{"id":127,"date":"2022-09-22T09:00:48","date_gmt":"2022-09-22T09:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=127"},"modified":"2022-09-22T09:00:48","modified_gmt":"2022-09-22T09:00:48","slug":"strategi-upskilling-dan-reskilling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling","title":{"rendered":"Strategi Upskilling &#038; Reskilling SDM Untuk Memajukan Perusahaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/reskilling%20upskilling.png\" alt=\"upskilling dan reskilling\" width=\"820\" loading=\"lazy\" style=\"width: 820px;\"><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><em>Kemajuan teknologi dan informasi turut berdampak pada dunia bisnis. Seperti perusahaan membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan yang lebih luas dan lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu penting untuk melakukan reskilling dan upskilling. Simak penjelasannya!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8211; &#8211;<\/span><!--more--><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berkembangnya teknologi dan informasi membuat perubahan dan tantangan yang lebih berat di dunia bisnis. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 memaksa para pekerja untuk memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menggunakan teknologi yang lebih maju. Yang menjadi kekhawatiran dari para pemimpin perusahaan adalah perubahaan ini sifatnya berjangka panjang dan dapat memberi risiko kepada karyawannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Menanggapi hal tersebut, pada haru Rabu 29 Juni 2022, ruangkerja mengadakan webinar dengan tema, \u201cReskilling &amp; Upskilling Yourself\u201d bersama pemateri Yosanova Savitry (Deputy CEO &#8211; PT Markplus Indonesia).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya, mungkin Anda sudah mengetahui apa itu <a href=\"\/blog\/pentingnya-upskill-reskill-untuk-meningkatkan-kualitas-karyawan\" rel=\"noopener\">Upskilling &amp; Reskilling<\/a>. Kali ini, Anda akan lebih memahami mengapa hal tersebut penting bagi perusahaan dan bagaimana penerapannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">Mengapa Upskilling &amp; Reskilling Penting?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada webinar tersebut, Savitry berpendapat bahwa ada beberapa hal yang membuat reskilling dan upskilling penting untuk diterapkan oleh karyawan, yaitu sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ruangkerja%20-%20Upskilling%20dan%20Reskilling-01.jpg\" alt=\"upskilling dan reskilling\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, Savitry menyebutkan terdapat beberapa <em>skill <\/em>yang dibutuhkan di masa yang akan datang, yakni berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Social intelligence<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan <em>social intelligence<\/em> ini, para pekerja akan <strong>lebih mudah<\/strong> dalam <strong>menjalin relasi langsung<\/strong> dan personal dengan orang lain.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Digital fluency<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dunia digital sudah berkembang dengan sangat pesat dan tidak menutup kemungkinan kalau <strong>pemahaman <\/strong><strong><em>tools digital<\/em><\/strong><strong> menjadi kemampuan yang wajib<\/strong> dimiliki setiap orang di masa depan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Critical thinking<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perusahaan lebih memilih individu yang memiliki <strong>kemampuan berpikir logis<\/strong> dan alasan kuat yang mampu bersifat <em>critical thinking<\/em> dalam mengevaluasi pekerjaan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">4. Creative and innovative<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Teknologi tercipta karena adanya inovasi. Inovasi inilah yang menjadi cikal bakal <strong><em>skill<\/em><\/strong><strong> kreatif dan inovatif<\/strong> manusia sehingga mampu menciptakan inovasi yang bersifat <strong><em>novelty<\/em><\/strong><strong> dan lebih kreatif<\/strong>.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">5. Sense making<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Mampu <strong>memahami kondisi dan bertindak atas lingkungan <\/strong>dan peristiwa di sekitarnya, terutama yang berkaitan dengan stimulan baru.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"background-color: transparent; font-weight: bold; font-size: 16px; color: #000000;\">6. Leadership<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Seorang dengan jiwa kepemimpinan mampu <strong>memimpin tim dengan baik, menghasilkan ide, pemikiran<\/strong>, saran serta gagasan-gagasan agar tujuan dari kerjasama dapat segera dicapai.