{"id":109,"date":"2026-06-24T08:46:22","date_gmt":"2026-06-24T01:46:22","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=109"},"modified":"2026-06-24T15:33:31","modified_gmt":"2026-06-24T08:33:31","slug":"penyebab-turnover-karyawan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi","title":{"rendered":"Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg\" alt=\"Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya\" width=\"820\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Turnover karyawan yang tinggi bukan hanya soal banyaknya karyawan yang resign. Bagi perusahaan, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa ada hal yang perlu dievaluasi dalam pengalaman kerja karyawan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-size: 16px;\">&#8212;<\/span><!--more--><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Turnover<\/em> karyawan yang tinggi bukan hanya soal banyaknya karyawan yang <em>resign<\/em>.<\/strong> <strong>Bagi perusahaan, kondisi ini bisa berdampak pada biaya rekrutmen, produktivitas tim, kualitas kerja, hingga stabilitas bisnis secara keseluruhan.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika terlalu banyak karyawan keluar dalam waktu berdekatan, perusahaan perlu melihatnya sebagai sinyal bahwa ada hal yang perlu dievaluasi. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kompensasi yang kurang kompetitif, jenjang karier yang tidak jelas, beban kerja berlebihan, hingga budaya kerja yang kurang mendukung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, <em>HR<\/em> dan <em>leader<\/em> perlu memahami apa itu <em>turnover<\/em> karyawan, bagaimana cara menghitungnya, apa saja penyebabnya, serta langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi <em>turnover<\/em> secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa Itu <em>Turnover<\/em> Karyawan?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Turnover<\/em> karyawan adalah kondisi ketika karyawan keluar dari perusahaan dan posisinya perlu digantikan oleh karyawan baru. Karyawan bisa keluar karena berbagai alasan, seperti <em>resign<\/em>, pensiun, berakhirnya kontrak kerja, atau keputusan perusahaan untuk mengakhiri hubungan kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam batas tertentu, <em>turnover<\/em> adalah hal yang wajar. Namun, jika jumlah karyawan yang keluar terlalu tinggi, perusahaan perlu mencari tahu penyebabnya. <strong><em>Turnover<\/em> yang tidak terkendali dapat mengganggu operasional, menurunkan moral tim, dan membuat perusahaan harus terus mengeluarkan biaya untuk rekrutmen serta pelatihan karyawan baru.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis <em>Turnover<\/em> Karyawan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, <em>turnover<\/em> karyawan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu <em>voluntary turnover<\/em> dan <em>involuntary turnover<\/em>.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. <em>Voluntary Turnover<\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Voluntary turnover<\/em> terjadi ketika karyawan memutuskan untuk keluar dari perusahaan atas keinginannya sendiri. Misalnya karena mendapat tawaran kerja yang lebih baik, ingin mencari lingkungan kerja baru, merasa tidak berkembang, atau tidak cocok dengan budaya perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis <em>turnover<\/em> ini penting diperhatikan karena sering kali berkaitan langsung dengan <em>employee experience<\/em> di perusahaan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. <em>Involuntary Turnover<\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Involuntary turnover<\/em> terjadi ketika perusahaan yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja dengan karyawan. Penyebabnya bisa berupa performa yang tidak sesuai ekspektasi, restrukturisasi organisasi, efisiensi bisnis, atau pelanggaran kebijakan perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski berbeda penyebab, kedua jenis <em>turnover<\/em> ini tetap perlu dikelola dengan baik agar tidak mengganggu stabilitas perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Menghitung <em>Turnover Rate<\/em><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar perusahaan bisa memahami seberapa besar tingkat <em>turnover<\/em> yang terjadi, <em>HR<\/em> perlu menghitung <em>turnover rate<\/em> secara berkala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Rumus <em>turnover rate<\/em>:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Turnover Rate<\/em> = (Jumlah karyawan keluar dalam periode tertentu \/ Rata-rata jumlah karyawan dalam periode tersebut) x 100%<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya, jika dalam satu tahun ada 20 karyawan keluar dan rata-rata jumlah karyawan perusahaan adalah 200 orang, maka <em>turnover rate<\/em>-nya adalah:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>(20 \/ 200) x 100% = 10%<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan menghitung <em>turnover rate<\/em>, perusahaan dapat memantau tren keluar-masuk karyawan, membandingkan data antar divisi, dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian lebih.