{"id":385,"date":"2026-04-26T00:02:19","date_gmt":"2026-04-25T17:02:19","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=385"},"modified":"2026-04-26T02:05:07","modified_gmt":"2026-04-25T19:05:07","slug":"baby-boomers","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers","title":{"rendered":"Tips Menyusun Pelatihan Online yang Ramah Bagi Generasi Baby Boomers"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f3f7eee3-a2c2-4aba-90c0-2702bd975fde.png\" alt=\"Pelatihan Online Baby Boomers\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><em>Artikel ini membahas alasan baby boomers sulit terkoneksi dengan pelatihan online dan tips mendesain pelatihan online yang ramah untuk baby boomers.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><em>&#8212;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelatihan karyawan dilakukan untuk meningkatkan <em>skill<\/em> karyawan agar mampu memenuhi standar perusahaan dan menyesuaikan dengan tren masa kini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejalan dengan perkembangan teknologi, pelatihan yang biasanya dilakukan secara konvensional, kini dapat dilakukan secara <em>online<\/em>. Dilansir dari <em>trainingindustry.com<\/em>, sebanyak <strong>70% perusahaan sudah berinvestasi untuk pelatihan <\/strong><strong><em>online<\/em><\/strong>. Pelatihan <em>online<\/em> menjadi pilihan banyak perusahaan karena memberikan berbagai benefit bagi karyawan dan perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, perlu diingat bahwa dalam sebuah perusahaan, tentu tidak hanya ada satu generasi, melainkan multigenerasi, mulai dari generasi <em>baby boomers<\/em> sampai milenial. Ada kesenjangan generasi di dalamnya, seperti perbedaan umur, perilaku, hingga pandangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti apa perbedaan generasi baby boomers dan millenial dalam dunia pekerjaan? Lalu bagaimana membuat pelatihan online yang ramah bagi segala generasi, terutama baby boomers? Simak jawabannya di artikel ini!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Perbedaan Baby Boomers dan Millenial di Dunia Kerja<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Baby boomers<\/em> adalah generasi yang lahir pada tahun 1946-1964<\/strong>, masa di mana teknologi belum secanggih sekarang. Berbeda dengan <strong>generasi milenial yang lahir pada 1981-1996<\/strong>. Mereka lahir di tengah kemajuan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena ini, terdapat perbedaan kemampuan <em>baby boomers<\/em> dan milenial dalam menggunakan teknologi. Ini didukung survei yang dilakukan <strong>USC Annenberg Center for the Digital Future dan Bovitz Inc,<\/strong> 2 dari 3 generasi milenial mengatakan bahwa mereka berada di tingkat atas dalam menggunakan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan <strong>53% <\/strong><strong><em>baby boomers<\/em><\/strong><strong> menempatkan diri mereka di tingkat menengah dalam penggunaan teknologi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/perbedaan-baby-boomers-milenial-di-tempat-kerja.jpg\" alt=\"perbedaan-baby-boomers-milenial-di-tempat-kerja\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><em>Perbedaan generasi milenial dan baby boomers di tempat kerja<\/em>. (Sumber: facebook.com\/ruangkerjabyruangguru)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut beberapa perbedaan mendetail yang biasanya muncul antara generasi <em>baby boomers<\/em> dengan millenial di tempat kerja :<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Adaptasi terhadap Teknologi<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Baby Boomers<\/em> cenderung tidak tumbuh bersama teknologi digital sehingga membutuhkan waktu lebih untuk beradaptasi dengan tools kerja modern.<\/li>\n<li>Milenial merupakan generasi yang akrab dengan teknologi sejak awal, sehingga lebih cepat memahami dan memanfaatkan <em>platform<\/em> digital dalam pekerjaan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dampaknya, milenial biasanya lebih unggul dalam pekerjaan berbasis teknologi, sementara<em> baby boomers<\/em> lebih mengandalkan pengalaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Gaya Komunikasi<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Baby Boomers<\/em> lebih menyukai komunikasi langsung (tatap muka atau formal) karena dianggap lebih jelas dan efektif.<\/li>\n<li>Milenial terbiasa dengan komunikasi digital seperti<em> chat, email,<\/em> atau platform kolaborasi online.