{"id":34,"date":"2026-02-02T02:00:00","date_gmt":"2026-02-01T19:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=34"},"modified":"2026-02-02T11:59:02","modified_gmt":"2026-02-02T04:59:02","slug":"discovery-learning","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning","title":{"rendered":"Contoh Model Pembelajaran Discovery Learning di Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Mengenal%20Metode%20Discovery%20Learning%2c%20Pembelajaran%20yang%20Berfokus%20pada%20Proses.jpg\" alt=\"discovery learning\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><em>Discovery Learning adalah model pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk menemukan pengetahuan baru dari informasi yang telah dimilikinya. Artikel ini akan mengupas tuntas prinsip dan sistem pembelajaran discovery learning.\u00a0<\/em><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-size: 16px;\">&#8212;<\/span><!--more--><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di era digital saat ini, terdapat model-model pembelajaran yang semakin beragam. Anda dapat melihat macam-macam model pembelajaran tersebut melalui artikel\u00a0 <a style=\"font-weight: normal;\" href=\"\/blog\/model-pembelajaran-untuk-pelatihan-karyawan\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">7 Model Pembelajaran Untuk Pelatihan Karyawan<\/span><\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dari tujuh model pembelajaran yang ada, salah satu yang cukup dikenal untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah <em>discovery<\/em> <em>learning.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Maka dari itu, metode belajar yang satu ini cukup sering diadopsi oleh perusahaan dari berbagai industri untuk meningkatkan kualitas karyawan mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Mari ketahui secara rinci mengenai\u00a0<em>discovery learning<\/em> melalui artikel di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt; color: #000000;\"><strong>Apa yang Dimaksud dengan D<\/strong><strong>iscovery Learning<\/strong><strong>? <\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><em>Discovery learning<\/em> adalah metode pembelajaran yang menerapkan <em>inquiry-based instruction<\/em><\/strong>. Metode pembelajaran\u00a0<em>discovery learning<\/em> akan mendorong siswa untuk menyelidiki sendiri, membangun pengalaman dan pengetahuan masa lalu, menggunakan intuisi, imajinasi, kreativitas, mencari informasi baru untuk menemukan fakta, korelasi, juga kebenaran baru. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, belajar tidak sama dengan menyerap apa yang dikatakan atau dibaca, tetapi siswa akan belajar mencari jawaban dan solusi sendiri secara aktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sementara menurut pakar pendidikan, Rusman, <strong><em>discovery learning<\/em> adalah dukungan seorang individu atau kelompok untuk menemukan pengetahuannya sendiri berdasarkan dengan pengalaman yang didapatkannya<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Lebih lanjut lagi, merujuk pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, pengertian\u00a0<em>discovery learning<\/em> yaitu pembelajaran berbasis masalah yang bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian proyek yang layak digunakan dan sebagai salah satu inovasi pengembangan penilaian secara lebih operasional.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Model Discovery Learning<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Discovery learning<\/em> dirancang dengan kegiatan eksperiensial dan interaktif.<strong> Eksperiensial memiliki arti instruktur mampu mengaktifkan pembelajar untuk membangun pengetahuan dan keterampilan serta nilai-nilai juga sikap melalui pengalamannya secara langsung. <\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Instruktur harus menggunakan cerita, permainan, alat bantu visual, dan teknik yang menarik untuk memancing rasa ingin tahu peserta. Selain itu, instruktur juga mengarahkan peserta didik dalam cara berpikir, bertindak, dan refleksi yang baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Teknik dalam penerapan model <em>discovery learning<\/em> bisa beragam, tetapi tujuannya selalu sama bagi peserta didik, yaitu untuk bisa mencapai hasil akhirnya melalui pengalaman langsung dan proses pembelajaran mandiri. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan mengeksplorasi dan memanipulasi situasi atau dengan melakukan eksperimen, peserta didik lebih mungkin untuk mengingat konsep dan pengetahuan baru pun diperoleh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Model pembelajaran\u00a0<em>discovery learning<\/em> bisa dilakukan secara mandiri maupun berkelompok. Pembelajaran berkelompok dapat memiliki berbagai bentuk, seperti diskusi kelompok, proyek kelompok, simulasi kelompok, atau eksperimen kelompok.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, pada pembelajaran mandiri, karyawan dapat diberikan sumber daya dan materi pembelajaran yang relevan, seperti bahan bacaan, video, atau simulasi tertentu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">Asal Usul Discovery Learning<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Discovery<\/span><span style=\"color: #000000;\"> learning<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> merupakan konsep pembelajaran yang ditemukan oleh <\/span><span style=\"color: #000000;\">Psikolog Jerome Bruner pada tahun 1961. Temuannya menunjukkan bahwa model pembelajaran ini bertujuan agar siswa dalam proses belajar mampu mendapatkan pengetahuan baru secara mandiri. