Mengenal Struktur Organisasi Perusahaan dan 9 Contohnya

struktur organisasi perusahaan

Struktur organisasi adalah bagian fundamental dalam perusahaan. Lalu seperti apa struktur organisasi perusahaan yang ideal di lingkungan kerja?

Sebagai sebuah cetak biru (blueprint) tentang bagaimana perusahaan dijalankan dan bagaimana informasi diteruskan dalam organisasi, struktur organisasi perusahaan menjadi salah satu komponen perusahaan paling penting, terutama dalam membangun organisasi dan menjalankan operasional perusahaan.

Ada beragam struktur organisasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Masing-masing jenis struktur organisasi perusahaan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Struktur organisasi perusahaan pun memiliki beragam manfaat bagi kinerja dan alur kerja sebuah organisasi.

 

Pengertian Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi adalah sistem yang digunakan untuk mendefinisikan hierarki dalam sebuah organisasi dengan tujuan menetapkan cara sebuah organisasi dapat beroperasi, dan membantu organisasi tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan di masa depan.

Dikutip dari HubSpot, struktur organisasi adalah diagram visual perusahaan yang menggambarkan apa yang dilakukan karyawan, kepada siapa mereka melapor, dan bagaimana keputusan dibuat di seluruh bisnis.

Struktur organisasi dapat menampilkan fungsi, menunjukkan tugas untuk dilakukan, pasar, produk, geografi, atau proses sebagai panduan mereka, dan melayani bisnis dengan ukuran dan industri tertentu.

Dari pengertian itu sendiri, struktur organisasi perusahaan adalah susunan organisasi yang dibentuk dalam pembagian tugas atau peran perorangan berdasarkan dari masing-masing jabatannya di perusahaan.

Struktur organisasi perusahaan dibentuk dalam susunan bagan atau garis hierarki yang berisi deskripsi dari masing-masing bagian atau departemen di perusahaan.

Struktur organisasi membantu seseorang dalam menentukan hierarki kepemimpinan dan aliran informasi perusahaan.

Intinya, pengertian dari struktur organisasi adalah sekelompok aturan, peran, hubungan, dan tanggung jawab yang menguraikan bagaimana aktivitas perusahaan diarahkan untuk mencapai tujuannya.

Oleh karena itu, sangat penting setiap perusahaan memiliki struktur organisasi, sehingga setiap orangnya dapat menjalankan fungsinya masing-masing demi mencapai tujuan perusahaan.

Jabatan di setiap struktur organisasi perusahaan perlu diisi oleh talenta-talenta yang berkualitas. Segera upgrade kualitas karyawan Anda bersama ruangkerja dari Ruangguru for Business. Konsultasi Gratis dan bentuk tim hebat Anda sekarang!

[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB

 

Fungsi Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi memiliki fungsi yang penting, khususnya bagi pemimpin. Pada umumnya mencakup tiga hal fungsi struktur organisasi, yakni:

 

1. Rantai Komando (Chain of Command)

Struktur organisasi membantu pemimpin dalam melakukan penentuan tugas kepada karyawannya. Struktur organisasi memungkinkan pemimpin untuk menentukan berapa banyak karyawan yang harus dimiliki sebuah departemen atau lini bisnis tertentu.

 

2. Memberi Kendali Terhadap Tugas (Span of Control)

Pemimpin dapat memberikan arahan maupun perintah terkait ketugasan. Pemimpin juga dapat menentukan siapa yang berhak mendapatkan promosi atau kenaikan pangkat. Selain itu, pemimpin bisa memegang kontrol terkait tugas dan kewenangan sebuah posisi.

Penting dalam sebuah perusahaan untuk memiliki pemimpin yang mampu memberi kendali atas perusahaannya, yang mampu dalam melakukan pengawasan, pandai dalam melakukan sebuah pekerjaan dengan baik, serta mengkoordinasikan kedudukan dan menentukan tugas yang diberikan kepada karyawan.

 

3. Penentuan Pengambilan Keputusan (Centralization)

Dalam organisasi memerlukan adanya sistem terarah yang berguna untuk memudahkan pengambilan keputusan. Setelah menetapkan rantai komando, pemimpin harus mempertimbangkan orang dan departemen mana yang memiliki suara dalam setiap keputusan.

Sebuah bisnis dapat condong ke arah terpusat, di mana keputusan akhir dibuat hanya oleh satu atau dua orang. Sebaliknya, ada pula yang menerapkan desentralisasi di mana keputusan akhir dibuat dalam tim atau departemen yang bertanggung jawab untuk melaksanakan keputusan tersebut.

