Mengenal Model Pembelajaran Discovery Learning

Vindiasari Yunizha Agu 8, 2022 • 9 min read


 

discovery learning

Metode Discovery Learning adalah pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk menemukan pengetahuan baru dari informasi yang telah dimilikinya.

--

Discovery learning menjadi salah satu metode pembelajaran yang dikenal untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, model discovery learning juga menjadi salah satu model pembelajaran yang diterapkan pemerintah Indonesia untuk mendapatkan inovasi pengembangan penilaian proyek secara lebih operasional.

Apa itu discovery learning?

Psikolog Jerome Bruner tahun 1961 menemukan konsep metode pembelajaran yang dikenal dengan model discovery learning. Temuannya menunjukkan bahwa Mmetode discovery learning memiliki tujuan agar siswa dalam proses belajar mampu mendapatkan pengetahuan baru secara mandiri. Meski metode belajar dan hasil belajar ini meningkatkan kemampuan mandiri pada peserta, situasi belajar dan kondisi belajar discovery learning tetap tak lepas dari bantuan instruktur dalam membantu peserta dan membimbing pesertanya.

Discovery Learning adalah metode pembelajaran yang menerapkan Inquiry-Based Instruction. Discovery learning adalah pembelajaran yang mendorong siswa untuk menyelidiki sendiri, menemukan dan membangun pengalaman dan pengetahuan masa lalu, menggunakan intuisi, imajinasi, dan kreativitas, dan mencari informasi baru untuk menemukan fakta, korelasi, dan kebenaran baru. Belajar tidak sama dengan menyerap apa yang dikatakan atau dibaca, tetapi secara aktif dalam belajar mencari jawaban dan solusi sendiri.

Dikutip dari laman serupa.id, discovery Learning adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk belajar mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis, sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku. Dalam kata lain, metode ini mendorong siswa untuk menemukan pengalaman, menjadi terlibat secara aktif dalam pembelajaran, mengalami proses belajar dengan mandiri atau aktif dengan menemukan sendiri karena pembelajarannya berpusat pada penemuan mereka sehingga dapat memaksimalkan potensi diri para peserta didik untuk mencari ilmu dan mengembangkan rasa keingintahuan.

Sementara menurut pakar pendidikan, Rusman, discovery learning adalah dukungan seorang individu atau kelompok untuk menemukan pengetahuannya sendiri berdasarkan dengan pengalaman yang didapatkannya.

Pengertian model discovery learning merujuk pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 adalah pembelajaran berbasis masalah bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian proyek berbasis model discovery learning yang layak digunakan dan sebagai salah satu inovasi pengembangan penilaian proyek secara lebih operasional.

Discovery learning dirancang dengan kegiatan eksperiensial dan interaktif. Eksperiensial memiliki arti instruktur mampu mengaktifkan pembelajar untuk membangun pengetahuan dan keterampilan serta nilai-nilai juga sikap melalui pengalamannya secara langsung.

Instruktur harus menggunakan cerita, permainan, alat bantu visual, dan teknik yang menarik untuk memancing rasa ingin tahu peserta. Selain itu, instruktur juga mengarahkan peserta didik dalam cara berpikir, bertindak, dan refleksi yang baru.

Teknik dalam penerapan model discovery learning bisa beragam, tetapi tujuannya selalu sama bagi peserta didik, yaitu untuk bisa mencapai hasil akhirnya melalui pengalaman langsung dan proses pembelajaran mandiri. Dengan mengeksplorasi dan memanipulasi situasi atau dengan melakukan eksperimen, peserta didik lebih mungkin untuk mengingat konsep dan pengetahuan baru pun diperoleh.

5 Prinsip pembelajaran discovery learning

Discovery learning mengintegrasikan lima prinsip dalam penerapannya antara lain:

1. Pemecahan masalah

Pelatih, instruktur atau guru akan membimbing dan memotivasi peserta untuk mencari solusi dengan menggabungkan informasi yang ada. Kemudian informasi tersebut disederhanakan. Langkah tersebut menjadi kekuatan pendorong agar bisa membuat para peserta didik harus menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar dan meningkatkan pengalaman kemandirian belajar mereka. Peserta pun terlatih dengan kegiatan seperti mencari solusi atau penyelidikan.

 

2. Manajemen belajar mengikuti siswa

Instruktur harus mengizinkan peserta untuk bekerja sendiri atau dengan orang lain. Dalam discovery learning, peserta belajar dengan kecepatan masing-masing. Adanya fleksibilitas dalam pembelajaran membuat belajar menyenangkan. Peserta tidak merasa stres atau tertekan harus mengikuti ritme orang lain.

3. Mengintegrasikan dan menghubungkan

Instruktur harus memiliki keterampilan untuk mengajar. Discovery learning sendiri adalah metode mengajar yang menekankan pada bagaimana instruktur dapat menggabungkan pengetahuan sebelum dan informasi baru yang dimiliki peserta. Kemudian memberi kesempatan kepada mereka untuk terhubung ke dunia nyata. Peserta terlatih untuk menghubungkan informasi yang dimilikinya dengan pengetahuan baru, atau teori belajar terhadap hasil belajar. Sehingga hal ini dapat membuat peserta didik untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan menemukan penyelesaian masalah secara mandiri.

4. Analisis dan intrepretasi informasi

Discovery learning berorientasi pada proses dan didasarkan pada asumsi bahwa pembelajaran bukan hanya sekumpulan fakta. Strategi pada pembelajaran ini menekankan bahwa peserta didik pada hakikatnya belajar untuk menganalisis dan menafsirkan informasi atau konsep yang diperoleh, daripada menghafal jawaban atau bahan ajar dari berbagai sumber.

