{"id":1500,"date":"2025-12-14T09:37:28","date_gmt":"2025-12-14T02:37:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?p=1500"},"modified":"2025-12-15T00:20:32","modified_gmt":"2025-12-14T17:20:32","slug":"skala-likert-penelitian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian","title":{"rendered":"Penggunaan Skala Likert untuk Penelitian"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f44b4e4-06d2-47e6-be5a-0e3990fa71ec.png\" alt=\"Skala Likert\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">\u00a0 \u00a0<em>Menggunakan skala Likert bisa membantu kita menghitung data penelitian dengan lebih akurat dan kontekstual.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beragam cara untuk mengukur sebuah data penelitian, salah satunya adalah dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert adalah salah satu jenis skala yang biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif untuk mengukur data melalui instrumen angket.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah anda pernah mengisi angket yang pertanyaannya dapat dipilih dari opsi jawaban seperti \u201cSangat Setuju\u201d, \u201cSetuju\u201d, \u201cNetral\u201d, \u201cTidak Setuju\u201d, dan \u201cSangat Tidak Setuju\u201d? Jika pernah, maka angket yang anda isi menggunakan skala Likert untuk mengukur data penelitiannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan skala Likert?\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Skala Likert<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skala Likert dikembangkan oleh seorang ilmuwan asal Amerika Serikat yang bernama Rensis Likert pada tahun 1932. Skala Likert adalah sebuah <strong>skala atau alat pengukuran psikologis yang digunakan dalam penelitian untuk mengukur sikap, pengetahuan, pendapat, maupun persepsi responden terhadap suatu objek melalui alat pengumpulan data yang berupa angket atau kuesioner<\/strong>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Rensis Likert sendiri, skala Likert adalah alat pengukuran yang digunakan untuk menilai sikap atau pendapat seseorang terhadap suatu pernyataan atau topik. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skala Likert mempunyai empat atau lebih butir-butir pertanyaan yang dikombinasikan sehingga menghasilkan sebuah skor\/nilai yang merepresentasikan pengetahuan, sikap, dan perilaku responden. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Responden diminta untuk menyatakan sejauh mana mereka setuju atau tidak setuju dengan serangkaian pernyataan dengan menggunakan skala yang memiliki level-level, seperti &#8220;Sangat Setuju&#8221;, &#8220;Setuju&#8221;, &#8220;Netral&#8221;, &#8220;Tidak Setuju&#8221;, dan &#8220;Sangat Tidak Setuju&#8221;.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa peneliti yang mengungkapkan pendapatnya mengenai pengertian dari skala Likert :\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Pengertian Skala Likert Menurut Sugiyono\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sugiyono mendefinisikan skala Likert sebagai sebuah <strong>skala yang digunakan untuk mengukur pendapat, sikap, dan persepsi seseorang ataupun sekelompok orang terhadap objek penelitian<\/strong> yang biasanya berupa sebuah fenomena yang sedang terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Pengertian Skala Likert Menurut Allen L. Edwards\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skala Likert menurut Edwards adalah <strong>skala yang berfungsi sebagai alat ukur yang memberikan fleksibilitas pada responden untuk menyatakan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan<\/strong> mereka dengan berbagai derajat. Menurutnya, skala ini membantu menggambarkan variasi dalam sikap seseorang terhadap suatu konsep atau pernyataan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Penggunaan Skala Likert<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah contoh penggunaan skala Likert dalam sebuah survei atau penelitian. Misalnya, Anda sedang melakukan penelitian tentang kepuasan pelanggan terhadap layanan pengiriman di sebuah <\/span><em>e-commerce<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda dapat menyusun pernyataan-pernyataan dan meminta responden untuk menunjukkan tingkat persetujuan mereka dengan menggunakan skala Likert. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa contoh pernyataan dan skala Likert yang dapat digunakan:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Topik: Kepuasan Pelanggan Terhadap Layanan Pengiriman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">E-commerce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">X<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan 1 : Saya puas dengan kecepatan pengiriman X.