Dengan begitu, penting bagi sebuah perusahaan untuk memiliki struktur perusahaan.

Baca Juga: Teori Kepemimpinan, Pengertian dan Masing-Masing Jenisnya!

 

Manfaat Struktur Organisasi Perusahaan

Fungsi dan manfaat struktur organisasi perusahaan secara garis besar mencakup beberapa hal di antaranya:

struktur organisasi perusahaan

1. Memperjelas hubungan kerja antar tim atau departemen atau bagian di perusahaan

Struktur organisasi berisi diagram atau skema yang memperjelas hubungan kerja dari masing-masing bagian atau departemen. Sehingga masing-masing bagian tidak memiliki tugas yang tumpang tindih, tapi justru menciptakan kolaborasi antartim.

 

2. Memberikan deskripsi terkait tugas dan peran setiap karyawan di perusahaan

Struktur organisasi perusahaan mempermudah pemimpin untuk memberikan tugas dan peran individu dalam tim atau perusahaan.

 

3. Menegaskan penjelasan terkait tugas pokok dan fungsi masing-masing karyawan

Tak kalah penting, struktur organisasi dapat menjelaskan job description dari karyawan secara terperinci.

 

4. Struktur organisasi membantu perusahaan untuk menempatkan individu-individu yang berpotensi dan memiliki kompeten sesuai dengan bidang serta keahliannya

Setiap individu dalam sebuah perusahaan, dalam hal ini adalah karyawan, tentu harus memiliki peran dan tanggung jawab yang harus dikerjakan.

 

Jenis Struktur Organisasi Perusahaan dan Contohnya

struktur organisasi perusahaan

Foto: Hubspot.com

Struktur organisasi terbagi dalam beberapa jenis. Secara umum struktur organisasi memiliki dua jenis, yakni struktur mekanistik dan organik. Setiap jenis memiliki bagan dengan hierarki yang berbeda. Adapun contoh bagan struktur organisasi lebih jelas sebagai berikut:

 

1. Mechanistis structure atau struktur mekanistik

Struktur mekanistik dikenal pula sebagai struktur birokrasi. Struktur birokrasi ini adalah jenis struktur yang dikenal memiliki rentang kendali yang sempit dengan adanya sentralisasi, spesialisasi, dan bersifat formal.

Struktur mekanistik ini terbilang cukup kaku dalam menjalankan tugas dan perannya. Setiap keputusan yang diambil memerlukan izin dari pimpinan tertentu. Struktur mekanistik memiliki hierarki yang menunjukkan semakin tinggi posisi, semakin memiliki kekuasaan besar dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Struktur organisasi ini jauh lebih formal daripada struktur organik. Pasalnya struktur mekanistik menggunakan standar dan praktik khusus untuk mengatur setiap keputusan yang dibuat bisnis.

Memang model ini membuat staf lebih bertanggung jawab atas pekerjaan mereka, tetapi model ini dapat menjadi penghalang bagi kreativitas yang dibutuhkan organisasi untuk mengikuti perubahan yang cepat.

Meskipun struktur mekanistik terdengar menakutkan dan tidak fleksibel, rantai komando, baik panjang atau pendek, selalu jelas dengan model bagan struktur mekanistik.

Seiring pertumbuhan perusahaan, company perlu memastikan semua orang (dan setiap tim) mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. Tim yang berkolaborasi dengan tim lain sesuai kebutuhan dapat membantu perusahaan.

 

2. Organic structure (struktur organik)

Jika bagan struktur mekanistik mewakili pendekatan tradisional dari atas ke bawah, berbeda dengan struktur organik yang justru mewakili pendekatan yang lebih kolaboratif dan fleksibel.

Struktur organisasi ini jauh lebih formal daripada mekanistik, dan mengambil sedikit pendekatan ad-hoc untuk kebutuhan bisnis. Hal ini terkadang dapat membuat rantai komando, baik panjang atau pendek, sulit untuk diuraikan.

Sebagai hasilnya, para pemimpin mungkin memberikan lampu hijau kepada proyek-proyek tertentu lebih cepat tetapi menyebabkan kebingungan dalam pembagian kerja proyek.

Fleksibilitas kemungkinan muncul dalam struktur organik dan membantu bisnis yang menavigasi industri yang bergerak cepat. Struktur organik mengedepankan pada pemberdayaan karyawan di mana karyawan diberi kebebasan untuk mencoba hal-hal baru dan berkembang sebagai profesional.

