Strategi Pembelajaran Ekspositori, Kuasai Materi dengan Lebih Optimal

strategi pembelajaran ekspositori

Terdapat berbagai macam model pembelajaran yang bisa Anda terapkan di pelatihan karyawan, salah satunya adalah model pembelajaran ekspositori. Simak penjelasan berikut ini!

 

Salah satu cara untuk membuat perusahaan lebih maju adalah memberikan karyawan wadah untuk berkembang dan bekerja dengan efektif. Untuk mencapai hal tersebut ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti membangun lingkungan kerja yang mendukung.

Selain itu, Anda juga bisa memaksimalkan potensi karyawan agar bisa memberikan hasil yang terbaiknya kepada perusahaan dengan memberikan pelatihan karyawan.

Pelatihan karyawan bisa bermacam-macam, tergantung dari output apa yang ingin Anda lihat pada karyawan Anda, atau kemampuan apa yang ingin dimiliki oleh karyawan.

Dengan memberikan fasilitas ini tidak hanya Anda dapat memberikan lingkungan belajar dan berkembang yang baik bagi karyawan, tetapi juga dapat menguntungkan perusahaan. Dari berbagai macam pelatihan yang dapat Anda berikan kepada karyawan, Anda perlu memikirkan strategi pembelajaran yang akan diaplikasikan.

Terdapat berbagai macam strategi pembelajaran atau model pembelajaran yang dapat Anda gunakan di pelatihan karyawan. Hal ini tergantung juga dari tujuan yang Anda buat di awal. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat diterapkan adalah strategi atau model pembelajaran ekspositori.

 

Definisi Model Pembelajaran Ekspositori

Model pembelajaran ekspositori adalah model pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi ajar secara verbal dari seorang tutor, pendidik atau pengajar kepada peserta didik atau peserta pelatihan.

Hal ini bertujuan agar peserta mampu menguasai materi tersebut secara optimal. Peran pendidik pada strategi ekspositori memiliki peranan yang dominan, karena bentuk pendekatan pembelajarannya berorientasi pada pendidik.

Jika ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran, strategi pembelajaran ekspositori adalah salah satu model pembelajaran dengan belajar berbasis masalah efektif.

Pada strategi ekspositori, pendidik menuliskan topik atau materi yang akan dipelajari, menuliskan tujuan pembelajaran, serta memotivasi peserta didik untuk belajar. Pendidik berperan untuk menjelaskan dan menyajikan materi secara lisan maupun tulisan.

Baca Juga: Mengenal Model Pembelajaran Kontekstual, Hadapi Masalah di Dunia Nyata

 

Prinsip-Prinsip Strategi Pembelajaran Ekspositori

Terdapat prinsip-prinsip pada metode pembelajaran ekspositori, yaitu sebagai berikut:

1.   Berorientasi pada tujuan

Tujuan pembelajaran pada pembelajaran ekspositori adalah salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran. Hal ini guna memperjelas hal yang ingin dicapai dalam suatu pelatihan.

Selain itu, dengan memaparkan tujuan pembelajaran, terdapat beberapa keuntungan yang bisa didapat. Misalnya seperti waktu mengajar dapat dimanfaatkan dengan tepat, pokok pembahasan dapat dibuat seimbang, pendidik dapat menetapkan materi atau bahan ajar yang ingin disampaikan secara tepat, pendidik dapat dengan mudah mempersiapkan strategi belajar yang cocok dan menarik, mudah mempersiapkan berbagai keperluan dalam pelatihan dan dapat dengan mudah mencapai keberhasilan peserta didik dalam proses pelatihan.

 

2.   Prinsip komunikasi

Prinsip komunikasi merujuk pada proses penyampaian materi atau bahan ajar dari seorang pendidik kepada peserta didik. Dalam hal ini, tutor, pendidik atau pelatih harus mampu menciptakan komunikasi yang baik dalam proses pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan.

Keterampilan pendidik dalam menciptakan komunikasi dapat mendorong aktivitas pelatihan lebih menarik dan menyenangkan sesuai dengan lingkungan peserta sehingga para peserta dapat meningkatkan konsep berpikir, sikap dan bahasa, serta karakter.

 

3.   Prinsip kesiapan

Salah satu hukum belajar adalah sebuah kesiapan. Maksud dari hukum belajar adalah setiap individu (peserta pelatihan) dapat merespon dengan cepat dari setiap stimulus.

Suatu pelatihan tertentu diperlukan kesiapan, bukan hanya dari pendidik saja. Melainkan dari kesiapan peserta pelatihan untuk mendapatkan bahan atau materi ajar, terutama prasyarat pengetahuan, mental dan fisik yang diperlukan untuk menunjang pelatihan berikutnya.

 

4.   Prinsip berkelanjutan

Proses model pembelajaran ekspositori dapat mendorong peserta pelatihan untuk mempelajari pelatihan lebih lanjut. Pendekatan ekspositori akan berhasil jika peserta mencari tahu dan menambah wawasan pelatihan dengan proses belajar mandiri.

Prinsip berkelanjutan pendekatan ekspositori menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dengan tujuan agar peserta pelatihan dapat menguasai materi pelatihan secara optimal.

