Strategi Ampuh untuk Pelatihan Manajemen Konflik untuk Karyawan

Fauziannisa Pradana Putri Feb 11, 2021 • 5 min read


Sulit  dihindari, konflik seringkali terjadi di tempat kerja. Perbedaan-perbedaan seperti latar belakang, sosial budaya, sikap, dan sifat dapat memicu timbulnya konflik  sehingga mengganggu suasana kerja. Maka dari itu, manajemen konflik menjadi kunci untuk menyelesaikannya. 

Pengertian manajemen konflik sendiri adalah proses mengelola konflik dengan menyusun sejumlah strategi untuk mendapatkan resolusi yang diinginkan. Tentunya Anda pun bertanya-tanya, bagaimana perusahaan dapat mengelola manajemen konflik dengan bijak? Berikut adalah penjelasannya.

Upaya Perusahaan dalam Pelatihan Manajemen Konflik 

Manajemen konflik karyawan(Sumber: Freepik.com)

Pelatihan manajemen konflik menjadi komponen penting dari banyaknya program pelatihan. Hal tersebut disebabkan karena kemampuan untuk mengelola konflik merupakan keterampilan yang membutuhkan pelatihan. 

Sebagaimana yang Anda rasakan, konflik terkadang dapat menghambat produktivitas karyawan. Dalam jajak pendapat online oleh Next Element, 72 persen responden mengatakan mereka memilih kompromi untuk menghindari konflik.

Data ini mencerminkan adanya hubungan negatif  di perusahaan   yang disebabkan karena karyawan tidak menyelesaikan masalah dan justru hanya menghindari konflik. Bukan hanya itu saja, hampir tiga perempat karyawan menahan diri karena hal tersebut.

Memberikan pelatihan manajemen konflik dapat membantu perusahaan untuk mengatasi kesenjangan. Dengan memahami bagaimana menyelesaikan setiap masalah yang ada, karyawan akan mampu mengoptimalkan kembali produktivitas yang sempat terhambat. 

Baca juga: Mengenal Job Enrichment sebagai Metode Pilihan untuk Pengembangan Karyawan

Strategi Pelatihan Manajemen Konflik

Tanpa adanya strategi, pelatihan karyawan akan kurang optimal. Tentunya Anda tidak ingin hal itu terjadi, bukan? Berikut adalah strategi manajemen konflik yang bisa Anda gunakan saat melakukan pelatihan.

  • Susun Program Pelatihan Manajemen Konflik Sesuai Kebutuhan

Pelatihan Manajemen Konflik(Sumber: Freepik.com)

Menyusun sebuah program pelatihan untuk karyawan memang tidak semudah yang dibayangkan. Ada berbagai macam pertimbangan yang sering dilakukan sebelum memutuskan. Begitu pula dalam menyusun pelatihan manajemen konflik.

Tim Learning and Development (L&D) yang berada di garis terdepan dalam program pelatihan perlu mengetahui segala kebutuhan perusahaan dan menyesuaikannya dengan program pelatihan. Seperti dilansir dari imd.org, memfokuskan program pelatihan sesuai dengan konflik internal perusahaan, akan mendongkrak kebutuhan perusahaan.  

Penyusunan program pelatihan dapat dilakukan dengan menentukan tujuan dan KPI program pelatihan, mengetahui konsep manajemen konflik, menganalisis konflik apa saja yang biasa terjadi pada perusahaan, mengatur jadwal pelatihan, sampai menyusun materi pembelajaran.

  • Memilih Gaya Manajemen Konflik yang Cocok untuk Pelatihan


RK_-_5_gaya_manajemen_konflik_untuk_karyawan_3-01

Seperti ditulis dalam jurnal Local Development Training Academy Nepal, dalam pelatihan manajemen konflik, terdapat 5 gaya pendekatan yang dapat dipilih oleh Tim L&D dalam membuat program pelatihan. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Kolaborasi, gaya ini mengharuskan pihak yang berkonflik bersama-sama mengidentifikasi masalah, menimbang, dan memilih solusi.