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ingat, meski tujuan dari\u00a0<em>discovery learning<\/em> adalah meningkatkan kemampuan mandiri pada peserta, tetapi situasi dan kondisi belajar para peserta didik tetap tak lepas dari bantuan instruktur.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">Discovery Learning Sebagai Metode Pembelajaran Karyawan<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada konteks pelatihan tim di perusahaan, melalui <em>discovery learning<\/em>, <strong>karyawan akan diberdayakan untuk menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran mereka sendiri,<\/strong> sementara fasilitator atau pelatih berperan sebagai pemandu atau pendukung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pendekatan ini mendorong karyawan untuk berpikir kreatif, menghadapi tantangan, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri, yang dapat membantu mengembangkan pemahaman lebih baik tentang pekerjaan, meningkatkan keterampilan praktis, serta menghadapi perubahan dan tantangan yang kompleks dalam lingkungan kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam pelatihan karyawan, <em>discovery learning<\/em> dapat diterapkan melalui berbagai metode, seperti studi kasus, simulasi, proyek berbasis masalah, bermain peran, atau eksperimen.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Tertarik untuk mengaplikasikan model discovery learning untuk meningkatkan performa tim di perusahaan Anda, tapi bingung bagaimana cara memulainya? Tenang, ada <span style=\"font-weight: bold;\">Ruangguru for Business\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">yang siap membantu untuk mewujudkan pelatihan yang efektif dan efisien!\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/6c763aac-e3e5-48bf-be4a-7e5f5ec1d42f.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">5 Prinsip Pembelajaran Discovery Learning<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Discovery learning<\/em> mengintegrasikan lima prinsip dalam penerapannya, antara lain:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-weight: bold; color: #000000; font-size: 14pt;\">1. Pemecahan masalah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelatih, instruktur atau guru akan membimbing dan memotivasi peserta untuk mencari solusi dengan menggabungkan informasi yang ada, k<\/span><span style=\"color: #000000;\">emudian informasi tersebut disederhanakan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Langkah ini menjadi pendorong untuk membuat para peserta didik menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar dan meningkatkan pengalaman kemandirian belajar mereka. Peserta pun terlatih dengan kegiatan seperti mencari solusi atau penyelidikan.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt; color: #000000;\">2. Manajemen belajar mengikuti siswa<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px; color: #000000;\">Instruktur harus mengizinkan peserta untuk bekerja sendiri atau dengan orang lain. Dalam <em>discovery learning<\/em>, peserta belajar dengan kecepatan masing-masing. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px; color: #000000;\">Selain itu, adanya fleksibilitas dalam pembelajaran membuat belajar jadi menyenangkan. Peserta tidak akan merasa stres atau tertekan harus mengikuti ritme orang lain.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">3. Mengintegrasikan dan menghubungkan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Instruktur harus memiliki keterampilan untuk mengajar. <em>Discovery learning <\/em>sendiri adalah metode mengajar yang menekankan pada bagaimana instruktur dapat menggabungkan pengetahuan lama dan pengetahuan baru yang dimiliki peserta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Setelah itu, instruktur dapat memberi kesempatan pada mereka untuk terhubung ke dunia nyata. Peserta terlatih untuk menghubungkan informasi yang dimilikinya dengan pengetahuan baru, atau teori belajar terhadap hasil belajar. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal ini dapat membuat peserta didik untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan menemukan penyelesaian masalah secara mandiri.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">4. Analisis dan intrepretasi informasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Discovery learning<\/em> berorientasi pada proses dan didasarkan pada asumsi bahwa pembelajaran bukan hanya sekumpulan fakta. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Strategi yang ada dalam model pembelajaran ini menekankan bahwa peserta didik pada hakikatnya belajar untuk menganalisis dan menafsirkan informasi atau konsep yang diperoleh, alih-alih menghafal jawaban atau bahan ajar dari berbagai sumber.