Self-awareness in Leadership, Kemampuan Penting Pemimpin yang sering Dilupakan

Vindiasari Yunizha Jan 5, 2022 • 13 min read


Self-awareness in Leadership, Kemampuan Penting Pemimpin yang sering Dilupakan-01

Kesadaran diri yang dimiliki seroang pemimpin bukan datang tiba-tiba, melainkan butuh latihan secara konsisten. Seseorang yang memiliki self awareness in leadership memiliki karakteristik. Apa saja ya?

Kesuksesan sebuah perusahaan terletak dari adanya sosok pemimpin yang mampu mengajak seluruh pegawainya untuk mencapai tujuan. Bicara soal pemimpin, tentu seseorang harus memiliki kesadaran dan karakter terhadap peran dirinya baik terhadap diri sendiri maupun organisasi.

Dalam sebuah industri, kepemimpinan yang efektif memiliki beberapa unsur diantaranya karakteristik, kompetensi, dan keterampilan. Selain itu perlu adanya self awareness atau kesadaran dalam sosok pemimpin perusahaan. Self awareness adalah sikap kesadaran untuk menilai dirinya sendiri sehingga mampu menguasai penyesuaian diri dan tingkah lakunya.

Selain itu menurut Merriam-Webster, kesadaran diri (self awareness adalah kesadaran diri sebagai individu. Akan tetapi pergeseran pola pikir bisa mengubah kesadaran diri seseorang. Dalam prosesnya dibutuhkan waktu dan refleksi, upaya sadar, dan investasi dalam memahami siapa kita dan siapa orang lain.

Jika ditinjau dalam keseharian, self awareness ini bermula dari pola pikir yang kemudian mewujudkan sebuah perilaku dalam mengambil keputusan. Ketika seseorang ingin melihat keyakinan, bias, dan asumsi yang mendasarinya, perubahan pikiran bisa terjadi. Kemudian seseorang itu dapat menemukan jalan untuk mengubah perilakunya sendiri.


Pengertian Self Awareness dalam Kepemimpinan

Mengembangkan kesadaran diri sebagai pemimpin akan memperkuat tidak hanya kinerja individu, tetapi kinerja organisasi. Pada akhirnya, sejumlah pemahaman, kepercayaan, dan kebijaksanaan akan dimiliki pemimpin yang sadar diri. Kesadaran diri dan keterampilan yang dimiliki pemimpin menjadi paket komplet. Hal ini membantu pemimpin mengembangkan integritas yang lebih besar dalam prosesnya.

Self awareness merupakan bagian dari social emotional learning. Merujuk dari buku "Emotional Intelligence: Why It Matter More than IQ" dan "Emotional Self Awareness" karya Daniel Goleman, self awareness terdapat tiga hal pokok meliputi:


1. Emotional awareness

Emotional awareness ditekankan pada seseorang mampu mengenali dan menyadari emosi yang dirasakannya. Kemampuan tersebut disebut pula dengan emotional literacy (kemelekan emosi). Dalam hal ini pemimpin perlu mengenali pola-pola emosi sehingga dirinya mampu mengelola respons terhadap emosi atau kebiasaannya dalam merespons suatu hal.


2. Accurate self assessment

Kemampuan seseorang untuk mengevaluasi dirinya sendiri tergolong dalam accurate self assessment. Kesadaran untuk melihat potensi ataupun kesalahan dalam diri menjadi hal penting dalam kepemimpinan. Bagaimana tidak, seorang pemimpin sebaiknya menyadari bahwa dirinya tidak boleh anti kritik. Ia bisa menyadari bagaimana kecenderungan orang lain menilai dirinya. Kemampuan penilaian yang akurat inilah dasar untuk pengembangan diri.


3. Self confidence

Self confidence adalah bagian dari kemampuan diri untuk percaya terhadap dirinya sendiri. Penelitian menyebut bahwa tingkat kinerja seseorang berkaitan langsung dengan kepercayaan diri seseorang terhadap dirinya.

Self awareness menjadi poros utama dalam internal dirinya. John D. Mayer, psikolog Amerika di University of New Hampshire, yang tertarik meneliti kecerdasan emosional dan psikologi kepribadian mengatakan terdapat 3 hal yang dilakukan dalam menghadapi emosinya, yaitu:


1. Terbebani (Engulfed)

Seseorang dengan kesadaran tipe engulfed ini cenderung tenggelam dalam emosinya sehingga menyebabkan susah terkontrol. Seseorang ini memiliki tipe yang akan mengalami kesulitan untuk keluar dari emosi yang dirasakannya.


