{"id":85,"date":"2025-11-10T00:23:00","date_gmt":"2025-11-09T17:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=85"},"modified":"2025-11-10T07:56:40","modified_gmt":"2025-11-10T00:56:40","slug":"design-thinking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking","title":{"rendered":"Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/259b2ae3-a6bb-4416-835c-a86d09a7e668.png\" alt=\"Header Design Thinking\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"font-weight: normal; font-size: 16px; text-align: center;\"><em>Design thinking bisa digunakan untuk memecahkan masalah secara efektif dengan memahami kebutuhan pengguna serta mendefinisikan ulang permasalahan yang mereka alami.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda pernah mendengar konsep\u00a0<em>design thinking<\/em>? Ini merupakan metode berpikir yang biasa dipakai ketika menciptakan produk baru di sebuah perusahaan, khususnya dalam area\u00a0<em>user experience<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Design thinking<\/em> hadir sebagai sebuah pendekatan<em> problem solving<\/em> berbasis solusi. Saat ini, <em>design thinking<\/em> sudah banyak diterapkan di berbagai bidang, contohnya seperti bisnis, arsitek, dan juga teknik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda masih bingung dengan<em> design thinking,<\/em> mari simak pembahasannya di bawah ini!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Apa yang Dimaksud Dengan Design Thinking?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\"><em>Design thinking <\/em><\/span>adalah ideologi atau<span style=\"font-weight: bold;\"> proses kreatif <\/span>untuk<span style=\"font-weight: bold;\"> memecahkan masalah kompleks <\/span>yang<span style=\"font-weight: bold;\"> berpusat pada manusia (pengguna), <\/span>alias <span style=\"font-weight: bold;\"><em>human-centric<\/em><\/span>. <em>Design thinking<\/em> dikenal pula sebagai <em>Business of Experience<\/em> (BX).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jelasnya, <span style=\"font-weight: bold;\"><em>design thinking<\/em> merupakan serangkaian proses kognitif, strategis, dan praktis yang dilakukan secara berulang guna menciptakan solusi inovatif yang tidak terpikirkan sebelumnya (<em>out of the box<\/em>)<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, <em>design thinking<\/em> dilakukan oleh para UX <em>designer<\/em>. Bukan hanya memahami pengguna, <em>design thinking<\/em> dirancang untuk menantang asumsi dan mendefinisikan ulang permasalahan calon konsumen.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Apa Tujuan Design Thinking?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Design thinking<\/em> dapat memberi lebih banyak solusi pembelajaran efektif selaras dengan kebutuhan bisnis dan pengembangan kapasitas yang diinginkan perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, <em>design thinking<\/em> bisa menjadi jembatan Anda untuk menghubungkan antara keperluan bisnis dan pengembangan kapasitas pada saat yang sama dengan baik dan benar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Contoh Design Thinking<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh, perusahaan yang menerapkan metode <em>design thinking<\/em> adalah AirBnB.\u00a0<em>Company<\/em> yang satu ini memulai bisnisnya hanya dengan menghasilkan $200 dalam seminggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah melakukan beberapa pengamatan, para\u00a0<em>founder<\/em> menyadari bahwa ada faktor yang membuat calon konsumen ragu dengan AirBnB. Hal ini berkaitan dengan gambar kamar yang di<em>post<\/em> oleh\u00a0<em>host<\/em> memiliki resolusi yang kurang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk berempati dengan <em>customer<\/em>, para pendiri rela menghabiskan waktu berkeliling ke berbagai lokasi. Mereka mencari tahu, sebenarnya apa yang dicari oleh para\u00a0<em>traveler<\/em> saat mencari\u00a0<em>homestay<\/em> atau tempat istirahat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhirnya, mereka menemukan solusi untuk berinvestasi pada kamera yang menghasilkan gambar dengan kualitas tinggi. Tujuannya adalah untuk membantu para <em>host<\/em> mendapatkan gambar setiap fasilitas kamar dengan resolusi tinggi sehingga membuat calon konsumen semakin percaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasilnya, seminggu kemudian AirBnB mendapat penghasilan yang berlipat ganda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, alih-alih berfokus untuk menjangkau audiens yang lebih besar, <em>founder <\/em>AirBnB justru menerapkan\u00a0<em>design thinking<\/em> untuk mencari tahu, mengapa audiens mereka ragu untuk menjadi konsumen AirBnB.