Terkena Silent Layoff atau PHK Diam-Diam, Apa yang Perlu Dilakukan?

Silent Layoff PHK Diam-Diam

Beberapa perusahaan melakukan silent layoff untuk mengurangi pegawai tanpa PHK langsung. Apa itu dan bagaimana mengatasinya? Simak selengkapnya!

Belakangan ini, kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin sering terdengar. Berdasarkan data dari Kemnaker, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 18.610 per Februari 2025. Angka yang cukup besar, bukan? PHK ini terjadi akibat berbagai faktor, seperti perlambatan ekonomi, menurunnya daya beli masyarakat, serta masuknya produk impor yang membuat sejumlah brand lokal terpaksa gulung tikar.

PHK atau layoff merupakan tindakan yang diambil perusahaan karena alasan tertentu, seperti arus kas yang bermasalah, perlunya efisiensi akibat operasional yang membengkak, atau kondisi ekonomi yang memburuk. Beberapa perusahaan bahkan menerapkan silent layoff atau PHK secara diam-diam. Apa silent layoff itu, dan bagaimana cara menghadapinya jika Anda terdampak? Simak informasinya berikut ini!

 

Apa Silent Layoff?

Silent layoff adalah strategi yang dilakukan perusahaan untuk membuat karyawan mengundurkan diri secara sukarela, tanpa perlu melakukan PHK secara resmi. Dengan cara ini, perusahaan bisa menghindari kewajiban membayar pesangon serta menjaga citra perusahaan agar tidak terkena pemberitaan negatif tentang PHK.

Biasanya, perusahaan akan menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman bagi karyawan yang ingin mereka pecat. Misalnya, dengan mengurangi tugas atau tanggung jawab, tidak memberikan peluang pengembangan diri, atau bahkan memberikan tekanan psikologis. Akibatnya, karyawan merasa tidak lagi dibutuhkan dan akhirnya memilih untuk resign atau mengundurkan diri.

Strategi ini, membuat karyawan berada dalam posisi yang sulit, karena mereka mengundurkan diri bukan atas keinginan mereka sendiri, melainkan akibat kondisi yang sengaja dibuat oleh perusahaan.

Baca Juga: Pentingnya Personal Branding di Dunia Kerja

 

Tanda-Tanda Silent Layoff

Silent layoff atau quiet firing memiliki beberapa tanda yang perlu Anda sadari sebagai pekerja. Berikut penjelasannya:

Adanya Perubahan Pekerjaan

Jika tugas utama Anda dialihkan kepada orang lain tanpa alasan yang jelas atau Anda tidak lagi dilibatkan dalam proyek-proyek penting, ini bisa menjadi tanda silent layoff. Tanda lainnya, seperti pemberian target kerja yang tidak realistis, dipindahkan ke posisi yang tidak sesuai keterampilan, atau dimutasi ke lokasi yang jauh dari tempat tinggal.

Perubahan Kompensasi

Salah satu tanda silent layoff adalah perubahan kompensasi, seperti pemotongan gaji atau tunjangan tanpa alasan yang jelas. Bonus yang biasanya diberikan bisa tiba-tiba dihentikan, kenaikan gaji tahunan ditiadakan, dan bahkan lembur tidak lagi dibayar meskipun beban kerja bertambah. Kurangnya kepastian dalam jenjang karier dan tidak ada kenaikan gaji dapat membuat karyawan kehilangan motivasi hingga akhirnya memilih mengundurkan diri.

Perubahan Sistem Kerja

Perusahaan dapat memperpanjang jam kerja atau menambah beban tugas tanpa dukungan yang memadai. Selain itu, fasilitas kerja seperti akses ke tools premium atau transportasi yang sebelumnya disediakan bisa dihapus, sehingga lingkungan kerja menjadi kurang nyaman.

Baca Juga: Alasan Karyawan Resign Kerja dan Contoh Surat Resign

 

Dampak Silent Layoff

Silent layoff memberikan dampak bagi pekerja dan juga perusahaan, antara lain:

Dampak bagi Pekerja

  • Ketidakjelasan mengenai status pekerjaan membuat karyawan terus merasa cemas akan kehilangan pekerjaan.
  • Penghasilan bisa berkurang, karir yang tidak berkembang, dan mencari pekerjaan baru bisa jadi lebih sulit.
  • Tekanan dan ketidakpastian ini dapat menyebabkan stres berlebih yang berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan.

