{"id":2515,"date":"2026-09-25T06:20:45","date_gmt":"2026-09-24T23:20:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?p=2515"},"modified":"2026-09-28T06:30:03","modified_gmt":"2026-09-27T23:30:03","slug":"skill-gap-analysis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis","title":{"rendered":"Skill Gap Analysis, Atasi Kesenjangan Kompetensi Karyawan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/7c77a2b5-339b-4876-8474-ccb688a45f83.png\" alt=\"Skill Gap Analysis\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak cara mengatasinya, tools yang dapat digunakan, dan contoh report-nya dalam artikel berikut!<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014-<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah membuat perusahaan perlu memastikan kompetensi karyawan tetap sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Namun, tidak semua karyawan memiliki kompetensi yang dibutuhkan, sehingga dapat muncul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di internal tim.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui kesenjangan tersebut, perusahaan dapat melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan membandingkan keterampilan yang dimiliki karyawan saat ini dengan kompetensi yang dibutuhkan. Hasil analisis tersebut dapat membantu perusahaan menentukan program pengembangan karyawan yang lebih sesuai dengan kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tools <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">apa saja yang bisa digunakan untuk melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Simak penjelasannya di artikel berikut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa Itu Skill Gap?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-cara-mengatasi-skill-gap-di-era-ai\"><b><i>Skill gap<\/i><\/b><\/a> <b>adalah kondisi ketika kemampuan yang dimiliki karyawan belum sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kesenjangan ini dapat muncul ketika kebutuhan pekerjaan berubah, sementara kemampuan karyawan belum mengikuti perubahan tersebut. Misalnya, perusahaan mulai menggunakan teknologi berbasis <\/span><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penggunaan-ai-untuk-masa-depan-corporate-training\"><span style=\"font-weight: 400;\">AI<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, tetapi sebagian karyawan belum memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya secara optimal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui kesenjangan tersebut, perusahaan dapat melakukan <\/span><b><i>skill gap analysis<\/i><\/b><b>, yaitu proses membandingkan keterampilan karyawan saat ini dengan kompetensi yang dibutuhkan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Hasil analisis ini dapat membantu perusahaan menentukan kebutuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">training<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/upskilling-dan-reskilling\"><i>upskilling<\/i>, <i>reskilling<\/i><\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan perekrutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-cara-mengatasi-skill-gap-di-era-ai\"><b>Skill Gap di Era AI: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Penyebab Skill Gap di Perusahaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Skill gap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat terjadi karena beberapa faktor, bisa dari perubahan kebutuhan perusahaan dan perkembangan kemampuan karyawan. Beberapa penyebab terjadinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan teknologi yang cepat, sehingga karyawan perlu menguasai keterampilan baru.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan kebutuhan industri yang membuat kompetensi tertentu menjadi semakin dibutuhkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya pelatihan dan pengembangan, sehingga keterampilan karyawan tidak berkembang sesuai kebutuhan pekerjaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan peran atau tanggung jawab, terutama ketika karyawan mendapat posisi baru.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesenjangan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi tenaga kerja saat merekrut dan mengembangkan karyawan yang sudah ada.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learning culture<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di perusahaan, sehingga proses belajar dan pengembangan keterampilan belum menjadi bagian dari kebiasaan kerja.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Mengapa Skill Gap Perlu Diatasi?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Skill gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> perlu diatasi karena kesenjangan kompetensi dapat memengaruhi kinerja karyawan dan kemampuan perusahaan dalam mencapai target. Jika keterampilan yang dimiliki karyawan tidak sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, produktivitas dapat menurun dan perusahaan berisiko mengalami kesulitan dalam memenuhi tuntutan bisnis yang terus berkembang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Identifikasi kesenjangan kompetensi membantu perusahaan menentukan pelatihan dan pengembangan yang lebih tepat. Upaya ini juga mendukung peningkatan produktivitas, daya saing perusahaan, serta perkembangan kompetensi dan karier karyawan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/pentingnya-budaya-belajar-learning-culture\">Pentingnya Budaya Belajar (Learning Culture) di Tempat Kerja<\/a><\/b><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Mengatasi Skill Gap di Perusahaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan bisa mulai <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/cara-mengatasi-skill-gap\">mengatasi <i>skill gap<\/i><\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan mengidentifikasi keterampilan yang masih perlu dikembangkan melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan tujuan perusahaan dan kompetensi yang dibutuhkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengidentifikasi keterampilan yang diperlukan, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">technical skills<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workplace skills<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menilai kemampuan karyawan saat ini melalui survei, wawancara, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">performance review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan observasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membandingkan kemampuan saat ini dengan kebutuhan untuk menemukan kesenjangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyusun rencana pengembangan, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">training<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mentoring, dan perekrutan sesuai kebutuhan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Skill Gap Analysis Tools yang Bisa Digunakan Perusahaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan dapat memanfaatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis tools<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk membantu mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Setiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tools <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki fitur dan fokus yang berbeda, sehingga perusahaan dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan, jumlah karyawan, serta tujuan pengembangan kompetensi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut 15 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis tools <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dapat menjadi pilihan perusahaan Anda.