{"id":73,"date":"2025-11-13T10:00:00","date_gmt":"2025-11-13T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=73"},"modified":"2025-11-14T11:20:52","modified_gmt":"2025-11-14T04:20:52","slug":"problem-based-learning-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah","title":{"rendered":"Problem Based Learning, Ubah Masalah Jadi Upgrade Skill"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20Problem%20Based%20Learning-01.jpg\" alt=\"problem based learning adalah\" width=\"820\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><em>Problem based learning adalah salah satu cara membentuk keterampilan seseorang yang diasah dari sebuah permasalahan.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-size: 16px;\">&#8212;<\/span><!--more--><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keterampilan seseorang menjadi daya tarik yang perlu diasah secara berulang. Terlebih perkembangan teknologi dan zaman mengharuskan seseorang untuk terus beradaptasi dengan kemajuan dan dengan masalah yang disajikan. Keterampilan yang dibutuhkan pun terus mengalami perkembangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merujuk dari Future of Jobs Survey 2018 oleh World Economic Forum disebutkan keterampilan yang dibutuhkan tahun 2022 di antaranya berpikir analitis dan inovasi; pembelajaran aktif dan pembelajaran strategis; kreativitas, orisinalitas, juga inisiatif; berpikir kritis <em>(critical thinking skills)<\/em> dan kemampuan analisis; serta pemecahan masalah yang kompleks <em>(problem-solving skills).<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keterampilan bisa terbentuk melalui pembelajaran dan pelatihan. Adapun mengembangkan kemampuan tersebut bisa diciptakan dan dibentuk melalui model pembelajaran <em>problem based learning<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa itu Problem Based Learning?<\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><em>Problem based learning<\/em> adalah <span style=\"color: #0000ff;\"><strong><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"\/blog\/model-pembelajaran-untuk-pelatihan-karyawan\" rel=\"noopener\">model pembelajaran<\/a><\/strong><\/span> berbasis masalah, yaitu suatu pendekatan yang di dalamnya terdapat serangkaian pembelajaran yang prosesnya dimulai dari adanya permasalah kemudian dipelajari untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan<span style=\"font-weight: normal;\">. Ciri khas dari <em>problem based learning <\/em>adalah melibatkan adanya instruktur atau pendidik dalam setiap penerapannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Model pembelajaran\u00a0<em>problem based learning<\/em> awalnya dikenalkan oleh Howard Burrows, dokter yang dikenal sebagai pendidik di bidang kesehatan pada era 60-an. <em>Problem based learning<\/em> (PBL) dikemukakan dalam kerangka program medis di Universitas McMaster, Kanada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun pengertian lainnya, merujuk dari <em>Strategi Pembelajaran Problem Based Learning<\/em> (2020), <strong><em>problem based learning<\/em><\/strong> adalah <strong>metode pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk mendapatkan ilmu baru dari analisis berbagai pengetahuan dan pengalaman belajar yang dimiliki<\/strong>, serta menghubungkannya dengan permasalahan belajar yang diberikan guru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kata lain, pembelajaran bisa melakukan pendekatan siswa analisis dan evaluasi pada masalah yang harus dihadapi. Mereka akan dilatih untuk menyelesaikan masalah serta mendapatkan pengetahuan dari pengalaman tersebut.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/self-directed-learning\">Self Directed Learning, Kemandirian Belajar di Tempat Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Problem Based Learning<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Tujuan dari penerapan metode <em>problem based learning<\/em> adalah untuk mendorong siswa melakukan pembelajaran secara mandiri yang berlangsung seumur hidup<\/span>. Selain itu, <em>problem based learning<\/em> menekankan pada kolaborasi dan kerja tim yang dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan yang dihasilkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai bentuk pembelajaran aktif, <em>problem based learning<\/em> (PBL) mampu mendorong pengetahuan dan mengintegrasikan pembelajaran di institusi pendidikan dengan dinamika kehidupan nyata. Dengan begitu, peserta didik dapat belajar bagaimana mengembangkan pengetahuan yang fleksibel dan meningkatkan pengetahuannya sendiri, keterampilan pemecahan masalah, memperoleh motivasi secara intrinsik, bertukar ide, dan berkolaborasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siswa kelas dapat mengidentifikasi apa yang telah mereka ketahui, apa yang perlu diketahui, serta cara dan sumber informasi yang dibutuhkan untuk berhasil mencapai solusi masalah. Sementara instruktur dalam <em>problem based learning<\/em> dapat