<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/ciptakan-lingkungan-kerja-setara-inklusif-dan-bebas-diskriminasi-dengan-pelatihan-dei\">Ciptakan Lingkungan Kerja Setara, Inklusif, dan Bebas Diskriminasi dengan Pelatihan DEI<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penyebab <em>Turnover<\/em> Karyawan Tinggi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Turnover<\/em> karyawan yang tinggi biasanya tidak terjadi tanpa alasan.<\/strong> Berikut beberapa penyebab yang umum terjadi di perusahaan:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kompensasi dan <em>Benefit<\/em> Kurang Kompetitif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gaji dan <em>benefit<\/em> tetap menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan karyawan untuk bertahan atau keluar dari perusahaan. Jika kompensasi yang diberikan jauh di bawah standar industri atau tidak sebanding dengan beban kerja, karyawan bisa mulai mencari peluang lain yang lebih menarik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain gaji, <em>benefit<\/em> seperti asuransi kesehatan, fleksibilitas kerja, tunjangan, bonus, dan program kesejahteraan karyawan juga dapat memengaruhi tingkat retensi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Jenjang Karier Tidak Jelas<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan cenderung ingin melihat masa depan mereka di perusahaan. Jika tidak ada kejelasan mengenai <em>career path<\/em>, promosi, atau peluang pengembangan diri, mereka bisa merasa stagnan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan motivasi dan membuat karyawan mencari tempat kerja yang menawarkan kesempatan berkembang lebih baik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/beban-kerja-karyawan-definisi-jenis-indikator-contohnya\">Beban Kerja<\/a> Berlebihan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Workload<\/em> yang terlalu tinggi dapat membuat karyawan merasa kewalahan, stres, dan kehilangan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Jika tidak dikelola, beban kerja berlebihan dapat menyebabkan <em>burnout<\/em> dan meningkatkan keinginan karyawan untuk <em>resign<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>HR<\/em> dan <em>leader<\/em> perlu memastikan distribusi pekerjaan berjalan adil, realistis, dan sesuai dengan kapasitas tim.<\/strong><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. <em>Leadership<\/em> yang Kurang Suportif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan tidak hanya bekerja untuk perusahaan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan <em>manager<\/em> atau <em>leader<\/em> mereka setiap hari. Gaya kepemimpinan yang kurang komunikatif, minim <em>feedback<\/em>, tidak memberi dukungan, atau terlalu menekan dapat menjadi salah satu alasan kuat karyawan memilih keluar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sebaliknya, <em>leader<\/em> yang suportif dapat membantu meningkatkan <em>engagement<\/em>, kepercayaan, dan loyalitas karyawan.<\/strong><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Budaya Kerja Tidak Sehat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Budaya kerja yang tidak sehat dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti komunikasi yang buruk, minim apresiasi, konflik internal, jam kerja yang tidak wajar, hingga lingkungan kerja yang tidak aman secara psikologis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika karyawan merasa tidak dihargai atau tidak nyaman di tempat kerja, kemungkinan mereka untuk mencari lingkungan baru akan semakin besar.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Minimnya Apresiasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan ingin merasa bahwa kontribusinya dilihat dan dihargai. Apresiasi tidak selalu harus berupa bonus besar, tetapi bisa berupa <em>feedback<\/em> positif, pengakuan atas pencapaian, kesempatan berkembang, atau dukungan dari atasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika kerja keras tidak pernah diapresiasi, karyawan bisa merasa kurang berarti dalam organisasi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Proses <em>Onboarding<\/em> Kurang Efektif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Turnover<\/em> juga bisa terjadi sejak masa awal kerja. Jika karyawan baru tidak mendapatkan <em>onboarding<\/em> yang jelas, mereka bisa kesulitan memahami peran, ekspektasi, budaya kerja, dan alur komunikasi di perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Onboarding<\/em> yang baik membantu karyawan baru beradaptasi