Tantangan UMKM di Era Digital dan Solusi Mengatasinya!

UMKM singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Jika bisnis Anda masuk sebagai kategori UMKM, yuk, simak penjelasan lengkap mengenai UMKM di artikel ini.
—
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu fondasi perekonomian Indonesia. Dengan kontribusinya yang signifikan terhadap PDB serta kemampuannya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, UMKM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Namun, di tengah transformasi digital yang semakin pesat, UMKM harus mampu beradaptasi untuk tetap relevan dan bersaing di pasar yang semakin dinamis. Apakah bisnis Anda berada di level UMKM? Jika ya, mari, simak artikel ini dengan baik.
Pengertian UMKM
UMKM adalah kegiatan usaha yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, atau badan usaha kecil yang memiliki aset dan pendapatan tertentu sesuai dengan regulasi pemerintah. UMKM berperan dalam mendukung perekonomian masyarakat lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengertian UMKM Menurut Para Ahli
Berikut ini 3 definisi UMKM menurut para ahli:
1. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM RI, UMKM adalah usaha produktif yang memenuhi kriteria aset dan omzet sesuai Undang-Undang No. 20 Tahun 2008.
2. Tambunan (2011) mendefinisikan UMKM sebagai usaha yang dikelola secara sederhana dan memiliki karakteristik fleksibel serta mudah beradaptasi dengan pasar lokal.
3. Ghozali (2009) mengungkapkan bahwa, UMKM adalah bisnis yang dikelola dengan sumber daya terbatas namun memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang secara signifikan.
Baca Juga: Strategi Digital Marketing yang Efektif untuk Bisnis Online
Kriteria UMKM
Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008, kriteria UMKM dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
-
Usaha Mikro
Kekayaan bersih maksimal Rp50 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan, dan memiliki omzet tahunan maksimal Rp300 juta.
-
Usaha Kecil
Kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta hingga Rp500 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan dengan omzet tahunan lebih dari Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar.
-
Usaha Menengah
Kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan dan omzet tahunan lebih dari Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar.
Klasifikasi UKM
UMKM dapat diklasifikasikan berdasarkan sektor usaha, antara lain:
- Sektor Pertanian: Peternakan, perikanan, dan pertanian kecil.
- Sektor Perdagangan: Usaha toko kelontong dan perdagangan eceran.
- Sektor Industri: Kerajinan tangan dan industri makanan kecil.
- Sektor Jasa: Salon kecantikan, bengkel, dan layanan digital kreatif.
Baca Juga: Pentingnya Memahami Manajemen Risiko dalam Bisnis
Ciri-Ciri Bisnis yang Termasuk UMKM
Selain dilihat dari total aset dan omzet, berikut ciri bisnis UMKM lainnya:
- Dimiliki dan dikelola oleh perorangan atau badan usaha kecil.
- Sebagian besar berasal dari modal pribadi atau pinjaman kecil.
- Fokus pada pasar lokal atau regional.
- Menggunakan tenaga kerja yang relatif sedikit dibandingkan perusahaan besar.
- Pengelolaan usaha dilakukan secara sederhana dan belum terstruktur layaknya perusahaan besar.
Baca Juga: Mengenal Bisnis Model Canvas dan Manfaatnya bagi Perusahaan
Jenis UMKM dan Contohnya
Berdasarkan jenisnya, di bawah ini adalah contoh usaha yang masuk sebagai UMKM:
- Usaha Mikro: Penjual gorengan, usaha cuci motor rumahan.
- Usaha Kecil: Produsen makanan ringan lokal, butik pakaian sederhana.
- Usaha Menengah: Restoran lokal dengan beberapa cabang, produsen furnitur dengan distribusi nasional.
Baca Juga: Bisnis Franchise: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya
Tantangan UMKM di Era Digital
Beberapa challenge yang perlu dihadapi oleh para pelaku UMKM di era digital saat ini antara lain:
1. Kurangnya Literasi Digital
Tidak semua pelaku UMKM memiliki pemahaman yang cukup tentang teknologi digital. Banyak yang masih merasa asing dengan penggunaan platform e-commerce, media sosial, atau perangkat lunak manajemen bisnis. Akibatnya, potensi besar dari dunia digital tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Solusi untuk masalah ini terletak pada peningkatan literasi digital. Pemerintah dan berbagai institusi swasta sudah mulai menyediakan pelatihan dan workshop yang dirancang khusus bagi pelaku UMKM.
Dengan mengikuti pelatihan ini, pelaku usaha bisa belajar mengelola toko online, memanfaatkan media sosial untuk pemasaran, hingga memahami analitik data bisnis. Selain itu, memilih platform digital yang user-friendly juga dapat membantu pelaku UMKM untuk mulai beradaptasi dengan teknologi secara perlahan.
2. Persaingan yang Ketat di Pasar Digital
Mudahnya akses ke pasar digital membuat persaingan semakin ketat. Banyak perusahaan besar yang sudah mapan turut memanfaatkan dunia digital, sehingga UMKM sering kali tenggelam dalam persaingan.
Untuk mengatasi tantangan ini, UMKM perlu fokus pada diferensiasi produk. Menonjolkan keunikan lokal, misalnya dengan menggunakan bahan baku khas daerah atau cerita produk yang menarik, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Di samping itu, pelaku UMKM perlu mengembangkan strategi pemasaran yang kreatif dengan memanfaatkan media sosial. Kampanye yang menarik dan komunikasi yang interaktif dengan pelanggan dapat membantu meningkatkan brand awareness. Kolaborasi dengan influencer yang memiliki audiens relevan juga bisa menjadi strategi efektif untuk memperluas jangkauan pasar.
3. Terbatasnya Akses ke Modal dan Pendanaan Digital
Keterbatasan modal menjadi hambatan besar bagi UMKM untuk berekspansi di era digital. Investasi dalam pemasaran digital, teknologi baru, dan logistik yang memadai memerlukan dana yang tidak sedikit.
Untuk menghadapi tantangan ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai platform fintech yang menawarkan layanan pembiayaan berbasis digital. Platform crowdfunding juga menjadi alternatif yang menarik bagi UMKM yang memiliki produk inovatif dan membutuhkan pendanaan cepat.
Baca Juga: Mengenal Strategi Pengembangan Produk yang Efektif
—
UMKM memiliki peran yang sangat vital dalam menopang ekonomi Indonesia. Di era digital, UMKM perlu terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas mereka agar mampu bertahan dan berkembang di pasar yang semakin kompetitif.
Jika Anda memiliki tim atau karyawan, Anda perlu merevolusi tim supaya lebih adaptif terhadap kondisi bisnis di era digital. Mari hubungi tim Ruang Kerja, dan diskusikan materi pelatihan apa yang cocok untuk permasalahan bisnismu. Konsultasi Gratis sekarang!
![[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB](https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/cta/6c763aac-e3e5-48bf-be4a-7e5f5ec1d42f.jpeg)