memfasilitasi pembelajaran dengan mendukung, membimbing, dan memantau kemajuan peserta didik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Model <em>problem based learning<\/em> dapat membangun kepercayaan diri peserta didik. Bukan hanya itu, peserta didik juga didorong berpartisipasi aktif dan memperluas pemahaman mereka. Metode ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai keterampilan pemecahan masalah, pemikiran, kerja tim, komunikasi, manajemen waktu, dan penelitian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Perbedaan Problem Based Learning dengan Project Based Learning<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan utama antara <em>problem-based learning<\/em> (PBL) dan <em>project-based learning<\/em> (PjBL) yang jelas terletak pada fokus belajar dan tujuannya. Sesuai dengan namanya, <strong>PBL lebih menekankan pada pemecahan masalah, sedangkan PjBL akan lebih fokus terhadap pengembangan keterampilan<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, jika perusahaan ingin meningkatkan kompetensi karyawannya dalam menyelesaikan masalah yang relevan dengan dunia nyata, maka yang cocok digunakan dalam pembelajaran adalah model <em>problem based learning<\/em>. Sementara itu, PjBL bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat proyek yang relevan dengan dunia nyata.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga:\u00a0 <\/span><a href=\"\/blog\/project-based-learning-adalah\" rel=\"noopener\"><span id=\"hs_cos_wrapper_name\" style=\"font-weight: bold;\" data-hs-cos-general-type=\"meta_field\" data-hs-cos-type=\"text\">Project Based Learning, Pembelajaran yang Menghasilkan Solusi Terbaik<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">4 Prinsip Utama Metode Problem Based Learning<\/span><\/h2>\n<p>Metode <em>problem based<\/em> <em>learning <\/em>dapat dikatakan berhasil apabila telah memenuhi empat prinsip utamanya. Adapun empat prinsip utama metode <em>problem based learning<\/em> terdiri dari:<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Pembelajaran aktif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peserta didik dapat mengontrol pembelajaran sendiri, dan mengajukan, serta menjawab pertanyaannya sendiri. Ada partisipasi aktif dari peserta didik dalam <em>problem based learning<\/em>.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Pembelajaran terpadu<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan berjalan beriringan dalam model <em>problem based<\/em> <em>learning.<\/em> Sedangkan bahan ajar yang ada dalam kelas\/buku dikaitkan dengan dunia nyata. Pembahasan lebih fokus pada masalahnya.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Pembelajaran kumulatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Problem based learning<\/em> terbilang berhasil apabila pada penerapannya, pengetahuan diperoleh secara bertahap dengan topik ditinjau kembali secara lebih mendalam. Seiring waktu, masalah menjadi lebih sulit, dan peserta didik mendapatkan tantangan yang lebih kompleks.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Belajar untuk memahami<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses adalah bagian dari pembelajaran itu sendiri. Dalam <em>problem based learning<\/em>, proses menjadi lebih penting daripada fakta yang disampaikan. Refleksi pribadi pun bagian penting yang tidak boleh dilewatkan oleh peserta didik. Selain itu, instruktur wajib menguji pengetahuan peserta didik dan memberikan umpan balik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">5 Teknik Penerapan Model Problem Based Learning<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pembelajaran berbasis masalah (<em>problem based learning<\/em>) terdapat teknik yang menjadi kuncian dalam suksesnya penerapan pembelajaran tersebut. Adapun lima teknik penerapan <em>problem based learning<\/em>, yakni<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Masalah yang disajikan kepada peserta didik berfungsi sebagai<strong> panduan untuk memotivasi peserta didik dalam belajar,<\/strong><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Masalah dijadikan sebagai bentuk ujian, tes atau eksperimen<\/strong> untuk mendapatkan penjelasan dari apa masalah yang atasinya. Dalam kata lain, untuk mengasah pemahaman peserta didik terhadap hasil belajar mereka,<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Masalah hanya contoh atau<strong> gambaran dari konsep yang diajarkan instruktur<\/strong>,<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Instruktur memberikan bimbingan pada individu dan berusaha untuk <strong>menggunakan masalah sebagai cara menguji proses pembelajaran<\/strong> yang dipelajari peserta didik,<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Masalah memberikan stimulus untuk aktivitas<\/strong>. Masalah digunakan sebagai cara untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menyelesaikannya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/design-thinking\">Apa