{"id":109,"date":"2024-02-07T08:46:22","date_gmt":"2024-02-07T01:46:22","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=109"},"modified":"2024-02-07T19:19:27","modified_gmt":"2024-02-07T12:19:27","slug":"penyebab-turnover-karyawan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi","title":{"rendered":"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg\" alt=\"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya\" width=\"820\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apakah Anda pernah mendengar mengenai turnover karyawan? Sebenarnya apa itu turnover dan bagaimana dampaknya bagi perusahaan serta cara mengatasinya?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-size: 16px;\">&#8212;<\/span><!--more--><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-size: 16px; color: #000000;\">Perusahaan yang bagus dikenal memiliki reputasi baik dalam banyak aspek. Mulai dari laba yang diperoleh sehingga meyakinkan para investor; memiliki manajemen perusahaan yang baik; menjalankan aspek <em>good corporate governance<\/em> yang patuh terhadap peraturan pemerintah; hingga memiliki<em>\u00a0employee turnover rate<\/em> atau <em>turnover<\/em> pada karyawan yang rendah. Di artikel ini akan fokus pada aspek ketiga yang merupakan tantangan dinamis yang dialami setiap perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mari kita pelajari dulu sebelumnya mengenai pengertian dari <em>turnover<\/em>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\">Mengenal Pengertian <em>Turnover<\/em> dan Penyebabnya dalam Aktivitas Bisnis<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Istilah <strong><em>turnover<\/em> merupakan perputaran atau keluar masuknya karyawan yang lazim terjadi dalam organisasi atau perusahaan<\/strong>. Perputaran ini dapat dilihat tingkatannya apakah tepat atau cenderung menghambat kinerja perusahaan di masa kini atau mendatang. Tingkat efektivitas perputaran dapat dilihat berdasarkan jumlah tenaga kerja yang berhenti bekerja dalam periode waktu yang ditentukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dilansir dari Matriano, <em>t<\/em><em>urnover intention<\/em> karyawan dalam suatu perusahaan terbagi dalam dua jenis, fungsional dan disfungsional<\/strong>. Jenis fungsional merupakan karyawan berkinerja rendah meninggalkan perusahaan secara sukarela, dan ini tergolong menguntungkan perusahaan. Kemudian jenis disfungsional adalah ketika karyawan berkinerja tinggi keluar dari perusahaan atas permintaannya sendiri, dalam hal ini terjadinya <em>voluntary turnover <\/em>merupakan kerugian bagi perusahaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Turnover<\/em> disfungsional menjadi perhatian terbesar bagi manajemen karena dampak negatifnya terhadap kinerja umum perusahaan. Ada dua jenis <em>turnover<\/em> disfungsional, yaitu yang dapat dihindari serta yang tidak dapat dihindari. Perputaran\/<em>turnover<\/em> yang dapat dihindari disebabkan oleh kompensasi yang rendah, ketidakcocokan pekerjaan, lingkungan kerja yang buruk, dan demotivasi. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, <em>turnover<\/em> yang tidak dapat dihindari disebabkan oleh migrasi keluarga, penyakit serius, kematian, dan masalah pribadi lainnya. Perputaran yang dapat dihindari dapat dikendalikan dan organisasi perlu menerapkan strategi retensi untuk mengurangi perputaran karyawan dalam organisasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt; color: #000000;\">Dampak Negatif <em>Turnover<\/em><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Beberapa dampak yang dirasakan oleh perusahaan dari tingginya <em>turnover<\/em>, sebagaimana dikutip dari Philips, meliputi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya%20-%201.jpg\" alt=\"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya - 1\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Peningkatan biaya operasional<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kehilangan produktivitas dalam tim<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Potensi meninggalkan citra buruk kepada pelanggan\/klien<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Perusahaan kehilangan sosok ahli\/pakar yang dapat mengurangi potensi akuisisi klien maupun pelanggan potensial<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menurunkan kepuasan kerja karyawan yang tersisa<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Alur komunikasi dalam dan luar tim menurun karena kurangnya sumber daya manusia, dan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menggoyahkan reputasi baik perusahaan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/ciptakan-lingkungan-kerja-setara-inklusif-dan-bebas-diskriminasi-dengan-pelatihan-dei\">Ciptakan Lingkungan Kerja Setara, Inklusif, dan Bebas Diskriminasi dengan Pelatihan DEI<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penjelasan lebih lanjut mengenai dampak negatif <em>turnover<\/em> karyawan adalah sebagai berikut :\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">Biaya Tinggi <\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Proses perekrutan dan pelatihan karyawan baru membutuhkan waktu dan sumber daya yang signifikan. Biaya tersebut mencakup pengiklanan lowongan kerja, proses wawancara, pelatihan, dan orientasi. Tingginya <em>turnover<\/em> karyawan dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">Penurunan Produktivitas<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karyawan baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan peran dan tanggung jawab mereka. Selama periode adaptasi ini, produktivitas mereka mungkin menurun, yang dapat mengganggu kinerja keseluruhan tim atau departemen.