Baca Juga: Memahami Strategi Kepemimpinan dalam Bisnis di Era VUCA

 

9 Tipe Struktur Organisasi Perusahaan

Dalam menentukan tipe struktur organisasi, perusahaan bergantung pada ukuran bisnis dan tujuannya. Struktur organisasi perusahaan akan bervariasi. Setiap jenis struktur organisasi memiliki kelebihan dan kekurangan, namun, ada manfaat umum untuk membangun struktur organisasi yang jelas.

Struktur organisasi ini membantu karyawan memahami peran dalam perusahaan. Setiap struktur memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus Anda pertimbangkan ketika memilih satu untuk perusahaan Anda.

Adapun tipe-tipe struktur organisasi sebagai berikut:

 

1. Functional organizational structure atau struktur organisasi fungsional

struktur organisasi perusahaan

Foto: Hubspot.com

Struktur organisasi fungsional adalah salah satu jenis struktur organisasi yang paling sering dijumpai di mana pembagian struktur berdasarkan fungsi pekerjaan umum. Struktur organisasi fungsional beroperasi melalui manajemen sehingga komunikasi terjalin secara lebih baik.

Organisasi dengan struktur organisasi fungsional akan mengelompokkan beberapa departemen secara umum meliputi departemen pemasaran, departemen penyedia layanan, dan departemen internal atau developer.

Struktur organisasi fungsional memungkinkan adanya spesialisasi tingkat tinggi bagi karyawan. Struktur ini bersifat mekanistik yang berpotensi menghambat pertumbuhan karyawan.

Kendati demikian, perusahaan bisa meletakkan strategi di mana menempatkan staf di departemen berbasis keterampilan untuk menggali jauh bidang apa yang dikuasai.

Kekurangan dari struktur organisasi fungsional adalah bisa memunculkan menciptakan hambatan antardepartemen yang dapat membatasi pengetahuan dan komunikasi dengan departemen lain. Di samping itu ada banyak keuntungan dari struktur organisasi fungsional.

Keuntungan dari struktur organisasi fungsional antara lain meningkatkan efisiensi, memberikan stabilitas, dan meningkatkan akuntabilitas. Hal tersebut memungkinkan karyawan yang memiliki keterampilan dan pengetahuan dapat fokus pada tugas masing-masing.

Contoh struktur organisasi fungsional biasanya ada di perusahaan yang memiliki banyak departemen atau bagian. Dalam perusahaan yang menggunakan struktur organisasi fungsional terbilang jarang mengalami perubahan, sehingga karyawan departemen dapat secara konsisten mengerjakan tugas serupa dan mengasah keterampilannya.

 

2. Product-based divisional structure atau struktur divisi berbasis produk

struktur organisasi perusahaan

Foto: Hubspot.com

Struktur divisi berbasis produk terdiri atas beberapa struktur fungsional yang lebih kecil. Setiap bagian dalam struktur divisi dapat memiliki tim pemasaran, tim penjualan sendiri. Dalam hal ini struktur divisi berbasis produk memiliki produknya masing-masing.

Jenis struktur ini ideal untuk organisasi yang memiliki banyak produk sehingga dapat mempersingkat siklus pengembangan produk. Hal ini memungkinkan usaha kecil untuk pergi ke pasar dengan penawaran baru dengan cepat.

Kekurangan dari struktur divisi berbasis produk adalah tim yang terbentuk akan mudah berubah lantaran organisasi berusaha untuk mengembangkan penawaran baru.

Keuntungan struktur divisi berbasis produk adalah perusahaan dan karyawannya dapat merasakan manfaat. Jika satu divisi berkinerja buruk, hal tersebut tidak membuat seluruh organisasi bernilai buruk. Penyebabnya karena ada pemisahan divisi.

Jika produk dari divisi A dapat berkembang, belum tentu divisi lain bisa berkembang. Masing-masing divisi memiliki progresnya dan sistem ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi risiko gagal.

 

3. Market-based divisional structure atau struktur divisi berbasis pasar

struktur organisasi perusahaan

Foto: Hubspot.com

Struktur organisasi divisi berbasis pasar adalah divisi organisasi didasarkan pada perkembangan pasar, industri, atau jenis pelanggan. Struktur berbasis pasar sangat ideal untuk organisasi atau perusahaan yang memiliki produk atau layanan dengan target pasar tertentu.