 

Dampak bagi Perusahaan

  • Semangat kerja karyawan yang tersisa menurun karena hilangnya motivasi dan kepercayaan terhadap perusahaan.
  • Produktivitas menurun akibat karyawan yang kurang termotivasi dan jumlah pekerja yang berkurang.
  • Jika terlalu sering melakukan silent layoff, perusahaan bisa mendapat reputasi buruk dan kesulitan merekrut karyawan baru.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Silent Layoff?

Jika Anda merasakan tanda-tanda silent layoff di kantor, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

Tetap Terinformasi

Selalu perhatikan perkembangan di tempat kerja dan industri secara keseluruhan. Jika bisnis perusahaan mulai menurun, terjadi restrukturisasi, atau banyak karyawan yang tiba-tiba resign, itu bisa menjadi tanda-tanda.

Selain itu, memahami kondisi ekonomi saat ini dapat membantu mengantisipasi kemungkinan buruk lebih awal. Di era digital, informasi tentang industri atau perusahaan bisa ditemukan dengan mudah melalui forum pekerja atau media yang membahas isu dunia kerja.

 

Komunikasikan dengan Atasan atau HR

Jika Anda melihat tanda-tanda silent layoff, cobalah mencari kejelasan dengan berbicara dengan atasan atau HR terkait posisi Anda dan arah perusahaan ke depan. Tanyakan apakah ada peluang untuk rotasi pekerjaan, pelatihan, atau pilihan lainnya.

Transparansi membantu Anda memahami situasi dengan lebih baik untuk mengambil keputusan yang tepat.

 

Tingkatkan Keterampilan

Teruslah belajar hal baru dan meningkatkan keterampilan yang sudah Anda miliki agar bisa bersaing di pasar kerja. Anda bisa mengikuti kursus, sertifikasi, atau pelatihan yang disediakan perusahaan. Saat ini, tersedia banyak pilihan pelatihan atau kursus online dengan pilihan kelas keterampilan yang sangat beragam sesuai kebutuhan Anda.

 

Bangun Relasi yang Kuat

Bangun relasi dengan rekan kerja, mentor, atau komunitas profesional di bidang yang Anda minati, seperti komunitas alumni kampus. Memiliki jaringan yang luas dapat membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan atau rekomendasi karier.

 

Buat Financial Planning

Jika belum memiliki dana darurat, mulailah menyisihkan sebagian gaji sebagai cadangan jika sewaktu-waktu kehilangan pekerjaan. Besarnya dana darurat tergantung pada status dan pengeluaran bulanan. Bagi yang belum menikah, idealnya 3-6 kali pengeluaran bulanan, sedangkan bagi yang sudah menikah, sebaiknya 6-9 kali pengeluaran bulanan.

Selain menabung, pertimbangkan untuk mencari sumber penghasilan tambahan, seperti freelancing atau bisnis kecil, agar tidak terlalu bergantung pada satu sumber pendapatan.

Menghadapi ketidakpastian akibat silent layoff bisa menimbulkan kecemasan, tapi penting untuk tetap bangkit dan menentukan langkah selanjutnya; bertahan atau mencari pekerjaan baru. Apapun pilihannya, teruslah mengembangkan keterampilan agar tetap kompetitif. Dapatkan informasi terbaru seputar dunia kerja melalui blog atau aplikasi ruangkerja yang bisa diunduh gratis di Play Store dan App Store!

[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB

Sumber:

HR Speech. 2024. ‘Silent Layoffs: The Quiet Shift in Workforce Management’ [daring]. Tautan: https://www.linkedin.com/pulse/silent-layoffs-quiet-shift-workforce-management-saikat-gupta-kfkwc/

TalktoAngel. 2024. ‘The Psychological Impact of Silent Layoffs’ [daring]. Tautan: https://www.talktoangel.com/blog/the-psychological-impact-of-silent-layoffs

Kompas.com. 2024. ‘Apa itu Silent Layoff, Tanda-tanda dan Cara Menghadapinya’ [daring]. Tautan: https://www.kompas.com/tren/read/2024/01/13/100100165/kenali-apa-itu-silent-layoff-tanda-tanda-dan-cara-menghadapinya (Diakses 08 April 2025).

Devi Lianovanda