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">5. Kegagalan dan umpan balik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Belajar tidak hanya terjadi ketika Anda menemukan jawaban yang benar. Peserta juga bisa belajar dari kegagalan. <em>Discovery learning<\/em> tidak berfokus pada menemukan hasil akhir yang tepat, tetapi hal-hal baru yang bisa ditemukan dalam prosesnya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, instruktur berkewajiban untuk memberikan umpan balik atas informasi yang diperoleh selama pembelajaran.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Discovery Learning<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Discovery learning<\/em> memiliki keunggulan yang bisa dimaksimalkan dalam pembelajaran. Adapun <strong>kelebihan dari model <em>discovery learning <\/em><\/strong>yaitu: <\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"> Mendorong partisipasi aktif dan motivasi peserta<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"> Pembelajaran sesuai dengan kapasitas dan kecepatan peserta didik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"> Mengedepankan kemandirian dan kreativitas peserta<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"> Menekankan pembelajaran pada proses, bukan hasil<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sementara<strong> kekurangan dari model <em>discovery learning<\/em> <\/strong>ini memerlukan beberapa perhatian agar hal tersebut bisa dicegah, di antaranya: <\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"> <em>Discovery learning<\/em> membutuhkan kerangka pembelajaran yang solid. Dalam proses pembelajaran, peserta maupun instruktur akan dihadapkan pada kebingungan yang membuat semakin sulit mencari jawaban.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"> <em>Discovery learning<\/em> membutuhkan alat praktik yang sering kali tidak tersedia. Keterbatasan alat praktik membuat pelaksanaan discovery learning terhambat. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"> Instruktur perlu dipersiapkan dengan baik dan mengantisipasi pertanyaan yang mungkin mereka terima, dan mampu memberikan jawaban atau pedoman yang benar. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"> Ada kritik yang menyebutkan bahwa proses dalam model <em>discovery learning <\/em>terlalu mementingkan proses pemahaman. Ada aspek lain yang kurang menjadi perhatian, yakni perkembangan sikap dan keterampilan siswa.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">Sintaks Discovery Learning\u00a0 (6 Langkah Discovery Learning)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\"><em>Sintak discovery learning<\/em> adalah pedoman dalam menentukan langkah-langkah <em>penerapan discovery learning.<\/em> <\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sintaks merupakan keseluruhan alur atau urutan kegiatan pembelajaran. Sintaks berisi petunjuk umum dalam menentukan jenis-jenis tindakan guru, urutannya, dan tugas-tugas untuk peserta didik. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Adapun <em>sintak discovery learning<\/em> sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Mengenal%20Metode%20Discovery%20Learning%2c%20Pembelajaran%20yang%20Berfokus%20pada%20Proses-01.jpg\" alt=\"discovery learning\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000; font-size: 14pt;\">1. Stimulus<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Langkah pertama dalam pelaksanaan pembelajaran discovery learning adalah\u00a0stimulus. Pada tahapan ini instruktur akan memberikan beberapa pertanyaan untuk memancing rasa penasaran dan ketertarikan peserta didik. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, instruktur memberikan anjuran untuk membaca buku dan kegiatan belajar lain yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000; font-size: 14pt;\">2. Identifikasi masalah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tahapan kedua adalah identifikasi masalah di mana instruktur memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi bahan pembelajaran. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya peserta membuat hipotesis atau pertanyaan masalah yang sifatnya sementara pada awal pembelajaran.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000; font-size: 14pt;\">3. Pengumpulan data<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Hipotesis telah tersusun, maka peserta bisa mulai mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan untuk menjawab hipotesis.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000; font-size: 14pt;\">4. Olah data<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Data dan informasi telah terkumpul, maka peserta selanjutnya peserta mulai menganalisis dan mengolah data.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000; font-size: 14pt;\">5. Pembuktian<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Hasil dari pengolahan data kemudian dilakukan pengecekan dan pemeriksaan secara cermat. Lalu peserta bisa menghubungkan dengan hipotesis awal. Apakah hipotesis telah sesuai dengan data temuan? Atau sebaliknya, ditemukan jawaban lain.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000; font-size: 14pt;\">6. Generalisasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tahapan terakhir adalah generalisasi. Peserta menarik kesimpulan dan bisa dijadikan prinsip umum pada semua kejadian atau masalah yang sama.