Struktur organisasi divisi berbasis pasar ini akan sangat efektif jika organisasi memiliki pengetahuan lanjutan tentang segmen tersebut. Struktur organisasi ini juga membuat bisnis selalu menyadari perubahan permintaan di antara segmen audiens yang berbeda.

Kekurangan dari struktur organisasi divisi berbasis pasar dapat menyebabkan terjadinya sistem yang tidak kompatibel. Tiap divisi kurang bisa mengembangkan kreativitas dan justru saling menduplikasi.

Sementara itu, kelebihan dari struktur organisasi divisi berbasis pasar dapat berfokus pada segmen pasar tertentu. Sistem ini memberikan otonomi kepada setiap divisi.

Masing-masing divisi bekerja secara terpisah sehingga memungkinkan karyawan untuk bekerja secara mandiri dan fokus pada kebutuhan industri khusus mereka.

 

4. Geographical divisional structure atau struktur divisi berdasarkan geografis

struktur organisasi perusahaan

Foto: Hubspot.com

Struktur divisi geografis adalah tipe struktur paling cocok untuk organisasi yang memiliki banyak cabang di beberapa daerah. Struktur ini biasanya digunakan untuk perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman.

Struktur organisasi divisi geografis ini mampu menyatukan bentuk keahlian bisnis sehingga memungkinkan membuat keputusan dari sudut pandang yang lebih beragam.

Kelemahan utama dari struktur organisasi geografis ada saat pengambilan keputusan yang terdesentralisasi. Keputusan divisi tiap daerah berbeda-beda dan cenderung memunculkan persaingan antardaerah.

Sementara keuntungan struktur divisi geografis adalah memungkinkan perusahaan mendapatkan keuntungan dari melayani pelanggan tertentu. Berdasarkan perbedaan bahasa, budaya, dan adat istiadat, perusahaan tidak dapat selalu mengharapkan operasi yang sama untuk bekerja di lokasi yang berbeda.

Tidak hanya memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan pendekatan mereka berdasarkan geografi, tetapi juga memungkinkan divisi untuk bereaksi dengan cepat dan efisien terhadap setiap perubahan pasar geografis.

 

5. Process-based structure atau struktur organisasi berbasis proses

struktur organisasi perusahaan

Foto: Hubspot.com

Struktur organisasi berbasis proses sangat ideal untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam bisnis. Struktur organisasi ini sangat disarankan untuk perusahaan yang memiliki lini bisnis dengan perkembangan yang pesat.

Kekurangan dari struktur organisasi berbasis proses adalah dapat menimbulkan jarak antara atau penghalang antara kelompok proses yang berbeda. Hal ini menyebabkan masalah dalam berkomunikasi dan menyerahkan pekerjaan kepada tim dan karyawan lain.

Kelebihan struktur organisasi berbasis proses di antaranya struktur organisasi ini sangat adaptif. Selain itu, struktur organisasi ini bisa membuat perusahaan lebih efisien dan efektif.

Contohnya jika divisi A tidak bisa menyelesaikan sebuah proses, maka akan diambil divisi lainnya. Ada perubahan divisi yang adaptif.

 

6. Matrix structure atau struktur organisasi berbasis matriks

struktur organisasi perusahaan

Foto: Hubspot.com

Daya tarik utama dari struktur matriks adalah dapat memberikan fleksibilitas dan pengambilan keputusan. Struktur matriks memiliki karakteristik, yakni memiliki dua rantai komando. Memiliki satu proyek yang diawasi oleh lebih dari satu lini bisnis juga menciptakan peluang untuk berbagi sumberdaya dan saling terbuka dalam komunikasi.

Kekurangan dari struktur organisasi matriks adalah kompleksitas. Dalam pengambilan keputusan akan ada banyak ‘lapisan’ persetujuan yang harus dilalui karyawan. Sering kali membuat karyawan kebingungan karena ada dua komando.

Meski begitu, struktur organisasi matriks memiliki kelebihan, yakni mampu mendorong kolaborasi dan komunikasi. Jalur komunikasi terjalin secara terbuka dan memungkinkan karyawan untuk mengembangkan keterampilan baru dari bekerja dengan departemen yang berbeda.

 

7. Circular structure atau struktur melingkar (sirkular)

struktur organisasi perusahaan

Foto: Hubspot.com

Sama seperti namanya, struktur melingkar ini memiliki bagan berbentuk lingkaran. Struktur organisasi perusahaan yang ini berbeda dengan struktur lainnya.

