Skill Gap Analysis, Atasi Kesenjangan Kompetensi Karyawan

Skill Gap Analysis

Skill gap analysis membantu HR mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Simak cara mengatasinya, tools yang dapat digunakan, dan contoh report-nya dalam artikel berikut!

—-

Perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah membuat perusahaan perlu memastikan kompetensi karyawan tetap sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Namun, tidak semua karyawan memiliki kompetensi yang dibutuhkan, sehingga dapat muncul skill gap di internal tim.

Untuk mengetahui kesenjangan tersebut, perusahaan dapat melakukan skill gap analysis dengan membandingkan keterampilan yang dimiliki karyawan saat ini dengan kompetensi yang dibutuhkan. Hasil analisis tersebut dapat membantu perusahaan menentukan program pengembangan karyawan yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Lalu, tools apa saja yang bisa digunakan untuk melakukan skill gap analysis? Simak penjelasannya di artikel berikut.

 

Apa Itu Skill Gap?

Skill gap adalah kondisi ketika kemampuan yang dimiliki karyawan belum sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Kesenjangan ini dapat muncul ketika kebutuhan pekerjaan berubah, sementara kemampuan karyawan belum mengikuti perubahan tersebut. Misalnya, perusahaan mulai menggunakan teknologi berbasis AI, tetapi sebagian karyawan belum memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya secara optimal.

Untuk mengetahui kesenjangan tersebut, perusahaan dapat melakukan skill gap analysis, yaitu proses membandingkan keterampilan karyawan saat ini dengan kompetensi yang dibutuhkan. Hasil analisis ini dapat membantu perusahaan menentukan kebutuhan training, upskilling, reskilling, dan perekrutan.

Baca Juga: Skill Gap di Era AI: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

 

Penyebab Skill Gap di Perusahaan

Skill gap dapat terjadi karena beberapa faktor, bisa dari perubahan kebutuhan perusahaan dan perkembangan kemampuan karyawan. Beberapa penyebab terjadinya skill gap antara lain:

  • Perkembangan teknologi yang cepat, sehingga karyawan perlu menguasai keterampilan baru.
  • Perubahan kebutuhan industri yang membuat kompetensi tertentu menjadi semakin dibutuhkan.
  • Kurangnya pelatihan dan pengembangan, sehingga keterampilan karyawan tidak berkembang sesuai kebutuhan pekerjaan.
  • Perubahan peran atau tanggung jawab, terutama ketika karyawan mendapat posisi baru.
  • Kesenjangan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi tenaga kerja saat merekrut dan mengembangkan karyawan yang sudah ada.
  • Kurangnya learning culture di perusahaan, sehingga proses belajar dan pengembangan keterampilan belum menjadi bagian dari kebiasaan kerja.

 

Mengapa Skill Gap Perlu Diatasi?

Skill gap perlu diatasi karena kesenjangan kompetensi dapat memengaruhi kinerja karyawan dan kemampuan perusahaan dalam mencapai target. Jika keterampilan yang dimiliki karyawan tidak sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, produktivitas dapat menurun dan perusahaan berisiko mengalami kesulitan dalam memenuhi tuntutan bisnis yang terus berkembang.

Identifikasi kesenjangan kompetensi membantu perusahaan menentukan pelatihan dan pengembangan yang lebih tepat. Upaya ini juga mendukung peningkatan produktivitas, daya saing perusahaan, serta perkembangan kompetensi dan karier karyawan.

Baca Juga: Pentingnya Budaya Belajar (Learning Culture) di Tempat Kerja

 

Cara Mengatasi Skill Gap di Perusahaan

Perusahaan bisa mulai mengatasi skill gap dengan mengidentifikasi keterampilan yang masih perlu dikembangkan melalui skill gap analysis. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

  1. Menentukan tujuan perusahaan dan kompetensi yang dibutuhkan.
  2. Mengidentifikasi keterampilan yang diperlukan, seperti technical skills dan workplace skills.
  3. Menilai kemampuan karyawan saat ini melalui survei, wawancara, performance review, dan observasi.
  4. Membandingkan kemampuan saat ini dengan kebutuhan untuk menemukan kesenjangan.
  5. Menyusun rencana pengembangan, seperti training, upskilling, reskilling, mentoring, dan perekrutan sesuai kebutuhan.

