Skillset ini Penting Dikuasai untuk Meningkatkan Karier Anda, Apa Saja Itu?

Devi Lianovanda Jun 3, 2021 • 5 min read


header-meningkatkan-karir-dengan-soft-skill

Artikel ini membahas 5 soft skill yang perlu Anda kembangkan untuk meningkatkan karir.

--

Setiap orang ingin memiliki jenjang karir yang terus meningkat. Untuk mencapai jenjang karir yang baik, kecerdasan intelektual seperti nilai akademik saja tidak cukup. Anda harus memiliki skill set agar dapat bekerja dengan baik.

Skill set adalah kumpulan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda tergantung minat, bakat, dan pekerjaan. Skill set biasanya terdiri dari hard skill dan soft skill.

Misalnya, skill set seorang UX Writer adalah menulis micro copy, komunikasi, berpikir kreatif dan kolaborasi. Skill set dari seorang UX Writer tersebut merupakan gabungan dari hard skill dan soft skill.

Hard skill diperlukan untuk melakukan pekerjaan yang spesifik. Biasanya menjadi syarat minimum seseorang untuk dapat diterima bekerja. Sedangkan soft skill diperlukan untuk jenis pekerjaan apapun.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Soft Skill Penting untuk Keberhasilan Bisnis

Dilansir dari SHRM, sebanyak 46% karyawan baru gagal dalam kurun waktu 18 bulan, dan 89% penyebab gagal tersebut adalah kurangnya soft skill. Hard skill membantu Anda mendapatkan pekerjaan, namun soft skill membantu Anda untuk bertahan dan berkembang.

tahukah-anda-report-icims

Soft skill juga memberi kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan promosi. Berdasarkan laporan dari iCIMS Hiring Insights, 94% perekrut profesional percaya bahwa karyawan dengan soft skill yang kuat memiliki peluang lebih besar untuk dipromosikan daripada karyawan dengan pengalaman bertahun-tahun namun soft skill-nya kurang.

Apabila Anda ingin meningkatkan peluang sukses dalam berkarir dan mendapat promosi, berikut adalah beberapa soft skill yang perlu Anda tingkatkan: 

1. Kemampuan komunikasi

Pekerjaan apapun pasti memerlukan komunikasi. Meskipun karyawan bekerja secara individu, komunikasi tetap diperlukan. 

Misalnya, seorang UX writer, menulis copy untuk aplikasi dapat dilakukan sendiri. Namun, proses di balik menentukan copy yang tepat, seorang UX writer harus bekerjasama dengan tim produk, desain, dan marketing untuk mengetahui masalah, mengenal produk dan konsumen sehingga dapat membuat teks yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan konsumen.

Komunikasi yang baik membuat informasi, gagasan, masalah, dan koordinasi terlaksana dengan baik dan mengurangi kesalahpahaman atau konflik.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Society for Human Resource Management (SHRM) kepada 400 perusahaan menunjukkan hasil, komunikasi antar karyawan yang buruk dapat mengakibatkan kerugian sebesar 899 juta rupiah per-tahun.

Skill komunikasi yang dapat ditingkatkan untuk menunjang pekerjaan antara lain presentasi, negosiasi, public speaking, komunikasi tertulis seperti surat menyurat, dan mendengarkan.

2. Problem solving

Masalah adalah hal yang tak terhindarkan. Dalam kehidupan personal atau profesional, masalah selalu ada. Mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Karena itu, kemampuan memecahkan masalah harus dimiliki. Pemecahan masalah didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami situasi secara mendalam, menemukan dasar masalah, dan menyelesaikannya.

Ketika menghadapi masalah, tidak semua karyawan bisa menjadi problem solver. Dengan meningkatkan skill ini, Anda menjadi lebih menonjol daripada karyawan lainnya. Selain itu, dengan menjadi problem solver yang baik, Anda akan lebih diandalkan oleh perusahaan.