Struktur melingkar memiliki karakteristik, yakni struktur masih bergantung pada hierarki. Karyawan dengan posisi atau jabatan lebih tinggi menempati lingkaran dalam, diikuti lapisan lingkaran yang terdiri dari karyawan atau anak buahnya.

Para pemimpin atau eksekutif dalam struktur organisasi sirkular tidak dilihat sebagai orang yang duduk di atas organisasi yang mengirimkan arahan ke bawah rantai komando. Sebaliknya, mereka berada di pusat organisasi, menyebarkan visi mereka ke luar.

Jika struktur organisasi tradisional menunjukkan departemen atau divisi berbeda yang terdiri dari individu dengan peran masing-masing, struktur melingkar menggambarkan semua divisi sebagai bagian dari keseluruhan yang sama.

Kekurangan dari struktur organisasi sirkular adalah dapat mempersulit karyawan untuk mengetahui kepada siapa mereka melapor dan bagaimana mereka dimaksudkan untuk menyesuaikan diri dengan organisasi.

Sementara kelebihan dari struktur organisasi sirkular adalah sering dianggap alternatif dari hierarki struktur organisasi tradisional yang sifatnya top-down atau pekerjaan merupakan limpahan dari pimpinan diturunkan ke tim dan seterusnya.

Struktur organisasi sirkular justru mengikuti arus keluar dan berkontribusi pada arus informasi yang bebas di seluruh bisnis. Manfaatnya bisa menjaga semua karyawan selaras dengan proses dan tujuan perusahaan dan mendorong karyawan untuk berkolaborasi antardepartemen.

 

8. Flat structure atau struktur organisasi datar

struktur organisasi perusahaan

Foto: lucidchart.com/pages/templates/flat-org-chart-example

Struktur datar adalah struktur organisasi yang terdesentralisasi di mana hampir semua karyawan memiliki kekuasaan yang sama. Posisi eksekutif mungkin hanya memiliki otoritas sedikit daripada karyawan, seperti yang terlihat dalam template struktur datar ini.

Struktur organisasi ini umum di perusahaan rintisan yang mengambil pendekatan modern untuk bekerja atau belum memiliki cukup karyawan untuk dibagi menjadi beberapa departemen.

Kekurangan dari struktur organisasi datar di antaranya karyawan kurang mendapat pengawasan dan memungkinkan adanya kebingungan terkait prosedur pelaporan. Selain itu, karyawan kurang bisa mengembangkan kemampuannya.

Sementara berikut beberapa keuntungan dari struktur datar, yakni:

  1. Karyawan memiliki lebih banyak tanggung jawab dan kemandirian
  2. Meningkatkan komunikasi dan interaksi di antara karyawan
  3. Lebih cepat menerapkan praktik atau ide baru, dengan risiko kesalahan yang lebih kecil

 

9. Network structure atau struktur organisasi jaringan

struktur organisasi perusahaan

Foto: creately.com/diagram/example/jgq69t2z1/network-organizational-chart

Struktur jaringan sangat cocok untuk perusahaan berskala besar bahkan internasional. Pasalnya struktur organisasi jaringan mengatur tidak hanya hubungan antardepartemen di satu lokasi, tetapi hubungan di antara lokasi yang berbeda dan perusahaan pihak ketiga yang menerima tugas tertentu dialihdayakan.

Struktur jaringan ini menunjukkan betapa bergunanya struktur yang terdesentralisasi, terutama untuk memahami sumberdaya manusia yang dimiliki perusahaan.

Kelebihan dari struktur organisasi jaringan adalah mampu mendeskripsikan alur kerja bisnis besar, meningkatkan pemahaman tentang peran fungsional di antara karyawan di lokasi, karyawan di luar lokasi, pekerja lepas, dan pihak ketiga yang dialihdayakan.

Selain itu, struktur organisasi ini menekankan pada fleksibilitas dan mendorong komunikasi, kolaborasi, serta inovasi antarkaryawan.

Di balik kelebihan, ada pula kekurangan dari struktur organisasi jaringan. Struktur organisasi tersebut terbilang rumit. Sering kali memunculkan adanya ketidakjelasan tentang karyawan, departemen, atau kantor mana yang harus membuat keputusan akhir.

Beberapa jenis struktur organisasi bisa diaplikasikan menjadi struktur organisasi perusahaan kecil. Struktur organisasi garis tradisional terbilang sederhana tetapi kaku dan paling cocok untuk perusahaan kecil.