 

Apabila Anda tertarik untuk menerapkan strategi pembelajaran ekspositori pada pelatihan karyawan, Ruang Kerja dari Ruangguru for Business siap membantu agar output yang dihasilkan jadi lebih maksimal. Segera transformasi kinerja tim jadi lebih baik bersama Ruang Kerja!

[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB

 

Langkah Strategi Pembelajaran Ekspositori

Ketika akan memulai pembelajaran ekspositori, berikut langkah yang bisa Anda coba:

1. Persiapan

Tahapan persiapan berkaitan dengan mempersiapkan peserta pelatihan untuk menerima materi yang akan disampaikan.

Hal ini dilakukan dengan membangkitkan motivasi dan minat peserta pelatihan untuk belajar, merangsang dan menggugah rasa ingin tahu peserta, menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka dan menyenangkan agar peserta merasa tertarik dengan situasi pelatihan.

 

2. Tahap Penyajian

Tahap penyajian merupakan langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan sebelumnya. Seorang pelatih, pendidik atau tutor harus memikirkan bagaimana agar materi pelatihan dapat dengan mudah diterima dan dipahami oleh peserta pelatihan.

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah penyajian ini, seperti penggunaan bahasa, intonasi suara, kontak mata dengan peserta pelatihan serta menyisipkan candaan yang menyegarkan.

 

3. Korelasi

Korelasi yang dimaksud dalam model pembelajaran ekspositori adalah menghubungkan materi pelatihan dengan pengalaman peserta atau hal-hal yang memungkinkan peserta latihan dapat memahami keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang mereka miliki.

Langkah ini bertujuan untuk memberikan makna terhadap materi pelatihan.

 

4. Menyimpulkan

Setelah melaksanakan tahapan korelasi, langkah selanjutnya adalah menyimpulkan. Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti dari materi pelatihan yang telah disampaikan.

Dalam model pembelajaran ekspositori, tahap menyimpulkan adalah salah satu tahapan yang penting, karena melalui tahapan ini, peserta dapat mengambil inti sari dari proses pelatihan.

 

5. Mengaplikasikan

Selanjutnya tahapan terakhir adalah mengaplikasikan. Melalui langkah ini pemateri dapat mengumpulkan ingormasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelatihan oleh peserta.

Hal yang dilakukan pada tahapan ini biasanya adalah pemberian tugas yang relevan dengan materi pelatihan atau pemberian tes yang sesuai dengan materi pelatihan.

 

Keunggulan Strategi Pembelajaran Ekspositori

Terdapat beberapa keunggulan dari strategi pembelajaran ekspositori yang didapat dibandingkan dengan strategi pembelajaran lainnya, yaitu sebagai berikut:

1. Pemateri dapat mengontrol urutan dan keluasan materi pelatihan, dengan demikian pemateri dapat mengetahui sejauh mana penguasaan peserta pelatihan terhadap bahan ajar yang disampaikan.

2. Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif jika materi pelajaran yang harus dikuasai peserta cukup luas, sementara waktu yang dimiliki dalam melaksanakan pelatihan terbatas.

3. Melalui strategi pembelajaran ekspositori selain peserta dapat mendengar melalui penuturan tentang suatu materi pelatihan, peserta juga dapat melihat atau mengobservasi melalui pelaksanaan demonstrasi.

4. Strategi pembelajaran ekspositori dapat digunakan untuk jumlah peserta pelatihan dan ukuran kelas yang besar.

 

Kelemahan Strategi Pembelajaran Ekspositori

Di samping keunggulan yang bisa didapat, strategi pembelajaran ekspositori memiliki beberapa kelemahan yang sebaiknya Anda pahami, yaitu sebagai berikut:

1. Strategi pembelajaran ekspositori hanya mungkin dapat dilakukan terhadap peserta pelatihan yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik, untuk peserta pelatihan yang memiliki kemampuan belajar lainnya diperlukan untuk menggunakan strategi lain yang menyesuaikan dengan kemampuan belajarnya.

2. Strategi pembelajaran ekspositori tidak dapat melayani perbedaan setiap individu, seperti perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat, dan bakat, serta perbedaan gaya belajar.

3. Strategi pembelajaran ekspositori lebih banyak diberikan melalui ceramah. Maka akan terasa lebih sulit untuk mengembangkan kemampuan peserta pelatihan dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis.

4. Keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori sangat tergantung kepada apa yang dimiliki pendidik, tutor atau pemateri seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme, motivasi dan berbagai kemampuan seperti kemampuan berkomunikasi dan kemampuan mengelola kelas. Tanpa hal-hal tersebut, proses pelatihan akan sulit mencapai keberhasilan.

Jika Anda ingin karyawan lebih terampil dalam menghadapi masalah di dunia nyata, maka tingkatkan kompetensi mereka.

Salah satu cara meningkatkan kompetensi mereka adalah menggunakan fasilitas yang terdapat di Ruang Kerja dari Ruangguru for Business. Investasikan karyawan untuk masa depan perusahaan yang lebih gemilang!

[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB

Referensi:

Kaif, Sitti Hermayanti, Fajrianti, Satriani. 2022. Strategi Pembelajaran (Macam-Macam strategi Pembelajaran yang Dapat Diterapkan Guru). Surabaya. Innofast Publishing.

Muhammad Azka Rais