 

Skill Gap Analysis Tools yang Bisa Digunakan Perusahaan

Perusahaan dapat memanfaatkan skill gap analysis tools untuk membantu mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan. Setiap tools memiliki fitur dan fokus yang berbeda, sehingga perusahaan dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan, jumlah karyawan, serta tujuan pengembangan kompetensi. 

Berikut 15 skill gap analysis tools yang dapat menjadi pilihan perusahaan Anda.

  • MyCulture.ai

MyCulture.ai merupakan platform yang membantu perusahaan memahami keterampilan, karakteristik, dan cara kerja individu melalui berbagai assessment. Aspek yang dapat dinilai mencakup work style, personality, values, logical reasoning, hingga AI readiness.

Dalam skill gap analysis, hasil assessment dapat digunakan untuk melihat kesesuaian kemampuan seseorang dengan kebutuhan suatu role. Informasi tersebut juga membantu perusahaan memahami karakteristik dan kompetensi individu sebagai bagian dari proses pengembangan maupun penempatan karyawan.

 

  • Workday Skills Cloud

Workday Skills Cloud merupakan fitur skills intelligence dalam ekosistem Workday yang membantu perusahaan memetakan keterampilan tenaga kerja. Platform ini dapat mengumpulkan dan menormalisasi data skill dari berbagai sumber, seperti resume, job requisition, performance review, dan learning content.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai keterampilan yang tersedia di dalam organisasi dan kompetensi yang dibutuhkan untuk berbagai peran. HR dapat menggunakan informasi ini untuk melihat kesenjangan antara skill yang dimiliki karyawan dan kebutuhan organisasi.

 

  • LinkedIn Learning Hub + Talent Insights

LinkedIn Learning Hub dan LinkedIn Talent Insights menggabungkan informasi mengenai pembelajaran dan keterampilan karyawan dengan data pasar tenaga kerja. Perusahaan dapat menggunakan data tersebut untuk memahami keterampilan yang sedang berkembang, kebutuhan skill di industri, serta ketersediaan talent di pasar. 

Misalnya, ketika perusahaan menemukan adanya kebutuhan terhadap data analytics, data pasar LinkedIn dapat membantu melihat tren dan kebutuhan skill tersebut, sementara LinkedIn Learning dapat mendukung pengembangan keterampilan melalui materi pembelajaran yang relevan.

 

  • Degreed (LXP + Skills)

Degreed merupakan Learning Experience Platform (LXP) yang menggabungkan pembelajaran dengan skills management. Platform ini membantu perusahaan memetakan keterampilan karyawan, mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan, serta menghubungkan kebutuhan skill dengan berbagai learning resources, seperti kursus, video, artikel, dan materi pembelajaran lainnya.

Pendekatan ini membuat proses pengelolaan skill terhubung langsung dengan aktivitas pembelajaran. Perusahaan dapat menggunakan informasi mengenai kompetensi karyawan untuk menentukan materi pembelajaran yang relevan.

 

  • Cornerstone Skills Engine

Cornerstone Skills Engine merupakan platform AI-powered skills intelligence yang membantu perusahaan memetakan keterampilan dan menghubungkannya dengan kebutuhan pekerjaan. 

Platform ini menggunakan skills knowledge graph untuk memahami hubungan antara skill, pekerjaan, dan peluang pengembangan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan dan menghubungkannya dengan jalur pembelajaran yang relevan. Cornerstone Skills Engine dapat mendukung skill gap analysis, upskilling, reskilling, dan workforce planning.

 

  • Eightfold AI

Eightfold AI menggunakan AI-powered skills intelligence untuk memahami keterampilan yang dimiliki seseorang, termasuk adjacent skills, yaitu keterampilan yang memiliki hubungan dengan skill lainnya. 