lebih cepat dan merasa lebih percaya diri dalam menjalankan pekerjaannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Dampak <em>Turnover<\/em> Karyawan bagi Perusahaan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Turnover<\/em> yang tinggi dapat menimbulkan berbagai dampak bagi perusahaan, di antaranya:<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya%20-%201.jpg\" alt=\"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya - 1\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Biaya Rekrutmen Meningkat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap kali karyawan keluar, perusahaan perlu mengeluarkan biaya untuk mencari kandidat baru. Proses ini mencakup pemasangan lowongan, <em>screening CV<\/em>, interview, tes, hingga administrasi rekrutmen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semakin sering posisi yang sama kosong, semakin besar pula biaya yang perlu dikeluarkan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Produktivitas Tim Menurun<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika ada anggota tim yang keluar, pekerjaan biasanya harus dialihkan sementara ke karyawan lain. Hal ini dapat menambah beban kerja tim dan menurunkan produktivitas, terutama jika posisi tersebut memiliki peran penting dalam operasional harian.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Knowledge dan Pengalaman Ikut Hilang<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan yang keluar membawa pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman terhadap proses kerja perusahaan. Jika <em>knowledge transfer<\/em> tidak dilakukan dengan baik, tim yang ditinggalkan bisa mengalami kesulitan untuk melanjutkan pekerjaan secara efektif.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Moral dan <em>Engagement<\/em> Tim Terganggu<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Turnover<\/em> yang tinggi dapat memengaruhi suasana kerja. Karyawan yang masih bertahan mungkin mulai bertanya-tanya tentang kondisi perusahaan atau merasa khawatir dengan masa depan mereka di organisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika tidak ditangani, hal ini bisa berdampak pada <em>engagement<\/em> dan loyalitas tim.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">5. Peningkatan Beban Kerja bagi Karyawan yang Tersisa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ketika karyawan meninggalkan perusahaan, tugas dan tanggung jawab mereka mungkin harus dipindahkan ke karyawan yang tersisa. Ini dapat menyebabkan peningkatan beban kerja bagi karyawan yang sudah ada, yang pada gilirannya dapat meningkatkan tingkat stres dan kelelahan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">6. Mengganggu Hubungan dengan Pelanggan atau Mitra Bisnis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pergantian karyawan yang sering dapat mengganggu hubungan yang telah dibangun dengan pelanggan atau mitra bisnis. Konsistensi dan kepercayaan dapat terganggu jika pelanggan atau mitra bisnis harus terus berurusan dengan orang yang berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, manajemen yang efektif dari <em>turnover<\/em> karyawan menjadi penting bagi perusahaan untuk meminimalkan dampak negatifnya dan memastikan kelangsungan operasional yang lancar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/karakteristik-pemimpin-yang-efektif\">Leader Wajib Tahu, Ini 6 Karakteristik Pemimpin yang Efektif<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Mengurangi <em>Turnover<\/em> Karyawan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menekan <em>turnover<\/em>, perusahaan perlu memahami penyebab utamanya terlebih dahulu. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan <em>HR<\/em> dan <em>leader<\/em>:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Lakukan <em>Exit Interview<\/em> Secara Terstruktur<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Exit interview<\/em> membantu perusahaan memahami alasan karyawan keluar. Agar hasilnya lebih berguna, <em>HR<\/em> perlu menanyakan hal-hal spesifik seperti:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Apa alasan utama karyawan <em>resign<\/em>?<\/li>\n<li>Apakah <em>workload<\/em> sudah sesuai?<\/li>\n<li>Bagaimana pengalaman bekerja dengan <em>manager<\/em>?<\/li>\n<li>Apakah karyawan melihat peluang karier di perusahaan?<\/li>\n<li>Apa yang bisa diperbaiki dari lingkungan kerja?<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Data dari <em>exit interview<\/em> dapat digunakan untuk menemukan pola masalah yang berulang.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Pantau <em>Turnover Rate<\/em> per Divisi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Turnover<\/em> sebaiknya tidak hanya dilihat secara keseluruhan perusahaan. <em>HR<\/em> juga perlu menganalisis <em>turnover rate<\/em> per divisi, jabatan, masa kerja, atau <em>manager<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jika <em>turnover<\/em> tinggi hanya terjadi di divisi tertentu, bisa jadi ada masalah khusus yang perlu ditangani, seperti <em>leadership<\/em>, beban kerja, atau budaya tim.