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">7. Communication<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki kemampuan <strong><em>public speaking<\/em><\/strong><strong> dan presentasi<\/strong> akan membuat pekerja lebih percaya diri, mudah menyampaikan ide &amp; gagasan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 16px; color: #000000;\">8. Virtual collaboration<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kemampuan virtual collaboration dibutuhkan untuk mampu bekerja secara efektif sekaligus <strong>memiliki keterikatan dan benar-benar hadir<\/strong> sebagai anggota tim dalam bentuk <em>virtual<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain dengan upskilling dan reskilling, Anda juga dapat meningkatkan kualitas karyawan dengan mengikuti pelatihan berbasis LMS ruangkerja. Klik gambar di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/6c763aac-e3e5-48bf-be4a-7e5f5ec1d42f.jpeg\" width=\"820\" height=\"200\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/h2>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: 20px;\">3 Pendekatan Reskilling &amp; Upskilling<\/span>&nbsp;<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain pentingnya karyawan untuk melakukan <em>reskilling <\/em>dan <em>upskilling<\/em>, serta menyebutkan berbagai macam <em>skill <\/em>yang dibutuhkan di masa depan, Savitry juga menyebutkan dari Harvard Business Review terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mengatur perubahan <em>skill <\/em>yang dibutuhkan. Berikut adalah penjelasannya:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Reactive<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perusahaan berusaha untuk <strong>mengembangkan <\/strong><strong><em>skill<\/em><\/strong> karyawannya <strong>setelah kebutuhan akan <\/strong><strong><em>skill<\/em><\/strong><strong> tersebut muncul<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Langkah-langkah yang terdapat pada metode <em>reactive <\/em>adalah menentukan tujuan terlebih dahulu. Kemudian mencari tren dan kebutuhan saat ini. Lalu mengidentifikasi kesenjangan keterampilan saat ini. Merancang, menyampaikan dan mengembangkan strategi yang akan digunakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan pada metode ini, yaitu sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kelebihan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Skill<\/em> yang diajarkan <strong>relevan dengan kebutuhan<\/strong> saat ini.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terhindar dari <strong>investasi pada pelatihan yang salah<\/strong>.&nbsp;<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membantu perusahaan dalam <strong>memahami dan mengambil keputusan<\/strong> sesuai dengan kondisi yang dihadapi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kekurangan<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Skill<\/em> yang diajarkan <strong>belum tentu relevan untuk diaplikasikan di masa mendatang<\/strong>.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Berpotensi untuk <strong>tidak dapat memenuhi kebutuhan <\/strong><strong><em>skill<\/em><\/strong><strong> saat <\/strong><strong><em>skill<\/em><\/strong><strong> tersebut sangat dibutuhkan<\/strong>.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sulit untuk bersaing dengan kompetitor jika terlambat<\/strong> mengembangkan <em>skill<\/em> baru.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Contoh penerapan pendekatan <em>reactive<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelatihan yang diadakan <strong>Accademia Ducati<\/strong> telah menjadi <strong>digital sepenuhnya<\/strong> <strong>setelah adanya pandemi Covid-19<\/strong>. Semua karyawan dapat meningkatkan kompetensi mereka melalui program yang ditawarkan kapan saja dan dimana saja, baik melalui kursus, <em>e-learning<\/em>, dan webinar. Materi pelatihan mencakup kursus kepemimpinan, inovasi, dunia digital, serta program-program yang berkaitan dengan <em>diversity &amp; inclusion<\/em>. Karyawan dapat memperoleh sertifikasi dan meningkatkan kurikulum pelatihan mereka.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Predictive<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perusahaan <strong>memperkirakan kebutuhan <\/strong><strong><em>skill<\/em><\/strong><strong> di masa mendatang<\/strong> dan melatih <em>skill<\/em> tersebut kepada karyawannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tahapan yang dilakukan dalam pendekatan <em>predictive <\/em>adalah menentukan tujuan, mengumpulkan dan mem-<em>filter<\/em> data. Kemudian mengidentifikasi pola, membuat prediksi dan merancang, menyampaikan serta mengembangkan strategi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari pendekatan <em>predictive<\/em>:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kelebihan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memungkinkan perusahaan untuk <strong>memanfaatkan tren dan peluang<\/strong> di masa depan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dapat <strong>mengantisipasi tantangan dan resiko<\/strong> sebelum terjadi.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Selangkah lebih maju<\/strong> dibandingkan kompetitor jika berhasil mengembangkan skill yang relevan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kekurangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Fokus pada <\/strong><strong><em>skill<\/em><\/strong><strong> yang salah<\/strong> karena tidak dapat memperkirakan dengan tepat.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Investasi dalam pelatihan yang salah<\/strong> atau <em>skill<\/em> yang ketinggalan zaman.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Membutuhkan <\/strong><strong><em>advanced analytic skill<\/em><\/strong><strong> dan data yang cukup<\/strong> untuk memprediksi kebutuhan secara akurat.