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>MyCulture.ai<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">MyCulture.ai merupakan platform yang membantu perusahaan memahami keterampilan, karakteristik, dan cara kerja individu melalui berbagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">assessment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Aspek yang dapat dinilai mencakup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">work style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">personality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">values<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">logical reasoning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI readiness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">assessment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat digunakan untuk melihat kesesuaian kemampuan seseorang dengan kebutuhan suatu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">role<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Informasi tersebut juga membantu perusahaan memahami karakteristik dan kompetensi individu sebagai bagian dari proses pengembangan maupun penempatan karyawan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Workday Skills Cloud<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Workday Skills Cloud merupakan fitur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skills intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam ekosistem Workday yang membantu perusahaan memetakan keterampilan tenaga kerja. Platform ini dapat mengumpulkan dan menormalisasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari berbagai sumber, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">resume<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">job requisition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">performance review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learning content<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Data tersebut memberikan gambaran mengenai keterampilan yang tersedia di dalam organisasi dan kompetensi yang dibutuhkan untuk berbagai peran. HR dapat menggunakan informasi ini untuk melihat kesenjangan antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dimiliki karyawan dan kebutuhan organisasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>LinkedIn Learning Hub + Talent Insights<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">LinkedIn Learning Hub dan LinkedIn Talent Insights menggabungkan informasi mengenai pembelajaran dan keterampilan karyawan dengan data pasar tenaga kerja. Perusahaan dapat menggunakan data tersebut untuk memahami keterampilan yang sedang berkembang, kebutuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di industri, serta ketersediaan talent di pasar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, ketika perusahaan menemukan adanya kebutuhan terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data analytics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, data pasar LinkedIn dapat membantu melihat tren dan kebutuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut, sementara LinkedIn Learning dapat mendukung pengembangan keterampilan melalui materi pembelajaran yang relevan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Degreed (LXP + Skills)<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Degreed merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Learning Experience Platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(LXP) yang menggabungkan pembelajaran dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skills management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Platform ini membantu perusahaan memetakan keterampilan karyawan, mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan, serta menghubungkan kebutuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan berbagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learning resources<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti kursus, video, artikel, dan materi pembelajaran lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan ini membuat proses pengelolaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terhubung langsung dengan aktivitas pembelajaran. Perusahaan dapat menggunakan informasi mengenai kompetensi karyawan untuk menentukan materi pembelajaran yang relevan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Cornerstone Skills Engine<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cornerstone Skills Engine merupakan platform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI-powered skills intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang membantu perusahaan memetakan keterampilan dan menghubungkannya dengan kebutuhan pekerjaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Platform ini menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skills knowledge graph<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memahami hubungan antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pekerjaan, dan peluang pengembangan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan dan menghubungkannya dengan jalur pembelajaran yang relevan. Cornerstone Skills Engine dapat mendukung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Eightfold AI<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eightfold AI menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI-powered skills intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memahami keterampilan yang dimiliki seseorang, termasuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">adjacent skills<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu keterampilan yang memiliki hubungan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Platform ini dapat menganalisis keterampilan dan pengalaman seseorang untuk melihat kemampuan yang sudah dimiliki serta potensi