{"id":298,"date":"2026-04-22T06:11:00","date_gmt":"2026-04-21T23:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=298"},"modified":"2026-04-22T23:33:40","modified_gmt":"2026-04-22T16:33:40","slug":"kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman","title":{"rendered":"Kenali Pelatihan Berbasis Experiential Learning"},"content":{"rendered":"<p><em><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/45f21e32-8c32-455d-be36-df94133e7f84.png\" alt=\"Experiential Learning\" \/><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Experiential learning berupaya menciptakan karyawan yang kreatif, berintelektual, dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang bakal terjadi. Pengalaman belajar yang dirancang yang mencakup kemungkinan untuk belajar dari konsekuensi alami, kesalahan, dan keberhasilan. Bagaimana penjelasan tentang metode ini? Simak selengkapnya di sini.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada pepatah menyebut, kegagalan adalah pengalaman berharga bagi seseorang. Ternyata ungkapan tersebut tidaklah salah. Kegagalan atau kesalahan bukan dipandang sebagai suatu yang buruk, melainkan peluang untuk menjadi lebih baik. Gambaran tersebut selaras dengan konsep pembelajaran yang satu ini, yakni <em>experiential learning.\u00a0<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Experiential Learning<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Experiential learning<\/em> adalah konsep pembelajaran yang mengutamakan pengalaman dari seseorang<\/strong>. Metode belajar ini kerap digunakan bagi pelajar maupun karyawan dalam pelatihan peningkatan kapasitas. Tak sedikit tim <em>learning and development <\/em>(L&amp;D) memilih pelatihan berbasis pengalaman lantaran pembelajaran mengutamakan tantangan dan pengalaman peserta pelatihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Peserta pelatihan dalam skala perusahaan adalah karyawan maupun pimpinan perusahaan.<\/strong> Dalam penerapan <em>experiential learning<\/em>, refleksi dari pengalaman dan tantangan dalam pelatihan adalah jembatan antara teori dan pengalaman yang dimiliki peserta.<em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Experiential learning<\/em> ini dipopulerkan oleh psikolog bernama David Kolb pada 1984.<\/strong> Pemikiran dari Kolb ini kemudian menjadi rujukan bagi banyak pihak dalam mengembangkan pelatihan atau pembelajaran. <em>Experiential learning<\/em> <strong>menekankan adanya refleksi, analisis kritis dan sintesis<\/strong>. Selain itu, peserta pelatihan juga dilatih untuk memiliki inisiatif, termasuk dalam mengambil keputusan dan mampu bertanggung jawab terhadap hasilnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/kenali-pelatihan-online-synchronous-dan-asynchronous-learning-serupa-tapi-tak-sama\" rel=\"noopener\">Kenali Pelatihan Online Synchronous dan Asynchronous learning, Serupa Tapi Tak Sama\u00a0<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tahapan Experiential Learning menurut David Kolb<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses <em>experiential learning<\/em> berupaya menciptakan karyawan yang berintelektual, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang bakal terjadi. Pengalaman belajar yang dirancang mencakup kemungkinan untuk belajar dari konsekuensi alami, kesalahan, dan keberhasilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK%20-%20Experiental%20Learning\/RK%20-%20Kenali%20pelatihan%20berbasis%20experiential%20learning%2c%20hasilkan%20inovasi%20dari%20pengalaman-02.jpg\" alt=\"RK - Kenali pelatihan berbasis experiential learning, hasilkan inovasi dari pengalaman-02\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Experiential learning<\/em> menurut David Kolb meliputi empat tahapan di antaranya:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Tahapan pembelajaran konkret (Concrete experience)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahapan ini menekankan pada peserta pelatihan sebagai pembelajar yang mendapatkan pengalaman baru. Mereka bisa menafsirkan pengalaman yang dimilikinya terdahulu dan dipadukan dengan cara baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Tahapan refleksi dan pengamatan (Reflective observations)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahapan refleksi dan pengamatan ini mengedepankan pada proses analisis dari pengalaman yang terjadi. Dari pengalaman, mereka mulai merefleksikan dan mengembangkan pertanyaan terkait kejadian yang berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/self-management-adalah\" rel=\"noopener\">Cara Membangun Self-management Skill untuk Mengembangkan Karakter<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Tahapan konseptual (Abstract conceptualization)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peserta pelatihan dalam tahapan ini diajak untuk menyimpulkan pengalaman yang telah dipelajarinya. Pada tahap ini peserta berupaya membuat sebuah gambaran kesimpulan yang menjadi objek perhatian. Kemudian melakukan evaluasi terkait yang dipelajarinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Tahapan eksperimen aktif (Active experimentation).