Manfaat dan Tantangan Implementasi Coretax di Perusahaan

Coretax pajak mulai diimplementasikan pada di awal tahun lalu. Yuk, ketahui apa itu Coretax, manfaat, penerapan serta tantangan dalam penggunaannya!
—
Pada 1 Januari 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerapkan sistem Coretax sebagai sistem inti administrasi perpajakan yang baru. Sistem ini menggantikan DJP Online secara bertahap dan mencakup seluruh proses perpajakan, termasuk registrasi, pelaporan SPT, pembayaran, serta layanan lainnya dalam satu platform yang terintegrasi.
Meskipun sudah diresmikan setahun lalu, masih banyak perusahaan yang kebingungan dan melakukan kesalahan dalam penerapan Coretax. Padahal implementasi Coretax ini diharapkan mampu menyederhanakan proses perpajakan dan meningkatkan efisiensi serta kepatuhan pajak baik individu maupun badan usaha. Bagi perusahaan, ini berarti perlu adanya penyesuaian sistem dan proses internal dengan alur yang baru.
Lalu, apa sebenarnya Coretax itu dan bagaimana implementasinya di lingkungan perusahaan? Simak informasinya berikut ini!
Apa Itu Coretax?
Coretax adalah sistem administrasi pajak terbaru yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menggantikan sistem lama, yaitu DJP Online. Sistem ini menyatukan berbagai layanan perpajakan seperti pendaftaran, pelaporan SPT, pembayaran, hingga pemeriksaan, dalam satu platform digital yang terintegrasi.
Penerapan Coretax secara resmi dimulai pada 1 Januari 2025 sebagai bagian dari agenda reformasi sistem perpajakan nasional yang sudah dirancang sejak Januari 2021. Dengan adanya sistem baru ini, DJP berharap dapat menyederhanakan prosedur administrasi, meningkatkan transparansi, dan mempermudah wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakannya.
Tujuan Coretax System adalah modernisasi sistem administrasi perpajakan karena sudah mengintegrasikan seluruh proses bisnis inti administrasi perpajakan.
Baca Juga: Definisi, Fungsi, Fitur dan Contoh Aplikasi HRIS
Manfaat Sistem Coretax
Dilansir dari laman resmi DJP, berikut beberapa manfaat dari implementasi Coretax 2025:
- Pengelolaan administrasi pajak menjadi lebih Mudah, Andal, Terintegrasi, Akurat, dan Pasti (MANTAP).
- Peningkatan kepatuhan wajib pajak melalui kemudahan dalam pelaporan dan pembayaran pajak.
- Peningkatan kualitas layanan melalui sistem yang terintegrasi, sehingga memudahkan wajib pajak dalam mengurus kewajibannya.
- Memungkinkan DJP melakukan analisis dan pengambilan kebijakan yang lebih efektif, dengan adanya data perpajakan yang telah terintegrasi.
Fitur Utama Coretax
Coretax memiliki sejumlah fitur yang dirancang untuk mendukung seluruh proses perpajakan, antara lain:
- Pendaftaran dan Identifikasi Wajib Pajak
Proses pembuatan NPWP dan verifikasi data wajib pajak menjadi lebih cepat, mudah, dan akurat.
- Layanan untuk Wajib Pajak
Berbagai layanan perpajakan tersedia dalam satu sistem digital, mulai dari pelaporan SPT, pembayaran pajak, hingga akses informasi secara mandiri.
- Pengelolaan Pembayaran Pajak
Pembayaran pajak dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui berbagai saluran, karena sudah terhubung dalam satu sistem.
- Pengawasan dan Penegakan Hukum
Sistem ini memungkinkan DJP melakukan analisis dan mendeteksi potensi pelanggaran dengan lebih akurat, sehingga pengawasan bisa lebih efektif.
- Manajemen Data Perpajakan
Data wajib pajak disimpan secara terpusat dan aman, memudahkan pengelolaan serta pemanfaatannya untuk keperluan administratif maupun analisis kebijakan.