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">Kehilangan Pengetahuan dan Pengalaman<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karyawan yang pergi dapat membawa dengan mereka pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang berharga. Kehilangan sumber daya manusia ini dapat berdampak negatif pada kemampuan perusahaan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">Gangguan pada Budaya Perusahaan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap kali ada pergantian karyawan, ada potensi untuk gangguan dalam budaya perusahaan. Integrasi karyawan baru ke dalam budaya perusahaan memerlukan waktu dan energi, dan terlalu banyak pergantian karyawan dapat mengganggu stabilitas budaya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">Peningkatan Beban Kerja bagi Karyawan yang Tersisa<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketika karyawan meninggalkan perusahaan, tugas dan tanggung jawab mereka mungkin harus dipindahkan ke karyawan yang tersisa. Ini dapat menyebabkan peningkatan beban kerja bagi karyawan yang sudah ada, yang pada gilirannya dapat meningkatkan tingkat stres dan kelelahan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">Penurunan Kualitas Layanan atau Produk<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika <em>turnover<\/em> terjadi di antara karyawan yang memiliki peran penting dalam produksi atau penyediaan layanan, ini dapat berdampak pada kualitas produk atau layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. Karyawan baru mungkin memerlukan waktu untuk mencapai tingkat kinerja yang sama dengan karyawan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000; font-size: 14pt;\">Mengganggu Hubungan dengan Pelanggan atau Mitra Bisnis<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pergantian karyawan yang sering dapat mengganggu hubungan yang telah dibangun dengan pelanggan atau mitra bisnis. Konsistensi dan kepercayaan dapat terganggu jika pelanggan atau mitra bisnis harus terus berurusan dengan orang yang berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, manajemen yang efektif dari <em>turnover<\/em> karyawan menjadi penting bagi perusahaan untuk meminimalkan dampak negatifnya dan memastikan kelangsungan operasional yang lancar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt; color: #000000;\">Alternatif Mencegah Turnover yang Tinggi<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000;\">1. Beradaptasi dengan Strategi dalam Rekrutmen<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal ini dapat disiasati dalam dalam manajemen sumber daya atau\u00a0<em>human resource management <\/em>menggunakan\u00a0tiga perspektif, seperti target pelamar, promosi lowongan, dan pre-assesment. Pada target pelamar, apakah perusahaan Anda menargetkan kandidat yang tepat di tempat yang tepat seperti kanal <em>talent sourcing<\/em>, Linkedin, dan atau media sosial lainnya? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda mengukur efektivitas kanal yang Anda gunakan, bisa jadi akan memberi Anda informasi yang cukup tinggi untuk melihat tentang kanal mana yang cenderung memberi Anda kandidat terbaik (dan terburuk). Keuntungan besar dari mencari kandidat saat ini adalah ada banyak teknologi yang tersedia untuk membantu Anda mengoptimalkan tugas. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada aspek promosi lowongan pekerjaan, bahasa dan persuasi yang Anda gunakan dalam iklan pekerjaan menentukan jenis kandidat yang melamar. Kata-kata atau cara tertentu akan menarik \u2013 atau justru malah menyingkirkan \u2013 pelamar potensial, <em>lho<\/em>. Saat ini, ada beberapa teknologi yang tersedia untuk mendukung Anda dalam meningkatkan penulisan\/<em>content writing<\/em> lowongan untuk perusahaan Anda.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000;\">2. Tawarkan Gaji dan Benefit yang Kompetitif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Menurut Kappel, saat menentukan kompensasi untuk karyawan Anda, ada baiknya melakukan riset pasar tentang gaji dan benefit. Cari tahu apa yang kompetitor Anda berikan kepada karyawan mereka. Teliti juga kisaran gaji yang kompetitif berdasarkan pekerjaan serupa di daerah\/regional Anda. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Misalnya, jika Anda mencari seorang <em>project manager<\/em> di Bandung, Anda harus mempertimbangkan benefit oleh perusahaan lain di Bandung kepada <em>project manager<\/em> mereka. Selain itu, perusahaan Anda perlu mempelajari fasilitas lain yang ditawarkan kompetitor dan bisnis lain di daerah Anda.