\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahapan eksperimen aktif menekankan pada adanya upaya atau langkah nyata dari peserta pelatihan dalam mengambil tindakan. Tidak sekadar belajar teori atau konseptual, melainkan adanya proses menerapkan teori dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya akan muncul ide-ide baru dalam proses penerapannya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/project-based-learning-adalah\">Project Based Learning, Pembelajaran yang Menghasilkan Solusi Terbaik<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kolb menjelaskan bahwa peserta pelatihan akan memiliki preferensi mereka sendiri tentang bagaimana mereka memasuki siklus pembelajaran pengalaman, dan preferensi ini bermuara pada siklus pembelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menerapkan pembelajaran berdasarkan pengalaman (<em>experiential learning<\/em>) menjadi salah satu langkah yang bisa diambil perusahaan untuk mengubah\u00a0 cara pengembangan kapasitas karyawan<\/strong>. Bukan hanya untuk karyawan,<em> experiential learning<\/em> bisa menjadi langkah revolusi membentuk kepemimpinan dari dalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian menyebut memberikan materi pelatihan secara berulang dapat memberikan peluang lebih besar dalam peningkatan kemampuan dan informasi bagi karyawan. Hal tersebut bisa terlihat baik dalam kuantitas apa yang dipelajari maupun kualitas penerapannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembelajaran berdasarkan pengalaman semakin diminati lantaran memberikan perkembangan yang cukup signifikan. Dikutip dari <strong>Edgepointlearning.com<\/strong>, pelatihan yang menerapkan <em>experiential learning<\/em> selama dua minggu memberikan dampak dua kali lebih baik dibandingkan hanya memberikan materi. Pasalnya, experiential learning ini melibatkan adanya praktik langsung bagi karyawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian menyebutkan bahwa <em>experiential learning<\/em> juga dapat membuat generasi milenial untuk tetap bertahan atau betah bekerja. Tentu hal tersebut diperoleh dari adanya pelatihan yang mampu meningkatkan kapasitas dan pengetahuan dari karyawan. Dengan begitu, karyawan dari kalangan milenial merasakan adanya pembelajaran yang selaras dengan pekerjaannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Manfaat Penerapan Experiential Learning bagi Perusahaan:<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa poin penting atau manfaat yang bisa diperoleh dari penerapan <em>experiential learning<\/em> di tempat kerja di antaranya:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Pengembangan kapasitas karyawan.<\/strong> Mereka terlatih untuk beradaptasi dengan situasi-situasi baru karena pengalaman yang diperoleh dari pembelajaran atau pelatihan.<\/li>\n<li><strong><em>Experiential learning<\/em> ini menjadi jembatan antara teori dan praktik dalam penerapannya.<\/strong> Tentu hal tersebut menjadikan pelatihan sangat cocok dengan keseharian yang dihadapi karyawan.<\/li>\n<li><strong>Memberikan <em>Return on Investment <\/em>(ROI) yang luar biasa untuk perusahaan secara keseluruhan.<\/strong> Pasalnya, performa karyawan mengalami peningkatan melalui adanya pelatihan berbasis experiential learning.\u00a0 ROI menjadikan kinerja karyawan dan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.<\/li>\n<li><strong>Meminimalisasi adanya kegagalan dalam pelatihan.<\/strong> Memberikan pengembangan kapasitas berbasis pengalaman justru menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran. Kegagalan yang terjadi bisa menjadi bahan evaluasi dalam proses peningkatan kapasitas.<\/li>\n<li><strong>Evaluasi peningkatan keterampilan lebih akurat<\/strong> karena tidak sekadar berdasarkan teori, melainkan praktik juga.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-based-learning-adalah\">Problem Based Learning, Ubah Masalah Jadi Kesempatan Upgrade Skill<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Nyata Experiential Learning di Perusahaan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar lebih relevan dan mudah dipahami, penerapan experiential learning di perusahaan biasanya dikemas dalam bentuk pengalaman langsung yang menyerupai situasi kerja sehari-hari. Berikut beberapa contoh yang umum digunakan:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Simulasi Konflik Antar Tim<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perusahaan membuat skenario konflik (misalnya antara tim Sales dan Operasional) lalu meminta peserta untuk menyelesaikannya melalui diskusi atau<em> role play<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui pengalaman ini, peserta tidak hanya memahami teori manajemen konflik, tetapi juga merasakan langsung tekanan, emosi, dan dinamika komunikasi yang terjadi. Setelah simulasi, fasilitator akan memandu sesi refleksi untuk membahas apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Business Simulation (Simulasi Pengambilan Keputusan)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peserta dibagi dalam kelompok dan diminta menjalankan \u201c<em>mini company<\/em>\u201d dengan tantangan tertentu, seperti meningkatkan profit, mengelola krisis, atau mengambil keputusan strategis dalam waktu terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sini, peserta belajar tentang kepemimpinan, kolaborasi, serta konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil, sesuatu yang sulit didapat hanya dari teori.