keterampilan lain yang berdekatan. Misalnya, seseorang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> digital marketing. Sistem dapat mengidentifikasi keterkaitannya dengan SEO, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">analytics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">content marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">performance marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Gloat<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gloat merupakan platform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">internal talent marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk menghubungkan karyawan dengan berbagai peluang di dalam perusahaan. Platform ini dapat mencocokkan keterampilan dan pengalaman karyawan dengan proyek, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gig<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mentorship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan posisi internal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan ini memungkinkan perusahaan melihat bagaimana kemampuan yang sudah dimiliki karyawan dapat dikembangkan melalui pengalaman kerja baru. Gloat cocok bagi perusahaan yang ingin mengembangkan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> internal mobility <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai bagian dari strategi pengelolaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">talent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/pelatihan-tepat-waktu\"><b>Fungsi LMS untuk Pelatihan SDM yang Efektif &amp; Tepat Waktu<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Visier Skills Intelligence<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Visier Skills Intelligence menggabungkan pemetaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">people analytics <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk membantu perusahaan memahami kondisi tenaga kerja secara lebih luas. Data keterampilan dapat dianalisis bersama informasi lain, seperti performa, retensi, dan kebutuhan tenaga kerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan ini membantu HR melihat di mana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi dan bagaimana kesenjangan tersebut berkaitan dengan kondisi tenaga kerja. Visier lebih relevan bagi perusahaan yang membutuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce insights<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mendukung pengambilan keputusan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Pluralsight Skills<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang paling mudah dipahami karena fokusnya pada kemampuan IT, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software development<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cloud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan teknologi. Pluralsight memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">assessment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti Skill IQ dan Role IQ untuk mengukur kemampuan seseorang dan membandingkannya dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dibutuhkan untuk suatu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">role<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hasilnya dapat digunakan perusahaan untuk mengetahui area yang masih membutuhkan pengembangan dan menentukan pembelajaran yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>SkyHive<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">SkyHive berfokus pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skills intelligence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama untuk memahami perubahan kebutuhan keterampilan di pasar tenaga kerja. Platform ini menggunakan data pasar tenaga kerja untuk membantu perusahaan memahami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dibutuhkan saat ini maupun yang kemungkinan semakin penting di masa depan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan tersebut membuat SkyHive lebih berorientasi pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">future skills<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sehingga dapat digunakan perusahaan untuk merancang strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workforce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan pengembangan kompetensi dalam jangka panjang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>agyleOS\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">agyleOS merupakan platform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skills management <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">people development<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang membantu perusahaan memetakan kemampuan karyawan dan mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan. Platform ini dapat digunakan untuk membandingkan kompetensi karyawan dengan kebutuhan suatu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">role <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">serta menampilkan hasil pemetaan dalam bentuk seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill matrix<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pemetaan skill, agyleOS juga mendukung proses pengembangan melalui fitur seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">360-degree feedback<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">goal setting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">development planning.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Hal ini membuat platform dapat digunakan untuk menghubungkan proses identifikasi kompetensi dengan perencanaan pengembangan karyawan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>iMocha<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">iMocha merupakan platform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI-powered Skills Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang membantu perusahaan mengidentifikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berdasarkan kebutuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">role<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tim, departemen, dan organisasi. Platform ini membandingkan kemampuan karyawan dengan standar keterampilan yang dibutuhkan untuk suatu posisi, kemudian menampilkan hasilnya melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">benchmarking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">readiness insights<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">iMocha juga memiliki lebih dari 3.000 jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill assessment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> serta dapat memanfaatkan data dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">resume<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sertifikasi, aktivitas pembelajaran, dan pengalaman kerja untuk membangun profil keterampilan karyawan.