{"id":172,"date":"2024-06-12T09:00:00","date_gmt":"2024-06-12T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=172"},"modified":"2024-06-12T10:47:35","modified_gmt":"2024-06-12T03:47:35","slug":"overthinking-artinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Overthinking Dalam Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK_Cara%20Mengatasi%20Overthinking%20dalam%20Dunia%20Kerja.jpg\" alt=\"Cara Mengatasi Overthinking dalam Dunia Kerja\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Overthinking<\/em> bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental jika diabaikan. Oleh sebab itu Anda perlu mengetahui cara mengatasi <em>overthinking<\/em>. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Overthinking<\/em> kerap dirasakan para karyawan di dunia kerja, terlebih <em>overthinking<\/em> bisa mengganggu produktivitas dalam bekerja. Sebenarnya apa itu <em>overthinking<\/em>? Lalu bagaimana cara mengatasi overthinking dalam dunia kerja?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Apa itu <\/strong><strong><em>overthinking<\/em><\/strong><strong>?\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Overthinking<\/em> adalah memikirkan sesuatu terlalu banyak atau terlalu lama<\/strong>. <em>Overthinking<\/em> bukanlah penyakit atau gangguan mental. Meskipun sama-sama ditandai dengan rasa khawatir, khawatir dalam <em>overthinking<\/em> bukanlah\u00a0 gangguan kecemasan umum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekhawatiran pada seseorang menunjukkan bahwa mereka peduli tentang sesuatu atau mempersiapkan diri untuk hasil terburuk. Manusia memiliki benteng pertahanan untuk mempersiapkan kejadian terburuk. <em>Overthinking<\/em> dalam hal ini merasa khawatir berlebihan dan berlangsung selama situasi panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Overthinking<\/em> dalam dunia kerja kerap muncul saat Anda mencari pekerjaan atau bersaing dengan rekan kerja untuk mendapatkan promosi, mudah untuk menghabiskan banyak waktu mempertimbangkan surat lamaran, lamaran, dan wawancara. Alih-alih bersantai dan lebih memperhatikan pekerjaan, Anda justru memikirkan hal-hal yang belum kejadian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Mengapa seseorang bisa menjadi <em>overthinking?<\/em><\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seseorang bisa menjadi <em>overthinking<\/em> ketika dia secara berlebihan memikirkan masalah, ide, atau situasi tertentu, sering kali dengan pola pikir yang negatif atau cemas. Beberapa faktor dapat menyebabkan <em>overthinking<\/em>, termasuk:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kecemasan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kecemasan adalah keadaan khawatir atau takut yang meningkat, dan dapat menyebabkan <em>overthinking<\/em> karena pikiran terus-menerus mengantisipasi potensi masalah atau hasil negatif. Kecemasan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetika, ketidakseimbangan kimiawi otak, atau pengalaman traumatis di masa lalu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Trauma Masa Lalu<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengalaman traumatis dari masa lalu, seperti pelecehan fisik atau emosional, kecelakaan, atau kehilangan orang yang dicintai, dapat secara signifikan memengaruhi proses berpikir seseorang. Berpikir berlebihan dapat muncul sebagai mekanisme perlindungan diri untuk mencoba memahami peristiwa traumatis atau untuk mencegah situasi serupa terjadi di masa depan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Harga Diri Rendah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Individu dengan harga diri yang rendah mungkin lebih rentan terhadap <em>overthinking<\/em>, karena mereka terus-menerus meragukan kemampuan, penilaian, dan kelayakan mereka. Hal ini dapat menyebabkan lingkaran pemikiran kritis terhadap diri sendiri, menebak-nebak keputusan, dan mencari validasi dari orang lain, yang dapat berkontribusi pada pemikiran berlebihan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Perfeksionisme<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perfeksionisme, atau pengejaran kesempurnaan yang terus-menerus, juga dapat menjadi penyebab <em>overthinking<\/em>. Kebutuhan untuk mencapai kesempurnaan dalam setiap aspek kehidupan dapat menciptakan tekanan yang berlebihan dan standar tinggi yang dipaksakan sendiri, yang mengarah pada perenungan terus-menerus tentang kesalahan masa lalu atau potensi kegagalan di masa depan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Kurangnya Kontrol<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merasa tidak memiliki kendali atas situasi atau hasil dapat memicu pemikiran yang berlebihan karena pikiran mencoba menganalisis dan memprediksi setiap hasil yang mungkin terjadi dalam upaya untuk mendapatkan rasa kendali. Hal ini dapat terjadi di berbagai bidang kehidupan, seperti hubungan, pekerjaan, atau tujuan pribadi, dan dapat mengakibatkan kekhawatiran dan perenungan yang berlebihan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Situasi yang Membebani<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kewalahan oleh situasi yang kompleks atau menantang, seperti keputusan besar dalam hidup, masalah keuangan, atau masalah hubungan, dapat menyebabkan terlalu banyak berpikir. Pikiran mungkin terus-menerus memutar ulang skenario, menganalisis pro dan kontra, dan mempertimbangkan berbagai hasil, yang dapat berkontribusi pada overthinking.