3. Mudah beradaptasi

Perubahan selalu terjadi dan tidak dapat dihindari. Dalam pekerjaan ada banyak perubahan, mulai dari perubahan tren, perubahan teknologi, perubahan kebijakan atau perubahan struktur. Tidak sedikit karyawan merasa stres akibat adanya perubahan. Berdasarkan survei yang dilakukan American Psychological Association (APA) kepada 1500 pekerja di Amerika,  sebanyak 55% pekerja mengalami stres kronis setelah mengalami perubahan.

5-soft-skill

Stres dapat mengganggu kehidupan personal dan profesional. Untuk itu, kemampuan adaptasi penting untuk Anda kembangkan. Dapat beradaptasi berarti mampu merespons dan menyesuaikan perubahan dengan cepat. Belajar menghadapi perubahan dapat menurunkan risiko stres dan depresi. Selain itu, Anda tetap dapat menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan dengan baik.

4. Manajemen waktu

Dalam satu hari, setiap orang memiliki waktu 24 jam. Tapi, ada karyawan yang bisa menyelesaikan banyak hal, tapi ada juga yang merasa 24 jam kurang bahkan hanya untuk menyelesaikan pekerjaan.

Manajemen waktu yang baik berbanding lurus dengan produktivitas kerja. Karyawan yang bekerja dengan waktu yang terstruktur dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan kualitas yang baik. Sebaliknya, manajemen waktu yang buruk membuat karyawan menyelesaikan pekerjaan tidak tepat waktu, karena tidak dapat mengukur berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu pekerjaan. 

Salah satu cara meningkatkan manajemen waktu dengan menggunakan time blocking. Cara ini membagi satu hari menjadi beberapa blok kecil. Tiap blok diatur untuk menyelesaikan satu pekerjaan spesifik. Anda dapat mengatur pembagian waktu dengan menggunakan skala prioritas.

5. Kepemimpinan (leadership)

Anda mungkin tidak berperan sebagai pemimpin di perusahaan tempat Anda bekerja. Tapi, kepemimpinan tidak hanya harus dimiliki oleh ketua, manajer, supervisor, atau CEO. Setiap orang harus memiliki skill ini. Karena, setiap orang adalah pemimpin, minimal mampu memimpin diri sendiri. 

Memimpin diri sendiri sama seperti manajemen diri. Terdapat 7 cara menjaga manajemen diri menurut John Maxwell dalam bukunya yang berjudul “The 360 Degree Leader”. Yaitu, manajemen waktu, emosi, prioritas, energi, pemikiran, kata-kata, dan kehidupan personal. Ketika Anda berhasil menguasai 7 kunci ini untuk memimpin diri sendiri, Anda juga dapat menerapkannya ketika memimpin orang lain untuk mencapai tujuan tim.

 

Itulah 5 soft skill yang dapat Anda tingkatkan untuk mengembangkan karir Anda. Ada beberapa cara untuk meningkatkan soft skill, seperti mengikuti kursus, belajar dari mentor, atau mengikuti pelatihan perusahaan.

Pelatihan Karyawan ruangkerja

Referensi: 

Loretto, Penny. 2019. 'The Top 12 Soft Skills Employers Seek' [daring]. Tautan: https://www.thebalancecareers.com/top-soft-skills-employers-seek-1986632 (Diakses pada: 31 Mei 2021)

Indeed. 2020. 'How To Develop Your Skill Set to Advance Your Career' [daring]. Tautan: https://www.indeed.com/career-advice/career-development/how-to-develop-your-skill-set (Diakses pada: 31 Mei 2021)

Freifeld, Lorri. 2016. 'Everybody is a Leader' [daring]. Tautan: https://trainingmag.com/everybody-is-a-leader/ (Diakses pada: 01 Juni 2021)

Ramanathan, Shyam. 2017. '7 Ways to Lead Yourself Exceptionally Well' [daring]. Tautan: https://www.linkedin.com/pulse/7-ways-lead-yourself-exceptionally-well-shyam/ (Diakses pada: 01 Juni 2021)

Beri Komentar