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan 2 : Layanan pengiriman X memenuhi harapan saya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan 3 : Antara harga dan pelayanan pengiriman X sudah sesuai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Responden akan diminta untuk memilih salah satu opsi pada skala Likert untuk setiap pernyataan berdasarkan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan mereka terhadap pernyataan tersebut. Opsinya bisa berupa 5 pilihan seperti yang ada di atas, yaitu &#8220;Sangat Setuju&#8221;, &#8220;Setuju&#8221;, &#8220;Netral&#8221;, &#8220;Tidak Setuju&#8221; dan &#8220;Sangat Tidak Setuju&#8221;. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah pengumpulan data, analisis dapat dilakukan, misalnya dengan menghitung rata-rata skor untuk setiap pernyataan atau melihat distribusi frekuensi jawaban untuk mendapatkan gambaran tentang sejauh mana pelanggan puas dengan produk X.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga :<\/strong> <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/problem-solving-adalah\">Mengenal Proses Problem Solving di Dunia Kerja untuk Memecahkan Masalah<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Rumus Skala Likert<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghitung skala Likert, tidak ada rumus khusus yang bisa kita gunakan. Hal ini dikarenakan metode analisis atau penghitungan data akan tergantung pada tujuan penelitian atau survei Anda, dan tidak ada rumus tunggal yang berlaku untuk semua situasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Lebih penting lagi, interpretasi hasil dan kesimpulan yang diambil dari analisis skala Likert harus dilakukan dengan hati-hati dan kontekstual.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, ada beberapa cara umum yang bisa dilakukan untuk menghitung skala Likert, di antaranya :\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Menghitung Rata-Rata Skor<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hitung rata-rata skor untuk setiap responden atau kelompok responden pada semua item yang diukur dengan skala Likert. Rata-rata ini memberikan gambaran tentang kecenderungan keseluruhan responden terhadap topik yang diukur. <strong>Cara menghitung rata-rata adalah dengan membagi total skor responden dengan jumlah item skala Likert<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 12pt;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Melihat Distribusi Frekuensi.<\/span> <\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis distribusi frekuensi membantu melihat sebaran tanggapan responden pada setiap level skala Likert. Ini memberikan wawasan tentang sejauh mana tingkat homogenitas atau heterogenitas responden dalam kelompok tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Membuat Indeks Kepuasan atau Kepentingan.<\/span> <\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda dapat membuat indeks kepuasan atau kepentingan dengan <strong>menggabungkan beberapa item pada skala Likert menjadi satu skor keseluruhan<\/strong>. Ini dapat memberikan indikasi keseluruhan terkait dengan aspek tertentu yang diukur.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2029\" data-end=\"2060\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Menghitung Skala Likert<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memberikan gambaran singkat mengenai cara menghitung skala Likert, Anda bisa melihat contoh <em>simple<\/em> di bawah ini.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2061\" data-end=\"2093\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Menghitung Skor Responden<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2094\" data-end=\"2163\">Misalnya seorang responden memperoleh total skor <strong data-start=\"2143\" data-end=\"2149\">42<\/strong> dari 10 item.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2094\" data-end=\"2163\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Menentukan Skor Maksimum dan Minimum<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2209\" data-end=\"2271\">\n<li data-start=\"2209\" data-end=\"2240\">\n<p data-start=\"2211\" data-end=\"2240\">Skor maksimum = 10 \u00d7 5 = 50<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2241\" data-end=\"2271\">\n<p data-start=\"2243\" data-end=\"2271\">Skor minimum = 10 \u00d7 1 = 10<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2273\" data-end=\"2306\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Menghitung Persentase Skor<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"katex-display\"><span class=\"katex\"><span class=\"katex-mathml\">Persentase=Skor Aktual \/ Skor Maksimum x 100%<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 42 \/ 50 x 100% = 84%<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2426\" data-end=\"2445\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Interpretasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2446\" data-end=\"2475\">Contoh kategori interpretasi:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2476\" data-end=\"2589\">\n<li data-start=\"2476\" data-end=\"2501\">\n<p data-start=\"2478\" data-end=\"2501\">0\u201320% = Sangat Rendah<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2502\" data-end=\"2521\">\n<p