudah mengetahui apa itu Upskilling & Reskilling. Kali ini, Anda akan lebih memahami mengapa hal tersebut penting bagi perusahaan dan bagaimana penerapannya.

 

Mengapa Upskilling & Reskilling Penting?

Pada webinar tersebut, Savitry berpendapat bahwa ada beberapa hal yang membuat reskilling dan upskilling penting untuk diterapkan oleh karyawan, yaitu sebagai berikut:

 

upskilling dan reskilling

 

Selain itu, Savitry menyebutkan terdapat beberapa skill yang dibutuhkan di masa yang akan datang, yakni berikut ini:

1. Social intelligence

Dengan social intelligence ini, para pekerja akan lebih mudah dalam menjalin relasi langsung dan personal dengan orang lain.

2. Digital fluency

Dunia digital sudah berkembang dengan sangat pesat dan tidak menutup kemungkinan kalau pemahaman tools digital menjadi kemampuan yang wajib dimiliki setiap orang di masa depan.

3. Critical thinking

Perusahaan lebih memilih individu yang memiliki kemampuan berpikir logis dan alasan kuat yang mampu bersifat critical thinking dalam mengevaluasi pekerjaan.

4. Creative and innovative

Teknologi tercipta karena adanya inovasi. Inovasi inilah yang menjadi cikal bakal skill kreatif dan inovatif manusia sehingga mampu menciptakan inovasi yang bersifat novelty dan lebih kreatif.

5. Sense making

Mampu memahami kondisi dan bertindak atas lingkungan dan peristiwa di sekitarnya, terutama yang berkaitan dengan stimulan baru.

6. Leadership

Seorang dengan jiwa kepemimpinan mampu memimpin tim dengan baik, menghasilkan ide, pemikiran, saran serta gagasan-gagasan agar tujuan dari kerjasama dapat segera dicapai.

7. Communication

Memiliki kemampuan public speaking dan presentasi akan membuat pekerja lebih percaya diri, mudah menyampaikan ide & gagasan.

8. Virtual collaboration

Kemampuan virtual collaboration dibutuhkan untuk mampu bekerja secara efektif sekaligus memiliki keterikatan dan benar-benar hadir sebagai anggota tim dalam bentuk virtual.

Selain dengan upskilling dan reskilling, Anda juga dapat meningkatkan kualitas karyawan dengan mengikuti pelatihan berbasis LMS ruangkerja. Klik gambar di bawah ini!

Pelatihan berbasis LMS Ruangkerja

 

3 Pendekatan Reskilling & Upskilling 

Selain pentingnya karyawan untuk melakukan reskilling dan upskilling, serta menyebutkan berbagai macam skill yang dibutuhkan di masa depan, Savitry juga menyebutkan dari Harvard Business Review terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mengatur perubahan skill yang dibutuhkan. Berikut adalah penjelasannya:

1. Reactive

Perusahaan berusaha untuk mengembangkan skill karyawannya setelah kebutuhan akan skill tersebut muncul.

Langkah-langkah yang terdapat pada metode reactive adalah menentukan tujuan terlebih dahulu. Kemudian mencari tren dan kebutuhan saat ini. Lalu mengidentifikasi kesenjangan keterampilan saat ini. Merancang, menyampaikan dan mengembangkan strategi yang akan digunakan.

Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan pada metode ini, yaitu sebagai berikut:

Kelebihan:

  • Skill yang diajarkan relevan dengan kebutuhan saat ini.
  • Terhindar dari investasi pada pelatihan yang salah
  • Membantu perusahaan dalam memahami dan mengambil keputusan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Kekurangan

  • Skill yang diajarkan belum tentu relevan untuk diaplikasikan di masa mendatang.
  • Berpotensi untuk tidak dapat memenuhi kebutuhan skill saat skill tersebut sangat dibutuhkan.
  • Sulit untuk bersaing dengan kompetitor jika terlambat mengembangkan skill baru.

Contoh penerapan pendekatan reactive

Pelatihan yang diadakan Accademia Ducati telah menjadi digital sepenuhnya setelah adanya pandemi Covid-19. Semua karyawan dapat meningkatkan kompetensi mereka melalui program yang ditawarkan kapan saja dan dimana saja, baik melalui kursus, e-learning, dan webinar. Materi pelatihan mencakup kursus kepemimpinan, inovasi, dunia digital, serta program-program yang berkaitan dengan diversity & inclusion. Karyawan dapat memperoleh sertifikasi dan meningkatkan kurikulum pelatihan mereka.

2. Predictive

Perusahaan memperkirakan kebutuhan skill di masa mendatang dan melatih skill tersebut kepada karyawannya.

Tahapan yang dilakukan dalam pendekatan predictive adalah menentukan tujuan, mengumpulkan dan mem-filter data. Kemudian mengidentifikasi pola, membuat prediksi dan merancang, menyampaikan serta mengembangkan strategi.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari pendekatan predictive:

Kelebihan:

  • Memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan tren dan peluang di masa depan.
  • Dapat mengantisipasi tantangan dan resiko sebelum terjadi.
  • Selangkah lebih maju dibandingkan kompetitor jika berhasil mengembangkan skill yang relevan.