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana Contoh Pembelajaran Discovery Learning?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Di sebuah perusahaan teknologi, karyawan yang baru bergabung dalam tim\u00a0<em>product development<\/em> diberikan sebuah studi kasus tentang peluncuran produk baru. Mereka dibekali informasi tentang pasar, pesaing, serta kebutuhan pelanggan. Selanjutnya, karyawan diminta untuk menganalisis data, merumuskan strategi, dan membuat rencana peluncuran produk tersebut.\u00a0 <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt; color: #000000;\">Di sini, karyawan boleh bekerja secara mandiri atau dalam tim kecil untuk menggali pemahaman tentang situasi yang diberikan dan merancang solusi yang efektif, seperti rencana pemasaran, harga, strategi promosi, dan distribusi. Setelah itu, karyawan menyampaikan hasil analisis dan rencana mereka kepada tim manajemen untuk mendapatkan\u00a0<em>feedback<\/em>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt; color: #000000;\">Contoh lainnya, Divisi HR di sebuah perusahaan multinasional mengadakan pelatihan untuk karyawan tingkat menengah. Pelatihan ini ditujukan untuk mempersiapkan para karyawan memasuki posisi manajerial. HR memilih pendekatan discovery learning supaya peserta aktif menemukan pemahaman sendiri tentang kepemimpinan dan komunikasi yang efektif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt; color: #000000;\">Langkah pertama yang dilakukan adalah membagi peserta dalam kelompok dan diberikan studi kasus, contohnya konflik antar tim kerja atau komunikasi yang gagal antar departemen. Selanjutnya, peserta diminta menganalisis kasus, mengidentifikasi masalah utama, dan merancang solusi berdasarkan logika ataupun pengalaman yang mereka miliki.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt; color: #000000;\">Untuk mempraktikkan hasil diskusi, bisa dilakukan <em>role play<\/em> atau bermain peran, misalnya menjadi manajer dan tim dalam situasi konflik. Hal ini dilakukan untuk menguji strategi komunikasi atau gaya kepemimpinan yang mereka pilih. Dengan <em>role playing<\/em>, akan terlihat apakah pendekatan yang dilakukan berhasil atau gagal, dan peserta bisa berdiskusi mengapa pendekatan atau solusi yang mereka berikan bisa berhasil maupun gagal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt; color: #000000;\">Setelah peserta menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan refleksinya, barulah fasilitator memperkenalkan teori komunikasi efektif, gaya kepemimpinan, dan prinsip coaching sebagai validasi atau penguatan terhadap apa yang telah ditemukan peserta sendiri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Demikian pembahasan mebgenai\u00a0<em>discovery learning<\/em>. Setelah membaca artikel ini, apakah menurut Anda\u00a0<em>discovery learning<\/em> cukup\u00a0<em>compatible<\/em> digunakan sebagai model pembelajaran untuk meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika iya, Anda dapat mengeksekusi model pelatihan tersebut bersama para instruktur atau pelatih\u00a0<em>expert<\/em> dari <span style=\"font-weight: bold;\">Ruangguru for Business\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dari Ruang Kerja. Klik gambar di bawah untuk konsultasi, sekarang!<\/span><\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/6c763aac-e3e5-48bf-be4a-7e5f5ec1d42f.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: bold;\">Referensi<\/span>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pappas, Christoper. 2014. Instructional Design Models and Theories: The Discovery Learning Model [online]. Link: https:\/\/elearningindustry.com\/discovery-learning-model (Accessed: 2 June 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pappas, Christoper. 2016. Following A Discovery Learning Approach To Instructional Design [online]. Link: https:\/\/elearningindustry.com\/following-a-discovery-learning-approach-to-instructional-design (Accessed: 2 June 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pappas, Christoper. 2019. 6 Tips To Incorporate Discovery Learning Into Your eLearning Course Design [online]. Link: https:\/\/elearningindustry.com\/incorporate-discovery-learning-elearning-course-design (Accessed: 2 June 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Thabroni, Gamal. 2022. Model Pembelajaran Discovery Learning: Pembahasan Lengkap [online]. Link:https:\/\/serupa.id\/discovery-learning\/ (Accessed: 2 June 2022<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Al-Amin, Muhammad Irfan. 2021. Mengenal Model Pembelajaran Aktif Discovery Learning [online]. Link: https:\/\/katadata.co.id\/safrezi\/berita\/615ac8ecabdad\/mengenal-model-pembelajaran-aktif-discovery-learning (Accessed: 2 June 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left; font-weight: bold;\"><em>Artikel ini telah diperbarui oleh Intan Aulia Husnunnisa pada tanggal 7 April 2023.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Discovery Learning adalah model pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk menemukan pengetahuan baru dari informasi yang telah dimilikinya. Artikel ini akan mengupas tuntas prinsip dan sistem pembelajaran discovery learning.