Memahami Sejarah Revolusi Industri & Prediksinya di Masa Depan

Revolusi Industri

Pernahkah Anda membayangkan jika revolusi industri tidak pernah terjadi? Mungkin, saat ini Anda masih bekerja hanya menggunakan mesin tik. Lalu, bagaimana awal mula revolusi industri? Simak perjalanannya bersama ruangkerja!

 

Peristiwa revolusi industri telah membuktikan bahwa teknologi informasi berhasil membawa perubahan dan dampak yang besar bagi umat manusia.

Saat ini, Indonesia sudah memasuki masa revolusi industri 4.0 yang langsung disambut oleh Kementerian Perindustrian melalui program Making Indonesia 4.0. 

Mengutip dari website Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Making Indonesia 4.0 dirancang agar Indonesia lebih siap menghadapi era digital 4.0 yang berfokus pada 7 sektor industri.

7 sektor industri yang menjadi prioritas pemerintah saat ini adalah makanan-minuman, tekstil, otomotif, kimia, elektronik, alat kesehatan, serta farmasi.

Tapi, apakah Anda tahu bagaimana revolusi industri ditemukan? Lalu, bagaimana perjalannya hingga revolusi industri bisa secanggih hari ini? Mari simak pembahasannya bersama ruangkerja!

 

Apa yang Dimaksud dengan Revolusi Industri?

Revolusi industri adalah proses perubahan dari ekonomi berlandaskan agraris dan kerajinan menjadi ekonomi yang didominasi oleh industri dan manufaktur mesin.

Sederhananya, revolusi industri merupakan proses transisi mengenai cara manusia dalam mengolah sumber daya yang berpengaruh terhadap aspek sosial, budaya, dan ekonomi.

Melalui revolusi industri, penduduk dunia diajak untuk mengenal cara bekerja yang lebih modern menggunakan teknologi.

Revolusi industri pertama kali terjadi di Inggris (Britania Raya) pada periode antara tahun 1700-1800 yang didominasi oleh eksploitasi batu bara dan besi. Setelah itu, pada akhir abad ke-19 muncullah revolusi Amerika yang berlanjut hingga Perang Dunia II.

 

Tokoh-Tokoh Revolusi Industri

Apakah Anda familiar dengan James Watt? Tepat! James Watt adalah penemu mesin uap yang menjadi pembaharu dalam sektor industri untuk pertama kalinya. Maka dari itu, James Watt dikenal sebagai Bapak revolusi industri.

Selain James Watt, yang menjadi tokoh perubahan besar di berbagai industri antara lain:

1. James Hargraves pembaharu untuk mesin pemintal
2. Edmund Cartwight yang memperkenalkan mesin tenun
3. Thomass Bell yang dikenal dengan cap selinder
4. Alexander Graham Bell dengan kepopulerannya sebagai penemu pesawat telepon
5. Ridhard Trevethick sang penemu kapal uap

 

Ciri-Ciri Revolusi Industri

Ketika memasuki revolusi industri, ada beberapa karakteristik yang harus Anda ketahui. Dalam hal ini, ciri-ciri industrial revolution tak hanya datang dari aspek teknologi.

Pasalnya, masyarakat pun akan memasuki tatanan sosial, budaya, serta kondisi ekonomi yang berbeda. Simak poin-poin berikut ini:

1. Maraknya penggunaan bahan baku baru terutama besi dan baja untuk mengoptimalkan hasil industri.

2. Manusia mulai memanfaatkan sumber energi baru, baik bahan bakar maupun tenaga penggerak. Contohnya seperti batu bara, mesin uap, listrik, minyak bumi, dan mesin pembakaran dalam.

3. Revolusi industri ditandai juga dengan penemuan mesin-mesin baru seperti mesin pemintal dan alat tenun listrik. Revolusi ini dapat menghemat waktu dan tenaga yang dikeluarkan oleh manusia, serta berpotensi untuk meningkatkan jumlah barang yang diproduksi.

4. Umumnya terdapat pembentukan sebuah organisasi kerja baru yang dikenal sebagai sistem pabrik. Hal ini dilakukan agar pembagian kerja lebih efektif serta terdapat spesialisasi fungsi.

5. Adanya perkembangan penting dalam transportasi dan komunikasi, termasuk lokomotif uap, kapal uap, mobil, pesawat terbang, dan elektornik serta alat transportasi yang lainnya.

6. Ilmu pengetahuan serta teknologi semakin terbuka bagi masyarakat umum.

 

Revolusi industri telah berhasil melahirkan banyak expert di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagian dari expert tersebut bisa Anda temukan melalui platform ruangkerja. Segera konsultasi pelatihan yang cocok untuk Anda sekaranggratis!

[IDN] CTA Tengah 1 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB

 

Apa Saja Contoh dari Hasil Revolusi Industri?

Revolusi industri membuat proses produksi barang beralih dari tenaga manusia menjadi tenaga mesin. Dengan adanya sistem ini, maka tercipta beberapa contoh dari hasil revolusi industri seperti peningkatan produksi dan efisiensi, serta adanya migrasi dari pedesaan ke perkotaan.