Kekurangan:

  • Fokus pada skill yang salah karena tidak dapat memperkirakan dengan tepat.
  • Investasi dalam pelatihan yang salah atau skill yang ketinggalan zaman.
  • Membutuhkan advanced analytic skill dan data yang cukup untuk memprediksi kebutuhan secara akurat. 

Contoh penerapan pendekatan predictive

Tesla START adalah program pelatihan intensif yang membekali individu di seluruh AS dengan keterampilan yang diperlukan untuk pengembangan karir yang sukses di Tesla. Selama program, individu mengembangkan keahlian teknis dan mendapatkan sertifikasi melalui teori di kelas, laboratorium langsung, dan pembelajaran mandiri. Tesla bermitra dengan perguruan tinggi di seluruh AS untuk mengintegrasikan Tesla START ke dalam kurikulum otomotif dan manufaktur sehingga para individu dapat merasakan hands-on learning experiences.

3. Dynamic

Perusahaan melibatkan karyawan secara aktif dalam menanggapi kebutuhan bisnis sehingga karyawan dapat berkembang secara kontinyu.

Tahapan yang dilakukan pada pendekatan dynamic adalah mengidentifikasi perubahan skill yang dibutuhkan. Memulai lebih dulu pengembangan skill yang dibutuhkan tadi, dan menerapkan transparansi di dalam organisasi.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan tahapan dynamic:

Kelebihan:

  • Memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan skill baru dengan cepat.
  • Skill yang dikembangkan relevan dengan kebutuhan saat ini.
  • Membentuk continuous learning culture karena melibatkan karyawan secara aktif.

Kekurangan:

  • Membutuhkan keaktifan, kerjasama, dan komitmen yang kuat dari karyawan dan business leader.
  • Membutuhkan investasi yang lebih besar.
  • Membutuhkan follow-up dan KPI yang jelas untuk dapat memonitor pencapaian skill yang dikembangkan secara kontinyu.

Pemercepat Skill di Pendekatan Dynamic

  • Mengidentifikasi kedekatan keterampilan: Mencari jalan pintas ke keterampilan yang dibutuhkan dengan mengidentifikasi keterampilan yang berdekatan yang sudah dimiliki karyawan.
  • Melakukan penyebaran keterampilan untuk melatih rekan kerja: Meningkatkan keterampilan sekelompok karyawan yang termotivasi dan berpengaruh kemudian meminta mereka melatih rekan-rekan mereka tentang keterampilan baru saat dibutuhkan.
  • Menyampaikan pembelajaran kepada karyawan ketika mereka membutuhkannya: Menggunakan data untuk mengidentifikasi dan menyesuaikan penyampaian pembelajaran dengan waktu dimana kebutuhan keterampilan muncul.

Contoh penerapan pendekatan dynamic

HR di Llyods Banking Group memfasilitasi kolaborasi antara business leaders, partner dari setiap business unit, dan HR specialist. Stakeholder bertemu secara berkala untuk membahas skill karyawan saat ini, mengidentifikasi skill gap, dan tindakan yang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan skill dalam bisnisnya. Mereka pun memeriksa kemajuan dari tindakan yang dilakukan dan mempercepat setiap perubahan yang mungkin berdampak besar pada produktivitas dan profitabilitas perusahaan. Melalui pendekatan ini, Lloyds mampu membuat keputusan berbasis data untuk memastikan kebutuhan skill di perusahaan terpenuhi.

Namun, dari ketiga pendekatan tersebut, pendekatan dynamic lah yang paling efektif digunakan. Pasalnya, karyawan menerapkan 75% skill baru yang mereka pelajari dengan dynamic approach. Sedangkan pada pendekatan reactive, karyawan hanya menerapkan 54% pembelajaran dan pada pendekatan predictive karyawan hanya menerapkan 37%.

Demikianlah pemaparan yang diberikan oleh Savitry dalam webinar bersama ruangkerja. Apabila anda tertarik untuk melihat penjelasan yang lebih lengkap dan rinci, anda dapat mengakses video lengkapnya melalui Webinar: Reskilling & Upskilling Yourself

upskilling dan reskilling

Pada akhir webinar, Savitry mengingatkan bahwa terdapat pesan yang disampaikan oleh Kenneth H. Blanchard kepada kita, yaitu “When you stop learning, you stop growing.” Jadi janganlah berhenti untuk belajar, mengembangkan ilmu, memperluas wawasan dan mengasah keterampilan, agar kita dapat menjadi individu yang ideal di perusahaan.

Agar kita tetap siap dalam menghadapi tantangan di bidang pekerjaan, kita sebaiknya mengembangkan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ruangkerja memiliki fitur-fitur yang dapat membantu Anda mempelajari skill baru, yaitu sebagai berikut:

  1. Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.
  2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi. 
  3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi. 

Pelatihan Karyawan ruangkerja

Profile

Muhammad Azka Rais

Penulis yang tertarik pada topik pendidikan, parenting, sains, dan kesehatan mental. Suka banget nulis fiksi, masak, nonton film, TV series dan anime. Suka juga main game sama cari-cari info tentang kehidupan alien, peradaban kuno, sama hantu.

Beri Komentar