&nbsp;<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Contoh penerapan pendekatan <em>predictive<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tesla START<\/strong> adalah program pelatihan intensif yang membekali individu di seluruh AS dengan keterampilan yang diperlukan untuk pengembangan karir yang sukses di Tesla. Selama program, <strong>individu mengembangkan keahlian teknis<\/strong> dan <strong>mendapatkan sertifikasi<\/strong> melalui teori di kelas, laboratorium langsung, dan pembelajaran mandiri. Tesla <strong>bermitra dengan perguruan tinggi di seluruh AS untuk mengintegrasikan Tesla START ke dalam kurikulum otomotif<\/strong> dan manufaktur sehingga para individu dapat merasakan <strong><em>hands-on learning experiences<\/em><\/strong>.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Dynamic<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perusahaan <strong>melibatkan karyawan secara aktif<\/strong> dalam menanggapi kebutuhan bisnis sehingga karyawan dapat <strong>berkembang secara kontinyu.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tahapan yang dilakukan pada pendekatan <em>dynamic <\/em>adalah mengidentifikasi perubahan <em>skill <\/em>yang dibutuhkan. Memulai lebih dulu pengembangan <em>skill <\/em>yang dibutuhkan tadi, dan menerapkan transparansi di dalam organisasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah kelebihan dan kekurangan tahapan <em>dynamic<\/em>:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kelebihan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memungkinkan perusahaan untuk <strong>mengimplementasikan <\/strong><strong><em>skill<\/em><\/strong><strong> baru dengan cepat<\/strong>.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Skill<\/em> yang dikembangkan <strong>relevan dengan kebutuhan saat ini<\/strong>.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Membentuk <\/strong><strong><em>continuous learning culture<\/em><\/strong> karena melibatkan karyawan secara aktif.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kekurangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Membutuhkan keaktifan, kerjasama, dan komitmen<\/strong> yang kuat dari karyawan dan <em>business leader<\/em>.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membutuhkan <strong>investasi yang lebih besar<\/strong>.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Membutuhkan <\/strong><strong><em>follow-up<\/em><\/strong><strong> dan KPI yang jelas untuk dapat memonitor<\/strong> pencapaian <em>skill<\/em> yang dikembangkan secara kontinyu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pemercepat <em>Skill <\/em>di Pendekatan <em>Dynamic<\/em><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengidentifikasi kedekatan keterampilan: Mencari <strong>jalan pintas<\/strong> ke keterampilan yang dibutuhkan dengan <strong>mengidentifikasi keterampilan yang berdekatan<\/strong> yang sudah dimiliki karyawan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Melakukan penyebaran keterampilan untuk melatih rekan kerja: <strong>Meningkatkan keterampilan sekelompok karyawan<\/strong> yang termotivasi dan berpengaruh <strong>kemudian<\/strong> meminta mereka <strong>melatih rekan-rekan mereka<\/strong> tentang keterampilan baru saat dibutuhkan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menyampaikan pembelajaran kepada karyawan ketika mereka membutuhkannya: <strong>Menggunakan data<\/strong> untuk mengidentifikasi dan <strong>menyesuaikan penyampaian<\/strong> pembelajaran dengan waktu dimana <strong>kebutuhan keterampilan<\/strong> muncul.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Contoh penerapan pendekatan <em>dynamic<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">HR di Llyods Banking Group <strong>memfasilitasi kolaborasi antara <\/strong><strong><em>business leaders<\/em><\/strong><strong>, <\/strong><strong><em>partner<\/em><\/strong><strong> dari setiap <\/strong><strong><em>business unit<\/em><\/strong><strong>, dan <\/strong><strong><em>HR specialist<\/em><\/strong>. Stakeholder bertemu secara berkala untuk <strong>membahas <\/strong><strong><em>skill<\/em><\/strong><strong> karyawan saat ini, mengidentifikasi <\/strong><strong><em>skill gap<\/em><\/strong><strong>, dan tindakan yang perlu dilakukan<\/strong> untuk memenuhi kebutuhan skill dalam bisnisnya. Mereka pun <strong>memeriksa kemajuan<\/strong> dari tindakan yang dilakukan dan <strong>mempercepat setiap perubahan yang mungkin berdampak besar<\/strong> pada produktivitas dan profitabilitas perusahaan. Melalui pendekatan ini, Lloyds mampu membuat keputusan berbasis data untuk memastikan kebutuhan <em>skill<\/em> di perusahaan terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Namun, dari ketiga pendekatan tersebut, pendekatan <em>dynamic <\/em>lah yang paling efektif digunakan. Pasalnya, karyawan menerapkan 75% skill baru yang mereka pelajari dengan <em>dynamic approach<\/em>. Sedangkan pada pendekatan <em>reactive<\/em>, karyawan hanya menerapkan 54% pembelajaran dan pada pendekatan <em>predictive<\/em> karyawan hanya menerapkan 37%.