data-start=\"2504\" data-end=\"2521\">21\u201340% = Rendah<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2522\" data-end=\"2541\">\n<p data-start=\"2524\" data-end=\"2541\">41\u201360% = Sedang<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2542\" data-end=\"2561\">\n<p data-start=\"2544\" data-end=\"2561\">61\u201380% = Tinggi<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2562\" data-end=\"2589\">\n<p data-start=\"2564\" data-end=\"2589\">81\u2013100% = Sangat Tinggi<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2591\" data-end=\"2641\">Maka skor 84% termasuk kategori <strong data-start=\"2623\" data-end=\"2640\">sangat tinggi<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"2591\" data-end=\"2641\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/mengenal-model-evaluasi-kirkpatrick\">Model Evaluasi Kirkpatrick untuk Maksimalkan Hasil Pelatihan<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-start=\"2591\" data-end=\"2641\">\n<p data-start=\"2591\" data-end=\"2641\">\n<h2 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2591\" data-end=\"2641\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kelebihan dan Kekurangan Skala Likert<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum memutuskan metode atau cara apa yang akan kita lakukan dalam menghitung data penelitian, tentunya kita akan mempertimbangkan terlebih dahulu beberapa aspek seperti kelebihan dan kekurangan dari metode tersebut, dan apakah metode tersebut adalah yang paling cocok dengan penelitian kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak terkecuali skala Likert, metode ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang mungkin bisa Anda pertimbangkan sebelum Anda memilih menggunakan metode ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 14pt;\"><strong>Kelebihan Skala Likert<\/strong>\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skala Likert memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya banyak digunakan dalam penelitian. Pertama, <strong>skala ini memberikan fleksibilitas<\/strong>, karena dapat digunakan untuk mengukur tingkat setuju atau tidak setuju responden terhadap pernyataan tertentu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, dengan adanya pilihan level yang beragam, skala ini <strong>memungkinkan pengumpulan data yang lebih rinci<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, skala ini juga<strong> relatif mudah diinterpretasikan dan dianalisis<\/strong>, membuatnya berguna dalam mengumpulkan data kuantitatif dengan cepat. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, skala Likert memberikan kemampuan untuk mengukur nuansa dalam sikap seseorang. Dengan adanya pilihan tingkat kepercayaan atau intensitas, peneliti dapat <strong>mendapatkan wawasan lebih dalam tentang preferensi atau pandangan responden<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, karena popularitasnya, skala Likert telah diadopsi secara luas dalam berbagai disiplin ilmu dan industri, sehingga <strong>memudahkan perbandingan dan generalisasi hasil penelitian<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Kelemahan Skala Likert\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring dengan banyaknya kelebihan yang dimiliki skala Likert, metode ini juga memiliki beberapa kelemahan yang harus kamu perhatikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, adanya <strong>efek tendensi pemilih<\/strong> (response bias), di mana responden mungkin cenderung memberikan jawaban yang dianggap secara sosial memang diinginkan atau dapat memilih opsi tengah untuk menghindari konfrontasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, <strong>ketidakjelasan pernyataan<\/strong>. Pernyataan yang digunakan dalam skala Likert kadang-kadang dapat diartikan dengan cara yang berbeda oleh responden sehingga <strong>menghasilkan respon yang tidak akurat<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, adanya <strong>keterbatasan dalam melakukan perubahan seiring waktu<\/strong>. Skala ini mungkin kurang efektif dalam menangkap perubahan sikap atau pandangan responden seiring waktu karena kurangnya ketepatan dalam pengukuran perubahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/etos-kerja-adalah\">Pentingnya Etos Kerja bagi Karyawan, Kunci Sukses Berkarir<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 data-start=\"120\" data-end=\"168\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tips Membuat Kuesioner Skala Likert yang Baik<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"170\" data-end=\"329\">Agar hasil survei lebih akurat dan mudah dianalisis, kuesioner skala Likert perlu disusun dengan cermat. Berikut beberapa tips penting yang bisa kamu terapkan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"331\" data-end=\"374\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"375\" data-end=\"539\">Pilih kata-kata yang sederhana dan familiar bagi responden. Hindari istilah teknis atau kalimat berbelit agar tidak menimbulkan salah tafsir saat mengisi kuesioner.