Itu Design Thinking? Ini Penerapan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Contoh Problem Based Learning<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu contoh <em>problem based learning <\/em>di perusahaan adalah ketika sebuah tim diberikan masalah khusus yang harus mereka selesaikan dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, sebuah perusahaan farmasi yang ingin meningkatkan efisiensi produksi obat-obatan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok yang terlibat\u00a0 akan diberikan masalah tersebut dan ditugaskan untuk mencari solusi\u00a0 menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki. Mereka akan bekerja secara kolaboratif untuk menganalisis masalah, mencari informasi, mengembangkan ide, dan menguji solusi yang mereka temukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses ini akan melibatkan aplikasi langsung dari pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis yang diperoleh dari pelatihan dan pengalaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Manfaat Penerapan Problem Based Learning<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada sejak tahun 1960-an, <em>problem based learning<\/em> telah diakui manfaatnya. Pembelajaran ini mengalami perkembangan dan masih dimanfaatkan hingga sekarang karena adaptif dengan permasalahan yang kompleks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut berbagai macam manfaat penerapan <em>problem based learning<\/em>:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Model pembelajaran <em>problem based learning<\/em> <strong>mengajak peserta didik untuk belajar dengan memeriksa masalah<\/strong> dan menggunakan pengalaman pribadi mereka untuk menemukan solusinya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pembelajaran berbasis masalah <strong>mendorong peserta didik untuk terlibat pada aktivitas yang di dalamnya terdapat kerja tim<\/strong>, sehingga peserta didik dituntut untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan untuk berkomunikasi pada siswa atau pada peserta didik.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Peserta didik <strong>berproses dalam mengembangkan keterampilan<\/strong> dan secara efektif mampu mempertahankan posisi mereka. Peserta didik lebih memahami konsep yang diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Peserta didik dapat<strong> menemukan sendiri apa yang perlu mereka ketahui<\/strong> dan sesuatu yang meningkatkan keterampilan belajar mandirinya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : <span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/pentingnya-emotional-intelligence-di-dunia-pekerjaan\">Pentingnya Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional) di Dunia Kerja<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Langkah-Langkah Pembelajaran Problem Based Learning<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika ingin menerapkan model <em>problem based learning<\/em>, instruktur memerlukan pengetahuan terhadap alur dan prinsip utama dalam penerapannya agar tidak keliru dalam memberikan pengajaran. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang harus dipahami oleh instruktur atau guru dalam pembelajaran <em>problem based learning<\/em> yaitu:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20Problem%20Based%20Learning-02.jpg\" alt=\"problem based learning adalah\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Instruktur menampilkan permasalahan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahapan awal dalam pembelajaran <em>problem based learning<\/em>, yakni instruktur menyampaikan tujuan dari pembelajaran. Selanjutnya, instruktur memaparkan permasalahan. Instruktur kemudian meminta peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahap ini masalah sebagai pemantik rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah, dan inisiatif peserta didik. Pastikan setiap peserta didik memahami berbagai istilah, serta konsep yang ada dalam masalah.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Merumuskan masalah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siswa harus merumuskan masalah yang ada kemudian menganalisisnya. Dalam langkah ini peserta didik diajak untuk mengasah keterampilan berpikir kritis dan analitik dengan belajar dari menganalisis masalah tersebut.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Merumuskan solusi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peserta didik kemudian mendiskusikan dengan rekan kerja maupun kelompok dan dibimbing oleh instruktur memecahkan masalah dan menemukan solusi untuk masalah tersebut. Mereka mengidentifikasi apa yang mereka rumuskan dan analisis sebelumnya untuk mencoba membuat solusinya.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Mempresentasikan hasil pemecahan masalah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mereka menelaah masalah tersebut, peserta didik mempresentasikan hasil kegiatan belajar dan memaparkan solusi dari permasalahan yang dijabarkan pada tahapan awal serta menyampaikan informasi yang sudah mereka dapat berbentuk laporan.