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini bisa menimbulkan perbedaan preferensi dalam koordinasi kerja sehari-hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Cara Belajar dan Pengembangan Diri<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Baby Boomers<\/em> lebih nyaman dengan pelatihan konvensional seperti kelas tatap muka atau <em>workshop<\/em> langsung.<\/li>\n<li>Milenial lebih fleksibel dan terbuka terhadap pembelajaran <em>online, e-learning,<\/em> dan sistem berbasis digital.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perusahaan perlu menyesuaikan metode pelatihan agar efektif untuk kedua generasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Nilai dan Pandangan terhadap Pekerjaan<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Baby Boomers<\/em> cenderung memandang pekerjaan sebagai bagian penting dari identitas dan menunjukkan loyalitas tinggi terhadap perusahaan.<\/li>\n<li>Milenial lebih melihat pekerjaan sebagai sarana untuk mencapai <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/work-life-balance\"><strong>keseimbangan hidup (<em>work-life balance<\/em>)<\/strong><\/a> dan pengembangan diri.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini memengaruhi ekspektasi terhadap lingkungan kerja dan kebijakan perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Kebutuhan akan Interaksi Sosial<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Baby Boomers<\/em> lebih menghargai interaksi sosial secara langsung dalam bekerja.<\/li>\n<li>Milenial tetap bisa produktif meskipun interaksi dilakukan secara <em>virtual<\/em> atau <em>remote.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan ini terlihat jelas dalam preferensi kerja <em>hybrid<\/em> atau <em>remote.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Pendekatan terhadap Perubahan<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Baby Boomers<\/em> cenderung lebih berhati-hati dan mempertimbangkan pengalaman sebelum menerima perubahan.<\/li>\n<li>Milenial lebih terbuka dan cepat beradaptasi terhadap perubahan, terutama yang berkaitan dengan inovasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini memengaruhi kecepatan adopsi sistem atau strategi baru di tempat kerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Orientasi terhadap Hasil dan Proses<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Baby Boomers<\/em> sering menekankan proses kerja yang terstruktur dan bertahap.<\/li>\n<li>Milenial cenderung lebih fokus pada hasil akhir dengan cara kerja yang fleksibel.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan ini bisa memengaruhi cara tim menyelesaikan pekerjaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Alasan\u00a0<em>Baby Boomers Sulit Terkoneksi <\/em>dengan Pelatihan<em> Online<\/em><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat kesenjangan yang sudah dijelaskan di atas, perusahaan perlu menyusun pelatihan online yang ramah untuk baby boomers. Jika baby boomers bisa menggunakannya, tentu generasi sesudahnya juga bisa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itu, Anda perlu mengetahui apa alasan yang membuat baby boomers sulit terkoneksi dengan pelatihan online.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Kurangnya interaksi sosial<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Baby boomers<\/em> terbiasa dengan pelatihan konvensional yang mana interaksi antar peserta pelatihan dan instruktur dilakukan secara tatap muka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelatihan <em>online<\/em> memang memiliki model interaksi yang berbeda dengan pelatihan konvensional.\u00a0 Tapi bukan berarti tidak ada interaksi sosial di dalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap peserta dapat berinteraksi dan berdiskusi dengan peserta lainnya atau instruktur pelatihan dengan memanfaatkan media yang digunakan. Misalnya, forum diskusi atau grup <em>online<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Teknologi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Fozahl dan Wahl (2012), generasi <em>baby boomers<\/em> yang tidak <em>native<\/em> terhadap teknologi akan kesulitan menerima berbagai tipe teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, generasi ini agak sulit beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi di tempat kerja. Banyak generasi <em>baby boomers<\/em> yang familiar dengan berbagai teknologi seperti laptop, tablet, dan <em>smartphone<\/em>, namun hanya sampai taraf tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka khawatir pelatihan <em>online<\/em> tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka karena mereka tidak memiliki keterampilan teknologi yang diperlukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Tidak melihat nilai praktis dari pelatihan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Baby boomer<\/em> adalah generasi yang sangat mengutamakan kepraktisan dan kegunaan (pragmatis). Harus ada alasan praktis mengapa mereka harus meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan <em>online<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, apakah materi pelatihan <em>online<\/em> bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata atau tidak, serta bagaimana cara mengaplikasikannya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi Anda harus memastikan bahwa materi pelatihan ini bermanfaat dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata atau bisa memudahkan pekerjaan mereka.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/apa-itu-lms-dan-manfaatnya-bagi-peningkatan-produktivitas-karyawan\" rel=\"noopener\">Apa itu LMS dan Manfaatnya Bagi Peningkatan Produktivitas Karyawan<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mengetahui beberapa alasan mengapa <em>baby boomers<\/em> sulit terkoneksi dengan pelatihan <em>online<\/em>, maka Anda dapat menyusun pelatihan <em>online<\/em> yang ramah untuk generasi mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Tips Pelatihan\u00a0<em>Online\u00a0<\/em>Bagi Generasi <em>Baby Boomers<\/em><\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Menggunakan metode <\/strong><strong><em>micro-learning<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Micro-learning<\/em> adalah sistem pencacahan materi pelatihan menjadi segmen-segmen kecil. Ini membantu peserta mempelajari materi pelatihan dengan fokus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, materi yang ringkas dan padat lebih mudah dipahami dan diingat. Berbeda dengan sistem <em>macro-learning<\/em> yang mana materi disampaikan dalam konten panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peserta jadi lebih mudah bosan dan lupa karena terlalu banyak informasi yang masuk bersamaan. Selain itu, metode ini juga sangat aplikatif untuk pembelajaran menggunakan ponsel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/ampuhnya-metode-micro-learning-untuk-pembelajaran-online\"><strong>Ampuhnya Metode Micro-Learning untuk Pembelajaran Online<\/strong><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><em>2. <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/mobile-learning\">Mobile learning<\/a><\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ponsel atau perangkat seluler adalah teknologi yang digunakan oleh siapapun, dari semua generasi. Oleh karena itu, Anda dapat mendesain pelatihan <em>online<\/em> yang mendukung sistem pembelajaran seluler atau <em>mobile learning<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pastikan <em>user interface<\/em> dan menu yang ada\u00a0 sederhana serta mudah dipelajari. Selain perangkat yang sudah familiar, <em>mobile learning<\/em> juga mendukung pelatihan yang lebih fleksibel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peserta pelatihan dapat mengakses kelas pelatihan kapan pun di mana pun dengan ponsel mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mobile-learning.jpg\" alt=\"mobile-learning\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><em>Mobile learning untuk pelatihan<\/em> <em>online<\/em>. (Sumber: facebook.com\/ruangkerjabyruangguru)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Gamifikasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gamifikasi pertama kali diciptakan oleh Nick Pelling pada tahun 2002. Ini adalah pendekatan bermain sambil belajar yang sering digunakan dalam bentuk <em>challenges, leaderboards, scores, instant feedback, badges,<\/em> dan <em>competition<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"\/blog\/gamifikasi-adalah\" rel=\"noopener\">Gamifikasi<\/a><\/strong> membuat pelatihan menjadi lebih menyenangkan dan membuat peserta pelatihan lebih terlibat. Anda bisa memberikan studi kasus untuk dapat dipecahkan oleh peserta. Peserta pelatihan dengan segala usia dapat menikmati dan berpartisipasi dalam pemecahan masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/jadikan-karyawan-lebih-aktif-melalui-gamifikasi-di-pelatihan-online\"><strong>Jadikan Karyawan Lebih Aktif melalui