{"id":1015,"date":"2018-10-18T08:00:00","date_gmt":"2018-10-18T08:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1015"},"modified":"2018-10-18T08:00:00","modified_gmt":"2018-10-18T08:00:00","slug":"5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier","title":{"rendered":"5 Kesalahan Fatal Generasi Milenial dalam Karier"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fix%20cover.jpg\" alt=\"Kesalahan Fatal Generasi Milenial dalam Karier\" width=\"820\" style=\"width: 820px;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Generasi milenial yang lahir antara tahun 80-an sampai 1997 kini sedang memasuki usia produktif kerja dan berlomba-lomba dalam meniti karier. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, mengalami peningkatan dalam karier sangatlah sulit, bisa jadi karena generasi yang juga disebut Generasi Y ini tidak menyadari telah melakukan kesalahan fatal di lingkungan kerja. Berikut kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh generasi milenial.<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<h2 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #674ea7;\"><strong style=\"background-color: transparent;\"><strong>1. Terlambat memulai pekerjaan<\/strong><\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/job%20search.jpg\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" alt=\"terlambat memulai pekerjaan\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terlambat mencari pekerjaan dapat membuat generasi milenial mengalami <em>culture shock<\/em> (Sumber: steemit.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan pertama kali Anda mulai bekerja? Di usia 20? atau mungkin menjelang usia 30? Sebenarnya tidak ada patokan pasti kapan seseorang harus mulai bekerja. Namun, salah satu kesalahan milenial dalam karier adalah terlambat memulai pekerjaan. Seperti yang dilansir dari Business Insider (2018), kebanyakan milenial saat ini terlalu fokus dalam mengejar pendidikan, hingga lupa untuk membekali diri dengan pengalaman kerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, setelah lulus dari jenjang S1, banyak orang langsung melanjutkan S2 terus sampai S3 tanpa pernah sekalipun merasakan pengalaman bekerja. Hasilnya setelah lulus, mereka akan kebingungan bagaimana caranya bekerja untuk menyambung kehidupan.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\"><span style=\"color: #674ea7;\"><strong style=\"background-color: transparent;\"><strong>2. Tidak berusaha menambah pengalaman kerja<\/strong><\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/talent-now-blog-image_180316.jpg\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" alt=\"tidak berusaha menambah pengalaman kerja\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><span>Mengikuti magang atau pelatihan kerja dapat membantu menunjang karier (Sumber: talentnow.com)<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berkali-kali gagal dalam mencari pekerjaan, banyak generasi milenial berpikir kurangnya pendidikan menjadi alasan dirinya sulit mendapat pekerjaan. Bukannya berusaha meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soft skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau pengalaman kerja, kebanyakan milenial akan kembali bersekolah. Padahal pemikiran tersebut nyatanya salah besar! Alih-alih menghabiskan uang orang tua Anda dengan kembali bersekolah, lebih baik coba tingkatkan kemampuan diri dengan <a href=\"\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier\" rel=\"noopener\">mengikuti magang<\/a> atau menambah pengetahuan melalui pelatihan kerja gratis seperti di aplikasi ruangkerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/prinsip-80-20\" rel=\"noopener\">Menggunakan Prinsip 80 20 Untuk Meningkatkan Produktivitas<\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\"><span style=\"color: #674ea7;\"><strong style=\"background-color: transparent;\"><strong>3. Terlalu idealis<\/strong><\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/entre.jpg\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" alt=\"terlalu idealis\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih idealis, cobalah bersikap realistis di masa awal meniti karier (Sumber: entrepreneur.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki pekerjaan mudah dengan gaji tinggi tentu menjadi impian semua orang. Sayangnya akibat pemikiran tersebut akhirnya banyak milenial yang menolak pekerjaan karena gaji yang ditawarkan dianggap rendah atau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> jobdesc <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dianggap terlalu banyak. Namun cobalah bersikap realistis! Sebelum mengharapkan pekerjaan dengan gaji besar, ada baiknya Anda menengok kembali pengalaman serta kemampuan apa yang dimiliki sehingga pantas mendapat &nbsp;gaji yang tinggi. Setelah itu cobalah mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan Anda sambil terus meningkatkan keterampilan diri agar karier terus berkembang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"\/blog\/manfaat-era-industri-4.0-untuk-meningkatkan-karier-di-masa-depan\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">Manfaat Era Industri 4.0 untuk Meningkatkan Karier di Masa Depan<\/span><\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\"><span style=\"color: #674ea7;\"><strong style=\"background-color: transparent;\"><strong>4. Memiliki sikap buruk dalam bekerja<\/strong><\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hr.jpg\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" alt=\"memiliki sikap buruk dalam bekerja\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Etika kerja yang buruk menjadi salah satu alasan karier yang tidak berkembang (Sumber: hrinasia.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa lelah saat kerja memang hal yang biasa. Namun jika hal itu membuat Anda terus menerus mengeluh dan akhirnya tidak memberikan performa yang baik, pihak perusahaan tentu akan merasa kesal. Sikap buruk dalam bekerja tanpa etos kerja baik sering kali ditunjukkan generasi milenial &nbsp;tanpa disadari, hal itulah yang membuat karier mereka sulit berkembang.