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/pekerjaan-yang-dibutuhkan-tahun-2021\">8 Pekerjaan Paling Dibutuhkan Tahun 2026 Beserta Gajinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sekarang, sudah saatnya tim desain ada menerapkan\u00a0<em>design thinking<\/em> untuk memecahkan masalah sesuai kebutuhan calon konsumen. Mari, belajar\u00a0<em>design thinking<\/em> bersama para\u00a0<em>expert<\/em> di ruangkerja. Konsultasi terlebih dahulu secara\u00a0<strong>gratis, sekarang<\/strong>!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/42133210-c3d9-45b8-b7c6-2fe7faaf7756.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 1 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Kekurangan Design Thinking<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Ada empat kekurangan <em>design\u00a0<\/em><em>thinking\u00a0<\/em>yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda sebelum menerapkannya, yaitu:<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Membutuhkan keterlibatan yang tinggi dari partisipasi pengguna<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\"><strong>Karena berorientasi pada pengguna, tentunya <em>design thinking <\/em>membutuhkan partisipasi <em>real<\/em> dari para <em>user<\/em> dalam setiap fase <\/strong><em><strong>project<\/strong>.<\/em> Dalam hal ini, fase tersebut mencakup penelitian awal, wawancara, pengembangan ide bersama, dan pengujian <em>prototipe.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\">Pasalnya, melibatkan\u00a0<em>real user<\/em> membutuhkan lebih banyak sumber daya dan pertimbangan, terlepas dari seberapa besar manfaat yang dapat diperoleh dari mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\">Perusahaan pun perlu mempertimbangkan\u00a0<em>user<\/em> dapat terlibat di fase mana saja, mengingat tentunya ada aspek-aspek perusahaan yang bersifat\u00a0<em>confidential<\/em>.<\/p>\n<p data-selectable-paragraph=\"\">\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Durasi proyek lebih lama<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\">Untuk menerapkan setiap elemen <em>design thinking<\/em> ke dalam proyek, <strong>perusahaan butuh waktu yang berkualitas untuk meneliti, mewawancarai, mensintesis, dan menguji produk dengan\u00a0<em>real user<\/em>.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\">Misalnya, untuk proses <em>interview<\/em> mungkin membutuhkan waktu satu minggu. Dengan kata lain, tim yang bertugas harus menyesuaikan\u00a0<em>timeline<\/em> dengan jadwal\u00a0<em>real participant<\/em>.<\/p>\n<p data-selectable-paragraph=\"\">\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Berpotensi mengabaikan ekosistem lain yang justru bisa menjadi solusi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\">Dalam <em>design thinking<\/em>,<strong> perusahaan biasanya terlalu berfokus pada hal yang menjadi permasalahan\u00a0<em>user<\/em>.<em>\u00a0<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\">Padahal, terkadang ada pihak lain yang jadi bagian dari ekosistem, contohnya tim internal. Untuk memecahkan masalah yang dialami pengguna, tentunya tim internal memiliki beban kerja lebih berat.<\/p>\n<p data-selectable-paragraph=\"\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\">Maka dari itu, <strong>seharusnya perusahaan tak hanya memikirkan calon konsumen, tapi juga memikirkan staff-nya.<\/strong><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Jarang memperhatikan <em>worstcase<\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\">Secara garis besar, dalam konsep <em>design thinking<\/em>, <strong>perusahaan seringkali terlalu menyederhanakan masalah yang sedang dihadapi.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\">Berangkat dari keinginan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, mereka cenderung melakukan proses kreatif dengan merancang tujuan yang ideal melalui skenario kasus terbaik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-selectable-paragraph=\"\">Padahal, pada dasarnya, cara yang lebih baik untuk menggabungkan idealisme dan realita adalah memulai dengan skenario kasus terbaik (sebagai dasarnya), kemudian menggali lebih dalam untuk mempertimbangkan skenario negatif yang mungkin dapat terjadi di masa yang akan datang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Apakah Design Thinking Dibutuhkan?