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Project-Based Learning (Belajar Berbasis Proyek Nyata)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan diberikan proyek nyata yang relevan dengan pekerjaan mereka, misalnya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">meningkatkan efisiensi proses kerja<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">merancang strategi pemasaran baru<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">mengembangkan ide inovasi produk<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama proyek berlangsung, mereka akan melewati siklus pengalaman, refleksi, hingga implementasi langsung. Hasilnya tidak hanya pembelajaran, tapi juga output bisnis yang nyata.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Outdoor Training \/ Outbound dengan Tujuan Spesifik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan luar ruangan sering digunakan untuk melatih kerja sama tim, kepemimpinan, dan <em>problem solving<\/em>. Namun yang membedakan<em> experiential learning<\/em> adalah adanya sesi refleksi yang terstruktur setelah aktivitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peserta diajak mengaitkan pengalaman di lapangan dengan situasi kerja sehari-hari, sehingga pembelajaran tidak berhenti sebagai \u201caktivitas seru\u201d saja.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Job Rotation atau Stretch Assignment<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan diberi kesempatan mencoba peran atau tanggung jawab baru di luar <em>job desk<\/em> utamanya. Dengan cara ini, mereka belajar langsung dari pengalaman, memahami tantangan lintas fungsi, dan mengembangkan perspektif yang lebih luas terhadap bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ingin merencanakan bisnis dengan mumpuni, tak perlu khawatir. Kini RuangKerja telah memiliki pelatihan yang mendukung suksesnya pengembangan <em>experiential learning<\/em> di perusahaan Anda. Karena RuangKerja dilengkapi dengan fitur-fitur berikut:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong><em> Rewards point<\/em><\/strong>, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.<\/li>\n<li><strong><em> Leaderboards,<\/em><\/strong> memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.<\/li>\n<li><strong><em> Collaboration,<\/em><\/strong> setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai perusahaan telah bergabung dengan RuangKerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?<\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis?referralCookiesId=9d0f8356-1aeb-4864-bba7-3b308510c99b&amp;referralCookiesId=9d0f8356-1aeb-4864-bba7-3b308510c99b\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/6c763aac-e3e5-48bf-be4a-7e5f5ec1d42f.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BU Center for Teaching &amp; Learning. 2021. Experiential Learning [online]. Link:https:\/\/www.bu.edu\/ctl\/guides\/experiential-learning\/ (Accessed: 19 Oktober 2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bleich, Corey. 2021. Benefits of Experiential Learning [online]. Link: https:\/\/www.edgepointlearning.com\/blog\/benefits-of-experiential-learning\/ (Accessed: 19 Oktober 2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Western Governors University. 2020. Experiential Learning Theory [online]. Link: https:\/\/www.wgu.edu\/blog\/experiential-learning-theory2006.html (Accessed: 3 September 2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benkret, Claus. Van Dam, Nick. 2015. Experiential learning: What\u2019s missing in most change programs [online]. Link: https:\/\/www.mckinsey.com\/business-functions\/operations\/our-insights\/experiential-learning-whats-missing-in-most-change-programs (Accessed: 3 September 2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kolb, A. Y. &amp; Kolb, D. A. (2011). Experiential learning theory: A dynamic, holistic approach to management learning, education and development. In Armstrong, S. J. &amp; Fukami, C. (Eds.) Handbook of management learning, education and development.