2. Menerima (Accepting)

Tipe menerima menjelaskan bahwa seseorang sadar dan paham dengan emosi yang muncul. Kendati demikian, orang tersebut terus beradaptasi dengan emosi yang baru muncul dan terus berproses.


3. Sadar diri (Self Awareness)

Sementara orang yang bisa disebut sadar diri (self awareness) adalah tipe orang yang benar-benar mengetahui emosi yang dirasakannya. Dengan mengenali emosi, orang tersebut akan mampu menyadari karakteristik dirinya sehingga mampu menempatkan diri dengan bijak.

Pada tipe ini orang sudah paham tentang emosi pada dirinya memberikan batas-batas dan norma apa yang boleh dilakukan atau tidak. Ada proses mengelola emosi, baik positif maupun negatif. Jika hal tersebut positif maka orang tersebut akan menghasilkan sebuah emosi yang senang dan gembira.

Setelah mengetahui bagaimana cara seseorang mengenali emosinya, tentu ada praktik-praktik tersendiri untuk mengasah kemampuan menciptakan self awareness. Seperti yang diungkapkan Carla Tantillo Philibert dalam bukunya The Mindful Practices atau latihan kesadaran. Ia menjelaskan teori SELF yang juga salah satu alat untuk mengimplementasikan program SEL. Program tersebut memiliki empat bagian antara lain:


1. Kesadaran diri (self-awareness)

Kesadaran diri dalam hal ini mencakup kesadaran diri terhadap tubuhnya (body awareness), harga diri (self esteem), hingga tanggung jawab dalam pilihan emosional.

2. Pengaturan diri (self-regulation)

Pengaturan diri merupakan kesadaran untuk mengontrol dan mengatur tubuhnya. Proses pengaturan diri meliputi adaptasi, cara mengekspresikan emosi, mengelola stres dan kecemasan, pemecahan masalah, serta keterampilan dalam pengambilan keputusan.

3. Kepekaan sosial (social-awareness)

Sebagai seorang individu, tentunya dibutuhkan kepekaan sosial yang tinggi apalagi bila ia menjadi pemimpin. Kepekaan sosial yang dimaksud meliputi aktif mendengarkan, berempati, dan upaya membangun komunitas.

4. Efikasi diri (Self-efficacy)

Efikasi diri merupakan keyakinan dalam diri terhadap keahlian dan kemampuannya ketika mengambil peranan penting. Misalnya Bagaimana seseorang dalam bertindak, perasaan seseorang terkait posisinya di dunia sehingga menuntun seseorang dalam menentukan tujuan yang ingin dicapai.

5. Keharmonisan sosial (Social-harmony)

Seorang individu merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri. Jika dikaitkan dengan keharmonisan sosial, tentu sikap kepemimpinan sangat diperlukan dalam mengelola kerentanan, kolaborasi, dan kerja sama tim. Sebagai seorang pemimpin, dalam mengendalikan perilaku tentunya diperlukan kesadaran terhadap emosinya terlebih dahulu.


Karakteristik Pemimpin yang Sadar Diri

2-Dec-30-2021-06-28-50-57-AM
Foto: valueconsulttraining.com

Seorang pemimpin yang sadar diri akan memiliki pemahaman yang lebih besar tentang diri mereka sendiri. Selain itu, pemimpin yang mampu menciptakan self awareness akan bisa menilai peran yang mereka miliki terhadap orang lain.

Karakteristik pemimpin yang sadar diri adalah mereka akan mampu menerima umpan balik, mengakui, dan bersedia belajar dari kesalahan mereka. Mereka juga akan meluangkan waktu yang diperlukan untuk memahami motivasi karyawannya. Pemimpin ini akan ikut andil menggali kesadaran dengan pendekatan langsung. Mulai dari mengetahui gaya komunikasi dan keterampilan dalam menetapkan harapan bagi timnya.

Ketika situasi stres muncul, dan itu akan terjadi, mereka akan menemukan cara mengelola tantangan tersebut secara lebih tenang. Performa mereka akan lebih konsisten dan siap menghadapi tantangan yang mereka hadapi. Orang ingin mengikuti dan bekerja untuk pemimpin ini dan akan bekerja lebih keras untuk mencapai hasil.