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dibandingkan mengeluarkan inovasi produk yang nantinya tidak digunakan, perusahaan atau organisasi berupaya untuk melihat apa yang benar-benar dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu, <span style=\"font-weight: bold;\">fokus utama <em>design thinking<\/em> adalah kepentingan manusia sebagai pengguna dari sebuah produk<\/span>. Namun, hal ini tak membuat inovasi diabaikan. Kita harus mengetahui terlebih dahulu sebelumnya terkait kebutuhan perusahaan untuk mengatasi masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses inovasi ini sangat berguna untuk mendapatkan pemecahan masalah yang tidak jelas atau sesuatu yang tidak diketahui. Ini harus menjadi pokok bahasan yang tak boleh dilewatkan bagian pengembangan kapasitas manusia <em>learning and development<\/em> (L&amp;D) dalam perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, tim L&amp;D bisa menggunakan pola pemikiran desain (<em>design thinking<\/em>) untuk menemukan ide yang lebih baik dan inovasi baru dari organisasinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merujuk dari laporan Global Human Capital yang dipublikasikan Deloitte tahun 2016 berjudul <em>&#8216;Crafting the employee experience&#8217;, <\/em>disebutkan <em>design thinking<\/em> menjadi masalah penting yang dihadapi <em>Human Resources<\/em> dan <em>Learning Development<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, lebih dari 70 persen manajer SDM mengungkapkan bahwa banyak program pelatihan yang ketinggalan zaman. Mereka menyebut menempatkan karyawan sebagai pusat pertimbangan dapat membantu tim merancang L&amp;D dengan efisiensi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Design thinking<\/em> adalah pendekatan untuk mengembangkan inovasi bisnis yang cukup populer diterapkan di berbagai perusahaan ternama &#8211; khususnya di bidang teknologi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/self-management-adalah\" rel=\"noopener\">Cara Membangun Self-management Skill untuk Mengembangkan Karakter<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Apa Saja 5 Tahapan Design Thinking? (Elemen Design Thinking)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stanford School of Design adalah salah satu sekolah desain terbaik di Amerika Serikat dan tempat lahirnya teori desain pemikiran. Profesor David Kelley, pendiri sekolah, menyebutkan ada lima tahap atau lima elemen proses <em>design thinking<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa saja langkah penerapan <em>design thinking<\/em>? Tahap-tahapan ini adalah\u00a0<em>empathize, define ideate, prototype,<\/em> dan <em>test.\u00a0<\/em>Berikut penjelasannya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20%20Apa%20Itu%20Design%20Thinking-04.jpg\" alt=\"elemen design thinking\" width=\"600\" \/><\/em><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">1. Empathize<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membangun empati dengan pengguna.<strong><em> Empathize<\/em> atau empati dapat dilakukan dengan menekankan emosi pada perspektif pemikiran pengguna.<\/strong> Anda bisa mencoba merasakan emosi dari sisi pengguna, kemudian Anda akan memahami posisi dan perasaan pengguna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan memahami psikologi orang, maka akan mudah mengidentifikasi masalah dan memahami solusi dari permasalahan yang dihadapi. Solusi yang ada digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah nyata yang bisa dilakukan dalam tahapan <em>empathize <\/em>atau empati adalah\u00a0<strong>memerhatikan umpan balik dari pengguna produk atau output yang dikembangkan dalam produk. Kemudian konsultasikan hal tersebut dengan berbagai pihak ahli untuk memudahkan dan memecahkan masalah.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya harus mengembangkan keuntungan dalam bisnis, kita perlu meningkatkan hubungan dengan pengguna, agar masalah yang ditemukan perusahaan dapat diselesaikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Define\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah kedua adalah mendefinisikan ulang (<em>define<\/em>). Apa tujuan dari\u00a0<em>define\u00a0<\/em>dalam\u00a0<em>design thinking<\/em>? <strong>Anda dihadapkan untuk mendefinisikan masalah dari informasi atau umpan balik yang terkumpul dari tahapan sebelumnya.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu,\u00a0 Anda penting untuk memperhatikan psikologi pengguna. Tekankan dan tuliskan masalah dalam satu atau dua kalimat singkat terkait masalah yang mereka hadapi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">3. Ideate<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang dimaksud dengan <em>Ideate<\/em>?