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Experiential learning berupaya menciptakan karyawan yang kreatif, berintelektual, dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang bakal terjadi. Pengalaman belajar yang dirancang yang mencakup kemungkinan untuk belajar dari konsekuensi alami, kesalahan, dan keberhasilan. Bagaimana penjelasan tentang metode ini? Simak selengkapnya di sini. &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":298,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/45f21e32-8c32-455d-be36-df94133e7f84.png"],"_edit_lock":["1776875543:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2021-12-01","2025-10-20"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Konsep experiental learning dikenal sejak tahun 1984 oleh psikolog David Kolb. Bagaimana metode ini bisa mengembangkan kemampuan karyawan? Simak di artikel ini."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Experiential Learning"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"],"_yoast_wpseo_focuskw":["experiential learning"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Konsep experiental learning yang dikembangkan David Kolb dikenal bisa mengembangkan kemampuan karyawan. Simak selengkapnya di artikel ini."],"_yoast_wpseo_linkdex":["76"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""]},"categories":[1],"tags":[25,7],"class_list":["post-298","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-experiental-learning","tag-sdm"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenali Pelatihan Berbasis Experiential Learning - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Konsep experiental learning yang dikembangkan David Kolb dikenal bisa mengembangkan kemampuan karyawan. Simak selengkapnya di artikel ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali Pelatihan Berbasis Experiential Learning - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konsep experiental learning yang dikembangkan David Kolb dikenal bisa mengembangkan kemampuan karyawan. Simak selengkapnya di artikel ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-21T23:11:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-22T16:33:40+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman\",\"name\":\"Kenali Pelatihan Berbasis Experiential Learning - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/45f21e32-8c32-455d-be36-df94133e7f84.png\",\"datePublished\":\"2026-04-21T23:11:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-22T16:33:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\"},\"description\":\"Konsep experiental learning yang dikembangkan David Kolb dikenal bisa mengembangkan kemampuan karyawan. Simak selengkapnya di artikel ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/45f21e32-8c32-455d-be36-df94133e7f84.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/45f21e32-8c32-455d-be36-df94133e7f84.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali Pelatihan Berbasis Experiential Learning\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\",\"name\":\"Vindiasari Yunizha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Vindiasari Yunizha\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenali Pelatihan Berbasis Experiential Learning - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"Konsep experiental learning yang dikembangkan David Kolb dikenal bisa mengembangkan kemampuan karyawan. Simak selengkapnya di artikel ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenali Pelatihan Berbasis Experiential Learning - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Konsep experiental learning yang dikembangkan David Kolb dikenal bisa mengembangkan kemampuan karyawan. Simak selengkapnya di artikel ini.","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2026-04-21T23:11:00+00:00","article_modified_time":"2026-04-22T16:33:40+00:00","author":"Vindiasari Yunizha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Vindiasari Yunizha","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman","name":"Kenali Pelatihan Berbasis Experiential Learning - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/45f21e32-8c32-455d-be36-df94133e7f84.png","datePublished":"2026-04-21T23:11:00+00:00","dateModified":"2026-04-22T16:33:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d"},"description":"Konsep experiental learning yang dikembangkan David Kolb dikenal bisa mengembangkan kemampuan karyawan. Simak selengkapnya di artikel ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/45f21e32-8c32-455d-be36-df94133e7f84.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/45f21e32-8c32-455d-be36-df94133e7f84.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/kenali-pelatihan-berbasis-experiential-learning-hasilkan-inovasi-dari-pengalaman#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali Pelatihan Berbasis Experiential Learning"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d","name":"Vindiasari Yunizha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Vindiasari Yunizha"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=298"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2308,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298\/revisions\/2308"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}