Platform ini dapat menganalisis keterampilan dan pengalaman seseorang untuk melihat kemampuan yang sudah dimiliki serta potensi keterampilan lain yang berdekatan. Misalnya, seseorang memiliki skill digital marketing. Sistem dapat mengidentifikasi keterkaitannya dengan SEO, analytics, content marketing, atau performance marketing.

 

  • Gloat

Gloat merupakan platform internal talent marketplace yang menggunakan data skill untuk menghubungkan karyawan dengan berbagai peluang di dalam perusahaan. Platform ini dapat mencocokkan keterampilan dan pengalaman karyawan dengan proyek, gig, mentorship, dan posisi internal. 

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan melihat bagaimana kemampuan yang sudah dimiliki karyawan dapat dikembangkan melalui pengalaman kerja baru. Gloat cocok bagi perusahaan yang ingin mengembangkan internal mobility sebagai bagian dari strategi pengelolaan talent. 

Baca Juga: Fungsi LMS untuk Pelatihan SDM yang Efektif & Tepat Waktu

 

  • Visier Skills Intelligence

Visier Skills Intelligence menggabungkan pemetaan skill dengan people analytics untuk membantu perusahaan memahami kondisi tenaga kerja secara lebih luas. Data keterampilan dapat dianalisis bersama informasi lain, seperti performa, retensi, dan kebutuhan tenaga kerja. 

Pendekatan ini membantu HR melihat di mana skill gap terjadi dan bagaimana kesenjangan tersebut berkaitan dengan kondisi tenaga kerja. Visier lebih relevan bagi perusahaan yang membutuhkan workforce insights untuk mendukung pengambilan keputusan.

 

  • Pluralsight Skills

Salah satu skill gap analysis yang paling mudah dipahami karena fokusnya pada kemampuan IT, software development, cloud, dan teknologi. Pluralsight memiliki assessment seperti Skill IQ dan Role IQ untuk mengukur kemampuan seseorang dan membandingkannya dengan skill yang dibutuhkan untuk suatu role. Hasilnya dapat digunakan perusahaan untuk mengetahui area yang masih membutuhkan pengembangan dan menentukan pembelajaran yang sesuai.

 

  • SkyHive

SkyHive berfokus pada skills intelligence dan workforce planning, terutama untuk memahami perubahan kebutuhan keterampilan di pasar tenaga kerja. Platform ini menggunakan data pasar tenaga kerja untuk membantu perusahaan memahami skill yang dibutuhkan saat ini maupun yang kemungkinan semakin penting di masa depan.

Pendekatan tersebut membuat SkyHive lebih berorientasi pada future skills, sehingga dapat digunakan perusahaan untuk merancang strategi workforce, reskilling, dan pengembangan kompetensi dalam jangka panjang.

 

  • agyleOS 

agyleOS merupakan platform skills management dan people development yang membantu perusahaan memetakan kemampuan karyawan dan mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan. Platform ini dapat digunakan untuk membandingkan kompetensi karyawan dengan kebutuhan suatu role serta menampilkan hasil pemetaan dalam bentuk seperti skill matrix.

Selain pemetaan skill, agyleOS juga mendukung proses pengembangan melalui fitur seperti 360-degree feedback, goal setting, dan development planning. Hal ini membuat platform dapat digunakan untuk menghubungkan proses identifikasi kompetensi dengan perencanaan pengembangan karyawan.