 

Contoh Jabatan pada Struktur Organisasi Perusahaan

Berikut ini beberapa contoh jabatan yang umum tertera dalam struktur organisasi perusahaan beserta dengan tugasnya:

 

1. Komisaris

Komisaris adalah pihak yang bertanggung jawab untuk memastikan perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan dan misinya. Mereka memantau kinerja direksi dan memastikan bahwa perusahaan memenuhi standar hukum dan regulasi yang sudah ditetapkan oleh berbagai stakeholder internal maupun eksternal.

 

2. Direktur Utama

Direktur Utama merupakan pemimpin senior perusahaan yang memimpin dan bertanggung jawab atas keseluruhan operasi perusahaan. Seseorang yang menjabat sebagai Direktur Utama akan membuat kebijakan dan memimpin tim untuk mencapai tujuan perusahaan.

 

3. Direktur Keuangan

Direktur Keuangan tentunya memiliki tanggung jawab dalam manajemen keuangan perusahaan, termasuk perencanaan, pengelolaan dan pelaporan keuangan. Finance manager harus memastikan bahwa perusahaan memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mencapai visi misi mereka.

 

4. Direktur Pemasaran

Direktur Pemasaran atau chief of marketing memiliki kuasa untuk perencanaan dan eksekusi strategi pemasaran agar perusahaan dapat mencapai target penjualan, serta bertanggung jawab agar company memiliki visibilitas dan pengakuan yang diperlukan di pasar.

 

5. Direktur Sumber Daya Manusia

Direktur Sumber Daya Manusia atau biasa juga disebut sebagai HR manager adalah seseorang yang bertugas untuk  mengelola program SDM, termasuk rekrutmen, pengembangan karir, dan pengelolaan kompensasi.

Baca Juga: Leader Wajib Tahu, Ini 6 Karakteristik Pemimpin yang Efektif

 

Faktor yang Memengaruhi Struktur Organisasi Perusahaan

Tahukah Anda? Struktur organisasi perusahaan dapat berubah karena pengaruh dari beberapa hal, yaitu:

 

1. Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan mempengaruhi struktur organisasi. Pasalnya, semakin besar ukuran perusahaan, maka perlu dibentuk tipe struktur organisasi yang lebih kompleks untuk mengatur pekerjaan dan hubungan antar bagian.

Struktur organisasi yang sederhana cenderung digunakan untuk perusahaan kecil, sedangkan perusahaan besar memerlukan tipe struktur organisasi yang lebih rumit.

 

2. Tujuan dan Strategi Perusahaan

Struktur organisasi yang berfokus pada efisiensi akan berbeda dengan struktur organisasi yang berfokus pada inovasi.

Misal, apabila sebuah company memutuskan untuk mengganti strategi mereka, biasanya akan berdampak pada susunan tim yang beroperasi. Entah karena adanya rotasi jabatan, pemutusan hubungan kerja, dan lain sebagainya.

 

3. Kultur dan Nilai Perusahaan

Perusahaan yang memiliki kultur dan nilai yang kuat akan memiliki struktur organisasi yang berbeda dibandingkan perusahaan yang memiliki kultur dan nilai yang lemah.

Artinya, perusahaan dengan kultur dan value yang tinggi tentu dapat memetakan struktur organisasi perusahaan yang diisi oleh bagian-bagian penting untuk mencapai goals mereka.

 

4. Lingkungan Eksternal

Lingkungan eksternal memengaruhi struktur organisasi perusahaan karena memberikan tekanan dan tuntutan bagi perusahaan untuk beradaptasi dan bertahan dalam kompetisi.

Faktor-faktor lingkungan eksternal seperti kondisi pasar, teknologi, dan kompetitor dapat mempengaruhi bagaimana perusahaan membangun dan mengelola sumber daya untuk mencapai tujuannya.

Perusahaan mungkin memodifikasi struktur organisasi mereka untuk memenuhi tuntutan lingkungan eksternal, seperti memperluas produk dan layanan, meningkatkan efisiensi, atau menyesuaikan strategi pasar.

Oleh karena itu, lingkungan eksternal dapat memiliki dampak besar pada bagaimana perusahaan membangun dan mengelola organisasi mereka.

 

Cara Membuat Struktur Organisasi Perusahaan

Membuat struktur organisasi perusahaan tidak hanya berarti menyusun nama dan jabatan ke dalam sebuah bagan. Lebih dari itu, struktur organisasi perlu menggambarkan bagaimana alur kerja, tanggung jawab, dan hubungan antarbagian berjalan di dalam perusahaan.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Tentukan Tujuan dan Kebutuhan Perusahaan

Langkah pertama adalah memahami tujuan perusahaan dan kebutuhan operasionalnya. Struktur organisasi untuk perusahaan kecil tentu berbeda dengan perusahaan besar yang memiliki banyak divisi, cabang, atau lini bisnis.