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000;\">3. Menunjukkan Jalur Karier yang Potensial<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika karyawan Anda stagnan dalam satu pekerjaan terlalu lama, mereka mungkin mencari pekerjaan lain di mana mereka bisa mengembangkan kariernya. Sebagian besar karyawan ingin meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dan menjajaki potensi karier. Menunjukkan kepada karyawan jalur karier yang terproyeksikan dapat memberi mereka arah dan tujuan dalam bekerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Anda harus menunjukkan kepada karyawan Anda jalur maupun jenjang karier yang jelas. Bagaimana mereka bisa naik dari posisi mereka saat ini? Atau, mungkin karyawan Anda bisa mendapatkan lebih banyak tanggung jawab di posisi mereka saat ini. Apa pun itu, beri tahu karyawan Anda bagaimana mereka bisa meningkatkan kompetensi dan perannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Anda dapat membantu karyawan berkembang di sepanjang jalur karier mereka. Berikan mereka pelatihan dengan merekomendasikan cara untuk kompeten. Anda juga dapat memberikan kesempatan pelatihan kepada karyawan. Beri mereka kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru dan mempraktikkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/karakteristik-pemimpin-yang-efektif\">Leader Wajib Tahu, Ini 6 Karakteristik Pemimpin yang Efektif<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian, dampak, serta cara mengatasi turnover karyawan. Jika ingin merencanakan bisnis dengan mumpuni, tak perlu khawatir. Kini RuangKerja telah memiliki pelatihan yang mendukung suksesnya penerapan cara mengatasi<em> turnover<\/em> yang tinggi di perusahaan Anda. Karena RuangKerja dilengkapi dengan fitur-fitur berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><em>Rewards point,<\/em><\/strong> peserta dapat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah sesuai keinginan perusahaan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><em>Leaderboards<\/em><\/strong>, memicu peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan skor tinggi.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><em>Collaboration<\/em><\/strong>, setiap peserta dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya melalui forum diskusi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berbagai perusahaan telah bergabung dengan RuangKerja, kini giliran Anda! Tunggu apalagi?<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/bisnis\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/42133210-c3d9-45b8-b7c6-2fe7faaf7756.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Tengah 1 Blog Ruangkerja Pelatihan Efektif RGFB\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: bold;\">Referensi<\/span>:<\/p>\n<p>Matriano, Joeffri. 2018. <em>Serious Effects of Employee Turnover<\/em> (online). Link: https:\/\/www.linkedin.com\/pulse\/serious-effects-employee-turnover-joeffri-matriano\/ (Accessed: 28 August 2022)<\/p>\n<p>Philips, Jack J. 2004. <em>Managing Retention: A Strategic Accountability Approach<\/em> [online). ROI Institute. Link: https:\/\/citeseerx.ist.psu.edu\/viewdoc\/download?doi=10.1.1.460.4227&amp;rep=rep1&amp;type=pdf (Accessed: 28 August 2022)<\/p>\n<p>Kappel, Mike. <em>5 Ways To Reduce Employee Turnover <\/em>(online). Forbes. Link: https:\/\/www.forbes.com\/sites\/mikekappel\/2017\/08\/09\/5-ways-to-reduce-employee-turnover\/?sh=71b95ee85001 (Accessed: 28 August 2022)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Anda pernah mendengar mengenai turnover karyawan? Sebenarnya apa itu turnover dan bagaimana dampaknya bagi perusahaan serta cara mengatasinya? &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":109,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg"],"_edit_lock":["1707308483:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-10-12"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis yang baik adalah tingkat turnover karyawan yang rendah. Simak artikel berikut untuk mengatasi turnover karyawan!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[7],"class_list":["post-109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sdm"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah Anda pernah mendengar mengenai turnover karyawan? Sebenarnya apa itu turnover dan bagaimana dampaknya bagi perusahaan serta cara mengatasinya? &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-07T01:46:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-07T12:19:27+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vindiasari Yunizha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\",\"name\":\"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg\",\"datePublished\":\"2024-02-07T01:46:22+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-07T12:19:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d\",\"name\":\"Vindiasari Yunizha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Vindiasari Yunizha\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Apakah Anda pernah mendengar mengenai turnover karyawan? Sebenarnya apa itu turnover dan bagaimana dampaknya bagi perusahaan serta cara mengatasinya? &#8212;","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2024-02-07T01:46:22+00:00","article_modified_time":"2024-02-07T12:19:27+00:00","author":"Vindiasari Yunizha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Vindiasari Yunizha","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi","name":"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg","datePublished":"2024-02-07T01:46:22+00:00","dateModified":"2024-02-07T12:19:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Faktor%20Penyebab%20Turnover%20Karyawan%20Tinggi%20Dan%20Cara%20Mengatasinya.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Faktor Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Dan Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/a57a4e9e45f8f015ce03160e43a2f36d","name":"Vindiasari Yunizha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Vindiasari Yunizha"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/vindiasari-yunizha"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1562,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions\/1562"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}