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Evaluasi dan mendapatkan umpan balik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Instruktur atau guru akan membantu siswa ketika proses perencanaan dan penyajian hasil akhir, lalu memberikan penilaian atau mengevaluasi hasil belajar. Kemudian instruktur mengevaluasi hasil belajar atau memberikan umpan balik kepada peserta didik masukan atau arahan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Kekurangan Problem Based Learning<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun beberapa kekurangan model <em>problem based\u00a0<\/em><em>learning<\/em> adalah sebagai berikut:<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Waktu yang diperlukan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Problem base learning <\/em>memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan sebuah masalah. Hal ini dapat membuat peserta dan pengajar merasa kelelahan jika pembelajaran tidak dilaksanakan dengan baik.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Perlu manajemen kelas yang mumpuni<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar sebuah masalah dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien, para pengajar perlu memastikan untuk melakukan manajemen kelas yang baik dan para peserta bisa kooperatef dalam setiap proses pembelajaran.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Kemampuan siswa yang berbeda<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun bertujuan untuk mengasah keterampilan, sayangnya <em>problem based learning <\/em>dapat menjadi sulit bagi peserta didik yang lemah dalam berpikir kritis atau yang kurang mampu bekerja sama dalam sebuah kelompok.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Kurangnya pengawasan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam <em>problem base learning<\/em>, peserta didik akan ditempatkan dalam situasi mandiri. Hal ini bisa saja menyebabkan peserta kurang memperhatikan pembelajaran jika tidak diawasi dengan baik.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Kurangnya fokus materi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena terlalu fokus untuk menyelesaikan masalah, peserta didik kemungkinan akan kurang fokus pada materi yang harus dipelajari.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Perlu dukungan dari pengajar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Problem based learning <\/em>memang menuntut siswa atau peserta didik untuk belajar secara mandiri. Meskipun begitu, <em>problem based learning<\/em> merupakan pembelajaran yang melibatkan pelatih atau pengajar untuk membantu dalam menyediakan masalah yang relevan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : <span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/abilene-paradox\"><em>The Abilene Paradox<\/em> dalam Lingkungan Kerja<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ingin merencanakan bisnis dengan mumpuni, tak perlu khawatir. Kini RuangKerja telah memiliki pelatihan yang mendukung suksesnya penerapan <em>problem based learning<\/em> di perusahaan Anda. RuangKerja dilengkapi dengan fitur-fitur berikut:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong><em>Rewards point<\/em>,<\/strong> peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.<\/li>\n<li><strong><em>Leaderboards<\/em>,<\/strong> memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.<\/li>\n<li><strong><em>Collaboration<\/em>,<\/strong> setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai perusahaan telah bergabung dengan RuangKerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?<\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/6c763aac-e3e5-48bf-be4a-7e5f5ec1d42f.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ruangguru. 2017. Metode Pembelajaran Problem Based Learning dapat Tingkatkan Keaktifan Siswa [online]. Link: https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tingkatkan-keaktifan-siswa-dengan-metode-pembelajaran-problem-based-learning (Accessed: 4 June 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pappas, Christoper. 2014. Instructional Design Models and Theories: Problem-Based Learning [online]. Link: https:\/\/elearningindustry.com\/problem-based-learning (Accessed: 4 June 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Weimer Phd, Maryellen. 2009. Problem-Based Learning: Benefits and Risks [online]. Link: https:\/\/www.facultyfocus.com\/articles\/effective-teaching-strategies\/problem-based-learning-benefits-and-risks\/ (Accessed: 4 June 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Devilee, Annette. 2008. Problem Based Learning (PBL) [online]. Link: https:\/\/instructionaldesign.com.au\/problem-based-learning\/ (Accessed: 4 June 2022)<\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: bold;\">Artikel ini telah diperbarui oleh Intan Aulia Husnunnisa pada 13 Januari 2023.