5. Kegagalan dan umpan balik

Belajar tidak hanya terjadi ketika Anda menemukan jawaban yang benar. Peserta juga bisa belahar dari kegagalan. Discovery learning tidak berfokus pada menemukan hasil akhir yang tepat, tetapi hal-hal baru yang bisa ditemukan dalam prosesnya. Selanjutnya, instruktur berkewajiban untuk memberikan umpan balik atas informasi yang diperoleh selama pembelajaran.

 

Kelebihan dan kekurangan model discovery learning

Discovery learning memiliki keunggulan yang bisa dimaksimalkan dalam pembelajaran. Adapun kelebihan dari model discovery learning di antaranya:

  1. Mendorong partisipasi aktif dan motivasi peserta
  2. Pembelajaran sesuai dengan kapasitas dan kecepatan peserta didik
  3. Mengedepankan kemandirian dan kreativitas peserta
  4. Menekankan pembelajaran pada proses, bukan hasil

Sementara kekurangan dari model discovery learning ini memerlukan beberapa perhatian agar hal tersebut bisa dicegah di antaranya:

  1. Discovery learning membutuhkan kerangka pembelajaran yang solid. Dalam proses pembelajaran, peserta maupun instruktur akan dihadapkan pada kebingungan yang membuat semakin sulit mencari jawaban.
  2. Discovery learning membutuhkan alat praktik yang sering kali tidak tersedia. Keterbatasan alat praktik membuat pelaksanaan discovery learning terhambat.
  3. Instruktur perlu dipersiapkan dengan baik dan mengantisipasi pertanyaan yang mungkin mereka terima, dan mampu memberikan jawaban atau pedoman yang benar.
  4. Ada kritik menyebut bahwa proses dalam model discovery learning terlalu mementingkan proses pemahaman. Ada aspek lain yang kurang menjadi perhatian, yakni perkembangan sikap dan keterampilan siswa.

 

Sintaks discovery learning atau langkah-langkah discovery learning

Sintak discovery learning adalah pedoman dalam menentukan langkah-langkah penerapan discovery learning. Sintaks merupakan keseluruhan alur atau urutan kegiatan pembelajaran. Sintaks berisi petunjuk umum dalam menentukan jenis-jenis tindakan guru, urutannya, dan tugas-tugas untuk peserta didik.

Sintaks discovery learning dikenal sebagai langkah-langkah dalam model pembelajaran discovery learning. Adapun sintak discovery learning sebagai berikut:

discovery learning

1. Stimulus

Tahapan discovery learning dimulai dengan stimulus. Pada tahapan ini instruktur akan memberikan beberapa pertanyaan untuk memancing rasa penasaran dan ketertarikan peserta didik. Selain itu, instruktur memberikan anjuran untuk membaca buku dan kegiatan belajar lain yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.

2. Identifikasi masalah

Tahapan kedua adalah identifikasi masalah di mana instruktur memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi bahan pembelajaran. Selanjutnya peserta membuat hipotesis atau pertanyaan masalah yang sifatnya sementara pada awal pembelajaran.

3. Pengumpulan data

Hipotesis telah tersusun, maka peserta bisa mulai mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan untuk menjawab hipotesis.

4. Olah data

Data dan informasi telah terkumpul, maka peserta selanjutnya peserta mulai menganalisis dan mengolah data.

5. Pembuktian

Hasil dari pengolahan data kemudian dilakukan pengecekan dan pemeriksaan secara cermat. Lalu peserta bisa menghubungkan dengan hipotesis awal. Apakah hipotesis telah sesuai dengan data temuan? Atau sebaliknya, ditemukan jawaban lain.

6. Generalisasi

Tahapan terakhir adalah generalisasi. Peserta menarik kesimpulan dan bisa dijadikan prinsip umum pada semua kejadian atau masalah yang sama.

Jika ingin merencanakan bisnis dengan mumpuni, tak perlu khawatir. Kini RuangKerja telah memiliki pelatihan yang mendukung suksesnya penerapan discovery learning di perusahaan Anda. Karena RuangKerja dilengkapi dengan fitur-fitur berikut:

  1. Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.
  2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.
  3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.

Berbagai perusahaan telah bergabung dengan RuangKerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?

Pelatihan Karyawan ruangkerja

Referensi:

Pappas, Christoper. 2014. Instructional Design Models and Theories: The Discovery Learning Model [online]. Link: https://elearningindustry.com/discovery-learning-model (Accessed: 2 June 2022)

Pappas, Christoper. 2016. Following A Discovery Learning Approach To Instructional Design [online]. Link: https://elearningindustry.com/following-a-discovery-learning-approach-to-instructional-design (Accessed: 2 June 2022)

Pappas, Christoper. 2019. 6 Tips To Incorporate Discovery Learning Into Your eLearning Course Design [online]. Link: https://elearningindustry.com/incorporate-discovery-learning-elearning-course-design (Accessed: 2 June 2022)

Thabroni, Gamal. 2022. Model Pembelajaran Discovery Learning: Pembahasan Lengkap [online]. Link:https://serupa.id/discovery-learning/ (Accessed: 2 June 2022

Al-Amin, Muhammad Irfan. 2021. Mengenal Model Pembelajaran Aktif Discovery Learning [online]. Link: https://katadata.co.id/safrezi/berita/615ac8ecabdad/mengenal-model-pembelajaran-aktif-discovery-learning (Accessed: 2 June 2022)

Profile

Vindiasari Yunizha

A content writer who loves to learn new things.

Beri Komentar