Mengenali Marketing Person yang Ideal

Muhammad Azka Rais Sep 5, 2022 • 5 min read


marketing

Dalam melakukan bisnis, tentu perusahan memiliki strategi yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Salah satunya adalah merekrut marketing person. Berikut adalah penjelasan mengenai cara mengenali marketing person yang ideal.

- -

Perusahaan di seluruh dunia pasti memiliki berbagai macam strategi untuk mengembangkan bisnis yang sedang dibangunnya. Selain memiliki pemimpin yang memahami bisnis, mengembangkan skill karyawan, memahami situasi bisnis dan lain-lain, salah satu hal terpenting yang dilakukan perusahaan adalah merekrut marketing person yang ideal.

Sayangnya, banyak perusahaan mengalami ketidakberuntungan dalam merekrut marketing person. Terdapat banyak karyawan yang mengakui memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam marketing tetapi nyatanya, mereka tidak memahami apa itu marketing.

Menganggapi hal tersebut, pada hari Jumat 8 April 2022, ruangkerja mengadakan webinar dengan tema, “Bagaimana Mengenali Marketing Person Yang Bagus Beneran?” bersama pemateri Ignatius Untung (VP Marketing Ruangguru).

Ignatius menyebutkan bahwa selama Ia bekerja 23 tahun di bidang marketing, banyak sekali SDM yang mengakui memiliki skill marketing tetapi kenyataannya tidak memahami hal tersebut secara mendalam. Ignatius berpendapat bahwa marketing merupakan pengetahuan yang sebaiknya banyak SDM memahaminya. Menurutnya, seluruh SDM dalam sebuah perusahaan mewakili perusahaan tersebut.

Banyak SDM Indonesia di divisi marketing berpendapat bahwa mereka memiliki kemampuan marketing berdasarkan pengalaman mereka menjadi seorang pelanggan atau konsumen. Atau hanya melihat cara memasarkan sebuah produk dilihat dari hasilnya saja, apakah diterima masyarakat luas atau tidak.

Padahal, kenyataannya tidak sesederhana demikian. Pada dasarnya, marketing adalah serangkaian aktivitas untuk memenuhi kebutuhan, keingan dan kepuasan konsumen dengan melakukan berbagai macam cara. Mulai dari membangun strategi dan rencana cadangan, hingga memberikan produk yang sudah di buat ke tangan konsumen.

Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya mencari marketing person yang ideal. Ignatius menyebutkan terdapat beberapa hal yang terdapat pada seorang marketing person yang ideal.

marketing - cara

1. Memahami target marketing dengan 5 W + 1 H

Seorang marketing person yang ideal akan melakukan customer research yang mendalam. Yaitu dengan memenuhi pertanyaan 5W + 1H. Siapa yang menjadi target marketing produk sebuah perusahaan. Kemudian menjawab apa pentingnya produk tersebut. Lalu bagaimana produk akan dibuat dan apa strateginya. Selanjutnya menjawab pertanyaan terakhir, yaitu di mana dan kapan pemasaran produk akan dilakukan.

2. Dapat menciptakan framework di situasi yang tidak ada framework

Selain melakukan customer research yang mendalam, marketing person yang ideal dapat menciptakan framework atau kerangka, bahkan saat situasinya tidak memungkinkan untuk membuat sebuah kerangka marketing. Hal ini disebabkan setiap marketing person harus memiliki konsistensi terhadap strategi apa yang dibentuknya, produk apa yang dibuatnya, dan lain-lain.

3. Dapat memprediksi hasil

Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang marketing person adalah kemampuan untuk memprediksi hasil. Pasalnya, masyarakat yang menjadi target marketing perusahaan tidak dapat selalu menetap pada kondisi yang sama. Akan terjadi perubahan-perubahan. Baik itu dari masyarakatnya sendiri atau terpengaruhi oleh faktor lingkungan. Oleh sebab itu, marketing person sebaiknya dapat memprediksi apakah hal yang dilakukannya dapat memberikan dampak yang sesuai dengan tujuan perusahaan.

4. Memiliki tujuan short term dan long term yang berhasil

Tentu dalam berbisnis, perusahaan memiliki tujuan yang harus dicapainya. Marketing person biasanya akan menyusun strategi untuk mencapai tujuan jangka pendek (short term) dan tujuan jangka panjang (long term). Namun, tidak jarang jika marketing person berhasil dalam mencapai tujuan jangka pendek, tetapi tidak berhasil dalam melaksanakan tujuan jangka panjang, begitupun kebalikannya. Oleh karena itu, marketing person yang ideal dapat membuat pmemiliki tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang sama-sama berhasil dicapai. 

5. Dampak yang dibuatnya bertahan lama

Sudah menjadi hal yang penting bagi perusahaan jika produk atau pemasaran yang dilakukannya dapat diterima konsumen dalam waktu yang lama. Sehingga perusahaan akan memiliki pelanggan tetap dan dapat memiliki banyak pelanggan baru juga.

6. Menarik banyak orang

Karena memiliki wawasan yang luas dan memiliki keterampilan yang baik, tentu marketing person yang ideal akan menarik banyak orang. Ia akan memiliki relasi yang luas, karena banyak orang akan belajar darinya.

7. Dapat membuat timnya berkembang

Tidak hanya baik bagi dirinya saja, tetapi marketing person yang ideal dapat mengembangkan kemampuan dan kinerja timnya juga. Karena baginya kinerja tim yang baik akan memberikan dampak yang baik juga untuk produk yang dibuat dan memajukan perusahaannya.

Demikianlah pemaparan Igantius dalam webinar bersama ruangkerja. Apabila Anda tertarik untuk melihat penjelasan yang lebih lengkap dan rinci, Anda dapat mengakses video lengkapnya melalui webinar: Bagaimana Mengenali Marketing Person Yang Bagus Beneran?

marketing

Agar kita menjadi marketing person yang ideal, kita sebaiknya mengembangkan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ruangkerja memiliki fitur-fitur yang dapat membantu Anda mempelajari skill baru, yaitu sebagai berikut:

  1. Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.
  2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi. 
  3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.

Pelatihan Karyawan ruangkerja

Profile

Muhammad Azka Rais

Penulis yang tertarik pada topik pendidikan, parenting, sains, dan kesehatan mental. Suka banget nulis fiksi, masak, nonton film, TV series dan anime. Suka juga main game sama cari-cari info tentang kehidupan alien, peradaban kuno, sama hantu.

Beri Komentar