 

  • iMocha

iMocha merupakan platform AI-powered Skills Intelligence yang membantu perusahaan mengidentifikasi skill gap berdasarkan kebutuhan role, tim, departemen, dan organisasi. Platform ini membandingkan kemampuan karyawan dengan standar keterampilan yang dibutuhkan untuk suatu posisi, kemudian menampilkan hasilnya melalui skill gap analysis, benchmarking, dan readiness insights. 

iMocha juga memiliki lebih dari 3.000 jenis skill assessment serta dapat memanfaatkan data dari resume, sertifikasi, aktivitas pembelajaran, dan pengalaman kerja untuk membangun profil keterampilan karyawan.

iMocha membantu identifikasi skill gap dengan menggunakan AI untuk membandingkan data keterampilan karyawan dengan role-specific benchmarks (Sumber: imocha.io)

 

  • AG5

AG5 merupakan platform skills management yang membantu perusahaan memetakan, menganalisis, dan mengelola keterampilan tenaga kerja. Platform ini memungkinkan perusahaan membuat skills taxonomy dan skills matrix untuk melihat keterampilan yang dimiliki karyawan serta kompetensi yang dibutuhkan dalam suatu posisi. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi skill gap, mengetahui area yang perlu dikembangkan, dan menyusun strategi upskilling atau reskilling.

 

Contoh Skill Gap Analysis Report

Hasil skill gap analysis dapat disajikan dalam bentuk skills matrix yang membandingkan tingkat kompetensi karyawan saat ini dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk suatu posisi. Laporan ini membantu HR melihat keterampilan yang sudah memenuhi standar, kompetensi yang masih memiliki kesenjangan, serta area yang menjadi prioritas pengembangan.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan sedang mengembangkan strategi digital marketing dan ingin memastikan tim marketing memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. HR dapat melakukan penilaian terhadap beberapa kompetensi, seperti SEO, analytics, content strategy, paid media, marketing automation, dan measurement.

Setiap kompetensi dapat dinilai berdasarkan tingkat penguasaan karyawan menggunakan skala 1-5, dengan level yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kompetensi yang semakin baik. HR kemudian membandingkan level kompetensi saat ini dengan level yang dibutuhkan untuk posisi tersebut.

Contoh hasilnya dapat disajikan sebagai berikut: 

Kompetensi Level Saat Ini Level Dibutuhkan Skill Gap Prioritas
SEO 2 4 2 Tinggi
Analytics  3 4 1 Sedang
Content Strategy  3 4 1 Sedang
Paid Media  2 4 2 Tinggi
Marketing Automation  1 3 2 Tinggi
Measurement  2 3 1 Sedang

 

Dari laporan tersebut, perusahaan dapat menentukan kompetensi yang perlu menjadi prioritas. Skill gap sebesar 2 level, misalnya, dapat menjadi perhatian utama, terutama apabila kompetensi tersebut berpengaruh terhadap pencapaian target bisnis. 

Selanjutnya, HR dapat menentukan tindakan yang sesuai, seperti training, online course, mentoring, stretch assignment, redeployment, dan hiring untuk membantu memenuhi kebutuhan kompetensi tersebut.

Baca Juga: 5 LMS Terbaik untuk Pelatihan Karyawan di Indonesia

—

Skill gap analysis membantu perusahaan memahami kesenjangan kompetensi karyawan dan menentukan keterampilan yang perlu dikembangkan. Melalui tools yang tepat, HR dapat menyusun strategi upskilling dan reskilling sesuai dengan kebutuhan organisasi serta perkembangan industri.

Ruangkerja menjadi solusi sebagai LMS yang membantu perusahaan Anda memberikan pelatihan secara lebih terstruktur dan tepat waktu. Fiturnya yang lengkap serta akses yang mudah membuat proses pembelajaran karyawan menjadi lebih efektif. Klik banner di bawah ini untuk berkonsultasi dengan tim kami.

CTA Ruangkerja Ruangguru for Business

Referensi:

Acorn. Best Skills Gap Analysis Software in 2026: 8 Tools Compared (Daring). Diakses 30 Agustus 2026, dari https://acorn.works/best/best-skills-gap-analysis-software-in-2026-8-tools-compared.

Coursera. What Is a Skills Gap? (Daring). Diakses 30 Agustus 2026, dari https://www.coursera.org/enterprise/articles/skills-gap-analysis.

MyCulture. The 12 Best Skills Gap Analysis Tools for HR Teams in 2026 (Daring). Diakses 30 Agustus 2026, dari https://www.myculture.ai/blog/skills-gap-analysis-tools.

Olivia Yunita