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Problem based learning adalah salah satu cara membentuk keterampilan seseorang yang diasah dari sebuah permasalahan. &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":73,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20Problem%20Based%20Learning-01.jpg"],"_edit_lock":["1763094701:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-01-13","2024-01-16"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Problem based learning bisa membentuk keterampilan seseorang yang diasah dari sebuah permasalahan. Bagaimana penerapannya? Simak penjelasannya di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_focuskw":["problem based learning"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Problem based learning bisa membentuk keterampilan seseorang yang diasah dari sebuah permasalahan. Bagaimana penerapannya? Simak penjelasannya di artikel ini!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["51"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["8"],"_knawatfibu_alt":["Problem Based Learning"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""]},"categories":[1],"tags":[7],"class_list":["post-73","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sdm"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Problem Based Learning, Ubah Masalah Jadi Upgrade Skill - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Problem based learning bisa membentuk keterampilan seseorang yang diasah dari sebuah permasalahan. Bagaimana penerapannya? Simak penjelasannya di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Problem Based Learning, Ubah Masalah Jadi Upgrade Skill - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Problem based learning bisa membentuk keterampilan seseorang yang diasah dari sebuah permasalahan. Bagaimana penerapannya? Simak penjelasannya di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-13T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-14T04:20:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah\",\"name\":\"Problem Based Learning, Ubah Masalah Jadi Upgrade Skill - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20Problem%20Based%20Learning-01.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-13T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-14T04:20:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\"},\"description\":\"Problem based learning bisa membentuk keterampilan seseorang yang diasah dari sebuah permasalahan. Bagaimana penerapannya? Simak penjelasannya di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20Problem%20Based%20Learning-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20Problem%20Based%20Learning-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Problem Based Learning, Ubah Masalah Jadi Upgrade Skill\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\",\"name\":\"Vindiasari Yunizha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Vindiasari Yunizha\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Problem Based Learning, Ubah Masalah Jadi Upgrade Skill - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"Problem based learning bisa membentuk keterampilan seseorang yang diasah dari sebuah permasalahan. Bagaimana penerapannya? Simak penjelasannya di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Problem Based Learning, Ubah Masalah Jadi Upgrade Skill - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Problem based learning bisa membentuk keterampilan seseorang yang diasah dari sebuah permasalahan. Bagaimana penerapannya? Simak penjelasannya di artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2025-11-13T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-11-14T04:20:52+00:00","author":"Vindiasari Yunizha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Vindiasari Yunizha","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah","name":"Problem Based Learning, Ubah Masalah Jadi Upgrade Skill - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20Problem%20Based%20Learning-01.jpg","datePublished":"2025-11-13T03:00:00+00:00","dateModified":"2025-11-14T04:20:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d"},"description":"Problem based learning bisa membentuk keterampilan seseorang yang diasah dari sebuah permasalahan. Bagaimana penerapannya? Simak penjelasannya di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20Problem%20Based%20Learning-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20Problem%20Based%20Learning-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Problem Based Learning, Ubah Masalah Jadi Upgrade Skill"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d","name":"Vindiasari Yunizha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Vindiasari Yunizha"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2063,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73\/revisions\/2063"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}