Mengenal Tren Body Doubling Untuk Meningkatkan Produktivitas

Tren Body Doubling Untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Body Doubling memiliki peranan penting dalam membantu fokus pada pekerjaan agar tepat waktu.

Pernah merasa sulit memulai atau menyelesaikan pekerjaan saat sendirian, padahal tugasnya sebenarnya tidak terlalu rumit? Banyak orang mengalami hal ini, bukan karena malas, tetapi karena fokus dan motivasi sering kali naik turun, terutama ketika tidak ada dorongan dari luar.

Di sinilah konsep body doubling hadir sebagai pendekatan yang sederhana namun efektif. Body doubling adalah praktik mengerjakan tugas dengan kehadiran orang lain, baik secara langsung maupun virtual, tanpa harus saling berinteraksi intens. Cukup dengan “ada bersama”, proses bekerja bisa terasa lebih ringan dan terarah.

Metode ini awalnya populer di kalangan individu dengan ADHD, tetapi kini semakin banyak digunakan oleh pelajar, pekerja remote, hingga siapa pun yang ingin meningkatkan produktivitas dengan cara yang lebih manusiawi dan suportif.

Penasaran dengan metode ini? Mari pelajari bersama lewat artikel ini.

 

Pengertian Body Doubling

Body doubling sebetulnya bukan merupakan hal baru. Secara umum, body doubling dapat digambarkan ketika orang lain bekerja secara bersamaan dengan Anda, baik di ruangan yang sama atau secara virtual.

Dapat dikatakan, tujuan orang yang bekerja secara bersamaan ini bisa “membantu fokus” dan sering kali menjadi motivasi untuk tetap konsentrasi dalam menyelesaikan tugas.

Body Doubling merupakan sarana yang digunakan beberapa orang dewasa untuk membantu mereka memulai dan menyelesaikan tugasnya.

Memiliki orang lain di ruang fisik atau virtual yang sama dapat membantu Anda produktif karena Anda memiliki seseorang yang hadir untuk memeriksa dan membuat Anda tetap fokus pada pekerjaan.

Melakukan tugas saat bersama atau dikelilingi orang yang tepat dapat membuat aktivitas yang paling biasa atau butuh waktu yang ketat menjadi lebih ringan dilakukan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Work Burnout di Tempat Kerja

 

Bagaimana Body Doubling Bekerja?

Sebuah komunitas daring bernama Focusmate, menjelaskan cara kerja body doubling dengan melakukan sebuah simulasi.

Body doubling bekerja dengan menggunakan lima pemicu perilaku: implementasi tugas, tekanan sosial, akuntabilitas, arahan tugas spesifik, dan pengaktifan neurotransmiter tertentu melalui perilaku.

Body doubling dapat membantu penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), yaitu penderita gangguan pemusatan perhatian, karena memaksa mereka untuk memilih proyek tertentu, menyisihkan waktu tertentu untuk melakukan pekerjaan, dan bertanggung jawab kepada orang lain.

Dalam komunitas tersebut juga terdapat salah satu pakar yang menceritakan pengalamannya bahwa body doubling mendukung mereka dalam menetapkan prioritas, memecah proyek/tugas yang dipilih menjadi apa yang dapat dicapai dalam 50 menit, berkomitmen untuk pekerjaan tertentu, dan kemudian memvalidasi akuntabilitas pekerjaannya dari orang lain, dan berhasil mewujudkan tujuan yang ingin dicapai.

Baca Juga: Cara Mengembangkan Keterampilan Manajemen Waktu yang Baik

 

Selain melalui tren body doubling, Anda dapat meningkatkan produktivitas karyawan dengan pelatihan berbasis LMS ruangkerja. Klik gambar berikut ini!

CTA Ruangkerja

 

Cara Memulai dengan Tepat

Pertama, cari rekan untuk memulai body doubling atau pasangan yang memahami bagaimana penderita ADHD berusaha menyelesaikan tugasnya, sehingga mengetahui mengapa begitu sulit untuk menyelesaikan sesuatu.

Jika dilakukan secara virtual, Anda dapat menggunakan Zoom, Facetime, atau video streaming lainnya untuk body doubling. Gunakan perangkat yang sekiranya memudahkan Anda dan rekan Anda untuk beraktivitas.

Jika dilakukan secara langsung atau tatap muka, yang kalian butuhkan hanyalah ruang kecil bagi masing-masing untuk bekerja dan merasa nyaman.

Tidak perlu berbicara saat Anda bekerja kecuali Anda menginginkannya. Sebagai contoh, Anda dapat mengobrol di awal, dan kemudian diselingi sepanjang waktu kerja. Jika suasana ternyata semakin tidak kondusif, gunakan breakout room di dalam Zoom, atau pindah ke lokasi yang lebih tenang.

Setiap orang fokus pada pekerjaan mereka sendiri. Anda dapat meminta saran sesuai kebutuhan kepada rekan Anda atau lebih baik diam jika ada kebisingan atau hal yang mengganggu di sekitar Anda.