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"541\" data-end=\"578\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Satu Pertanyaan, Satu Tujuan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"579\" data-end=\"753\">Setiap pernyataan sebaiknya hanya membahas satu hal. Pertanyaan dengan dua maksud sekaligus bisa membuat responden bingung dan akhirnya memberikan jawaban yang kurang akurat.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"755\" data-end=\"800\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Gunakan Skala Jawaban yang Konsisten<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"801\" data-end=\"990\">Tentukan jumlah skala sejak awal, misalnya 5 atau 7 poin, lalu gunakan secara konsisten di seluruh pertanyaan. Ini membantu responden menjawab lebih nyaman dan mempercepat proses pengisian.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"992\" data-end=\"1036\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Hindari Pertanyaan yang Mengarahkan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1037\" data-end=\"1201\">Pastikan pernyataan bersifat netral dan tidak menggiring responden ke jawaban tertentu. Tujuannya agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan pendapat mereka.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1203\" data-end=\"1254\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Seimbangkan Pernyataan Positif dan Negatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1255\" data-end=\"1444\">Mengombinasikan pernyataan positif dan negatif dapat mengurangi kecenderungan responden selalu memilih jawaban \u201csetuju\u201d. Namun, pastikan kalimat negatif tetap jelas dan tidak membingungkan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1446\" data-end=\"1496\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Buat Pertanyaan yang Spesifik dan Relevan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1497\" data-end=\"1647\">Hindari pernyataan yang terlalu umum atau abstrak. Semakin spesifik pertanyaannya, semakin mudah bagi responden menjawab berdasarkan pengalaman nyata.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1649\" data-end=\"1692\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Lakukan Uji Coba Sebelum Digunakan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1693\" data-end=\"1862\">Sebelum disebarkan secara luas, lakukan uji coba kuesioner. Cara ini membantu menemukan pertanyaan yang kurang jelas sekaligus memastikan kuesioner sudah siap digunakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah berkenalan dengan skala Likert,\u00a0 kita bisa mengambil kesimpulan bahwa skala Likert adalah salah satu metode pengukuran data yang mudah digunakan serta memiliki fleksibilitas yang tinggi sehingga cocok untuk digunakan sebagai metode pengukuran data dalam penelitian Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/42133210-c3d9-45b8-b7c6-2fe7faaf7756.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 1 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Roy, Ajit. 2020. \u00a0A Comprehensive Guide for Design, Collection, Analysis and Presentation of Likert and other Rating Scale Data [Online]. Link: https:\/\/www.academia.edu\/43710696\/BOOK_A_Comprehensive_Guide_for_Design_Collection_Analysis_and_Presentation_of_Likert_and_other_Rating_Scale_Data_ (Accessed: 14 Desember 2023)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Budiaji, Weksi. 2018.&#8217; Skala Pengukuran dan Jumlah Respon Skala Likert&#8217;, Jurnal Ilmu Perikanan dan Pertanian, 2. [Online]. Link: https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/329922686_Skala_Pengukuran_dan_Jumlah_Respon_Skala_Likert (Accessed: 14 Desember 2023)<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none; text-align: justify;\"><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 \u00a0Menggunakan skala Likert bisa membantu kita menghitung data penelitian dengan lebih akurat dan kontekstual. &#8212; Ada beragam cara untuk mengukur sebuah data penelitian, salah satunya adalah dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert adalah salah satu jenis skala yang biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif untuk mengukur data melalui instrumen angket. Apakah anda pernah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":95,"featured_media":1500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1765813015:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Menggunakan skala Likert dapat membantu kita mengukur data penelitian yang menggunakan instrumen angket. Pelajari pengertian, contoh, dan rumusnya di sini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f44b4e4-06d2-47e6-be5a-0e3990fa71ec.png"],"_knawatfibu_alt":["Penggunaan Skala Likert untuk Penelitian"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"],"_yoast_wpseo_focuskw":["skala likert"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Menggunakan skala Likert dapat membantu kita mengukur data penelitian yang menggunakan instrumen angket. Pelajari pengertian, contoh, dan rumusnya di sini!