Pemimpin yang memiliki tingkat self-awareness tinggi akan cenderung tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Apalagi ketika menghadapi situasi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) atau situasi yang tidak menentu.

Menurut penulis “How To Become a Better Leader” yang diterbitkan dalam MIT Sloan Management Review, para pemimpin yang sukses tahu di mana kecenderungan alami mereka berada dan menggunakan pengetahuan ini untuk meningkatkan kecenderungan itu atau mengimbanginya.

Sebuah studi menemukan bahwa kesadaran diri berdampak pada laba perusahaan. Dalam studi tentang kinerja saham dari 486 perusahaan publik, Korn/Ferry International menemukan bahwa perusahaan dengan kinerja keuangan yang kuat cenderung memiliki karyawan dengan tingkat kesadaran diri yang lebih tinggi daripada perusahaan yang berkinerja buruk.

Dalam kenyataannya, kesadaran diri tampaknya sering dilupakan di antara para pemimpin. Wanita di posisi tingkat eksekutif, cenderung menunjukkan lebih banyak kesadaran diri daripada pria di posisi yang sama. Persentase keseluruhan menunjukkan ada banyak peluang untuk pertumbuhan di bidang tersebut.

Dalam sebuah penelitian terhadap 17.000 orang di seluruh dunia, Hay Group Research menemukan bahwa 19 persen eksekutif wanita yang diwawancarai menunjukkan kesadaran diri dibandingkan dengan 4 persen rekan pria mereka.


Cara meningkatkan self awareness dalam kepemimpinan

Self-awareness in Leadership, Kemampuan Penting Pemimpin yang sering Dilupakan-04

Jika telah memiliki kesadaran diri (self awareness), tentu ketika mendapat peran atau posisi sebagai pemimpin perlu terus diasah untuk menjadi pemimpin yang baik. Adapun beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan self awareness dalam kepemimpinan di antaranya:


1. Kebijaksanaan kepemimpinan (Leadership Wisdom)

Kebijaksanaan kepemimpinan adalah salah satu hal yang sebaiknya dimiliki seorang pemimpin. Mulai dari cara pemimpin bertindak dan mengambil sikap terhadap tantangan yang dihadapi.
Pemimpin terbaik memiliki banyak pelajaran yang dapat mereka bawa untuk menghadapi tantangan baru. Kemampuan ini tidak muncul secara spontan, tetapi merupakan hasil dari latihan yang berkelanjutan.

Kunci untuk menumbuhkan kebijaksanaan kepemimpinan adalah meluangkan waktu untuk merenungkan pengalaman. Langkah tersebut menjadi momen untuk meninjau kembali pengalaman yang dimiliki dari berbagai perspektif, mengidentifikasi tindakan dan perilaku masa lalu, kemudian mempraktikkan untuk memeriksa keyakinan serta asumsi yang mendasarinya.

Refleksi ini harus dilakukan berulang kali, dan pemimpin yang baik seringkali kembali ke pengalaman yang sama berulang kali untuk mendapatkan wawasan baru saat mereka tumbuh.


2. Identitas Kepemimpinan (Leadership Identity)

Identitas kepemimpinan dilihat dari sikap profesionalitas seorang pemimpin. Apakah dia mampu memimpin perusahaan dengan baik dan benar? Identitas kepemimpinan, identitas sosial, memengaruhi cara seseorang memimpin secara sadar maupun tidak.

Di pasar global kita yang beragam, lebih penting lagi untuk memahami identitas kita sendiri dan bagaimana identitas itu membentuk interaksi dengan orang lain. Mengetahui identitas kepemimpinan dapat membantu Anda menemukan kesamaan dengan orang lain, sehingga bisa mengarah ke hubungan yang lebih kuat atau mengurangi kemungkinan kesalahpahaman selama komunikasi kritis.


3. Reputasi Kepemimpinan (Leadership Reputation)

Reputasi kepemimpinan sama dengan bagaimana orang lain memandang seorang pemimpin berdasarkan perilaku sebelum dan sesudah menjadi pemimpin. Langkah yang bisa diambil, yakni menanyakan pada rekanan atau tim terkait reputasi Anda dalam memimpin. Hal tersebut bertujuan untuk memperkuat kemampuan Anda untuk berkomunikasi dan memengaruhi orang lain.