Misalnya, perusahaan rintisan mungkin membutuhkan struktur yang lebih sederhana dan fleksibel. Sementara itu, perusahaan manufaktur atau korporasi besar biasanya membutuhkan pembagian divisi yang lebih jelas, seperti produksi, keuangan, pemasaran, HR, operasional, dan legal.

Dengan memahami kebutuhan perusahaan, struktur yang dibuat akan lebih relevan dan tidak sekadar menjadi formalitas.

 

2. Identifikasi Fungsi dan Divisi Utama

Setelah mengetahui kebutuhan perusahaan, tentukan fungsi-fungsi utama yang harus ada. Beberapa divisi yang umum ditemukan dalam struktur organisasi perusahaan antara lain:

  • Direksi atau manajemen puncak
  • Human Resources atau HR
  • Finance dan accounting
  • Sales dan marketing
  • Operasional
  • Produksi
  • Customer service
  • IT atau teknologi
  • Legal dan compliance

 

Tidak semua perusahaan harus memiliki seluruh divisi tersebut. Perusahaan dapat menyesuaikannya dengan skala bisnis, industri, dan jumlah karyawan.

 

3. Tentukan Jabatan dan Tanggung Jawab

Setiap posisi dalam struktur organisasi harus memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas. Hal ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan atau kebingungan dalam pengambilan keputusan.

Misalnya, seorang manager marketing bertanggung jawab atas strategi pemasaran, campaign, dan pencapaian target awareness atau leads. Sementara itu, tim sales lebih fokus pada proses penjualan, negosiasi, dan pencapaian target revenue.

Semakin jelas pembagian tanggung jawab, semakin mudah perusahaan mengatur alur kerja dan mengevaluasi kinerja setiap bagian.

 

4. Susun Hierarki dan Alur Pelaporan

Langkah berikutnya adalah menentukan siapa melapor kepada siapa. Hierarki ini akan membantu memperjelas jalur koordinasi, pengambilan keputusan, dan eskalasi masalah.

Contohnya, staff HR melapor kepada HR manager, HR manager melapor kepada kepala divisi atau direktur terkait, lalu direktur melapor kepada CEO atau direktur utama.

Namun, perusahaan juga perlu memastikan bahwa struktur hierarki tidak terlalu panjang. Struktur yang terlalu berlapis dapat memperlambat komunikasi dan proses pengambilan keputusan.

 

5. Pilih Jenis Struktur Organisasi yang Sesuai

Setiap perusahaan bisa menggunakan jenis struktur organisasi yang berbeda. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan cara kerja dan kebutuhan bisnis.

Jika perusahaan ingin pembagian kerja yang jelas berdasarkan fungsi, struktur fungsional bisa menjadi pilihan. Jika perusahaan memiliki beberapa produk, wilayah, atau unit bisnis, struktur divisional mungkin lebih sesuai. Sementara itu, perusahaan yang sering menjalankan proyek lintas divisi dapat mempertimbangkan struktur matriks.

Memilih struktur yang tepat akan membantu perusahaan bekerja lebih efisien dan mudah beradaptasi dengan perubahan.

 

6. Buat Bagan Organisasi yang Mudah Dipahami

Setelah semua posisi, divisi, dan alur pelaporan ditentukan, buatlah bagan organisasi atau organizational chart. Bagan ini sebaiknya sederhana, rapi, dan mudah dibaca oleh seluruh karyawan.

Gunakan posisi tertinggi di bagian atas, lalu turunkan ke level manajemen, supervisor, hingga staff. Hindari memasukkan terlalu banyak detail dalam satu bagan agar tampilannya tidak membingungkan.

Jika perusahaan memiliki struktur yang kompleks, bagan dapat dibagi berdasarkan divisi atau unit bisnis.

 

7. Evaluasi dan Perbarui Secara Berkala

Struktur organisasi bukan dokumen yang dibuat sekali lalu dibiarkan begitu saja. Seiring pertumbuhan perusahaan, perubahan strategi, atau penambahan jumlah karyawan, struktur organisasi juga perlu diperbarui.

Evaluasi struktur secara berkala membantu perusahaan mengetahui apakah pembagian kerja masih efektif, apakah ada posisi yang perlu ditambahkan, atau apakah ada alur koordinasi yang perlu disederhanakan.