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikianlah pemaparan yang diberikan oleh Savitry dalam webinar bersama ruangkerja. Apabila anda tertarik untuk melihat penjelasan yang lebih lengkap dan rinci, anda dapat mengakses video lengkapnya melalui Webinar: <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/office-hour\/reskilling-upskilling-yourself\"><span>Reskilling &amp; Upskilling Yourself<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/image-png-Sep-22-2022-08-50-43-05-AM.png\" loading=\"lazy\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" alt=\"upskilling dan reskilling\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhir webinar, Savitry mengingatkan bahwa terdapat pesan yang disampaikan oleh Kenneth H. Blanchard kepada kita, yaitu \u201c<em>When you stop learning, you stop growing<\/em>.\u201d Jadi janganlah berhenti untuk belajar, mengembangkan ilmu, memperluas wawasan dan mengasah keterampilan, agar kita dapat menjadi individu yang ideal di perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar kita tetap siap dalam menghadapi tantangan di bidang pekerjaan, kita sebaiknya mengembangkan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ruangkerja memiliki fitur-fitur yang dapat membantu Anda mempelajari skill baru, yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Rewards point, peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.<\/li>\n<li>Leaderboards, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.&nbsp;<\/li>\n<li>Collaboration, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/6c763aac-e3e5-48bf-be4a-7e5f5ec1d42f.jpeg\" width=\"820\" height=\"200\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 2 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemajuan teknologi dan informasi turut berdampak pada dunia bisnis. Seperti perusahaan membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan yang lebih luas dan lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu penting untuk melakukan reskilling dan upskilling. Simak penjelasannya! &#8211; &#8211;<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":127,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/reskilling%20upskilling.png"]},"categories":[1],"tags":[7],"class_list":["post-127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sdm"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Strategi Upskilling &amp; Reskilling SDM Untuk Memajukan Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Strategi Upskilling &amp; Reskilling SDM Untuk Memajukan Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kemajuan teknologi dan informasi turut berdampak pada dunia bisnis. Seperti perusahaan membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan yang lebih luas dan lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu penting untuk melakukan reskilling dan upskilling. Simak penjelasannya! &#8211; &#8211;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-22T09:00:48+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Azka Rais\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Azka Rais\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling\",\"name\":\"Strategi Upskilling & Reskilling SDM Untuk Memajukan Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/reskilling%20upskilling.png\",\"datePublished\":\"2022-09-22T09:00:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/1c6cbded6319b960ab4da36ce1162c6f\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/reskilling%20upskilling.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/reskilling%20upskilling.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Strategi Upskilling &#038; Reskilling SDM Untuk Memajukan Perusahaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/1c6cbded6319b960ab4da36ce1162c6f\",\"name\":\"Muhammad Azka Rais\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Azka Rais\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/muhammad-azka-rais\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Strategi Upskilling & Reskilling SDM Untuk Memajukan Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Strategi Upskilling & Reskilling SDM Untuk Memajukan Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Kemajuan teknologi dan informasi turut berdampak pada dunia bisnis. Seperti perusahaan membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan yang lebih luas dan lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu penting untuk melakukan reskilling dan upskilling. Simak penjelasannya! &#8211; &#8211;","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2022-09-22T09:00:48+00:00","author":"Muhammad Azka Rais","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Azka Rais","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling","name":"Strategi Upskilling & Reskilling SDM Untuk Memajukan Perusahaan - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/reskilling%20upskilling.png","datePublished":"2022-09-22T09:00:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/1c6cbded6319b960ab4da36ce1162c6f"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/reskilling%20upskilling.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/reskilling%20upskilling.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-upskilling-dan-reskilling#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Strategi Upskilling &#038; Reskilling SDM Untuk Memajukan Perusahaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/1c6cbded6319b960ab4da36ce1162c6f","name":"Muhammad Azka Rais","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Azka Rais"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/muhammad-azka-rais"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}