4. Citra Kepemimpinan (Brand Leadership)

Citra kepemimpinan dalam hal ini seseorang harus mengidentifikasi kekuatan dan karakteristik yang dimiliki. Kemudian mengomunikasikannya kepada orang lain, memberikan pengalaman konsisten yang bisa memenuhi harapan orang lain tentang diri seorang pemimpin.
Kunci dari citra kepemimpinan adalah memunculkan, meningkatkan, dan memoles kekuatan terbesar yang dimiliki seseorang dan memastikan mengomunikasikannya kepada orang-orang yang ditemui. Lebih dikenal dengan istilah citra diri atau branding diri sendiri sehingga menciptakan impresi dari orang lain.

Cara-cara menjadi self leader yang handal

Menjadi seorang pemimpin yang mandiri (self leadership) bukanlah muncul secara tiba-tiba. Ada proses dan latihan intens untuk menjadi seorang self leader yang handal. Cara-cara yang bisa dilakukan untuk menjadi seorang self leader yang mumpuni.

1. Miliki dan buat tujuan hidup dan karier yang jelas.

2. Belajar mengenali emosi yang berkaitan bisa memengaruhi perilaku dan tindakan. Sediakan waktu untuk refleksi diri dan berintrospeksi dengan tindakan yang telah perbuat.

3. Berani mengambil risiko dan mengambil keputusan untuk mencapai tujuan tersebut.

4. Mempunyai prinsip dan nilai yang diyakini dengan teguh.

5. Memiliki toleransi dan batasan terhadap dirinya sendiri, maupun dalam mengambil keputusan yang berdampak besar terhadap orang lain. Jika perlu, pikirkan secara matang dengan beragam analisis misalnya analisis Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats (SWOT).

6. Tetap penasaran dan memiliki keingintahuan yang tinggi.

7. Mengumpulkan umpan balik terpercaya yang mengarah pada empati dan membantu memahami dampak dari tindakan yang dilakukan.

Salah satu indikator kunci dari kesadaran diri yang rendah adalah tidak menyadari kekurangan pribadi—sifat atau aspek yang dapat membatasi cara bertindak, bereaksi, berperilaku, atau percaya, dan pada gilirannya, membatasi keefektifan kinerja Anda.

Pentingnya Pelatihan Self Awareness untuk Karyawan di Perusahaan
Pada tahun 2016, Forum Ekonomi Dunia menerbitkan laporan pekerjaan masa depan yang mencantumkan kreativitas sebagai salah satu dari tiga keterampilan kerja yang paling dibutuhkan untuk tahun 2020 dan seterusnya. Menariknya, kreativitas menduduki posisi 10 besar dalam daftar tersebut.

Tidak ada contoh yang lebih baik dari disrupsi digital, inovasi, kegagalan, dan kesuksesan di dunia bisnis selain kebangkitan Netflix dan runtuhnya Blockbuster. Perusahaan yang berkembang dan berinovasi melebihi rekan-rekan mereka dan sering membuat mereka tidak relevan. Pada saat yang sama, perusahaan hanya dapat berinovasi jika pemimpinnya kreatif, sehingga pertanyaan yang lebih besar adalah, bagaimana organisasi dapat menumbuhkan kreativitas di antara para pemimpinnya?

Penelitian menunjukkan bahwa tanpa kesadaran diri (self awareness), orang tidak mampu mencapai prestasi kreatif jika tidak memiliki kesadaran diri. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang lebih sering memantau diri sendiri secara signifikan lebih inovatif daripada orang yang lebih jarang memantau diri sendiri. Studi-studi ini menunjukkan bahwa kesadaran diri adalah cara yang sah untuk mengakses kreativitas. Studi menunjukkan bahwa kesadaran diri adalah cara yang sah untuk mengakses kreativitas.

Berikut tiga pentingnya pelatihan kesadaran diri meningkatkan kreativitas dalam perusahaan:


1. Pelatihan kesadaran diri memberdayakan orang untuk meningkatkan optimisme.

Penelitian mengungkap bahwa kreativitas berhubungan langsung dengan optimisme. Ketika seseorang merasa baik, orang tersebut lebih berorientasi pada solusi. Akan tetapi, ketika tidak, orang dapat dengan mudah tergerus pesimis.
Kesadaran diri memperluas pandangan dan memberi kesempatan untuk mengidentifikasi dan menyesuaikan perspektif untuk melihat sesuatu dengan lebih optimis. Sudut pandang ini pada gilirannya meningkatkan kemampuan seseorang untuk membuka dan melepaskan kreativitas.


