Pentingnya Memahami Manajemen Risiko dalam Bisnis

Manajemen Risiko

Setiap bisnis pasti ada risikonya. Namun, jika Anda ingin membangun bisnis yang sustain, jangan lupa buat perencanaan manajemen risiko. Bagaimana caranya? Simak penjelasan dari Ruang Kerja di artikel ini!

Mungkin semua orang bisa berbisnis, tapi belum tentu semua orang siap dengan kerugian yang dialami selama berbisnis. Inilah mengapa, penting bagi seorang owner untuk memahami risk management atau manajemen risiko.

Oh ya, setiap industri tentu memiliki risiko bisnis yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi secara kuat oleh berbagai faktor, mulai dari kualitas produk yang Anda miliki, tren pasar, hingga kompetitor.

Jadi, mari pahami dengan baik mengenai pentingnya manajemen risiko supaya bisnis Anda dapat tetap berjalan dalam jangka waktu yang panjang.

 

Apa Itu Risiko?

Secara umum, risiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian atau ketidakpastian dalam suatu kegiatan atau keputusan. Menurut beberapa ahli, risiko memiliki pengertian yang mirip, tapi sedikit berbeda dalam sudut pandangnya. Contoh:

  1. Menurut Institut Keuangan Internasional (International Finance Institute), risiko adalah potensi terjadinya kerugian yang disebabkan oleh ketidakpastian dalam hasil atau hasil yang tidak diinginkan.
  2. Peter F. Drucker berpendapat bahwa, risiko berarti ketidakpastian yang merupakan hasil dari keputusan kita sendiri.
  3. Risiko menurut Frank H. Knight adalah ketidakpastian yang dapat diukur dan diantisipasi.
  4. Project Management Institute (PMI) mengartikan risiko sebagai suatu peristiwa atau kondisi yang, jika terjadi, akan memiliki dampak positif atau negatif terhadap pencapaian tujuan proyek.

 

Berdasarkan semua definisi di atas, kesimpulannya adalah risiko merupakan unsur ketidakpastian yang dapat menghasilkan hasil yang diinginkan atau tidak diinginkan, dan manajemennya seringkali melibatkan upaya untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko tersebut.

 

Pengertian Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah proses yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang dirancang untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, mengelola, dan memitigasi risiko yang mungkin timbul dalam suatu organisasi atau proyek tertentu.

Lebih spesifik lagi, manajemen risiko perusahaan artinya upaya untuk mengenali, mengevaluasi, dan mengatasi potensi ancaman terhadap aset, pendapatan, dan kegiatan operasional.

Ancaman-ancaman yang disebutkan tadi dapat timbul dari berbagai faktor, seperti ketidakpastian finansial, kewajiban hukum, kendala teknologi, kegagalan dalam perencanaan strategis, serta kejadian-kejadian tak terduga seperti kecelakaan atau bencana alam.

 

Tujuan Manajemen Risiko

Tujuan utama dari manajemen risiko adalah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian atau dampak negatif yang timbul akibat ketidakpastian. 

Hal ini mencakup langkah-langkah untuk mengidentifikasi risiko potensial, mengevaluasi dampaknya, dan mengembangkan strategi untuk mengurangi atau mengatasi risiko tersebut. 

Sementara itu, manajemen risiko bisnis bertujuan untuk mengurangi potensi kerugian, melindungi aset, memaksimalkan peluang, dan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

Idealnya, proses risk management dilakukan secara berkelanjutan. Artinya, strategi risiko manajemen harus dimonitor dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa eksekusinya tetap efektif dan responsif terhadap perubahan dalam lingkungan bisnis.

Baca Juga: Cara Mengembangkan Keterampilan Manajemen Waktu yang Baik

 

Manfaat Manajemen Risiko Bisnis

Melansir dari Tech Target, berikut ini beberapa manfaat bila Anda memiliki manajemen risiko bisnis:

1. Peningkatan Kesadaran Risiko di Seluruh Organisasi

Dengan manajemen risiko yang efektif, setiap staff di seluruh level akan lebih aware terhadap berbagai risiko yang akan dihadapi perusahaan. Hal ini berguna untuk memungkinkan tindakan pencegahan yang lebih baik.

 

2. Kepercayaan yang Lebih Besar dari Stakeholder

Perusahaan yang memiliki praktik manajemen risiko yang baik cenderung lebih dipercaya oleh investor, klien, dan pemangku kepentingan lainnya, karena mereka menunjukkan komitmen untuk mengelola risiko dengan tepat.

 

3. Lebih Patuh Terhadap Peraturan Perundang-undangan dan Aturan Internal

Untuk meminimalkan pelanggaran dan sanksi, manajemen risiko bisnis akan membuat semua stakeholder lebih patuh terhadap peraturan perundang-undangan dan aturan internal. 