Dengan begitu, struktur organisasi dapat terus mendukung kebutuhan bisnis secara optimal.

 

FAQ Seputar Struktur Organisasi Perusahaan

Apa itu struktur organisasi perusahaan?

Struktur organisasi perusahaan adalah susunan yang menggambarkan pembagian tugas, jabatan, tanggung jawab, dan hubungan kerja antarbagian di dalam perusahaan. Struktur ini membantu setiap karyawan memahami perannya serta mengetahui kepada siapa mereka harus berkoordinasi atau melapor.

 

Mengapa struktur organisasi penting bagi perusahaan?

Struktur organisasi penting karena membantu perusahaan bekerja lebih terarah. Dengan struktur yang jelas, pembagian tugas menjadi lebih rapi, komunikasi lebih efektif, pengambilan keputusan lebih mudah, dan setiap karyawan dapat memahami tanggung jawabnya masing-masing.

 

Apa saja jenis struktur organisasi perusahaan?

Beberapa jenis struktur organisasi perusahaan yang umum digunakan adalah struktur fungsional, divisional, matriks, lini, lini dan staf, serta struktur organisasi berbasis tim atau proyek. Setiap jenis struktur memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

 

Bagaimana cara membuat struktur organisasi perusahaan yang baik?

Cara membuat struktur organisasi perusahaan yang baik dimulai dengan memahami kebutuhan bisnis, menentukan divisi utama, menetapkan jabatan dan tanggung jawab, menyusun alur pelaporan, memilih jenis struktur yang tepat, lalu membuat bagan organisasi yang mudah dipahami.

 

Apakah perusahaan kecil perlu memiliki struktur organisasi?

Ya, perusahaan kecil tetap perlu memiliki struktur organisasi, meskipun bentuknya sederhana. Struktur organisasi membantu pemilik bisnis dan karyawan memahami pembagian tugas, menghindari pekerjaan yang tumpang tindih, serta mempersiapkan perusahaan untuk berkembang lebih besar.

 

Kapan struktur organisasi perusahaan perlu diperbarui?

Struktur organisasi perlu diperbarui ketika perusahaan mengalami pertumbuhan, menambah divisi baru, membuka cabang, mengubah strategi bisnis, atau menemukan adanya ketidakefisienan dalam alur kerja. Evaluasi berkala penting agar struktur tetap relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Baca Juga: Strategi Membangun Personal Branding bagi Leader Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan memiliki peran penting dalam membantu bisnis berjalan lebih terarah, efisien, dan mudah dikelola. Dengan struktur yang jelas, setiap karyawan dapat memahami posisi, tanggung jawab, alur koordinasi, serta perannya dalam mendukung tujuan perusahaan.

Namun, struktur organisasi tidak cukup hanya dibuat dalam bentuk bagan. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa pembagian tugas, hierarki, dan alur komunikasi di dalamnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis. Itulah mengapa struktur organisasi perlu dievaluasi secara berkala, terutama ketika perusahaan mulai berkembang, menambah divisi, atau mengalami perubahan strategi.

Untuk mendukung pengelolaan organisasi yang lebih rapi, perusahaan juga membutuhkan sistem kerja yang terintegrasi. Dengan RuangKerja, perusahaan dapat mengelola data karyawan, absensi, cuti, payroll, hingga berbagai kebutuhan HR dalam satu platform. Hal ini membantu tim HR bekerja lebih efisien dan memastikan operasional perusahaan berjalan lebih tertata.

Berbagai perusahaan telah bergabung dengan Ruangkerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?

[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB

Referensi:

CFI Team. 2022. Best Organizational Structures for a Business [online]. Link: https://corporatefinanceinstitute.com/resources/knowledge/strategy/best-organizational-structures-for-a-business/ (Accessed: 18 July 2022)

Freedman, Max. 2022. Types of Organizational Structures to Consider for Your Business [online]. Link:https://www.businessnewsdaily.com/15798-types-of-organizational-structures.html Accessed: 18 July 2022)

Devaney, Erik. 2022. 9 Types of Organizational Structure Every Company Should Consider [online]. Link: https://blog.hubspot.com/marketing/team-structure-diagrams (Accessed: 18 July 2022)

Artikel ini telah diperbarui oleh Intan Aulia Husnunnisa pada tanggal 3 Februari 2023 dan oleh Jeffry Thurana pada tanggal 13 Juli 2023.

Vindiasari Yunizha