Baca Juga: Work from Home (WFH) vs Work from Office (WFO): Pro dan Kontra

 

Hal yang Harus Diperhatikan

Body doubling untuk menyelesaikan pekerjaan belum tentu berhasil untuk semua orang. Jika rekan body doubling Anda adalah teman akrab, Anda mungkin akan berakhir mengobrol alih-alih menyelesaikan pekerjaan, dan menjadikannya lebih banyak gangguan daripada membangun produktivitas.

Berikut beberapa saran aktivitas yang bisa dilakukan dengan metode body doubling:

  1. Membersihkan lemari
  2. Membersihkan debu di rumah
  3. Mengatur posisi meja
  4. Melakukan riset untuk proyek
  5. Membuat rencana makan mingguan
  6. Menulis jurnal
  7. Membayar tagihan.

 

Tantangan dalam Penerapan Metode Body Doubling

Meskipun metode ini digadang-gadang bisa membantu kita dalam melakukan pekerjaan, tetapi tidak semua orang cocok dengan metode ini, dan ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi.

  • Tidak cocok untuk semua orang

Tidak semua individu merasa terbantu dengan kehadiran orang lain saat bekerja. Bagi sebagian orang, bekerja sendirian justru memberi rasa aman dan kebebasan dalam mengatur ritme sendiri. Jika dipaksakan, body doubling dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan menurunkan produktivitas.

  • Potensi distraksi

Kehadiran orang lain dapat menjadi sumber gangguan jika tidak ada struktur yang jelas dalam sesi body doubling. Obrolan ringan, notifikasi, atau aktivitas di luar tujuan awal bisa dengan mudah mengalihkan perhatian. Tanpa batasan yang disepakati, fokus yang diharapkan justru sulit tercapai.

  • Rasa diawasi berlebihan

Beberapa orang merasa tertekan karena sadar bahwa ada orang lain yang “melihat” proses kerjanya. Perasaan ini dapat memicu kecemasan, perfeksionisme, atau takut melakukan kesalahan. Akibatnya, energi mental justru habis untuk mengelola rasa tidak nyaman, bukan menyelesaikan tugas.

  • Ketergantungan pada orang lain

Jika terlalu sering mengandalkan body doubling, seseorang bisa kesulitan memulai pekerjaan secara mandiri. Produktivitas menjadi bergantung pada kehadiran orang lain, bukan pada motivasi internal. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menghambat pengembangan kemandirian dan regulasi diri.

  • Kesulitan menemukan body double yang cocok

Setiap orang memiliki gaya kerja, kecepatan, dan kebutuhan fokus yang berbeda. Ketidaksesuaian ini dapat membuat sesi terasa canggung atau tidak efektif. Tanpa kecocokan ritme dan tujuan, manfaat body doubling bisa berkurang secara signifikan.

  • Masalah teknis pada body doubling virtual

Sesi body doubling secara online sangat bergantung pada kestabilan teknologi. Gangguan koneksi, suara, atau notifikasi dapat memecah konsentrasi dan mengganggu alur kerja. Selain itu, paparan layar yang terlalu lama dapat menimbulkan kelelahan mental.

  • Ekspektasi yang tidak selaras

Ketidaksepakatan mengenai aturan sesi sering kali menjadi sumber masalah. Satu pihak mungkin mengharapkan suasana hening, sementara pihak lain menganggap interaksi ringan sebagai bagian dari proses. Tanpa komunikasi yang jelas di awal, tujuan body doubling menjadi sulit tercapai.

Baca Juga: Kenalan dengan Upwork, Platform Marketplace untuk Freelancer

Setelah mengenal dan mempelajari tentang tren body doubling, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Jika iya, mungkin Anda bisa memulai dengan mencari rekan kerja untuk melakukan pekerjaan bersama. Pastikan rekan yang Anda pilih memiliki pemahaman serta visi dan misi yang sama dengan Anda.

Jika ingin merencanakan bisnis dengan mumpuni, tak perlu khawatir. Kini RuangKerja telah memiliki pelatihan yang mendukung suksesnya penerapan body doubling karyawan di perusahaan Anda. Karena RuangKerja dilengkapi dengan fitur-fitur berikut:

  1. Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.
  2. Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.
  3. Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.

Berbagai perusahaan telah bergabung dengan RuangKerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?

[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB

Referensi:

Liz. 2017. Body Doubling for ADHD. Daily ADHD (online). Link: https://healthyadhd.com/body-doubling-for-adhd/ (Accessed 2 September 2022)

Children and Adults with Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (CHADD). 2021. Could A Body Double Help You Increase Your Productivity? (online). Link: https://chadd.org/adhd-news/adhd-news-adults/could-a-body-double-help-you-increase-your-productivity (Accessed 2 September 2022)

Fairbank, Rachel. 2022. Use ‘Body Doubling’ to Increase Your Productivity (online). Link: https://lifehacker.com/use-body-doubling-to-increase-your-productivity-1849021265 (Accessed 2 September 2022)

Vindiasari Yunizha