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Perbaiki Proses <em>Onboarding<\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Onboarding<\/em> yang baik dapat membantu karyawan baru merasa lebih siap dan diterima. Perusahaan bisa membuat program <em>onboarding<\/em> 30-60-90 hari yang mencakup pengenalan budaya kerja, ekspektasi peran, <em>training<\/em> dasar, <em>buddy system<\/em>, dan <em>check-in<\/em> berkala dengan <em>manager<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semakin jelas pengalaman awal karyawan, semakin besar peluang mereka untuk bertahan. Pelajari mengenai onboarding yang efektif di artikel <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/strategi-onboarding-karyawan-baru-yang-efektif\"><strong>Strategi Onboarding Karyawan Baru yang Efektif<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Bangun <em>Career Path<\/em> yang Jelas<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karyawan perlu tahu bagaimana mereka bisa berkembang di perusahaan. <em>HR<\/em> dapat membantu dengan membuat jalur karier, <em>competency framework<\/em>, program mentoring, dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tiap level jabatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Career development<\/em> yang jelas dapat meningkatkan motivasi karyawan untuk bertumbuh bersama perusahaan.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Evaluasi Kompensasi dan <em>Benefit<\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perusahaan perlu memastikan gaji dan <em>benefit<\/em> yang diberikan tetap kompetitif dengan pasar. Evaluasi ini bisa dilakukan melalui <em>salary benchmarking<\/em>, survei internal, atau analisis tingkat <em>resign<\/em> berdasarkan alasan kompensasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika belum memungkinkan menaikkan gaji secara besar, perusahaan tetap bisa mempertimbangkan <em>benefit<\/em> lain seperti fleksibilitas kerja, program kesehatan, insentif, atau <em>learning benefit<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Tingkatkan Kualitas <em>Leadership<\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Manager<\/em> memiliki peran besar dalam pengalaman kerja karyawan.<\/strong> Karena itu, perusahaan perlu membekali <em>leader<\/em> dengan kemampuan komunikasi, coaching, <em>feedback<\/em>, <em>conflict management<\/em>, dan <em>people management<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Leader<\/em> yang mampu mendukung tim dengan baik dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Jalankan <em>Employee Pulse Survey<\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pulse survey membantu perusahaan memahami kondisi karyawan secara berkala. Survei ini bisa digunakan untuk mengukur <em>engagement<\/em>, kepuasan kerja, <em>workload<\/em>, hubungan dengan atasan, dan kebutuhan pengembangan karyawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil survei dapat menjadi dasar bagi <em>HR<\/em> untuk mengambil keputusan yang lebih tepat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">8. Ciptakan Budaya Apresiasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apresiasi yang konsisten dapat membuat karyawan merasa dihargai. Bentuknya bisa sederhana, seperti ucapan terima kasih, pengakuan dalam meeting, <em>feedback<\/em> positif, bonus performa, atau kesempatan mengikuti program pengembangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Budaya apresiasi membantu meningkatkan rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Turnover<\/em> karyawan yang tinggi dapat menjadi tanda bahwa perusahaan perlu mengevaluasi pengalaman kerja karyawan secara menyeluruh.<\/strong> Penyebabnya bisa berasal dari kompensasi, <em>career path<\/em>, beban kerja, <em>leadership<\/em>, budaya kerja, hingga kurangnya kesempatan berkembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menguranginya, perusahaan perlu mengambil pendekatan yang lebih strategis. <strong>Tidak cukup hanya mengganti karyawan yang keluar, <em>HR<\/em> dan <em>leader<\/em> juga perlu memahami akar masalah, membaca data <em>turnover<\/em>, memperbaiki <em>onboarding<\/em>, membangun jalur karier, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu cara untuk meningkatkan retensi karyawan adalah dengan menyediakan program pengembangan yang relevan dan berkelanjutan. Melalui RuangKerja, perusahaan dapat menghadirkan pelatihan karyawan yang lebih terstruktur lewat platform <em>LMS<\/em> interaktif. Mulai dari <em>onboarding<\/em>, <em>leadership<\/em> <em>training<\/em>, pengembangan skill, hingga program pembelajaran internal, semuanya bisa dikelola dengan lebih mudah dan terukur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan strategi retensi yang tepat, perusahaan tidak hanya dapat menekan <em>turnover<\/em>, tetapi juga membangun tim yang lebih loyal, produktif, dan siap berkembang bersama bisnis. Mari konsultasikan bersama Ruangkerja!