Baca Juga: Manfaat Menggunakan LMS untuk Orientasi Karyawan
Implementasi Coretax di Perusahaan
Dengan diberlakukannya Coretax oleh Direktorat Jenderal Pajak, perusahaan harus menyesuaikan sistem administrasi perpajakannya. Proses implementasi Coretax di perusahaan mencakup:
1. Mengidentifikasi Kebutuhan Pajak Karyawan
Implementasi Coretax dimulai dengan mengidentifikasi dan memahami semua kewajiban perpajakan yang berkaitan dengan karyawan. Hal ini mencakup PPh 21, tunjangan, potongan, serta kebijakan internal perusahaan yang memengaruhi perhitungan pajak. Tujuannya, agar perusahaan dapat mengatur dan menyesuaikan proses perpajakan di sistem Coretax dengan tepat.
2. Sinkronisasi dengan Sistem Penggajian dan ERP
Setelah kebutuhan perpajakan diketahui, perusahaan perlu mengintegrasikan Coretax dengan sistem penggajian dan ERP yang digunakan. Proses ini untuk memastikan data karyawan, termasuk informasi gaji dan potongan pajak, dapat diakses dan proses secara otomatis dalam sistem Coretax.
3. Pelatihan Pengguna dan Pengoperasian Sistem
Tahap selanjutnya adalah memberikan pelatihan kepada tim yang terlibat dalam implementasi Coretax, seperti tim pajak dan HR/payroll. Pelatihan ini penting agar mereka memahami cara kerja sistem, fitur-fitur yang tersedia, dan melaksanakan proses perpajakan dengan lebih efisien dan sesuai aturan.
Tantangan dalam Proses Implementasi Coretax
Coretax dikembangkan dengan harapan dapat memudahkan proses administrasi perpajakan melalui sistem yang terintegrasi dalam satu platform. Namun, sebagaimana halnya penerapan sistem baru, implementasi awal Coretax juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti:
- Proses adaptasi wajib pajak dengan sistem digital yang baru, karena tidak semua pihak sudah terbiasa menggunakannya. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan pelatihan yang lebih intensif.
- Kendala teknis, seperti sistem yang tidak dapat diakses atau mengalami downtime, berpotensi menghambat proses pelaporan dan penyetoran pajak secara tepat waktu.
- Perubahan sistem memerlukan penyesuaian data dari sistem lama ke Coretax. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat menimbulkan ketidaksesuaian atau inkonsistensi data.
- Bagi pelaku usaha yang belum terbiasa dengan penggunaan sistem digital, implementasi Coretax dapat menjadi tantangan tersendiri dalam memahami dan mengoperasikan fitur-fiturnya.
—
Sebagai sistem yang baru diterapkan, Coretax diharapkan dapat mendukung tata kelola perpajakan yang lebih baik, transparan, dan efisien. Meskipun implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, semoga sistem ini terus berkembang dan memberikan manfaat optimal bagi wajib pajak.
Jika perusahaan Anda membutuhkan pelatihan lebih lanjut mengenai implementasi Coretax DJP, ruangkerja siap membantu menyusun konten pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan. Klik banner berikut untuk terhubung dengan tim kami dan dapatkan informasi selengkapnya!
Sumber:
Pajak.go.id. Apa Itu Coretax? [daring]. Tautan: https://www.pajak.go.id/id/berita/siaran-langsung-pajak-rantauapa-itu-coretax
Ikatan Konsultan Pajak Indonesia. Tantangan dan Harapan Implementasi Coretax dalam Administrasi Perpajakan Indonesia [daring]. Tautan: https://ikpi.or.id/en/tantangan-dan-harapan-implementasi-coretax-dalam-administrasi-perpajakan-indonesia/
Zahir Accounting. 2025. Coretax untuk Pengelolaan Pajak Karyawan [daring]. Tautan: https://zahiraccounting.com/id/blog/coretax-pengelolaan-pajak-karyawan
Krishandsoftware.com. 2025. Core Tax: Transformasi Administrasi Perpajakan Indonesia [daring]. Tautan: https://www.krishandsoftware.com/blog/1979/core-tax-transformasi-administrasi-perpajakan-indonesia/ (Diakses 14 April 2025)
![[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB](https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/cta/6c763aac-e3e5-48bf-be4a-7e5f5ec1d42f.jpeg)