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/099e7442-ce02-4c18-b8f9-1778d62c2eb2.png\" width=\"702\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">iMocha membantu identifikasi skill gap dengan menggunakan AI untuk membandingkan data keterampilan karyawan dengan role-specific benchmarks (Sumber: imocha.io)<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>AG5<\/b><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">AG5 merupakan platform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skills management <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang membantu perusahaan memetakan, menganalisis, dan mengelola keterampilan tenaga kerja. Platform ini memungkinkan perusahaan membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skills taxonomy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skills matrix<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk melihat keterampilan yang dimiliki karyawan serta kompetensi yang dibutuhkan dalam suatu posisi. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mengetahui area yang perlu dikembangkan, dan menyusun strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upskilling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Skill Gap Analysis Report<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat disajikan dalam bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skills matrix<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang membandingkan tingkat kompetensi karyawan saat ini dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk suatu posisi. Laporan ini membantu HR melihat keterampilan yang sudah memenuhi standar, kompetensi yang masih memiliki kesenjangan, serta area yang menjadi prioritas pengembangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, sebuah perusahaan sedang mengembangkan strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan ingin memastikan tim marketing memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. HR dapat melakukan penilaian terhadap beberapa kompetensi, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">SEO<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">analytics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">content strategy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">paid media<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing automation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">measurement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kompetensi dapat dinilai berdasarkan tingkat penguasaan karyawan menggunakan skala 1-5, dengan level yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kompetensi yang semakin baik. HR kemudian membandingkan level kompetensi saat ini dengan level yang dibutuhkan untuk posisi tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh hasilnya dapat disajikan sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<table style=\"width: 98.4783%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 27.9801%; text-align: center;\"><strong>Kompetensi<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 19.0397%; text-align: center;\"><strong>Level Saat Ini<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 24.8344%; text-align: center;\"><strong>Level Dibutuhkan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 12.9139%; text-align: center;\"><strong>Skill Gap<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 60.2649%; text-align: center;\"><strong>Prioritas<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 27.9801%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">SEO<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 19.0397%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 24.8344%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 12.9139%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 60.2649%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 27.9801%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Analytics\u00a0<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 19.0397%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 24.8344%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 12.9139%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 60.2649%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 27.9801%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Content Strategy\u00a0<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 19.0397%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 24.8344%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 12.9139%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 60.2649%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 27.9801%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Paid Media\u00a0<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 19.0397%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 24.8344%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 12.9139%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 60.2649%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 27.9801%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Marketing Automation\u00a0<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 19.0397%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 24.8344%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 12.9139%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 60.2649%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 27.9801%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Measurement\u00a0<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 19.0397%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 24.8344%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 12.9139%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 60.2649%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari laporan tersebut, perusahaan dapat menentukan kompetensi yang perlu menjadi prioritas. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Skill gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebesar 2 level, misalnya, dapat menjadi perhatian utama, terutama apabila kompetensi tersebut berpengaruh terhadap pencapaian target bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, HR dapat menentukan tindakan yang sesuai, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">training<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online course<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mentoring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stretch assignment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">redeployment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hiring <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk membantu memenuhi kebutuhan kompetensi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/lms-terbaik-untuk-pelatihan-karyawan-indonesia\"> 5 LMS Terbaik untuk Pelatihan Karyawan di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Skill gap analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu perusahaan memahami kesenjangan kompetensi karyawan dan menentukan keterampilan yang perlu dikembangkan. Melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tools <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang tepat, HR dapat menyusun strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reskilling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sesuai dengan kebutuhan organisasi serta perkembangan industri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/\"><b>Ruangkerja<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi solusi sebagai LMS yang membantu perusahaan Anda memberikan pelatihan secara lebih terstruktur dan tepat waktu. Fiturnya yang lengkap serta akses yang mudah membuat proses pembelajaran karyawan menjadi lebih efektif. Klik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">banner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di bawah ini untuk berkonsultasi dengan tim kami.<\/span><\/p>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9ebe1b55-4fc2-43f7-85d1-6b8a10b75472.jpeg\" alt=\"CTA Ruangkerja Ruangguru for Business\" \/><\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Acorn. Best Skills Gap Analysis Software in 2026: 8 Tools Compared (Daring). Diakses 30 Agustus 2026, dari https:\/\/acorn.works\/best\/best-skills-gap-analysis-software-in-2026-8-tools-compared.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coursera. What Is a Skills Gap? (Daring). Diakses 30 Agustus 2026, dari https:\/\/www.coursera.org\/enterprise\/articles\/skills-gap-analysis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">MyCulture. The 12 Best Skills Gap Analysis Tools for HR Teams in 2026 (Daring). Diakses 30 Agustus 2026, dari https:\/\/www.myculture.ai\/blog\/skills-gap-analysis-tools.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak cara mengatasinya, tools yang dapat digunakan, dan contoh report-nya dalam artikel berikut! \u2014- Perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah membuat perusahaan perlu memastikan kompetensi karyawan tetap sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Namun, tidak semua karyawan memiliki kompetensi yang dibutuhkan, sehingga dapat muncul skill gap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":96,"featured_media":2515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1790551858:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak tools yang dapat digunakan dan contoh report-nya dalam artikel ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["9"],"_oembed_f044d06f081be575f671efff00f749d9":["{{unknown}}"],"_yoast_wpseo_focuskw":["skill gap analysis"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak tools yang dapat digunakan dan contoh report-nya dalam artikel ini!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["88"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/7c77a2b5-339b-4876-8474-ccb688a45f83.png"],"_knawatfibu_alt":["Skill Gap Analysis"],"_wp_old_date":["2026-09-28"]},"categories":[1],"tags":[7],"class_list":["post-2515","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sdm"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Skill Gap Analysis, Atasi Kesenjangan Kompetensi Karyawan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak tools yang dapat digunakan dan contoh report-nya dalam artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Skill Gap Analysis, Atasi Kesenjangan Kompetensi Karyawan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak tools yang dapat digunakan dan contoh report-nya dalam artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-24T23:20:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-27T23:30:03+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis\",\"name\":\"Skill Gap Analysis, Atasi Kesenjangan Kompetensi Karyawan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/7c77a2b5-339b-4876-8474-ccb688a45f83.png\",\"datePublished\":\"2026-09-24T23:20:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-27T23:30:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/2b1c3cd92b6cb96c3807b348842b8362\"},\"description\":\"Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak tools yang dapat digunakan dan contoh report-nya dalam artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/7c77a2b5-339b-4876-8474-ccb688a45f83.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/7c77a2b5-339b-4876-8474-ccb688a45f83.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Skill Gap Analysis, Atasi Kesenjangan Kompetensi Karyawan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/2b1c3cd92b6cb96c3807b348842b8362\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Skill Gap Analysis, Atasi Kesenjangan Kompetensi Karyawan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak tools yang dapat digunakan dan contoh report-nya dalam artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Skill Gap Analysis, Atasi Kesenjangan Kompetensi Karyawan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak tools yang dapat digunakan dan contoh report-nya dalam artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2026-09-24T23:20:45+00:00","article_modified_time":"2026-09-27T23:30:03+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis","name":"Skill Gap Analysis, Atasi Kesenjangan Kompetensi Karyawan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/7c77a2b5-339b-4876-8474-ccb688a45f83.png","datePublished":"2026-09-24T23:20:45+00:00","dateModified":"2026-09-27T23:30:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/2b1c3cd92b6cb96c3807b348842b8362"},"description":"Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak tools yang dapat digunakan dan contoh report-nya dalam artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/7c77a2b5-339b-4876-8474-ccb688a45f83.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/7c77a2b5-339b-4876-8474-ccb688a45f83.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skill-gap-analysis#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Skill Gap Analysis, Atasi Kesenjangan Kompetensi Karyawan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/2b1c3cd92b6cb96c3807b348842b8362","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/96"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2515"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2519,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515\/revisions\/2519"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}