 

4. Peningkatan Efisiensi Operasional 

Melalui penerapan proses dan kontrol risiko yang lebih konsisten, sebuah perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional mereka, sehingga mengurangi potensi kerugian atau gangguan dalam proses bisnis.

 

5. Peningkatan Keselamatan dan Keamanan di Tempat Kerja untuk Karyawan dan Pelanggan

Salah satu cara untuk mengurangi kerugian perusahaan adalah dengan menjamin keselamatan dan keamanan karyawan serta pelanggan.

Jika Anda mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan dua hal ini, maka perusahaan bisa menjadi lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat.

 

6. Diferensiasi Kompetitif di Pasar

Perusahaan dengan manajemen risiko yang kuat terbukti dapat menghasilkan keunggulan kompetitif di pasar, hal ini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membedakan diri dari pesaing lainnya.

 

7. Peningkatan Pengambilan Keputusan

Manajemen risiko menyediakan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih terinformasi, sehingga perusahaan dapat merencanakan strategi yang lebih efektif.

 

Proses Manajemen Risiko Bisnis

Langkah-langkah manajemen risiko bisnis terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

1. Identifikasi Risiko

Langkah pertama dalam proses ini adalah mengidentifikasi semua risiko yang mungkin memengaruhi tujuan dan keberhasilan bisnis. Risiko dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk lingkungan eksternal, operasi internal, atau perubahan dalam industri.

 

2. Evaluasi Risiko

Setelah risiko diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi dampak dan probabilitas masing-masing risiko. Contohnya dengan melihat potensi kerugian atau manfaat yang mungkin terjadi jika risiko tersebut terjadi.

 

3. Pengembangan Strategi Manajemen Risiko

Berdasarkan evaluasi risiko, organisasi perlu mengembangkan strategi untuk mengelola risiko-risiko tersebut. Ini bisa meliputi penerimaan risiko, transfer risiko, pengurangan risiko, atau penghindaran risiko, tergantung pada karakteristik risiko dan toleransi risiko perusahaan.

 

4. Implementasi Tindakan Pengelolaan Risiko

Setelah strategi manajemen risiko dikembangkan, langkah selanjutnya adalah menerapkan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengelola risiko sesuai dengan strategi yang ditetapkan. 

Jika Anda seorang owner, artinya perlu bersiap untuk melakukan perubahan dalam proses bisnis, investasi dalam teknologi atau infrastruktur baru, atau pembelian asuransi.

 

5. Pemantauan dan Pengendalian

Manajemen risiko bukanlah proses sekali jalan, tetapi membutuhkan pemantauan terus-menerus terhadap efektivitas strategi yang diterapkan dan perubahan dalam lingkungan bisnis. 

Pemantauan risiko secara teratur dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan merupakan bagian integral dari proses manajemen risiko.

 

6. Pelaporan dan Evaluasi

Terakhir, organisasi wajib melaporkan hasil manajemen risiko kepada stakeholder terkait dan mengevaluasi kinerja manajemen risiko secara berkala. 

Evaluasi ini membantu organisasi untuk memahami efektivitas strategi yang diterapkan dan mengidentifikasi hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki ke depannya.

Baca Juga: Strategi Pengembangan Karir yang Efektif untuk Karyawan

 

Prinsip Manajemen Risiko Bisnis

Prinsip-prinsip manajemen risiko bisnis adalah pedoman atau aturan dasar yang digunakan untuk mengelola risiko dengan efektif dan efisien. Berikut adalah beberapa prinsip utama dalam manajemen risiko bisnis:

1. Berorientasi pada Tujuan Bisnis

Manajemen risiko harus selaras dengan tujuan bisnis atau organisasi dan membantu mencapai pencapaian tujuan tersebut.

 

2. Proaktif dan Preventif

Selaras dengan tujuannya, manajemen risiko harus dilakukan secara proaktif untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya risiko yang merugikan.

 

3. Berbasis Bukti

Keputusan manajemen risiko harus didasarkan pada bukti-bukti yang tersedia, termasuk analisis data, informasi pasar, dan pengalaman sebelumnya.

 

4. Responsif terhadap Perubahan

Saat ini laju globalisasi semakin kencang. Maka dari itu, sebuah perusahaan perlu menyesuaikan strategi manajemen risiko dengan cepat untuk mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis atau kondisi pasar.

 

5. Peninjauan Berkelanjutan

Manajemen risiko yang baik adalah yang dipantau keefektifannya dari waktu ke waktu. Inilah mengapa risk management harus dievaluasi secara berkala agar tetap adaptif dan relevan sesuai dengan kebutuhan.