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Kebiasaan Kognitif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebiasaan kognitif tertentu, seperti merenung atau menganalisis secara berlebihan, dapat tertanam dari waktu ke waktu dan berkontribusi pada berpikir berlebihan. Pola-pola berpikir ini mungkin berkembang karena berbagai faktor, seperti perilaku yang dipelajari sejak kecil, ciri-ciri kepribadian, atau mekanisme perlindungan diri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/stress-menghambat-produktivitas\" rel=\"noopener\">Stress Kerja Menghambat Produktivitas? Begini Cara Mengatasinya<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Tanda-Tanda O<em>verthinking <\/em>di Dunia Kerja<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang-orang yang mengalami <em>overthinking<\/em> memiliki tanda-tanda yang bisa diketahui dengan mudah. Adapun tanda-tanda <em>overthinking<\/em> di dunia kerja di antaranya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">1. Terobsesi dengan apa yang bos atau orang lain pikirkan tentang dirimu<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal wajar jika Anda memikirkan pandangan atau persepsi bos atau atasan terkait kinerja dan capaian Anda. Akan tetapi jika pikiran tersebut berlangsung berulang dan terus-terusan, tentunya tidak berdampak baik. Anda mungkin menyebabkan diri Anda lebih banyak masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pikiran Anda hanya dipenuhi dengan pikiran-pikiran tentang kata orang lain. Padahal ucapan atau persepsi orang lain tentang diri Anda adalah sesuatu hal yang di luar kendali atau tidak bisa Anda kontrol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ucapan-ucapan kurang menyenangkan seperti makian, arahan yang terdengar kasar sering kali membuat diri frustasi. Meski begitu, jangan biarkan itu masuk ke dalam pikiran Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Perfeksionis terhadap pekerjaan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika Anda mengerjakan sesuatu, Anda ingin melakukan pekerjaan dengan baik. Akan tetapi, pada kondisi tertentu, Anda terus mengerjakan dan tidak pernah merasa puas terhadap hasilnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang yang <em>overthinking<\/em> akan terus merasa kurang dan menganggap masih ada hal yang bisa diperbaiki agar menjadi terbaik. Sisi perfeksionis muncul dengan kentara ketika mengerjakan tugas. Alih-alih secara obsesif mengutak-atik elemen kecil berulang-ulang, cara mengatasi <em>overthinking<\/em> bisa dimulai dengan mempercayakan pada insting Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">3. Terlalu khawatir dengan pikiran sendiri<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pikiran-pikiran negatif soal diri sendiri kerap menimbulkan kekhawatiran. Rasa khawatir dan cemas ini menjadi tanda Anda <em>overthinking<\/em>. Punya perasaan mendalam bahwa Anda tidak berusaha keras di tempat kerja, atau rekan kerja marah kepada Anda? Pikiran tersebut belum tentu benar, bisa jadi pikiran tersebut muncul karena pikiran Anda buat sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara agar tidak <em>overthinking<\/em> adalah mencari fakta apakah benar apa yang Anda pikirkan atau itu hanya kekhawatiran semata. Anda bisa menanyakan kepada rekan kerja soal hal-hal yang Anda pikirkan. Jawaban rekan Anda bisa menjadi bukti pikiran tersebut benar atau salah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">4. Tidak pernah merasa cukup\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda terus-menerus merasa bersalah karena membandingkan diri Anda dengan orang lain dan merasa bahwa Anda gagal, atau hanya merasa Anda tidak pantas berada di tempat Anda sekarang, Anda mungkin menderita &#8216;sindrom penipu&#8217; atau ketakutan yang tidak berdasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jill Santopietro Panall, HR konsultan menyebut meragukan kemampuan diri sendiri adalah hal yang sangat umum bagi mereka yang berada di awal karier. Tanggung jawab dan peran baru di kantor membuat diri Anda merasa khawatir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda bisa mencari cara mengatasi <em>overthinking<\/em> seiring berjalannya waktu. Butuh proses untuk merasa cukup. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah mengambil langkah-langkah kecil, namun bermakna. Misalnya memberikan afirmasi positif setiap hari sebelum mulai bekerja. Yakinkan diri Anda bahwa Anda bisa di posisi sekarang karena ada orang yang percaya kalau Anda mampu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">5. Takut melakukan kesalahan dalam pekerjaan\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda Anda mengalami <em>overthinking<\/em> adalah takut untuk melangkah karena takut berbuat kesalahan. Orang yang <em>overthinking<\/em> akan dengan mudah mengingat kesalahan-kesalahan kecil yang sebenarnya bagi orang lain adalah sepele. Misalnya salah ketik dan kehabisan kata-kata saat presentasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pikiran takut salah menjadi bumerang bagi karyawan. Mereka akan kesulitan berkonsentrasi. Pikiran <em>overthinking<\/em> bakal membuat mereka terganggu dalam bekerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Berkurangnya Produktivitas<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlalu banyak berpikir dapat menghambat produktivitas karena menghabiskan energi mental dan fokus. Terus-menerus merenungkan pikiran atau mengkhawatirkan berbagai hal dapat membuat Anda sulit berkonsentrasi pada tugas atau membuat kemajuan dalam aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/impostor-syndrome\" rel=\"noopener\">Mengenal Impostor Syndrome, Ini Bahayanya di Dunia Kerja<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Orang yang O<em>verthinking<\/em><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa ciri-ciri orang yang <em>overthinking:<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kesulitan Tidur<\/span><\/h3>\n<p>Terlalu banyak berpikir dapat mengganggu pola tidur yang normal. Pikiran yang terlalu aktif yang terus-menerus berpacu dengan pikiran dan kekhawatiran dapat membuat Anda sulit untuk tertidur atau tetap tertidur, sehingga menyebabkan insomnia atau tidur yang tidak berkualitas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kekhawatiran atau Kecemasan yang Berlebihan<\/span><\/h3>\n<p>Orang yang terlalu banyak berpikir cenderung sangat cemas atau khawatir secara berlebihan tentang berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk kejadian di masa lalu, situasi saat ini, atau hasil di masa depan. Mereka mungkin terus-menerus mengantisipasi masalah atau hasil negatif, yang mengarah ke keadaan khawatir atau cemas yang terus-menerus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Ragu dalam Mengambil Keputusan<\/span><\/h3>\n<p>Orang yang terlalu banyak berpikir sering kali kesulitan dalam mengambil keputusan, karena mereka cenderung menganalisis secara berlebihan setiap pilihan dan hasil yang mungkin terjadi. Hal ini dapat menyebabkan siklus kebimbangan, karena mereka mungkin takut membuat pilihan yang salah dan terus-menerus menebak-nebak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Terlalu Banyak Menganalisis<\/span><\/h3>\n<p>Orang yang terlalu banyak berpikir cenderung menganalisis situasi, peristiwa, atau percakapan secara berlebihan, sering kali membedah setiap detail dan mencari makna tersembunyi atau potensi masalah. Hal ini dapat mengarah pada pola <em>over-analyzing<\/em>, di mana mereka terus memikirkan kejadian di masa lalu atau terus-menerus memikirkan kemungkinan di masa depan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Ketidakmampuan untuk Melepaskan<\/span><\/h3>\n<p>Orang yang terlalu banyak berpikir mungkin mengalami kesulitan untuk melepaskan kejadian atau kesalahan di masa lalu, dan mereka mungkin berulang kali mengulang dan menganalisanya dalam pikiran mereka. Hal ini dapat menyebabkan perenungan dan fokus yang terus-menerus pada penyesalan atau kegagalan di masa lalu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Gejala Fisik<\/span><\/h3>\n<p>Terlalu banyak berpikir juga dapat bermanifestasi dalam gejala fisik, seperti sakit kepala tegang, detak jantung meningkat, otot tegang, atau masalah pencernaan. Kondisi mental yang terus menerus gelisah dan khawatir dapat berdampak pada tubuh dan menyebabkan ketidaknyamanan fisik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Alasan Anda Harus Berhenti O<\/strong><strong><em>verthinking<\/em><\/strong><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut sebuah studi (2013) yang dipublikasikan dalam <em>Journal of Abnormal Psychology<\/em>, terlalu banyak memikirkan masalah, kesalahan, atau kekurangan Anda dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan. Cara mengurangi <em>overthinking<\/em> dapat menurunkan stres, membantu Anda tidur lebih baik, dan secara positif mempengaruhi karier Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tingkat stres dapat berdampak besar pada kinerja Anda. Menghilangkan stres