\u00a0 &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":34,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Mengenal%20Metode%20Discovery%20Learning%2c%20Pembelajaran%20yang%20Berfokus%20pada%20Proses.jpg"],"_edit_lock":["1770010002:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-04-07","2025-07-30"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Model pembelajaran yang populer di bidang pendidikan dan dunia kerja adalah discovery learning yang berfokus pada kemandirian peserta didik. Apa contohnya?"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Discovery Learning"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["9"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["model pembelajaran discovery learning"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Model pembelajaran yang populer di bidang pendidikan dan dunia kerja adalah discovery learning yang berfokus pada kemandirian peserta didik. Apa contohnya?"],"_yoast_wpseo_linkdex":["80"]},"categories":[1],"tags":[7],"class_list":["post-34","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sdm"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Model Pembelajaran Discovery Learning di Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Model pembelajaran yang populer di bidang pendidikan dan dunia kerja adalah discovery learning yang berfokus pada kemandirian peserta didik. Apa contohnya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Model Pembelajaran Discovery Learning di Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Model pembelajaran yang populer di bidang pendidikan dan dunia kerja adalah discovery learning yang berfokus pada kemandirian peserta didik. Apa contohnya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-01T19:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-02T04:59:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning\",\"name\":\"Contoh Model Pembelajaran Discovery Learning di Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Mengenal%20Metode%20Discovery%20Learning%2c%20Pembelajaran%20yang%20Berfokus%20pada%20Proses.jpg\",\"datePublished\":\"2026-02-01T19:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-02T04:59:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\"},\"description\":\"Model pembelajaran yang populer di bidang pendidikan dan dunia kerja adalah discovery learning yang berfokus pada kemandirian peserta didik. Apa contohnya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Mengenal%20Metode%20Discovery%20Learning%2c%20Pembelajaran%20yang%20Berfokus%20pada%20Proses.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Mengenal%20Metode%20Discovery%20Learning%2c%20Pembelajaran%20yang%20Berfokus%20pada%20Proses.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Contoh Model Pembelajaran Discovery Learning di Dunia Kerja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\",\"name\":\"Vindiasari Yunizha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Vindiasari Yunizha\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Model Pembelajaran Discovery Learning di Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"Model pembelajaran yang populer di bidang pendidikan dan dunia kerja adalah discovery learning yang berfokus pada kemandirian peserta didik. Apa contohnya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Contoh Model Pembelajaran Discovery Learning di Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Model pembelajaran yang populer di bidang pendidikan dan dunia kerja adalah discovery learning yang berfokus pada kemandirian peserta didik. Apa contohnya?","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2026-02-01T19:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-02-02T04:59:02+00:00","author":"Vindiasari Yunizha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Vindiasari Yunizha","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning","name":"Contoh Model Pembelajaran Discovery Learning di Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Mengenal%20Metode%20Discovery%20Learning%2c%20Pembelajaran%20yang%20Berfokus%20pada%20Proses.jpg","datePublished":"2026-02-01T19:00:00+00:00","dateModified":"2026-02-02T04:59:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d"},"description":"Model pembelajaran yang populer di bidang pendidikan dan dunia kerja adalah discovery learning yang berfokus pada kemandirian peserta didik. Apa contohnya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Mengenal%20Metode%20Discovery%20Learning%2c%20Pembelajaran%20yang%20Berfokus%20pada%20Proses.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Mengenal%20Metode%20Discovery%20Learning%2c%20Pembelajaran%20yang%20Berfokus%20pada%20Proses.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/discovery-learning#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Model Pembelajaran Discovery Learning di Dunia Kerja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d","name":"Vindiasari Yunizha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Vindiasari Yunizha"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2200,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34\/revisions\/2200"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}