 

6. Keterlibatan Stakeholder

Dalam organisasi, manajemen risiko berprinsip untuk melibatkan semua pemangku kepentingan yang relevan, termasuk manajemen, karyawan, pemegang saham, dan mitra bisnis.

 

7. Komunikasi dan Transparansi

Guna menghindari misunderstanding, informasi mengenai risiko dan strategi manajemen risiko harus dikomunikasikan secara terbuka dan jelas kepada semua pihak yang terlibat.

 

8. Alokasi Sumber Daya

Untuk membuat manajemen risiko yang baik, mungkin Anda perlu menyiapkan modal yang cukup sejak awal untuk alokasi sumber daya yang memadai, seperti waktu, uang, dan personil.

 

9. Kerangka Terintegrasi

Manajemen risiko wajib terintegrasi ke dalam kerangka kerja organisasi secara menyeluruh, termasuk proses pengambilan keputusan, perencanaan strategis, dan sistem manajemen keseluruhan.

 

10. Proses Sistematis

Terakhir, buatlah manajemen risiko yang sistematis. Artinya, Anda disarankan untuk menyelesaikan proses atau langkah-langkah secara terstruktur, termasuk identifikasi, penilaian, mitigasi, dan pemantauan risiko secara terus-menerus.

 

Contoh Manajemen Risiko Bisnis

Contoh manajemen risiko bisnis di bawah ini bisa jadi gambaran untuk Anda:

Perusahaan XYZ adalah produsen peralatan elektronik yang memproduksi berbagai jenis perangkat elektronik, termasuk ponsel pintar, tablet, dan perangkat rumah pintar. Perusahaan ini menghadapi risiko-risiko yang beragam dalam operasinya, termasuk risiko pasokan bahan baku, risiko teknologi, dan risiko reputasi.

Untuk mengelola risiko pasokan bahan baku, Perusahaan XYZ melakukan diversifikasi pemasok dan menjalin kemitraan strategis dengan beberapa pemasok utama. Mereka juga memiliki program pemantauan pasokan yang terus-menerus untuk mengidentifikasi potensi gangguan dalam rantai pasokan dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang sesuai.

Dalam menghadapi risiko teknologi, Perusahaan XYZ secara teratur melakukan evaluasi risiko terhadap sistem IT mereka, termasuk ancaman keamanan cyber dan kerentanan sistem. Mereka mengadopsi teknologi keamanan terbaru, seperti firewall canggih dan perangkat lunak antivirus, serta melaksanakan pelatihan keamanan cyber rutin bagi karyawan mereka.

Untuk mengelola risiko reputasi, Perusahaan XYZ memiliki kebijakan dan prosedur yang ketat terkait dengan kualitas produk dan layanan pelanggan. Mereka juga mengawasi media sosial dan platform online lainnya secara aktif untuk mendeteksi dan menanggapi secara cepat isu-isu yang mungkin mempengaruhi reputasi mereka.

Dengan menerapkan pendekatan manajemen risiko yang proaktif, Perusahaan XYZ dapat mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko-risiko mereka dengan efektif, yang pada gilirannya meningkatkan ketahanan bisnis dan keberlanjutan jangka panjang mereka.

Yap, pembahasan mengenai manajemen risiko sudah selesai. Apakah perusahaan Anda sudah memiliki manajemen risiko yang baik dengan memegang prinsip-prinsipnya?

Jika belum, Ruang Kerja dapat membantu Anda untuk mentransformasi perusahaan supaya memiliki manajemen risiko yang lebih baik. Caranya? Yuk, coba tanyakan pada konsultan Ruang Kerja sekarang!

CTA Ruangkerja Ruangguru for Business

Referensi:

Tucci, Linda. ‘What is risk management and why is it important?’, Tech Target, September 2023. [online] Available at: https://www.techtarget.com/searchsecurity/definition/What-is-risk-management-and-why-is-it-important (Accessed: 25 March 2024)

Wongsokario, Virgil. ‘The 7 Key Principles of Risk Management’, Qooling Blog, 30 August 2023. [online] Available at: https://blog.qooling.com/the-7-key-principles-of-risk-management/ (Accessed: 25 March 2024)

Referensi Gambar:

Business idea concept on grey and white wall side view. hand stopping the domino effect. [daring]. Tautan: https://www.freepik.com/free-photo/business-idea-concept-grey-white-wall-side-view-hand-stopping-domino-effect_8859538.htm#fromView=search&page=2&position=21&uuid=dcaf7fb7-3904-4588-a649-202e11218e30 (Diakses: 8 Mei 2024)

Intan Aulia Husnunnisa

Intan Aulia Husnunnisa, biasa dipanggil Intan. Menikmati dunia SEO Content Writing sejak 2020. Semoga tulisanku bermanfaat!