Lebih lanjut lagi, ada beberapa dampak revolusi industri untuk masyarakat dunia yang berkepanjangan seperti berikut ini:

 

A. Dampak positif revolusi industri

  • Pertumbuhan dalam inovasi dan penemuan layanan digital yang lebih canggih
  • Buruh mendapatkan upah yang lebih tinggi
  • Perbaikan jaringan transportasi
  • Produksi di pabrik jadi lebih modern

 

B. Dampak negatif revolusi industri

  • Kondisi kerja yang terlalu demanding dan membuat buruh tertekan
  • Muncul banyak buruh yang berusia di bawah umur
  • Kondisi hidup yang tidak sehat, polusi yang tercemar, dan sumber daya alam yang tidak diperbarui
  • Bahan pangan semakin berkurang

 

Sejarah Revolusi Industri

Untuk mencapai fase revolusi industri 4.0, tentunya ada banyak ‘masa’ yang harus dilewati sehingga dapat berhasil mencapai titik ini. Oleh karena itu, mari pahami sejarah masa revolusi dari mulai 1.0 hingga 3.0 agar pengetahuan Anda semakin luas.

Revolusi Industri 1.0

mesin-uap-revolusi-industri

Gambar: Pixnio.com by hpgruesen.

 

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, mesin uap yang ditemukan oleh James Watt pada abad ke-18, menjadi kekuatan utama yang mendorong terjadinya revolusi industri. Saat itu, di Inggris, mesin uap digunakan sebagai alat tenun pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil.

Proses manufaktur yang sebelumnya hanya mengandalkan tenaga manusia akhirnya digantikan oleh mesin yang dapat memproduksi barang dengan jumlah lebih besar, plus waktu yang lebih cepat.

 

Revolusi Industri 2.0

Ditandai dengan adanya penemuan tenaga listrik yang bisa diaplikasikan pada mesin pada awal abad ke-19, revolusi industri kedua melahirkan istilah mass production, yaitu produksi massal pada industri manufaktur yang jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan dengan menggunakan mesin uap sebelumnya.

Energi listrik mendorong para ilmuwan untuk menemukan berbagai teknologi lainnya seperti lampu, mesin telegraf, dan Assembly Line dengan menggunakan ban berjalan (conveyor belt). Teknologi tersebut merupakan alat bantu pada sistem pengangkutan barang khususnya untuk memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Baca Juga: 5 Rahasia Kemampuan Artificial Intelligence dalam Dunia Kerja

 

Revolusi Industri 3.0

Perkembangan revolusi semakin maju pada awal abad ke-20, yaitu abad dimulainya revolusi industri 3.0. Di era ini, muncul teknologi digital dalam industri manufaktur yang mulai menggunakan metode komputerisasi pada proses produksi.

Dengan demikian, macam-macam aktivitas sebagian besar manusia mulai terintegrasi dalam perangkat komputer sebagai operator dan pengendali produksi. Secara besar, manusia tidak lagi mengendalikan mesin industri dan mulai menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) atau sistem otomatisasi berbasis komputer yang membuat produksi menjadi semakin mudah.

 

Revolusi Industri 4.0

 

artificial-intelligence-revolusi-industri-4.0

Gambar: Needpix.com

 

Kehadiran teknologi internet yang berkembang semakin masif pada masa kini bukan hanya berpengaruh pada kemudahan berbagi informasi dan komunikasi antar manusia di seluruh dunia, akan tetapi hal ini telah menjadi proses pendukung dalam proses transaksi bisnis yang bergerak secara digital.

Banyak inovasi luar biasa pada revolusi industri 4.0, yaitu di antaranya Internet of Things (IoT), Big Data, Artificial Intelligence (AI), rekayasa genetika, atau mesin pintar.

Selain itu, walau adanya kemajuan teknologi internet, hal ini tidak menyebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan. Justru kecanggihan ini digunakan untuk wadah menciptakan kesempatan kerja yang lebih banyak lagi.

Oleh karena itu masa revolusi ini memberikan efek yang sangat besar pada tata cara kehidupan manusia.

 

Prediksi Revolusi Industri 5.0

Pada 21 Januari 2019, Perdana Menteri Jepang mengungkap bahwa mereka telah menyiapkan konsep industri 5.0 yang akan berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based).

Pada tingkat ke-5 ini, teknologi akan berkembang dengan begitu pesat. Salah satu produk yang diprediksi akan muncul adalah kehadiran robot dengan kecerdasan yang dianggap mampu menggantikan peran manusia dalam berbagai aspek kehidupan.

Inovasi untuk perkembangan teknologi akan semakin beragam di masa yang akan datang. Manusia akan terus berpikir kreatif untuk menciptakan produk-produk baru dan mengganti teknologi yang ada sebelumnya. Sudah siapkah kita menyambut masa depan revolusi industri?

Segera tingkatkan skill dan kemampuan Anda untuk menyambut revolusi industri 5.0 dengan mengikuti pelatihan dari ruangkerja. Jangan khawatir, Ruangkerja memiliki fitur-fitur yang dapat membantu Anda, yaitu sebagai berikut:

  1. Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.
  2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.
  3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.

[IDN] CTA Tengah 1 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB

Artikel ini ditulis pertama kali oleh Chairunnisa Chaisa, lalu diperbarui oleh Intan Aulia Husnunnisa pada tanggal 2 Desember 2022.

Intan Aulia Husnunnisa

Intan Aulia Husnunnisa, biasa dipanggil Intan. Menikmati dunia SEO Content Writing sejak 2020. Semoga tulisanku bermanfaat!