<strong> Dalam tahap ini, Anda diajak untuk mengumpulkan ide, lalu menentukan dan mencari solusi tentang masalah yang ada.<\/strong> Oleh karena itu, proses <em>brainstroming<\/em> akan melahirkan ide-ide inovatif yang diinginkan sebagai pemecahan masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam proses ini, Anda dapat menemukan solusi melalui beberapa <em>tools<\/em> atau alat, misalnya menggunakan kerangka berpikir (<em>mind mapping<\/em>) hingga <em>brainstroming<\/em>. Dengan membuat kerangka berpikir, perusahaan dapat mengembangkan sebuah produk secara efektif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">4. Prototype\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah <em>brainstorming<\/em>, Anda akan memiliki banyak solusi. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi solusi dan membuatnya dalam bentuk prototipe.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Membuat prototipe berarti menciptakan perubahan akhir, penambahan bentuk, atau fitur baru dari suatu produk.<strong> <em>Prototype<\/em> ini merupakan visualisasi dari bentuk nyata solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"background-color: #ffffff; color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong>5. Test<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahap terakhir, <strong>setelah pembuatan prototipe selesai, Anda harus menguji secara langsung <em>prototype<\/em> yang telah dibuat.<\/strong> Banyak orang menganggap tahap uji coba sebagai langkah opsional, tetapi sebenarnya tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penting untuk dipahami, bahwa umpan balik dari produk pengujian seringkali memungkinkan jadi bahan evaluasi dari solusi. Ini adalah proses yang baik untuk menjawab pertanyaan apakah perusahaan mendapatkan dampak positif atau sebaliknya? Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah ide yang telah dihasilkan efektif atau tidak.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/management-training-dan-manfaatnya\">Management Training &amp; Manfaatnya bagi Pengembangan Karyawan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Manfaat Design Thinking di Perusahaan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Mengaplikasikan <em>design thinking<\/em> di perusahaan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">1. Jembatan tujuan bisnis dan pengembangan kapasitas karyawan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bicara soal tujuan bisnis, pastinya mengejar keuntungan atau biasa disebut dengan <em>Return of Investment<\/em> (ROI). Tak dipungkiri hal tersebut sering bertentangan dengan tujuan pengembangan kapasitas karyawan. Apalagi dalam proses pelatihan pastinya butuh biaya tersendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kehadiran <em>design thinking<\/em> bermanfaat dalam proses penghematan pengeluaran. Selain menghemat pengeluaran, hal ini dapat\u00a0meningkatkan ROI perusahaan.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Design thinking berfokus pada solusi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mayoritas perusahaan sangat menghargai pengalaman pelanggan. Dengan demikian,<strong> <em>design thinking<\/em> yang berfokus pada pengalaman karyawan dengan memberi mereka solusi yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi<\/strong>. Konsep tersebut selaras dengan <em>experiental learning<\/em> yang dicetuskan David Kolb.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Menciptakan hubungan lebih erat dengan pelanggan (loyalitas)<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Design thinking<\/em> mampu menyediakan teknologi pembelajaran yang lebih berkaitan dengan keseharian pelanggan.<\/strong> Dalam organisasi, pelanggan yang dimaksud adalah karyawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelatihan yang diterapkan dengan mengedepankan <em>design thinking<\/em> akan menghasilkan pengembangan kapasitas yang senada dengan masalah keseharian. Fokus pelatihan yang berporos pada karyawan cenderung menumbuhkan loyalitas pegawai dalam perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">4. Menciptakan ide-ide dan solusi yang inovatif<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Design thinking<\/em> menekankan pada pencarian solusi. Dengan menerapkan metode ini, akan banyak ide yang bisa dikembangkan. <strong>Perusahaan juga dapat menciptakan berbagai inovasi terbaik yang menguntungkan dengan <em>design thinking<\/em>.