dapat membantu Anda meningkatkan motivasi, fokus pada tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta memiliki interaksi yang lebih baik dengan rekan kerja. Ketika orang lebih santai, mereka sering merasa memiliki kendali lebih besar atas keputusan besar dan cara mereka menyelesaikan tugas individu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menghindari <em>overthinking<\/em> juga dapat membantu Anda tertidur di malam hari. Tidur yang lebih baik memiliki banyak manfaat yang sama dengan tingkat stres yang lebih rendah, termasuk suasana hati yang lebih baik, motivasi yang lebih baik, dan lebih banyak fokus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daripada menunda atau menghindari meminta kenaikan gaji, promosi atau pelatihan tambahan karena terlalu banyak berpikir, Anda harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan karier. Anda sebaiknya mencari tahu cara menghilangkan <em>overthinking<\/em> untuk hidup yang lebih baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Cara Mengatasi O<\/strong><strong><em>verthinking<\/em><\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Overthinking<\/em> kerap membuat seseorang merasa lelah secara fisik maupun batin. Apalagi tenaganya habis untuk berpikir. Rasa penat pun muncul saat seseorang mengalami <em>overthinking<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Overthinking<\/em> jika dibiarkan bisa mengganggu pekerjaan. Tak ingin merusak performa dan produktivitas, ada baiknya Anda mengetahui cara agar tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan. Berikut beberapa cara atasi <em>overthinking<\/em>, antara lain:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK_Cara%20Mengatasi%20Overthinking%20dalam%20Dunia%20Kerja-01.jpg\" alt=\"Cara Mengatasi Overthinking dalam Dunia Kerja\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">1. Sadari pikiran <\/strong><strong style=\"background-color: transparent;\"><em>overthinking<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi orang yang <em>overthinking<\/em>, bagian otaknya akan bekerja mengolah pikiran tanpa henti. Hal tersebut diungkapkan oleh Natalie Dattilo, Ph.D, psikolog klinis di Boston sekaligus profesor psikiatri di Harvard Medical School.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Otak terus-menerus mengaduk semua jenis pikiran, tetapi berpikir adalah jalan dua arah,&#8221; ungkap Dattilo. Ia menambahkan bahwa ada kemungkinan otak memberikan saran pikiran lain yang pada akhirnya bisa menghentikan pikiran overthinking tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan terbesar untuk menghentikan <em>overthinking<\/em> adalah menyadari bahwa Anda mengalami <em>overthinking<\/em> atau menolaknya. Menolak dalam hal ini tidak selalu buruk. Daripada memikirkan hal-hal yang memusingkan, Anda bisa memilih untuk melakukan hal lain yang justru menyenangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda tidak harus menganggap setiap pemikiran mengkhawatirkan yang muncul di kepala Anda sebagai kebenaran. Faktanya, Anda dapat menggunakan saat-saat berpikir yang berlebihan untuk mempertanyakan dan memeriksa fakta apa yang benar, sehingga pikiran yang khawatir tidak terlalu menguasai Anda. Inilah salah satu cara mengatasi pikiran berlebihan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Melatih otak\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fakta ilmiah menyebut ketika otak &#8216;beristirahat&#8217;, area yang menyala adalah area pemecahan masalah dan area yang terkait dengan pemikiran referensi diri. Jadi, ketika dibiarkan sendiri, otak akan berpikir berlebihan. Maka tak heran apabila <em>overthinking<\/em> kerap muncul ketika malam hari menjelang tidur atau saat Anda tidak aktif bekerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tips agar tidak <em>overthinking<\/em> lainnya adalah, ada baiknya Anda melatih otak agar otak tidak membuat skema berpikiran secara terus-menerus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">3. Meditasi\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meditasi menjadi salah satu cara mengatasi <em>overthinking<\/em> yang efektif. Cara termudah untuk mempraktikkan latihan pernapasan. Melatih napas sama halnya membuat otak dan tubuh untuk tidak bekerja secara otomatis. Meditasi menjadi momen untuk menyeting kembali otak yang berpikiran penuh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">4. Fokus pada hal-hal yang dikerjakan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda dapat melatih perhatian dalam setiap pekerjaan yang sedang dilakukan. Kebiasaan orang kini melakukan pekerjaan secara <em>multitasking<\/em>. Hindari <em>multitasking<\/em> dan fokus pada apa yang Anda lakukan. Melatih fokus sama halnya melatih otak Anda untuk menyadari hal-hal yang hadir dan terjadi pada saat itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. <em>Journaling<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Membuat jurnal adalah cara yang berguna untuk mengeluarkan pikiran Anda dari kepala sehingga tidak terlalu terbebani. Anda juga bisa mencatat rencana-rencana yang akan dilakukan dalam satu hari. Membuat daftar atau rencana lebih berorientasi pada tindakan, hal tersebut bisa menjadi cara mengurangi <em>overthinking<\/em>. Pasalnya, <em>journaling<\/em> bisa sedikit menenangkan otak kita yang sedang merenung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda dapat melakukannya di mana saja, dari selembar kertas hingga aplikasi catatan di ponsel Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">6. <em>Grounding<\/em><\/strong><\/span><strong style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"> dan kembali ke alam<\/span>\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Udara segar dapat memberikan banyak manfaat bagi pikiran. Jika Anda bisa keluar di alam, itu lebih baik. Studi menunjukkan berjalan kaki 90 menit di lingkungan yang dipenuhi alam dapat menurunkan kecenderungan seseorang untuk <em>overthinking<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Respons ini sebagian besar berkaitan dengan kurangnya kebisingan dan gangguan dalam pengaturan alam, serta kemampuan bagi beberapa orang untuk memadamkan pikiran negatifnya. Mereka menjadi menghargai sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri di lingkungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">7. Stop <em>overthinking<\/em> artinya fokus pada hal yang bisa Anda ubah\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda-tanda orang yang <em>overthinking<\/em> adalah fokus pada hal-hal yang di luar kendalinya. Mereka akan fokus pada pendapat orang yang tidak bisa dikontrol. Oleh sebab itu, fokuskan pada hal-hal yang bisa Anda ubah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh fokus pada hal yang bisa diubah adalah ketika <em>overthinking<\/em> soal pekerjaan yang dilakukan kerja tim. Anda tidak bisa mengontrol dan mengubah orang untuk menyelesaikan sesuai standarmu. Hal yang bisa Anda ubah adalah kinerja Anda untuk menyelesaikan pekerjaan. Perlu diingat, Anda tidak bisa mengontrol semua hal di dunia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">8. Mulai hari dengan aktivitas yang berdampak baik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fakta menyebutkan bahwa jam-jam pertama ketika Anda bangun dapat memengaruhi suasana hati selama satu hari. Jika Anda menghabiskan pagi Anda dengan stres, Anda akan cenderung berpikir berlebihan sepanjang hari. Berikut beberapa cara untuk menghindari stres dan merasa lebih baik saat bangun tidur:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; tidur cukup<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; bangun lebih awal agar tidak perlu terburu-buru untuk bersiap-siap tepat waktu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; sarapan sebelum berangkat kerja. Banyak orang merasa stres saat lapar<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; olahraga atau sekadar jalan-jalan pagi atau aktivitas outdoor yang membuat nyaman<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>9. Belajar <em>mindfulness<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Mindfulness<\/em> adalah memfokuskan perhatian pada apa yang terjadi saat ini. Ketika Anda berlatih <em>mindfulness<\/em>, Anda tidak akan cemas dan khawatir tentang besok, masa depan, atau ruminasi masa lalu. Anda akan diajak menyadari hal-hal yang terjadi saat itu saja. Anda pun tak perlu membuang waktu untuk <em>overthinking<\/em> atau memikirkan sesuatu yang belum pasti terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunakan teknik <em>mindfulness<\/em>, relaksasi, dan <em>slow down<\/em> untuk menyadari hal-hal di sekitar. Pikiran tersebut akan mendistrak kecemasan karena <em>overthinking<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ingin merencanakan bisnis dengan mumpuni, tak perlu khawatir. Kini <strong>RuangKerja<\/strong> telah memiliki pelatihan yang mendukung suksesnya cara mengatasi <em>overthinking<\/em> dalam dunia kerja di perusahaan Anda. Karena <strong>RuangKerja<\/strong> dilengkapi dengan fitur-fitur berikut:<\/p>\n<ol>\n<li><strong><em>Rewards point<\/em><\/strong>, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.<\/li>\n<li><strong><em>Leaderboards<\/em><\/strong>, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.<\/li>\n<li><strong><em>Collaboration<\/em><\/strong>, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai perusahaan telah bergabung dengan RuangKerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/6c763aac-e3e5-48bf-be4a-7e5f5ec1d42f.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Indeed Editorial Team. 2021. 