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\"><span style=\"color: #674ea7;\"><strong style=\"background-color: transparent;\"><strong>5. Tidak tahu cara mengelola uang<\/strong><\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/budget-paycheck.jpg\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\" alt=\"tidak tahu cara mengelola uang\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak generasi milenial tidak belajar mengelola uang sehingga kesulitan di masa depan (Sumber: citizenlawgroup.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah lain yang sering menghambat milenial dalam karier adalah belum mengerti cara mengelola uang yang benar. Setelah mendapatkan gaji, kebanyakan milenial akan langsung menghabiskannya tanpa menyisakan sedikit pun untuk ditabung atau investasi. Alhasil ketika berada dalam keadaan terdesak, tidak ada uang yang tersisa sehingga terpaksa harus meminta pada orang tua atau berhutang. Padahal dengan rajin menabung, Anda akan memiliki simpanan untuk masa depan yang bahkan dapat digunakan untuk membuka usaha sendiri.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rekan Kerja, sejatinya mengejar pendidikan tinggi tidaklah salah. Namun sebaiknya imbangi dengan pengalaman kerja agar Anda dapat membangun karier sejak dini. Jangan menyerah dan terus berusaha untuk menggapai karier yang Anda inginkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil terus berusaha, jangan lupa perkaya diri Anda dengan berbagai artikel menarik yang dapat menunjang karier di blog atau aplikasi ruangkerja yang dapat diunduh secara gratis dengan mengklik gambar di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"http:\/\/onelink.to\/9qn5qa\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/529a0685-2899-4f99-ac02-56cff8839370.jpeg\" width=\"650\" height=\"229\" alt=\"ruangkerja Gitasav\" \/><\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Generasi milenial yang lahir antara tahun 80-an sampai 1997 kini sedang memasuki usia produktif kerja dan berlomba-lomba dalam meniti karier. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, mengalami peningkatan dalam karier sangatlah sulit, bisa jadi karena generasi yang juga disebut Generasi Y ini tidak menyadari telah melakukan kesalahan fatal di lingkungan kerja. Berikut kesalahan fatal yang sering dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":52,"featured_media":1015,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fix%20cover.jpg"]},"categories":[1],"tags":[13,10],"class_list":["post-1015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sukses-kerja","tag-tren"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Kesalahan Fatal Generasi Milenial dalam Karier - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Kesalahan Fatal Generasi Milenial dalam Karier - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Generasi milenial yang lahir antara tahun 80-an sampai 1997 kini sedang memasuki usia produktif kerja dan berlomba-lomba dalam meniti karier. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, mengalami peningkatan dalam karier sangatlah sulit, bisa jadi karena generasi yang juga disebut Generasi Y ini tidak menyadari telah melakukan kesalahan fatal di lingkungan kerja. Berikut kesalahan fatal yang sering dilakukan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-10-18T08:00:00+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Oktaviani Satyaningtyas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Oktaviani Satyaningtyas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier\",\"name\":\"5 Kesalahan Fatal Generasi Milenial dalam Karier - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fix%20cover.jpg\",\"datePublished\":\"2018-10-18T08:00:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/9250e8ca1cea24583138ddfc064da4a6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fix%20cover.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fix%20cover.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Kesalahan Fatal Generasi Milenial dalam Karier\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/9250e8ca1cea24583138ddfc064da4a6\",\"name\":\"Oktaviani Satyaningtyas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Oktaviani Satyaningtyas\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/oktaviani-satyaningtyas\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Kesalahan Fatal Generasi Milenial dalam Karier - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Kesalahan Fatal Generasi Milenial dalam Karier - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","og_description":"Generasi milenial yang lahir antara tahun 80-an sampai 1997 kini sedang memasuki usia produktif kerja dan berlomba-lomba dalam meniti karier. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, mengalami peningkatan dalam karier sangatlah sulit, bisa jadi karena generasi yang juga disebut Generasi Y ini tidak menyadari telah melakukan kesalahan fatal di lingkungan kerja. Berikut kesalahan fatal yang sering dilakukan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier","og_site_name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","article_published_time":"2018-10-18T08:00:00+00:00","author":"Oktaviani Satyaningtyas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Oktaviani Satyaningtyas","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier","name":"5 Kesalahan Fatal Generasi Milenial dalam Karier - Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fix%20cover.jpg","datePublished":"2018-10-18T08:00:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/9250e8ca1cea24583138ddfc064da4a6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fix%20cover.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fix%20cover.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/5-kesalahan-fatal-generasi-milenial-dalam-karier#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Kesalahan Fatal Generasi Milenial dalam Karier"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/","name":"Informasi Seputar Dunia Kerja | Blog Ruangkerja","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/9250e8ca1cea24583138ddfc064da4a6","name":"Oktaviani Satyaningtyas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Oktaviani Satyaningtyas"},"url":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/author\/oktaviani-satyaningtyas"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/52"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1015"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1015\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangkerja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}