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["53"],"_wp_old_date":["2023-12-15"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""]},"categories":[1],"tags":[10],"class_list":["post-1500","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-tren"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penggunaan Skala Likert untuk Penelitian - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menggunakan skala Likert dapat membantu kita mengukur data penelitian yang menggunakan instrumen angket. Pelajari pengertian, contoh, dan rumusnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penggunaan Skala Likert untuk Penelitian - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menggunakan skala Likert dapat membantu kita mengukur data penelitian yang menggunakan instrumen angket. Pelajari pengertian, contoh, dan rumusnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-14T02:37:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-14T17:20:32+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Adhesya Dewi Komara\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Adhesya Dewi Komara\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian\",\"name\":\"Penggunaan Skala Likert untuk Penelitian - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f44b4e4-06d2-47e6-be5a-0e3990fa71ec.png\",\"datePublished\":\"2025-12-14T02:37:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-14T17:20:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/3c8d7101cda6f176e18b5a1cbcb3b424\"},\"description\":\"Menggunakan skala Likert dapat membantu kita mengukur data penelitian yang menggunakan instrumen angket. Pelajari pengertian, contoh, dan rumusnya di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f44b4e4-06d2-47e6-be5a-0e3990fa71ec.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f44b4e4-06d2-47e6-be5a-0e3990fa71ec.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penggunaan Skala Likert untuk Penelitian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/3c8d7101cda6f176e18b5a1cbcb3b424\",\"name\":\"Adhesya Dewi Komara\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a89e70edd8eb7380a555ea90d6de196d9b9837541f6c570826febf707f7851ed?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a89e70edd8eb7380a555ea90d6de196d9b9837541f6c570826febf707f7851ed?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Adhesya Dewi Komara\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/adhesya-dewi-komara\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penggunaan Skala Likert untuk Penelitian - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"Menggunakan skala Likert dapat membantu kita mengukur data penelitian yang menggunakan instrumen angket. Pelajari pengertian, contoh, dan rumusnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penggunaan Skala Likert untuk Penelitian - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Menggunakan skala Likert dapat membantu kita mengukur data penelitian yang menggunakan instrumen angket. Pelajari pengertian, contoh, dan rumusnya di sini!","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2025-12-14T02:37:28+00:00","article_modified_time":"2025-12-14T17:20:32+00:00","author":"Adhesya Dewi Komara","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Adhesya Dewi Komara","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian","name":"Penggunaan Skala Likert untuk Penelitian - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f44b4e4-06d2-47e6-be5a-0e3990fa71ec.png","datePublished":"2025-12-14T02:37:28+00:00","dateModified":"2025-12-14T17:20:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/3c8d7101cda6f176e18b5a1cbcb3b424"},"description":"Menggunakan skala Likert dapat membantu kita mengukur data penelitian yang menggunakan instrumen angket. Pelajari pengertian, contoh, dan rumusnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f44b4e4-06d2-47e6-be5a-0e3990fa71ec.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f44b4e4-06d2-47e6-be5a-0e3990fa71ec.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/skala-likert-penelitian#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penggunaan Skala Likert untuk Penelitian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/3c8d7101cda6f176e18b5a1cbcb3b424","name":"Adhesya Dewi Komara","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a89e70edd8eb7380a555ea90d6de196d9b9837541f6c570826febf707f7851ed?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a89e70edd8eb7380a555ea90d6de196d9b9837541f6c570826febf707f7851ed?s=96&d=mm&r=g","caption":"Adhesya Dewi Komara"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/adhesya-dewi-komara"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/95"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1500"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1500\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2119,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1500\/revisions\/2119"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}