Apa Itu Design Thinking? Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan

Vindiasari Yunizha Nov 24, 2021 • 7 min read


RK -  Apa Itu Design Thinking-01

foto: Pexels/fauxels

Penerapan design thinking yang diharapkan adalah solusi pembelajaran yang efektif selaras dengan kebutuhan bisnis dan pengembangan kapasitas.

Design thinking adalah salah satu pola pikir yang bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pola pikir ini berpusat pada ide dan inovasi dari manusia guna menciptakan pengalaman agar tujuan tercapai. Design thinking dikenal pula dengan Business of Experience (BX). Pasalnya, design thinking bisa menjadi jembatan antara kebutuhan bisnis dan pengembangan kapasitas. 

Hasil dari penerapan design thinking yang diharapkan adalah solusi pembelajaran yang efektif selaras dengan kebutuhan bisnis dan pengembangan kapasitas. Prinsip atau elemen dari design thinking ini mewujudkan dan menciptakan nilai-nilai baru dalam perusahaan. 

Dibandingkan mengeluarkan inovasi produk, perusahaan atau organisasi berupaya untuk melihat apa yang benar-benar dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah. Mencari solusi yang berpusat pada ide manusia kreatif adalah pokok penting dalam design thinking.  

Design thinking menjadi pokok bahasan yang tak boleh dilewatkan bagian pengembangan kapasitas manusia learning and development (L&D) dalam perusahaan. Tim L&D bisa menggunakan pola pemikiran desain (design thinking) untuk menemukan ide dan inovasi baru dari organisasinya. 

 Merujuk dari laporan Global Human Capital yang dipublikasikan Deloitte tahun 2016 berjudul 'Crafting the employee experience' disebutkan design thinking menjadi masalah penting yang dihadapi Human Resources dan Learning Development (L&D). Namun sebanyak 79 persen manajer SDM mengungkapkan bahwa banyak program pelatihan yang ketinggalan zaman. Mereka menyebut menempatkan karyawan sebagai pusat pertimbangan dapat membantu tim merancang L&D dengan efisiensi.

Design thinking adalah metodologi untuk mengembangkan inovasi bisnis dalam perusahaan. Design thinking adalah metode yang cukup populer diterapkan di perusahaan ternama khususnya di bidang teknologi. Terdapat lima elemen atau tahapan dalam menerapkan proses design thinking menurut Mosaic Background Stanford’s Design Thinking Process Strategic Analysis. 

5 Elemen Proses Design Thinking

RK -  Apa Itu Design Thinking-04

Stanford School of Design salah satu sekolahesain terbaik di Amerika Serikat dan tempat lahirnya teori design thinking. Profesor David Kelly, pendiri sekolah, membagi pemikiran desain menjadi lima tahap di antaranya

1. Empathize

Empathize atau empati merupakan tahapan awal dalam design thinking. Hal ini menekankan pada emosi pada perspektif pemikiran pengguna. Anda sebaiknya merasakan emosi dari sisi pengguna, kemudian memahami posisi dan perasaan pengguna. Dengan memahami psikologi orang, maka akan mudah memahami solusi dari permasalahan yang dihadapi. Solusi yang ada digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. 

Langkah nyata yang bisa dilakukan dalam tahapan empathize adalah memerhatikan umpan balik dari pengguna produk atau output yang dikembangkan. Kemudian konsultasikan hal tersebut dengan berbagai pihak ahli untuk memudahkan dan memecahkan masalah.

2. Define 

Mendefinisikan ulang (define) adalah tahapan kedua dari design thinking. Anda dihadapkan untuk mendefinisikan masalah dari informasi atau umpan balik yang terkumpul dari tahapan sebelumnya. Dalam hal ini, psikologi pengguna tetap ditekankan dan tuliskan masalah dalam satu atau dua kalimat singkat terkait masalah yang dihadapi.

3. Ideate

Pada tahapan ideate, Anda diajak untuk menentukan dan mencari solusi dari permasalahan yang ada. Proses brainstroming akan menghasilkan ide sebagai pemecahan masalah. Dalam proses menemukan solusi terdapat beberapa tools atau alat yang bisa digunakan misalnya menggunakan kerangka berpikir (mind mapping) hingga brainstroming.

4. Prototype 

Setelah brainstorming, Anda memiliki banyak solusi. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi solusi dan membuatnya dalam bentuk prototipe akhir. Prototype ini merupakan visualisasi dari bentuk nyata solusi.