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ide atau inovasi tersebut bernilai mahal karena bisa membantu pengembangan perusahaan. Pola pikir kreatif ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Sehingga masalah yang ada dalam bisnis dapat teratasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">5. Lebih efisien dan bisa diterapkan di berbagai bidang<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pendekatan yang solutif dari <em>design thinking<\/em> bisa digunakan di berbagai bidang perusahaan.<\/strong> Apalagi <em>design thinking<\/em> ini menekankan pada sisi pelanggan atau pengguna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberadaan perusahaan baik jasa maupun barang, pastinya tetap memerlukan masukan atau umpan balik yang membangun dari pelanggan guna meningkatkan produk\/jasanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau ingin membangun <em>design thinking<\/em> untuk perusahaan Anda, kini <span style=\"font-weight: bold;\">RuangKerja<\/span> memiliki pelatihan fitur-fitur yang dapat mendukung suksesnya pengembangan pola pikir <em>design thinking<\/em> untuk karyawan. Apalagi Ruangkerja dilengkapi dengan fitur-fitur sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><em><strong>Rewards point<\/strong><\/em><strong>,<\/strong> peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.<\/li>\n<li><em><strong>Leaderboards<\/strong>,<\/em> memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.<\/li>\n<li><strong><em> Collaboration<\/em><\/strong>, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai perusahaan telah bergabung dengan <span style=\"font-weight: bold;\">Ruangkerja<\/span>, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/42133210-c3d9-45b8-b7c6-2fe7faaf7756.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 1 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Granahan, Lauren. Dygert, Clare. 2019. Design Thinking: Creating Authentically Learner-Centric Solutions [online]. Link: https:\/\/trainingindustry.com\/magazine\/nov-dec-2019\/design-thinking-creating-authentically-learner-centric-solutions\/ (Accessed: 26 Oktober 2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">de Geus, Marijn. 2017. 4 Principles of Design Thinking that Improve Learning and Development [online]. Link: https:\/\/trainingindustry.com\/articles\/learning-technologies\/4-principles-of-design-thinking-that-improve-learning-and-development\/ (Accessed: 26 Oktober 2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Salem, Fadi. Bhavaraju, Jacqueline. 2021. Transform Your Learning Experiences With Design Thinking: 4 Tips to Consider [online]. Link:https:\/\/trainingindustry.com\/articles\/content-development\/transform-your-learning-experiences-with-design-thinking-4-tips-to-consider\/ (Accessed: 26 Oktober 2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">InfoART. 2021. Mosaic Background Stanford\u2019s Design Thinking Process Strategic Analysis [online]. Link:https:\/\/online.visual-paradigm.com\/infoart\/templates\/strategic-analysis\/mosaic-background-stanford%E2%80%99s-design-thinking-process-strategic-analysis\/ (Accessed: 26 Oktober 2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Accenture. 2020. Why people are at the center of design thinking [online]. Link: https:\/\/www.accenture.com\/us-en\/blogs\/blogs-careers\/why-people-are-at-the-center-of-design-thinking (Accessed: 26 Oktober 2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: left; font-weight: bold;\"><em>Artikel ini ditulis pertama kali oleh Vindiasari Yunizha, kemudian diperbarui oleh Intan Aulia Husnunnisa pada tanggal 9 Desember 2022.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Design thinking bisa digunakan untuk memecahkan masalah secara efektif dengan memahami kebutuhan pengguna serta mendefinisikan ulang permasalahan yang mereka alami. &#8212; &nbsp; Apakah Anda pernah mendengar konsep\u00a0design thinking? Ini merupakan metode berpikir yang biasa dipakai ketika menciptakan produk baru di sebuah perusahaan, khususnya dalam area\u00a0user experience. Design thinking hadir sebagai sebuah pendekatan problem solving berbasis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":85,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/259b2ae3-a6bb-4416-835c-a86d09a7e668.png"],"_edit_lock":["1762742197:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapannya Bagi Perusahaan"],"_aioseo_description":["Design thinking adalah cara memecahkan masalah secara efektif dengan memahami pengguna dan kebutuhannya, serta membuat definisi ulang permasalahannya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2022-12-09","2024-03-01"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["9"],"_yoast_wpseo_focuskw":["design