2. Pelatihan kesadaran diri membantu orang untuk berpikir dan bekerja secara mandiri.

Menurut penelitian yang dirangkum dalam Harvard Business Review, ada dua jenis kesadaran diri: bagaimana seseorang memandang diri sendiri dan bagaimana seseorang percaya orang lain memandang dirinya. Orang yang sadar diri di kedua bidang memiliki rasa keseimbangan dan kemandirian. Kemandirian mereka memungkinkan mereka untuk mengembangkan dan berbagi ide-ide baru tanpa takut ditolak.

Di sisi lain, sebagian besar orang takut ditolak dan orang-orang yang tidak mampu melihat diri mereka sendiri atau pendapat orang lain cenderung lebih tunduk. Kedua tipe orang ini umumnya tidak mengembangkan atau berbagi ide baru. Pelatihan kesadaran diri dapat membantu mereka menyeimbangkan kedua aspek kesadaran diri sehingga mereka lebih terbuka untuk menciptakan dan mengekspresikan ide-ide baru.


3. Pelatihan kesadaran diri membantu orang mengenali dan memanfaatkan kekuatannya.

Pelatihan kesadaran diri memberdayakan orang untuk mengidentifikasi apa yang mereka kuasai dan dengan sengaja mencari peluang, serta peran yang mendorong kekuatan unik dan kemampuan kreatif untuk menemukan ekspresi dan berkembang.

Keberhasilan para pemimpin dan organisasi saat ini bergantung pada kemampuan untuk berinovasi dan berkreasi. Dengan akses ke sumberdaya yang hampir tidak terbatas, konsumen modern lebih berdaya dari sebelumnya, dan harapan mereka menjadi semakin muluk seiring dengan kemajuan teknologi.

Agar dapat bersaing dalam lingkungan dengan kemajuan teknologi yang pesat. Organisasi perlu mengetahui apa yang diinginkan konsumen bahkan sebelum mereka melakukannya. Melatih para pemimpin untuk lebih sadar diri dan kreatif adalah strategi hebat untuk mempersiapkan apa yang akan datang dalam petualangan digital.

Pelatihan Karyawan ruangkerja

Jika ingin merencanakan bisnis dengan mumpuni, tak perlu khawatir. Kini RuangKerja telah memiliki pelatihan yang mendukung suksesnya pengembangan self awareness in leadership di perusahaan Anda. Karena RuangKerja dilengkapi dengan fitur-fitur berikut:
1. Rewards point, peserta dapat memeroleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.
2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.
3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.
Berbagai perusahaan telah bergabung dengan RuangKerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?

Sumber:
Sulmonte, Anthony. 2021. The Importance of Self-Awareness in Leadership [online].Link: https://asulmonte.com/the-importance-of-self-awareness-in-leadership/ (Accessed: 17 November 2021).

Leading Effectively Staff. 2020. 4 Sure-Fire Ways to Boost Your Self-Awareness [Online]. Link:https://www.ccl.org/articles/leading-effectively-articles/4-ways-boost-self-awareness/ (Accessed: 17 November 2021).

HRExcellency. 2021. 3 Kompetensi Penting Self Awareness dan Tips Mengembangkannya [online]. Link: https://www.hrexcellency.com/blog/tips-motivasi/3-kompetensi-penting-self-awareness-dan-tips-mengembangkannya/ (Accessed: 17 November 2021).

Esimai, Chinwe. 2018. Great Leadership Starts With Self-Awareness [online]. Link: https://www.forbes.com/sites/ellevate/2018/02/15/self-awareness-being-more-of-what-makes-you-great/?sh=4e07cc5540dd (Accessed: 16 November 2021).

Gallo, Sarah. 2019. The Importance of Self-awareness in Leadership [online]. Link:https://trainingindustry.com/articles/leadership/the-importance-of-self-awareness-in-leadership/#:~:text=Self%2Daware%20leaders%20strive%20for,areas%20they%20need%20to%20improve (Accessed: 17 November 2021).

Lindo, Jamelle. 2019. 3 Reasons Self-awareness Training Enhances Creativity (and Why Organizations Can’t Afford to Ignore It) [online]. Link: https://trainingindustry.com/articles/leadership/3-reasons-self-awareness-training-enhances-creativity-and-why-organizations-cant-afford-to-ignore-it/ (Accessed: 18 November 2021).


Profile

Vindiasari Yunizha

Beri Komentar