8 Steps for How To Stop Overthinking at Work [online]. Link: https:\/\/www.indeed.com\/career-advice\/career-development\/how-to-stop-overthinking-at-work#:~:text=To%20prevent%20overthinking%20from%20reducing,things%20that%20could%20go%20right (Accessed: 1 June 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Moore, Emily. 2017. 5 Signs You&#8217;re Overthinking Things at Work [online]. Link: https:\/\/www.glassdoor.com\/blog\/overthinking-at-work\/ (Accessed: 1 June 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Wilding, Melody. 2021. How to Stop Overthinking Everything [online]. Link:https:\/\/hbr.org\/2021\/02\/how-to-stop-overthinking-everything (Accessed: 1 June 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Santili, Mara. What Causes Overthinking\u2014And 6 Ways To Stop [online]. Link:https:\/\/www.forbes.com\/health\/mind\/what-causes-overthinking-and-6-ways-to-stop\/ (Accessed: 1 June 2022)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Overthinking bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental jika diabaikan. Oleh sebab itu Anda perlu mengetahui cara mengatasi overthinking. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":172,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK_Cara%20Mengatasi%20Overthinking%20dalam%20Dunia%20Kerja.jpg"],"_edit_lock":["1720157600:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-07-27"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Overthinking artinya rasa cemas berlebihan. Sering mengalaminya saat bekerja? Hati-hati! Pelajari cara mengatasi overthinking melalui artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Overthinking"]},"categories":[1],"tags":[7],"class_list":["post-172","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sdm"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Mengatasi Overthinking Dalam Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Mengatasi Overthinking Dalam Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Overthinking bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental jika diabaikan. Oleh sebab itu Anda perlu mengetahui cara mengatasi overthinking. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini! &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-12T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-12T03:47:35+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya\",\"name\":\"Cara Mengatasi Overthinking Dalam Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK_Cara%20Mengatasi%20Overthinking%20dalam%20Dunia%20Kerja.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-12T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-12T03:47:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK_Cara%20Mengatasi%20Overthinking%20dalam%20Dunia%20Kerja.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK_Cara%20Mengatasi%20Overthinking%20dalam%20Dunia%20Kerja.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Mengatasi Overthinking Dalam Dunia Kerja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\",\"name\":\"Vindiasari Yunizha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Vindiasari Yunizha\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Mengatasi Overthinking Dalam Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Mengatasi Overthinking Dalam Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Overthinking bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental jika diabaikan. Oleh sebab itu Anda perlu mengetahui cara mengatasi overthinking. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini! &#8212;","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2024-06-12T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-06-12T03:47:35+00:00","author":"Vindiasari Yunizha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Vindiasari Yunizha","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya","name":"Cara Mengatasi Overthinking Dalam Dunia Kerja - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK_Cara%20Mengatasi%20Overthinking%20dalam%20Dunia%20Kerja.jpg","datePublished":"2024-06-12T02:00:00+00:00","dateModified":"2024-06-12T03:47:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK_Cara%20Mengatasi%20Overthinking%20dalam%20Dunia%20Kerja.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/RK_Cara%20Mengatasi%20Overthinking%20dalam%20Dunia%20Kerja.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/overthinking-artinya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Mengatasi Overthinking Dalam Dunia Kerja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d","name":"Vindiasari Yunizha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Vindiasari Yunizha"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=172"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1676,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172\/revisions\/1676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}