  2. Mengakomodasi, berupa mengecilkan perbedaan sambil menekankan kesamaan di antara kedua belah pihak peserta.

  3. Bersaing, seperti namanya gaya ini menunjukkan perhatian yang tinggi pada kepentingan diri sendiri dan kurang memperhatikan kepentingan orang lain. Sehingga mendorong taktik 'Saya menang, kamu kalah'.

  4. Menghindari, bagi Anda yang ingin menggunakan gaya ini, fasilitator akan  mengarahkan peserta dengan tips dan trik untuk menghindari suatu konflik yang terjadi. Hanya saja, gaya ini kurang direkomendasikan karena akan berujung tidak ada penyelesaian masalah. 

  5. Kompromi, gaya ini merupakan pendekatan give and take yang melibatkan perhatian untuk diri sendiri dan orang lain. Setiap pihak harus menyerahkan sesuatu yang mereka punya. Baik dalam bentuk perbedaan pendapat atau pun hal yang lainnya.

Perlu Anda ketahui, kelima gaya tersebut dapat diimplementasikan sekaligus atau dengan hanya memilih salah satu. Hanya saja perlu diimbangi lagi dengan kebutuhan perusahaan. 

  • Menggunakan Metode Pelatihan yang Tepat

Metode Manajemen Konflik

(Sumber: Freepik.com)

Setelah tim L&D  memilih gaya manajemen konflik yang akan digunakan, langkah selanjutnya adalah menentukan metode yang tepat. Metode yang tepat akan membantu Anda dalam mengelola pelatihan agar tepat sasaran.

Beberapa metode yang bisa Anda gunakan dapat berupa workshop, bermain peran, brainstorming, simulation game, sampai dengan case study. 

Seperti dilansir dari training-sdm.com, metode workshop atau berupa presentasi, biasanya digunakan perusahaan untuk memberikan materi-materi dasar mengenai manajemen konflik. Sedangkan metode lainnya dapat digunakan oleh peserta dengan cara mempraktikannya.

Pelatihan manajemen konflik diharapkan mampu membuat karyawan memiliki pengetahuan dan kemampuan tentang strategi manajemen konflik dan menguasai teknik-teknik bernegosiasi serta mencegah konflik. Dengan begitu, produktivitas perusahaan pun dapat berjalan dengan lancar, walaupun konflik merupakan sebuah realitas yang selalu ada di tempat kerja.

Itulah tiga strategi manajemen konflik yang bisa perusahaan gunakan untuk mengoptimalkan pelatihan. Pelatihan ini dapat membantu perusahaan menjadi jembatan yang ideal untuk meleraikan dan mengelola konflik sehingga menjadi kekuatan untuk mempersatukan perusahaan. 

Baca juga: Berikut yang Perlu Diperhatikan sebelum Pelatihan Sales Marketing

Sebagai platform pelatihan nomor 1 di Indonesia, ruangkerja mengerti segala kebutuhan Anda untuk mengadakan pelatihan karyawan yang optimal. Dengan berbagai keunggulan fitur dan teknologi LMS yang digunakan, ruangkerja dapat membantu Anda membuat berbagai pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan. Berikut adalah tiga keunggulan ruangkerja.

  • Technology platform

Learning Management System (LMS) berbasis web dan mobile sehingga dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

  • Content development

Pembuatan konten pelatihan kustom dengan metode micro-learning berbasis video yang engaging.

  • Program management

End-to-end project management dan operasional untuk implementasi digital training.

Hanya dalam satu genggaman, ruangkerja mampu menjawab kebutuhan perusahaan Anda untuk melakukan pelatihan karyawan secara efektif dan efisien.

   COBA SEKARANG DAN DAPATKAN SERTIFIKAT

 

Profile

Fauziannisa Pradana Putri

Beri Komentar