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/42133210-c3d9-45b8-b7c6-2fe7faaf7756.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 1 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: bold;\">Referensi<\/span>:<\/p>\n<p>Matriano, Joeffri. 2018. <em>Serious Effects of Employee Turnover<\/em> (online). Link: https:\/\/www.linkedin.com\/pulse\/serious-effects-employee-turnover-joeffri-matriano\/ (Accessed: 28 August 2022)<\/p>\n<p>Philips, Jack J. 2004. <em>Managing Retention: A Strategic Accountability Approach<\/em> [online). ROI Institute. Link: https:\/\/citeseerx.ist.psu.edu\/viewdoc\/download?doi=10.1.1.460.4227&amp;rep=rep1&amp;type=pdf (Accessed: 28 August 2022)<\/p>\n<p>Kappel, Mike. <em>5 Ways To Reduce Employee Turnover <\/em>(online). Forbes. Link: https:\/\/www.forbes.com\/sites\/mikekappel\/2017\/08\/09\/5-ways-to-reduce-employee-turnover\/?sh=71b95ee85001 (Accessed: 28 August 2022)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Turnover karyawan yang tinggi bukan hanya soal banyaknya karyawan yang resign. Bagi perusahaan, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa ada hal yang perlu dievaluasi dalam pengalaman kerja karyawan. &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":109,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg"],"_edit_lock":["1782291148:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-10-12","2024-02-07"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis yang baik adalah tingkat turnover karyawan yang rendah. Simak artikel berikut untuk mengatasi turnover karyawan!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_focuskw":["turnover"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis yang baik adalah tingkat turnover karyawan yang rendah. Simak artikel berikut untuk mengatasi turnover karyawan!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["90"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["9"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""]},"categories":[1],"tags":[7],"class_list":["post-109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sdm"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis yang baik adalah tingkat turnover karyawan yang rendah. Simak artikel berikut untuk mengatasi turnover karyawan!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis yang baik adalah tingkat turnover karyawan yang rendah. Simak artikel berikut untuk mengatasi turnover karyawan!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-24T01:46:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T08:33:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\",\"name\":\"Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-24T01:46:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T08:33:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\"},\"description\":\"Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis yang baik adalah tingkat turnover karyawan yang rendah. Simak artikel berikut untuk mengatasi turnover karyawan!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\",\"name\":\"Vindiasari Yunizha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Vindiasari Yunizha\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis yang baik adalah tingkat turnover karyawan yang rendah. Simak artikel berikut untuk mengatasi turnover karyawan!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis yang baik adalah tingkat turnover karyawan yang rendah. Simak artikel berikut untuk mengatasi turnover karyawan!","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2026-06-24T01:46:22+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T08:33:31+00:00","author":"Vindiasari Yunizha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Vindiasari Yunizha","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi","name":"Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg","datePublished":"2026-06-24T01:46:22+00:00","dateModified":"2026-06-24T08:33:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d"},"description":"Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis yang baik adalah tingkat turnover karyawan yang rendah. Simak artikel berikut untuk mengatasi turnover karyawan!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d","name":"Vindiasari Yunizha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Vindiasari Yunizha"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2388,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions\/2388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}