5. Test

Tahapan terakhir adalah menguji prototype yang telah dibuat. Banyak orang menganggap pengujian sebagai langkah opsional, tetapi sebenarnya tidak. Umpan balik dari produk pengujian seringkali memungkinkan jadi bahan evaluasi dari solusi. Apakah mendapatkan dampak positif atau sebaliknya?

 

Manfaat yang dapat diperoleh dengan menerapkan design thinking dalam perusahaan di antaranya:

1. Pola pikir design thinking jadi jembatan tujuan bisnis dan pengembangan kapasitas karyawan. 

Bicara soal tujuan bisnis, pastinya mengejar keuntungan atau biasa disebut dengan Return of Investment (ROI). Tak dipungkiri hal tersebut sering bertentangan dengan tujuan pengembangan kapasitas karyawan. Apalagi dalam proses pelatihan pastinya butuh biaya tersendiri. 

Kehadiran design thinking bermanfaat dalam proses penghematan pengeluaran. Di samping itu, design thinking bisa meningkatkan ROI perusahaan.

2. Design thinking berfokus pada solusi. 

Mayoritas perusahaan sangat menghargai pengalaman pelanggan. Demikian pula, design thinking yang berfokus pada pengalaman karyawan dengan memberi mereka solusi yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi. Konsep tersebut selaras dengan experiental learning yang dicetuskan David Kolb.

3. Menciptakan hubungan lebih erat dengan pelanggan (loyalitas). 

Design thinking mampu menyediakan teknologi pembelajaran yang lebih berkaitan dengan keseharian pelanggan. Dalam organisasi, pelanggan yang dimaksud adalah karyawan. Pelatihan yang diterapkan dengan mengedepankan design thinking akan menghasilkan pengembangan kapasitas yang senada dengan masalah keseharian. Fokus pelatihan yang berporos pada karyawan cenderung menumbuhkan loyalitas pegawai dalam perusahaan.

4. Menciptakan ide-ide dan solusi yang inovatif. 

Design thinking menekankan pada pencarian solusi, tentu dalam prosesnya akan banyak ide yang bisa dikembangkan. Ide tersebut bernilai mahal karena bisa membantu pengembangan perusahaan. Pola pikir kreatif ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

5. Lebih efisien dan bisa diterapkan di berbagai bidang.

Pendekatan yang solutif dari design thinking bisa digunakan di berbagai bidang perusahaan. Apalagi design thinking ini menekankan pada sisi pelanggan atau pengguna. Keberadaan perusahaan baik jasa maupun barang, pastinya tetap memerlukan masukan atau umpan balik yang membangun dari pelanggan guna meningkatkan produk/jasanya. 

Kalau ingin membangun design thinking untuk perusahaan Anda, kini RuangKerja  memiliki pelatihan fitur-fitur yang dapat mendukung suksesnya pengembangan pola pikir design thinking untuk karyawan. Apalagi Ruangkerja dilengkapi dengan fitur-fitur sebagai berikut:

  1. Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan. 
  2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.
  3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.

Berbagai perusahaan telah bergabung dengan Ruangkerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?

Referensi:

Granahan, Lauren. Dygert, Clare. 2019. Design Thinking: Creating Authentically Learner-Centric Solutions [online]. Link: https://trainingindustry.com/magazine/nov-dec-2019/design-thinking-creating-authentically-learner-centric-solutions/ (Accesed: 26 Oktober 2021).

de Geus, Marijn. 2017. 4 Principles of Design Thinking that Improve Learning and Development [online]. Link: https://trainingindustry.com/articles/learning-technologies/4-principles-of-design-thinking-that-improve-learning-and-development/ (Accesed: 26 Oktober 2021).

Salem, Fadi. Bhavaraju, Jacqueline. 2021. Transform Your Learning Experiences With Design Thinking: 4 Tips to Consider [online]. Link:https://trainingindustry.com/articles/content-development/transform-your-learning-experiences-with-design-thinking-4-tips-to-consider/ (Accesed: 26 Oktober 2021).

InfoART. 2021. Mosaic Background Stanford’s Design Thinking Process Strategic Analysis [online]. Link:https://online.visual-paradigm.com/infoart/templates/strategic-analysis/mosaic-background-stanford%E2%80%99s-design-thinking-process-strategic-analysis/ (Accessed: 26 Oktober 2021). 

Accenture. 2020. Why people are at the center of design thinking [online]. Link: https://www.accenture.com/us-en/blogs/blogs-careers/why-people-are-at-the-center-of-design-thinking (Accessed: 26 Oktober 2021).

Profile

Vindiasari Yunizha

Beri Komentar