thinking"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Design thinking adalah cara memecahkan masalah secara efektif dengan memahami pengguna dan kebutuhannya, serta membuat definisi ulang permasalahannya."],"_yoast_wpseo_linkdex":["46"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""]},"categories":[1],"tags":[7],"class_list":["post-85","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sdm"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Design thinking adalah cara memecahkan masalah secara efektif dengan memahami pengguna dan kebutuhannya, serta membuat definisi ulang permasalahannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Design thinking adalah cara memecahkan masalah secara efektif dengan memahami pengguna dan kebutuhannya, serta membuat definisi ulang permasalahannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-09T17:23:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-10T00:56:40+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Intan Aulia Husnunnisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Intan Aulia Husnunnisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking\",\"name\":\"Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/259b2ae3-a6bb-4416-835c-a86d09a7e668.png\",\"datePublished\":\"2025-11-09T17:23:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-10T00:56:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/ec673005c4e1c0a2598b5a7b98ff88d0\"},\"description\":\"Design thinking adalah cara memecahkan masalah secara efektif dengan memahami pengguna dan kebutuhannya, serta membuat definisi ulang permasalahannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/259b2ae3-a6bb-4416-835c-a86d09a7e668.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/259b2ae3-a6bb-4416-835c-a86d09a7e668.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/ec673005c4e1c0a2598b5a7b98ff88d0\",\"name\":\"Intan Aulia Husnunnisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f7e1631eb1abecd0768987d3c71207455526c758cb28590e1958f25ba66754ae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f7e1631eb1abecd0768987d3c71207455526c758cb28590e1958f25ba66754ae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Intan Aulia Husnunnisa\"},\"description\":\"Intan Aulia Husnunnisa, biasa dipanggil Intan. Menikmati dunia SEO Content Writing sejak 2020. Semoga tulisanku bermanfaat!\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/intan-aulia-husnunnisa\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"Design thinking adalah cara memecahkan masalah secara efektif dengan memahami pengguna dan kebutuhannya, serta membuat definisi ulang permasalahannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Design thinking adalah cara memecahkan masalah secara efektif dengan memahami pengguna dan kebutuhannya, serta membuat definisi ulang permasalahannya.","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2025-11-09T17:23:00+00:00","article_modified_time":"2025-11-10T00:56:40+00:00","author":"Intan Aulia Husnunnisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Intan Aulia Husnunnisa","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking","name":"Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/259b2ae3-a6bb-4416-835c-a86d09a7e668.png","datePublished":"2025-11-09T17:23:00+00:00","dateModified":"2025-11-10T00:56:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/ec673005c4e1c0a2598b5a7b98ff88d0"},"description":"Design thinking adalah cara memecahkan masalah secara efektif dengan memahami pengguna dan kebutuhannya, serta membuat definisi ulang permasalahannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/259b2ae3-a6bb-4416-835c-a86d09a7e668.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/259b2ae3-a6bb-4416-835c-a86d09a7e668.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/ec673005c4e1c0a2598b5a7b98ff88d0","name":"Intan Aulia Husnunnisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f7e1631eb1abecd0768987d3c71207455526c758cb28590e1958f25ba66754ae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f7e1631eb1abecd0768987d3c71207455526c758cb28590e1958f25ba66754ae?s=96&d=mm&r=g","caption":"Intan Aulia Husnunnisa"},"description":"Intan Aulia Husnunnisa, biasa dipanggil Intan. Menikmati dunia SEO Content Writing sejak 2020. Semoga tulisanku bermanfaat!","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/intan-aulia-husnunnisa"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2054,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85\/revisions\/2054"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}