Gamifikasi di Pelatihan Online<\/strong><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Sederhana dan mudah dipahami<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa pun pasti menginginkan kemudahan dalam belajar. Baik generasi <em>baby boomers<\/em> dan generasi milenial. Untuk itu, Anda bisa membuat pelatihan <em>online<\/em> yang sederhana dan mudah digunakan. Seperti UI\/UX yang interaktif dan responsif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar seluruh karyawan paham teknologi yang Anda gunakan, berikan panduan penggunaan teknologi serta pemecahan masalah yang mungkin terjadi. Berikan juga kontak yang dapat dihubungi untuk mendapatkan bantuan ketika mengalami kendala dalam penggunaan teknologi pelatihan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Fitur kolaborasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang telah kita ketahui, <em>baby boomers<\/em> menginginkan interaksi sosial dalam pelatihan <em>online<\/em>. Untuk itu, Anda perlu menyusun pelatihan <em>online<\/em> dengan fitur kolaborasi grup secara <em>online<\/em> atau forum diskusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, setiap peserta dapat saling berkolaborasi dan berdiskusi dengan peserta pelatihan lainnya atau dengan instruktur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, setiap peserta juga dapat berbagi kesulitan dan memecahkan masalah bersama melalui forum diskusi ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memahami perbedaan karakteristik antara <em>baby boomers<\/em> dan milenial bukan hanya membantu mengurangi kesenjangan di tempat kerja, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan kolaborasi yang lebih efektif dan produktif. Dengan pendekatan pelatihan yang tepat, perusahaan dapat menjembatani perbedaan ini sekaligus memaksimalkan potensi setiap generasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui platform pembelajaran seperti LMS dari Ruangkerja, proses pengembangan karyawan dapat disesuaikan dengan kebutuhan lintas generasi, mulai dari metode tatap muka hingga <em>digital learning<\/em> yang fleksibel sehingga setiap individu dapat belajar dengan cara yang paling efektif bagi mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nikmati pelatihan <em>online<\/em> untuk karyawan dengan berbagai fitur dan kemudahan hanya dalam satu genggaman bersama ruangkerja. Konsultasikan dengan <em>advisor<\/em> kami, dengan klik <em>banner<\/em> di bawah ini!<\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis?referralCookiesId=9d0f8356-1aeb-4864-bba7-3b308510c99b\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/6c763aac-e3e5-48bf-be4a-7e5f5ec1d42f.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Papas, Christopher. 2019. \u20187 Reason Why Baby Boomers Cannot Connect With Your Online Training Course\u2019 [daring]. Tautan: https:\/\/elearningindustry.com\/reasons-baby-boomers-connect-online-training-course (Diakses pada: 05 April 2021)<\/p>\n<p>Khouri, Chris. 2019. \u2018Tips To Tailor Your Training To A Multigenerational Workforce\u2019 [daring]. Tautan: https:\/\/elearningindustry.com\/tailor-training-multigenerational-workforce-tips (Diakses pada: 07 April 2021)<\/p>\n<p>Hicks, Megan. 2016. \u2018Designing eLearning for Baby Boomers? Start here!\u2019 [daring]. Tautan: https:\/\/www.shiftelearning.com\/blog\/what-if-your-elearning-audience-are-baby-boomers (Diakses pada: 07 April 2021)<\/p>\n<p>IMS Technology Service. \u2018 Generation Gap: Technology Usage in the Workplace\u2019 [daring]. Tautan: https:\/\/imsts.com\/generation-gap-technology-usage-in-the-workplace (Diakses pada 06 April 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas alasan baby boomers sulit terkoneksi dengan pelatihan online dan tips mendesain pelatihan online yang ramah untuk baby boomers. &#8212; Pelatihan karyawan dilakukan untuk meningkatkan skill karyawan agar mampu memenuhi standar perusahaan dan menyesuaikan dengan tren masa kini. Sejalan dengan perkembangan teknologi, pelatihan yang biasanya dilakukan secara konvensional, kini dapat dilakukan secara online. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":385,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f3f7eee3-a2c2-4aba-90c0-2702bd975fde.png"],"_edit_lock":["1777143787:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2021-04-08","2024-05-08"],"_aioseo_title":["Tips Menyusun Pelatihan Online Bagi Generasi Baby Boomers"],"_aioseo_description":["Baby boomers lebih sulit terkoneksi dengan pelatihan online dibanding generasi lainnya. Simak tips menyusun pelatihan online yang ramah bagi mereka, di sini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Pelatihan Online Baby Boomers"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["pelatihan baby boomers"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Baby boomers lebih sulit terkoneksi dengan pelatihan online dibanding generasi lainnya. Simak tips menyusun pelatihan online yang ramah bagi mereka, disini!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["82"]},"categories":[1],"tags":[10],"class_list":["post-385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-tren"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tips Menyusun Pelatihan Online yang Ramah Bagi Generasi Baby Boomers - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Baby boomers lebih sulit terkoneksi dengan pelatihan online dibanding generasi lainnya. Simak tips menyusun pelatihan online yang ramah bagi mereka, disini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tips Menyusun Pelatihan Online yang Ramah Bagi Generasi Baby Boomers - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Baby boomers lebih sulit terkoneksi dengan pelatihan online dibanding generasi lainnya. Simak tips menyusun pelatihan online yang ramah bagi mereka, disini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-25T17:02:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-25T19:05:07+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers\",\"name\":\"Tips Menyusun Pelatihan Online yang Ramah Bagi Generasi Baby Boomers - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f3f7eee3-a2c2-4aba-90c0-2702bd975fde.png\",\"datePublished\":\"2026-04-25T17:02:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-25T19:05:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/2ffe4486d77f9a63bf60bd83ad03e23b\"},\"description\":\"Baby boomers lebih sulit terkoneksi dengan pelatihan online dibanding generasi lainnya. Simak tips menyusun pelatihan online yang ramah bagi mereka, disini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f3f7eee3-a2c2-4aba-90c0-2702bd975fde.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f3f7eee3-a2c2-4aba-90c0-2702bd975fde.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tips Menyusun Pelatihan Online yang Ramah Bagi Generasi Baby Boomers\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/2ffe4486d77f9a63bf60bd83ad03e23b\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tips Menyusun Pelatihan Online yang Ramah Bagi Generasi Baby Boomers - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"Baby boomers lebih sulit terkoneksi dengan pelatihan online dibanding generasi lainnya. Simak tips menyusun pelatihan online yang ramah bagi mereka, disini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tips Menyusun Pelatihan Online yang Ramah Bagi Generasi Baby Boomers - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Baby boomers lebih sulit terkoneksi dengan pelatihan online dibanding generasi lainnya. Simak tips menyusun pelatihan online yang ramah bagi mereka, disini!","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2026-04-25T17:02:19+00:00","article_modified_time":"2026-04-25T19:05:07+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers","name":"Tips Menyusun Pelatihan Online yang Ramah Bagi Generasi Baby Boomers - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f3f7eee3-a2c2-4aba-90c0-2702bd975fde.png","datePublished":"2026-04-25T17:02:19+00:00","dateModified":"2026-04-25T19:05:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/2ffe4486d77f9a63bf60bd83ad03e23b"},"description":"Baby boomers lebih sulit terkoneksi dengan pelatihan online dibanding generasi lainnya. Simak tips menyusun pelatihan online yang ramah bagi mereka, disini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f3f7eee3-a2c2-4aba-90c0-2702bd975fde.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f3f7eee3-a2c2-4aba-90c0-2702bd975fde.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/baby-boomers#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tips Menyusun Pelatihan Online yang Ramah Bagi Generasi Baby Boomers"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/2ffe4486d77f9a63bf60bd83ad03e23b","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=385"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2319,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/385\/revisions\/2319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}